• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Karakteristik Responden

Karakteristik responden digunakan penulis dalam memberikan gambaran

tentang responden yang menjadi subyek penelitian. Setelah data karakteristek

responden diperoleh kemudian dilakukan penghitungan dengan menggunakan

1. Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin ditunjukkan pada tabel

berikut:

Tabel V.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Sumber: Data Primer Diolah (2018)

Berdasarkan tabel V.1 di atas dapat dilihat bahwa dari 134 responden yang

diambil sebagai sampel, 70 orang berjenis kelamin laki-laki dengan

persentase sebesar 52% dan 64 orang berjenis kelamin perempuan dengan

persentase 48%. Disimpulkan bahwa mahasiswa pengguna smartphone

Xiaomi di Universitas Sanata Dharma didominasi oleh laki-laki No Jenis Kelamin Jumlah (responden) Persentase

1 Laki-laki 70 52%

2 Perempuan 64 48%

2. Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel V.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Sumber: Data Primer Diolah (2018)

Berdasarkan tabel V.2 di atas dapat dilihat bahwa dari 134 responden sebagai

sampel, 4 orang berusia 17 tahun dengan persentase 3%, 19 orang berusia

18 tahun dengan persentase 14%, 24 orang berusia 19 tahun dengan

persentase 18%, 37 orang berusia 20 tahun dengan persentase 28%, 23 orang

berusia 21 tahun dengan persentase 17%, 17 orang berusia 22 tahun, 8 orang

berusia 23 tahun dengan persentase 6%, 2 orang berusia 24 tahun dengan

persentase 1%. Disimpulkan bahwa smartphone Xiaomi paling banyak

diminati oleh mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang berusia 20 tahun.

3. Berapa kali membeli smartphone Xiaomi

Karakteristik responden berdasarkan berapa kali membeli smartphone

Xiaomi ditunjukkan pada tabel berikut:

No Usia Jumlah (responden) Persentase

1 17 4 3% 2 18 19 14% 3 19 24 18% 4 20 37 28% 5 21 23 17% 6 22 17 13% 7 23 8 6% 8 24 2 1% Total 134 100%

Tabel V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Berapa Kali Membeli Smartphone Xiaomi

No Berapa Kali Jumlah (responden) Persentase

1 1 Kali 106 79%

2 2 kali 22 16%

3 > 2 Kali 6 4%

Total 134 100%

Sumber: Data Primer Diolah (2018)

Berdasarkan tabel V.3 di atas dapat dilihat bahwa dari 134 responden

sebagai sampel, responden yang membeli smartphone Xiaomi 1 kali

sebanyak 106 orang dengan persentase sebesar 79%, responden yang

membeli smartphone Xiaomi 2 kali sebanyak 22 orang dengan persentase

16%, dan responden yang membeli smartphone Xiaomi >2 kali sebanyak 6

orang dengan persentase sebesar 4%. Disimpulkan bahwa 79% mahasiswa

pengguna smartphone Xiaomi di Universitas Sanata Dharma baru pertama

kali membeli smartphone Xiaomi.

C. Analisis Deskripsi Data 1. Harga

Kuesioner pada variabel harga menggunakan skala data berbasis 1-5,

dimana skala data 1 menunjukkan bahwa persepsi konsumen tentang setiap

item pernyataaan kuesioner pada variabel harga smartphone Xiaomi sangat

tidak sesuai, sedangkan skala data 5 menunjukkan bahwa persepsi

smartphone Xiaomi sangat sesuai (lihat tabel III.3). Berikut ini hasil analisis deskriptif variabel harga tersebut:

Sumber: Data Primer Diolah (2018)

Berdasarkan hasil pada tabel V.4 dapat diketahui bahwa item pernyataan

pada variabel harga yang memiliki skor paling rendah adalah “menurut saya, harga smartphone Xiaomi lebih rendah dari pada smartphone merek

lain untuk spesifikasi yang sama” dengan skor rata-rata 3,90 menunjukkan

bahwa persepsi responden terhadap harga smartphone Xiaomi yang lebih

rendah daripada smartphone pesaing dengan spesifikasi yang sama itu

sesuai. Item skor pernyataan yang paling tinggi adalah “Menurut saya,

harga smartphone Xiaomi yang ditawarkan sangat terjangkau” dengan skor

rata-rata 4,34 menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap harga

Tabel V.4

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Harga

Variabel No Item Pernyataan

Rata-Rata Skor

Kategori

Harga

1 Menurut saya, harga smartphone Xiaomi

yang ditawarkan sangat terjangkau 4,34

Sangat Sesuai 2 Menurut saya, harga smartphone Xiaomi

sesuai dengan kualitasnya 3,99 Sesuai

3

Menurut saya, harga smartphone Xiaomi lebih rendah dari pada smartphone merek lain untuk spesifikasi yang sama.

