BAB 4 HASIL PENELITIAN
4.1. Deskripsi Kabupaten Langkat
4.1.1. Geografis dan Demografi Kabupaten Langkat
Kabupaten Langkat merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Utara. Kabupaten Langkat terletak di antara 3°14'00” dan 4°13'00” Lintang Utara serta antara 97°52’00” dan 8°45'00” Bujur Timur dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Sumatera dan Kabupaten Aceh Tamiang (Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam) dan Selat Malaka.
2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang. 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Karo.
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sumatera dan Kabupaten Aceh Tenggara / Tanah Alas (Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam).
Kabupaten Langkat dialiri oleh 26 sungai besar dan kecil, melalui kecamatan dan desa-desa, diantara sungai-sungai tersebut adalah : Sungai Wampu, Sungai Batang Serangan, Sungai Lepan, Sungai Besitang dan lain-lain. Secara umum sungai-sungai tersebut dimanfaatkan untuk pengairan, perhubungan dan lain- lain.
Seperti umumnya daerah-daerah lainnya yang berada di kawasan Sumatera Utara, Kabupaten Langkat termasuk daerah yang beriklim tropis. Sehingga daerah
ini memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau dan musim hujan biasanya ditandai dengan sedikit banyaknya hari hujan dan volume curah hujan pada bulan terjadinya musim. Informasi tentang hari dan volume curah hujan bersumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Langkat yang berada di 14 daerah pengamatan.
Luas wilayah Kabupaten Langkat adalah 6.263,29 Km2 (626.329 Ha) yang secara topografi dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:
1. Pesisir pantai ketinggian 0-4 meter dari permukaan laut.
2. Dataran rendah dengan ketinggian 4-30 meter dari permukaan laut. 3. Dataran Tinggi ketinggian 30-128 meter dari pemukaan laut.
Secara administrasi Kabupaten Langkat dibagi menjadi 20 Kecamatan, 34 Kelurahan dan 226 desa. Dalam melaksanakan pembangunan Kabupaten Langkat dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah pembangunan yaitu antara lain:
1. Wilayah pembangunan I, yaitu wilayah Langkat Hulu, terdiri dari a.Kecamatan Bahorok dengan 19 desa; b. Kecamatan Salapian dengan 22 desa ; c. Kecamatan Kuala dengan 16 desa; d.Kecamatan Selesai dengan 13 desa; e. Kecamatan Binjai dengan 7 desa; f. Kecamatan Sei Bingai 15 desa.
2. Wilayah pembangunan II, yaitu Wilayah Langkat Hilir, terdiri dari : a.Kecamatan Secanggang dengan 14 Desa; b. Kecamatan Hinai dengan 12 desa; c. Kecamatan Padang Tualang dengan 18 desa; d. Kecamatan Tanjung Pura dengan 15 desa dan 1 kelurahan.
3. Wilayah pembangunan III, yaitu Wilayah Teluk Haru., terdiri dari : a.Kecamatan Gebang dengan 9 desa; b. Kecamatan Brandan Barat dengan 6 desa; c. Kecamatan Sei Lepan dengan 5 desa dan 5 kelurahan; d. Kecamatan Babalan dengan 5 desa dan 3 kelurahan; e. Kecamatan Pangkalan Susu dengan 14 desa 2 kelurahan; f. Kecamatan Besitang dengan 8 desa dan 3 kelurahan.
Tiap-tiap wilayah pembangunan dipimpin oleh seorang pembantu Bupati. Disamping itu dalam melaksanakan otonomi daerah Kabupaten Langkat dibantu atas dinas-dinas otonom, Instansi pusat baik Departemen maupun non Departemen yang kesemuanya merupakan pembantu-pembantu Bupati dalam melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan dan pembangunan.
Berdasarkan angka hasil Sensus Penduduk tahun 2000, penduduk Kabupaten Langkat berjumlah 902.986 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 144,17 jiwa per Km². Sedangkan laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Langkat pada tahun 2000 dibandingkan tahun 1990 adalah sebesar 1,07 persen. Untuk tahun 2008 berdasarkan hasil proyeksi penduduk Kabupaten Langkat 1.027.414 jiwa Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Stabat yaitu sebanyak 82.018 jiwa dengan kepadatan penduduk 904,88 jiwa per Km², sedangkan penduduk paling sedikit berada di Kecamatan Brandan barat sebesar 23.515 jiwa. Kecamatan Stabat merupakan Kecamatan yang paling padat penduduknya dengan kepadatan 904,88 jiwa per Km² dan Kecamatan Batang Serangan merupakan Kecamatan dengan kepadatan penduduk terkecil yaitu sebesar 40,94 jiwa per Km². Jumlah penduduk
Kabupaten Langkat per jenis kelamin lebih banyak Perempuan dibandingkan penduduk laki-laki. Pada tahun 2007 jumlah penduduk laki-laki sebesar 513.651 jiwa, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 513.763 jiwa dengan rasio jenis kelamin sebesar 99,98 persen. Penduduk Kabupaten Langkat mayoritas bersuku bangsa Jawa (56,87 persen), diikuti dengan suku Melayu (14,93 persen), Karo (10,22 persen), Tapanuli/Toba (4,50 persen), Mandailing (2,54 persen) dan lainnya (10,94 persen). Sedangkan agama yang dianut penduduk Kabupaten Langkat mayoritas agama Islam (90,00 persen), Kristen Protestan (7,56 persen), Kristen Katolik (1,06 persen), Buddha (0,95 persen), dan Hindu (0,09 persen) dan lainnya (0,34 persen).