3,9 Sesuai

4 Menurut saya, harga smartphone Xiaomi

sesuai dengan manfaat yang saya peroleh 4,04 Sesuai

5

Menurut saya, harga smartphone Xiaomi sesuai dengan kemampuan atau daya beli mahasiswa

4,1 Sesuai

smartphone Xiaomi terjangkau itu sangat sesuai. Selain itu, rata-rata skor persepsi konsumen terhadap variabel harga smartphone Xiaomi sebesar

4,07 termasuk dalam kategori sesuai yang berarti bahwa persepsi konsumen

terhadap harga smartphone Xiaomi secara umum sesuai. Hal tersebut

menunjukkan bahwa harga smartphone Xiaomi adalah smartphone yang

memiliki harga terjangkau, sesuai dengan kualitasnya, lebih murah dari

pesaing untuk spesifikasi yang sama, sesuai dengan manfaat, dan sesuai

dengan daya beli konsumen.

2. Kualitas Produk

Kuesioner pada variabel kualitas produk menggunakan skala data berbasis

1-5, dimana skala data 1 menunjukkan bahwa persepsi konsumen tentang

setiap item pernyataaan kuesioner pada variabel kualitas produk

smartphone Xiaomi sangat tidak baik, sedangkan skala data 5 menunjukkan bahwa persepsi konsumen tentang setiap pernyataaan kuesioner pada

variabel kualitas produk smartphone Xiaomi sangat baik (lihat tabel III.4).

Sumber: Data Primer Diolah (2018)

Berdasarkan hasil pada tabel V.5 dapat diketahui bahwa item pernyataan

pada variabel kualitas produk yang memiliki skor paling rendah adalah

“Menurut saya, smartphone Xiaomi memiliki daya tahan yang baik” dengan skor rata-rata 3,60 menunjukkan bahwa persepsi responden

terhadap daya tahan smartphone Xiaomi termasuk dalam kategori baik.

Item skor pernyataan yang paling tinggi adalah “Menurut saya, smartphone

Xiaomi memiliki fitur yang dapat menunjang kebutuhan saya seperti

aplikasi mi remote” dengan skor rata-rata 4,22 menunjukkan bahwa

persepsi responden terhadap fitur mi remote pada smartphone Xiaomi dapat Variabel No Item Pernyataan Rat-Rata

Skor Kategori

Kualitas Produk

1

Menurut saya, smartphone Xiaomi memiliki kualitas yang baik

3,93 Baik

2

Menurut saya, smartphone Xiaomi memiliki daya tahan yang baik

3,6 Baik

3

Menurut saya, smartphone Xiaomi memiliki kualitas keseuaian (produk sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan)

3,83 Baik

4

Menurut saya, smartphone Xiaomi memiliki tampilan produk yang unik dan menarik

3,64 Baik

5

Menurut saya, smartphone Xiaomi memiliki bentuk dan ukuran yang menarik.

3,74 Baik

6

Menurut saya, smartphone Xiaomi memiliki fitur yang dapat menunjang kebutuhan saya seperti aplikasi mi remote

4,22 Sangat Baik

menunjang kebutuhan memiliki kategori sangat baik. Selain itu, rata-rata

skor persepsi konsumen secara keseluruhan terhadap variabel kualitas

produk smartphone Xiaomi sebesar 3,83 termasuk dalam kategori baik

yang berarti bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas produk

smartphone Xiaomi baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa smartphone Xiaomi memiliki kualitas yang baik, memiliki daya tahan yang baik,

memiliki kualitas kesesuaian, memiliki bentuk dan ukuran yang menarik

dan memiliki fitur yang dapat menunjang kebutuhan.

3. Kepuasan Konsumen

Kuesioner pada variabel kepuasan konsumen menggunakan skala data

berbasis 1-5, dimana skala data 1 menunjukkan bahwa persepsi konsumen

tentang setiap item pernyataaan kuesioner pada variabel kepuasan

konsumen pada smartphone Xiaomi sangat tidak puas, sedangkan skala

data 5 menunjukkan bahwa persepsi konsumen tentang setiap pernyataaan

kuesioner pada variabel kepuasan konsumen pada smartphone Xiaomi

sangat puas (lihat tabel III.5). Berikut ini hasil analisis deskriptif variabel

Sumber: Data Primer Diolah (2018)

Berdasarkan hasil pada tabel V.6 dapat diketahui bahwa item pernyataan

pada variabel kepuasan konsumen yang memiliki skor paling rendah adalah

“Saya merasa puas dengan kualitas produk yang diberikan karena sudah memenuhi harapan saya” dengan skor rata-rata 3,79 menunjukkan bahwa

persepsi responden merasa puas dengan kualitas produk smartphone

Xiaomi karena sudah memenuhi harapan. Item skor pernyataan yang paling

tinggi adalah “Saya merasa puas dengan manfaat yang saya peroleh karena sesuai dengan biaya yang saya keluarkan” dengan skor rata-rata 4,01

menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap manfaat yang diperoleh

karena sesuai dengan biaya yang dikeluarkan memiliki kategori puas.

Selain itu, rata-rata skor persepsi konsumen secara umum terhadap variabel Tabel V.6

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Kepuasan Konsumen Variabel No Item Pernyataan

Rata-Rata Skor Kategori Kepuasan Konsumen 1

Saya merasa puas karena kualitas produk dari smartphone Xiaomi sangat baik

3,86 Puas

2

Saya merasa puas dengan manfaat yang saya peroleh karena sesuai dengan biaya yang saya keluarkan

4,01 Puas

3

Saya merasa puas dengan kualitas produk yang diberikan karena sudah memenuhi harapan saya

3,79 Puas

4

Saya merasa puas karena smartphone Xiaomi dapat dioperasikan dengan baik.

3,90 Puas

kepuasan konsumen pada smartphone Xiaomi sebesar 3,89 termasuk dalam

kategori puas yang berarti bahwa persepsi konsumen terhadap kepuasan

konsumen pada smartphone Xiaomi puas. Hal tersebut menunjukkan

bahwa smartphone Xiaomi mampu memberikan rasa puas karena memiliki

kualitas produk yang baik, memperoleh manfaat yang sesuai dengan biaya

yang dikeluarkan, mampu memenuhi harapan konsumen dan dapat

dioperasikan dengan baik.

4. Minat Beli Ulang Konsumen

Kuesioner pada variabel minat beli ulang konsumen menggunakan skala

data berbasis 1-5, dimana skala data 1 menunjukkan bahwa persepsi

konsumen tentang setiap item pernyataaan kuesioner pada variabel minat

beli ulang konsumen pada smartphone Xiaomi sangat tidak berminat,

sedangkan skala data 5 menunjukkan bahwa persepsi konsumen tentang

setiap pernyataaan kuesioner pada variabel minat beli ulang konsumen pada

smartphone Xiaomi sangat berminat (lihat pada tabel III.6). Berikut hasil analisis deskriptif variabel minat beli ulang konsumen tersebut:

Sumber: Data Primer Diolah (2018)

Berdasarkan hasil pada tabel V.7 dapat diketahui bahwa item pernyataan

pada variabel minat beli ulang konsumen yang memiliki skor paling rendah

adalah “Smartphone Xiaomi adalah pilihan utama saya diantara smartphone merk lain.” dengan skor rata-rata 3,19 menunjukkan bahwa persepsi

responden tentang smartphone Xiaomi sebagai pilihan utama di antara

smartphone merk lain termasuk dalam kategori cukup berminat. Item skor pernyataan yang paling tinggi adalah “Saya akan merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli smartphone Xiaomi” dengan skor

rata-rata 3,67 menunjukkan bahwa persepsi responden untuk

merekomendasikan smartphone Xiaomi kepada orang lain termasuk dalam

kategori berminat. Selain itu, rata-rata skor persepsi konsumen terhadap Tabel V.7

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Minat Beli Ulang Konsumen Variabel No Item Pernyataan

Rata-Rata Skor Kategori Minat Beli Ulang Konsumen 1

Setelah merasakan manfaatnya, saya berminat untuk membeli kembali smartphone Xiaomi dikemudian hari

3,46 Berminat

2

Saya akan merekomendasikan kepada orang lain untuk membeli smartphone Xiaomi

3,67 Berminat

3

Smartphone Xiaomi adalah pilihan utama saya diantara smartphone merk lain.