Untuk melihat penduduk menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Langkat dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.1. Penduduk Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Langkat Tahun 2008
No Golongan Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 55.358 569.427 58.610 59.162 55.333 42.574 39.710 33.613 31.919 24.079 18.432 11.095 9.719 6.644 54.386 55.193 58.033 58.315 54.974 44.672 40.782 35.506 32.089 22.878 16.546 11.450 10.408 7.332 109.744 111.620 116.643 117.477 110.307 87.246 80.492 69.119 64.008 46.957 34.978 22.545 20.127 13.976
16 75 tahun ke atas 5.399 5.472 10.871
Jumlah 513.651 513.763 1.027.414
4.1.2. Pembangunan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat 4.1.2.1. Visi
Dengan memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan dan untuk mencapai sasaran pembangunan kesehatan pada akhir tahun 2009 dan juga mempertimbangkan perkembangan serta masalah, dan kecenderungan yang dihadapi Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, maka Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat adalah : “KABUPATEN LANGKAT SEHAT TAHUN 2010”.
Maksud visi tersebut adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat berharap bahwa pada tahun 2010, Kabupaten Langkat sudah merupakan kabupaten yang masyarakatnya benar-benar telah menerapkan prinsip-prinsip hidup sehat, dengan didukung oleh sarana dan prasarana kesehatan yang memadai di Kabupaten Langkat, dengan didukung pula lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memiliki nilai-nilai budaya bangsa.
4.1.2.2. Misi
Untuk memenuhi visi tersebut, pemerintah menjabarkannya ke dalam misi Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat tahun 2006-2010 yaitu:
1. Mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan sarana, prasarana kesehatan dan penetapan program unggulan kesehatan.
2. Mewujudkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik melalui peningkatan profesionalisme petugas kesehatan.
3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan melalui pemanfaatan seluruh SDM menuju sistem kesehatan nasional.
4.1.2.3. Tujuan
Tujuan pembangunan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat adalah sebagai berikut :
1. Memberantas dan mencegah penyebaran penyakit pada masyarakat. 2. Meningkatkan status gizi keluarga dan masyarakat.
3. Meningkatkan fungsi sistem pengawasan obat, makanan dan obat berbahaya. 4. Mewujudkan lingkungan yang sehat.
5. Meningkatkan program kualitas kesehatan tempat-tempat umum. 6. Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Langkat. 7. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat 8. Meningkatkan mutu tenaga kesehatan di Kabupaten Langkat.
9. Mewujudkan penyusunan perencanaan dan evaluasi program di Kabupaten Langkat yang berkualitas.
10. Meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap, mengarahkan perilaku masyarakat sehingga mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
11. Meningkatkan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat.
4.1.2.3. Strategi
Untuk mewujudkan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat pada tahun 2010, dan sesuai dengan misi yang telah ditetapkan, maka dalam periode 2006-2010 akan dilaksanakan strategi sebagai berikut :
1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat.
2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. 3. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring, dan informasi kesehatan.
4. Meningkatkan pembiayaan kesehatan.
4.1.2.4. Kebijakan
Kebijakan yang diambil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat menyongsong Kabupaten Langkat Sehat Tahun 2010 yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan-kegiatan operasional, adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan pemerataan dan akses seluruh masyarakat, terhadap pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan pelayanan kesehatan rujukan tingkat pertama di ruang rawat kelas III Rumah Sakit Pemerintah, melalui pembebasan biaya pelayanan kesehatan.
2. Mengintegrasikan pembangunan kesehatan lingkungan, dengan pembangunan sosial dan ekonomi dalam rangka peningkatan kesehatan dan mutu hidup
masyarakat, termasuk meningkatkan sosialisasi kesehatan lingkungan serta pola hidup bersih dan sehat.
3. Peningkatan partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran, kemandirian dan membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, serta ikut dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan.
4. Peningkatan, pemantapan kerjasama lintas sektoral dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan Kabupaten Langkat yang berwawasan kesehatan.
5. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang kesehatan.
6. Peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang berdomisili di wilayah lingkar luar atau yang jauh dari sarana pelayanan kesehatan dengan cara mendekatkan pelayanan melalui operasionalisasi puskesmas keliling.
7. Peningkatan upaya pendidikan kesehatan (health education) kepada masyarakat sejak usia dini dan mendorong dicantumkannya pendidikan kesehatan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dasar menengah.
8. Pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan dasar (primary health care).