3,19 Cukup

4

Saya selalu mencari informasi mengenai smartphone Xiaomi yang saya minati

3,53 Berminat

variabel minat beli ulang konsumen pada smartphone Xiaomi secara

keseluruhan sebesar 3,46 termasuk dalam kategori berminat yang berarti

bahwa persepsi konsumen terhadap minat beli ulang konsumen pada

smartphone Xiaomi termasuk dalam kategori berminat. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumen berminat untuk membeli kembali

smartphone Xiaomi dikemudian hari, berminat untuk merekomendasikan smartphone Xiaomi kepada orang lain dan berminat untuk selalu mencari informasi tentang produk yang diminati. Berbeda dengan pernyataan

smartphone Xiaomi adalah pilihan utama diantara smartphone merk lain menunjukkan kategori cukup yang artinya bahwa konsumen masih

ragu-ragu untuk menentukan apakah mereka berminat menjadikan smartphone

Xiaomi sebagai pilihan utama diantara smartphone merk lain atau tidak.

D. Pengujian

1. Pengujian Model Pengukuran (outler model)

Model pengukuran sendiri digunakan untuk menguji validitas konstruk dan

reabilitas instrumen.

a. Validitas konstruk

Uji validitas digunakan untuk menguji validitas kuesioner untuk

memastikan bahwa item-item pernyataan yang digunakan dalam

penelitian dapat dimengerti oleh responden. Validitas konstruk terdiri

1) Uji Validitas Konvergen

Menurut (Chin dalam Abdillah dan Jogiyanto 2015:195) Rule of

thum yang digunakan untuk validitas konvergen adalah Faktor loading ˃ 0,7. Penulis menggunakan nilai loading factor > 0,70. Kuesioner telah disebarkan kepada 134 responden yaitu mahasiswa

pengguna smartphone Xiaomi Universitas Sanata Dharma kampus

1 (Mrican) dan kampus 3 (Paingan). Setelah itu, hasil kuesioner

diolah dengan menggunakan WarpPLS 6.0 yang menghasilkan nilai

loading factor sebagai berikut:

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS 6.0 Tabel V. 8

Nilai Loading Factor

No Item Pernyataan Nilai Loading Factor Status

1 X11 0,71 Valid 2 X12 0,687 Tidak Valid 3 X13 0,663 Tidak Valid 4 X14 0,742 Valid 5 X15 0,705 Valid 6 X21 0,705 Valid 7 X22 0,677 Tidak Valid 8 X23 0,734 Valid 9 X24 0,614 Tidak Valid 10 X25 0,648 Tidak Valid 11 X26 0,724 Valid 12 M1 0,835 Valid 13 M2 0,842 Valid 14 M3 0,783 Valid 15 M4 0,779 Valid 16 Y1 0,84 Valid 17 Y2 0,79 Valid 18 Y3 0,839 Valid 19 Y4 0,787 Valid

Berdasarkan tabel V.8 tabel nilai loading factor, item pernyataan

X12 bernilai 0,687, X13 bernilai 0,663, X22 bernilai 6,77, X24

bernilai 0,614, X25 bernilai 0,648 dinyatakan tidak valid karena

nilainya <0,70. Maka harus dilakukan penghapusan terhadap 5 item

tersebut. Berikut nilai loading factor dalam tabel setelah

penghapusan:

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS 6.0

Berdasarkan tabel V.9 nilai loading factor setelah dilakukan

penghapusan, semua item pernyataan > 0,70 dan dinyatakan valid.

Alat ukur lain untuk mengukur validitas konvergen adalah

dengan menggunakan alat ukur Average Variance Extracted (AVE). Tabel V. 9

Nilai Loading Factor

No Item Pernyataan Nilai Loading Factor Status

1 X11 0,762 Valid 2 X14 0,73 Valid 3 X15 0,818 Valid 4 X21 0,743 Valid 5 X23 0,814 Valid 6 X26 0,811 Valid 7 M1 0,84 Valid 8 M2 0,79 Valid 9 M3 0,839 Valid 10 M4 0,787 Valid 11 Y1 0,835 Valid 12 Y2 0,842 Valid 13 Y3 0,783 Valid 14 Y4 0,779 Valid

Rule of thumb yang digunakan untuk validitas konvergen adalah Average Varian Extracted (AVE) ˃ 0,5 (Chin dalam Abdillah dan

Jogiyanto 2015:195). Berikut nilai AVE dalam tabel:

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS 6.0

Berdasarkan tabel V.10 nilai Average Variance Extracted (AVE),

semua variabel dinyatakan valid karena nilai AVE > 0,50.

2) Uji Validitas Diskriminan

Suatu model mempunyai validitas diskriminan yang cukup

besar jika akar AVE untuk setiap konstruk lebih besar daripada

korelasi antara konstruk lainnya dalam model (Chin, Gopal, dan

Salinsbury dalam Abdillah dan Jogiyanto 2015:195). Berikut adalah

nilai akar AVE dan korelasi variabel laten dalam tabel:

Tabel V.11

Nilai Akar AVE dan Korelasi Variabel Laten

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS 6.0 Tabel V. 10

Nilai Average Variance Extracted (AVE)

No Variabel Nilai AVE Status

1 Harga 0,594 Valid

2 Kualitas Produk 0,624 Valid 3 Kepuasan Konsumen 0,657 Valid 4 Minat Beli Ulang Konsumen 0,664 Valid

Harga KP KK MBUK Harga (0,771) 0,556 0,571 0,418

KP 0,556 (0,790) 0,768 0,556 KK 0,571 0,768 (0,810) 0,599 MBUK 0,418 0,556 0,599 (0,815)

Berdasarkan tabel V.10 nilai akar AVE dan korelasi variabel

laten di atas, semua variabel dinyatakan valid karena nilai akar AVE

˃ korelasi variabel laten. b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjukan akurasi, konsistensi, dan ketepatan suatu

alat ukur dalam suatu penelitian. Menurut Hair et al,(dalam Abdillah

dan Jogiyanto 2015:196) suatu konstruk dikatakan reliabel jika

memenuhi syarat rule of thumb nilai cronbach’s alpha dan composite

reliability harus lebih besar dari 0.7 meskipun nilai 0.6 masih dapat diterima. Berikut adalah nilai cronbach’s alpha dan composite

reliability dalam tabel:

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS 6.0

Berdasarkan tabel V.12 Nilai Cronbach’c Alpha dan Composite

Reliability di atas disimpulkan bahwa semua variabel dinyatakan reliabel karena nilai cronbach’s alpha dan composite reliability > 0,6.

Pada nilai cronbach’s alpha, nilai tertinggi sebesar 0,831 pada variabel

minat beli ulang konsumen dan nilai terendah sebesar 0,657 pada

Tabel V.12

Nilai Cronbach,s Alpha dan Compositer Reliability

No Variabel Cronbach’s Alpha Composite Reliability Status 1 Harga 0,657 0,814 Reliabel 2 KP 0,698 0,833 Reliabel 3 KK 0,825 0,884 Reliabel 4 MBUK 0,831 0,887 Reliabel

variabel harga. Selain itu, pada composite reliability, nilai tertinggi

sebesar 0,887 pada variabel minat beli ulang konsumen dan nilai

terendah 0,814 pada variabel harga.

2. Pemaknaan R2 dan Pengujian Model Struktural (Inner Model)

a. Nilai R2

Nilai R2 digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel

independen terhadap variabel dependen. Berikut adalah hasil nilai R2

diolah menggunakan WarpPLS 6.0 yang digunakan untuk menilai

pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen:

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS 6.0

Berdasarkan tabel V.13 nilai R2 di atas dapat diketahui bahwa nilai

R2 pada variabel kepuasan konsumen sebesar 0,633 yang berarti 63,3%

variabel kepuasan konsumen dipengaruhi secara bersama-sama oleh

variabel harga dan kualitas produk, sedangkan sisanya 36,7% dapat

dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.

Nilai R2 pada variabel minat beli ulang konsumen sebesar 0,432

yang berarti 43,2% variabel minat beli ulang konsumen dipengaruhi

secara bersama-sama oleh variabel harga, kualitas produk dan kepuasan Tabel V.13

Nilai R2

No Variabel R2

1 Kepuasan Konsumen 0,633

konsumen, sedangkan sisanya 56,8% dapat dijelaskan oleh variabel lain

di luar model penelitian.

b. Pengujian Hipotesis 1-5

Hubungan antara variabel dalam model penelitian ini dapat dilihat

dari hasil estimasi path coefficient (koefisien jalur) dan p value (tingkat

signifikasnsinya). Berikut ini gambar hasil pengujian yang diolah

menggunakan warpPLS 6.0:

Gambar V.1

Pengujian Model Penelitian dengan WarpPLS 6.0

Pengujian hipotesis yang diajukan dapat dilihat dari besarnya

nilai p value. Apabila p value lebih kecil atau sama dengan 0,05, maka

Ho ditolak atau terdapat pengaruh yang signifikan. Jika p value lebih

besar dari 0,05 maka Ho diterima atau terdapat pengaruh tidak

signifikan. Hasil estimasi path coefficient untuk menguji kekuatan

pengaruh antar masing-masing variabel dan menjelaskan ketegasan

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS6.0

Berdasarkan tabel V.14 Hasil Estimasti Path Coefficient di atas, maka

hasil uji hipotesis 1-5 adalah sebagai berikut:

1) Uji Hipotesis 1

a) Hipotesis:

HO: Harga tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan

konsumen

HA: Harga berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen

b) Dasar Pengambilan Keputusan:

P-value ≤ 0,05 (α = 5%), HO ditolak, HA diterima

P-value ˃ 0,05 (α = 5%), HO diterima, HA ditolak c) Keputusan:

P value = 0,006 < 0,05 maka HA diterima dan HO ditolak d) Penjelasan:

Harga berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen terlihat

pada nilai p value. Artinya semakin sesuai harga dari suatu Tabel V.14

Hasil Estimasi Path Coefficient

No Hipotesis Path

Coefficient P Value Keterangan

1 Harga  KK (H1) 0,208 0,006 Signifikan

2 KP  KK (H2) 0,662 <0,001 Signifikan 3 Harga  MBUK (H3) 0,113 0,09 Tidak Signifikan

4 KP  MBUK (H4) 0,329 <0,001 Signifikan

produk maka akan semakin tinggi kepuasan konsumen dengan

tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

2) Uji Hipotesis 2

a) Hipotesis:

HO: Kualitas produk tidak berpengaruh positif terhadap

kepuasan konsumen

HA: Kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan

konsumen

b) Dasar Pengambilan Keputusan:

P-value ≤ 0,05 (α = 5%), HO ditolak, HA diterima

P-value ˃ 0,05 (α = 5%), HO diterima, HA ditolak c) Keputusan:

P value = 0,001 < 0,05 maka HA diterima dan HO ditolak d) Penjelasan:

Kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan

konsumen terlihat pada nilai p value. Artinya semakin baik

kualitas suatu produk maka akan semakin tinggi kepuasan

konsumen dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

3) Uji Hipotesis 3

a) Hipotesis:

HO: Harga tidak berpengaruh positif terhadap minat beli ulang

HA: harga berpengaruh positif terhadap minat beli ulang

konsumen

b) Dasar Pengambilan Keputusan:

P-value ≤ 0,05 (α = 5%), HO ditolak, HA diterima

P-value ˃ 0,05 (α = 5%), HO diterima, HA ditolak c) Keputusan:

P value = 0,090 > 0,05 maka HO diterima dan HA ditolak d) Penjelasan:

Harga tidak berpengaruh positif terhadap minat beli ulang

konsumen terlihat pada nilai p value. Artinya semakin sesuai

harga maka tidak semakin meningkatkan minat beli ulang

konsumen dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

4) Uji Hipotesis 4

a) Hipotesis:

HO: Kualitas produk tidak berpengaruh positif terhadap minat

beli ulang konsumen

HA: Kualitas produk berpengaruh positif terhadap minat beli

ulang konsumen

b) Dasar Pengambilan Keputusan:

P-value ≤ 0,05 (α = 5%), HO ditolak, HA diterima

c) Keputusan:

P value = 0,001 < 0,05 maka HA diterima dan HO ditolak d) Penjelasan:

Kualitas produk berpengaruh positif terhadap minat beli ulang

konsumen terlihat pada nilai p value. Artinya semakin baik

kualitas suatu produk maka akan semakin tinggi minat beli ulang

konsumen dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

5) Uji Hipotesis 5

a) Hipotesis:

HO: Kepuasan konsumen tidak berpengaruh positif terhadap

minat beli ulang konsumen

HA: Kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap minat

beli ulang konsumen

b) Dasar Pengambilan Keputusan:

P-value ≤ 0,05 (α = 5%), HO ditolak, HA diterima

P-value ˃ 0,05 (α = 5%), HO diterima, HA ditolak c) Keputusan:

P value = 0,001 < 0,05 maka HA diterima dan HO ditolak d) Penjelasan:

Kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap minat beli

ulang konsumen terlihat pada nilai p value. Artinya semakin

minat beli ulang konsumen dengan tingkat keyakinan 95%

(kesalahan 5%).

c. Pengujian hipotesis 6 dan 7 dengan efek mediasi

Menurut Baron dan Kenny (dalam Sholihin dan Ratmono, 2013:56)

pengujian efek mediasi dilakukan dengan 2 langkah, yaitu:

1) Melakukan estimasi direct effect antar variabel independen dan

dependen. Penulis melakukan estimasi direct effect yaitu pengaruh

langsung antara variabel harga dan kualitas produk terhadap minat

beli ulang konsumen. Hasil estimasi direct effect disajikan dalam

bantuk gambar dan tabel sebagai berikut:

Gambar V.2

Pengujian Model Direct Effect dengan WarpPLS 6.0

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS6.0

2) Melakukan estimasi indirect effect secara simultan dengan

menambahkan variabel mediasi antara variabel independen dan Tabel V.15

Hasil Estimasi Path Coefficient Direct Effect

No Hipotesis Path

Coefficient P Value Keterangan

1 Harga  MBUK 0,196 0,010 Signifikan

dependen. Penulis melakukan estimasi indirect effect yaitu peran

variabel kepuasan konsumen dalam memediasi pengaruh variabel

harga dan kualitas produk terhadap minat beli ulang konsumen.

Hasil estimasi indirect effect disajikan dalam bantuk gambar dan

tabel sebagai berikut:

Gambar V.3

Pengujian Model Indirect Effect Penelitian dengan WarpPLS 6.0

Sumber: Data diolah dengan WarpPLS6.0 Tabel V.16

Hasil Estimasi Path Coefficient Indirect Effect

No Hipotesis Path

Coefficient P Value Keterangan

1 Harga  KK (H1) 0,208 0,006 Signifikan

2 KP  KK (H2) 0,662 <0,001 Signifikan 3 Harga  MBUK (H3) 0,113 0,09 Tidak Signifikan

4 KP  MBUK (H4) 0,329 <0,001 Signifikan

Setelah dilakukan estimasi melalui direct maupun indirect

effect. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian efek mediasi pada hipotesis 6 dan 7 sebagai berikut:

3) Uji Hipotesis 6

a) Hipotesis:

HO: Kepuasan konsumen tidak memediasi pengaruh

harga terhadap minat beli ulang konsumen

HA: Kepuasan konsumen memediasi pengaruh harga

terhadap minat beli ulang konsumen.

b) Dasar Pengambilan Keputusan:

1) Jika path coefficient antara harga dan minat beli

ulang dari direct effect (lihat pada tabel V.15) ke

indirect effect (lihat pada tabel V.16) tidak berubah dan tetap signifikan, maka HO diterima dan HA

ditolak.

2) Jika path coefficient antara harga dan minat beli

ulang dari direct effect (lihat pada tabel V.15) ke

indirect effect (lihat pada tabel V.16) nilainya turun dan tetap signifikan, maka HO ditolak dan HA

diterima dengan mediasi sebagian (partial

3) Jika path coefficient antara harga dan minat beli

ulang dari direct effect (lihat pada tabel V.15) ke

indirect effect (lihat pada tabel V.16) nilainya turun dan menjadi tidak signifikan, maka HO ditolak dan

HA diterima dengan mediasi penuh (full mediation)

c) Keputusan:

Path coefficient 0,196 turun menjadi 0,113 dan menjadi tidak signifikan. Maka HO ditolak dan HA diterima

dengan mediasi penuh (full mediation).

d) Penjelasan:

Kepuasan konsumen memediasi pengaruh harga

terhadap minat beli ulang konsumen. Artinya semakin

Dokumen terkait