• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Karakteristik Usaha Berdasarkan Pola

BAB VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Peluang Pengembalian Kredit Berdasarkan Karakteristik

6.1.2 Deskripsi Karakteristik Usaha Berdasarkan Pola

Kerakteristik Usaha konsumen yang memiliki kecenderungan dalam pengembalian kredit tidak lancar dapat dilihat dari pengalaman usaha (tahun), omzet rata-rata per bulan (juta rupiah) dan beban bunga kredit (setuju dan tidak setuju). Dengan analisis pola pengembalian

kredit berdasarkan karakteristik usaha ini diharapkan dapat mengetahui tingkat asosiasinya dengan faktor lain, yaitu faktor keinginan konsumen untuk melakukan pengembalian kredit secara lancar.

6.1.2.1 Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Pengalaman Usaha

Pengalaman usaha merupakan pengalaman konsumen dalam menjalankan usahanya sebagai usaha pokok untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Pengalaman usaha seorang konsumen dapat

mempengaruhi pengembalian kredit sepeda motornya. Semakin tinggi pengalaman konsumen dalam menjalankan usahanya, maka akan cenderung lancar dalam pengembalian kreditnya, karena konsumen tersebut memiliki Capacity atau lebih berpengalaman dalam menata keuangannya dari naik turunnya pendapatan usaha dari condition (kondisi ekonomi).

Hasil kuisioner pola pengembalian kredit berdasarkan pengalaman ambil kredit pada pedagang Ayam Broiler dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13. Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Pengalaman Usaha

Pedagang Ayam Broiler No Usaha (tahun) Pengalaman

Pola Pengembalian

Kredit Jumlah Lancar Lancar Tidak

1 2-3 tahun - 2 2

2 4-5 tahun 4 1 5

3 >5 tahun 20 3 23

Jumlah 24 6 30

Tabel 13 menunjukan bahwa konsumen pedagang ayam Broiler dengan pengalaman usaha lebih dari 5 tahun akan cenderung lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Hal tersebut dapat dilihat dari 20 konsumen atau 86 persen dari 23 konsumen dengan pengalaman usaha lebih dari 5 tahun, lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Hal tersebut dapat terjadi karena konsumen tersebut memiliki

Capacity atau lebih berpengalaman dalam menata keuangannya dari

naik turunnya pendapatan usaha, sehingga sudah memiliki Capital yang kuat dalam menjalankan usahanya dari perubahan kondisi ekonomi yang mungkin terjadi atau Condition.

Hasil kuisioner pola pengembalian kredit berdasarkan pengalaman ambil kredit pada pedagang sayur dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Pengalaman Usaha

Pedagang

Sayur

No Usaha (tahun) Pengalaman

Pola Pengembalian

Kredit Jumlah Lancar Lancar Tidak

1 2-3 tahun 2 5 7

2 4-6 tahun 4 1 5

3 >5 tahun 12 6 18

Tabel 14 menunjukan bahwa konsumen pedagang ayam Broiler dengan pengalaman usaha lebih dari 5 tahun akan cenderung lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Hal tersebut dapat dilihat dari 12 konsumen atau 60.66 persen dari 18 konsumen dengan pengalaman usaha lebih dari 5 tahun, lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Dimana konsumen yang memiliki

Capacity atau lebih berpengalaman dalam menata keuangannya dari

naik turunnya pendapatan usaha, sehingga sudah memiliki Capital yang kuat dalam menjalankan usahanya dari perubahan kondisi ekonomi yang mungkin terjadi atau Condition.

6.1.2.2 Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Omzet Usaha

Omzet usaha merupakan total nilai transaksi usaha rata-rata per bulan sebelum dikurangi total modal usaha atau biaya

operasionalnya. Omzet usaha konsumen dapat mempengaruhi kelancaran pengembalian kredit sepeda motornya. Semakin tinggi omzet yang dapat diperoleh konsumen, maka pengembalian kredit sepeda motor akan cenderung lancar.

Hasil kuisioner pola pengembalian kredit berdasarkan omzet usaha rata per bulan pada pedagang ayam Broiler dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15. Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Omzet Usaha

Pedagang Ayam Broiler No Omzet Usaha (Juta Rupiah)

Pola Pengembalian

Kredit Jumlah Lancar Lancar Tidak

1 7-15 Juta 2 6 8

2 16-24 Juta 3 3 6

3 >25 Juta 16 - 16

Jumlah 21 9 30

Tabel 15 menunjukan bahwa konsumen pedagang ayam Broiler dengan omzet rata-rata per bulan yang mencapai lebih dari 25 juta akan

cenderung lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Hal tersebut dapat dilihat dari 16 konsumen atau 100 persen dari 16 konsumen lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya, sebaliknya sebanyak 6 konsumen atau 75 persen dari 8 konsumen dengan omzet rata-rata per bulan 7-15 juta tidak lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Konsumen dengan omzet yang tinggi akan kuat secara Capital, sehingga tidak akan kesulitan dalam melakukan pengembalian kredit dengan lancar

Hasil kuisioner pola pengembalian kredit berdasarkan omzet usaha rata per bulan pada pedagang sayur dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 16. Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Omzet Usaha Rata-rata

per

Bulan Pedagang Sayur No Omzet Usaha Rata-rata per Bulan

(Juta Rupiah)

Pola Pengembalian

Kredit Jumlah Lancar Lancar Tidak

1 7-15 Juta 2 9 11

2 16-24 Juta 3 2 5

3 >25 Juta 8 6 14

Jumlah 13 17 30

Tabel 16 menunjukan bahwa konsumen pedagang sayur dengan omzet rata-rata per bulan yang mencapai lebih dari 25 juta akan cenderung lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Hal tersebut dapat dilihat dari 8 konsumen atau 57.14 persen dari 14 konsumen lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya, sebaliknya sebanyak 9 konsumen atau 81.81 persen dari 11 konsumen dengan omzet rata-rata per bulan 7-15 juta tidak lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Konsumen dengan omzet yang tinggi akan kuat secara

Capital, sehingga tidak akan kesulitan dalam melakukan pengembalian

kredit dengan lancar

Beban bunga kredit merupakan bunga kredit yang dibebankan atau harus dibayarkan oleh konsumen kepada perusahaan sesuai dengan kesepakatan atau perjanjian selama masa pengembalian kreditnya. Beban bunga dapat mempengaruhi kelancaran pengembalian kredit bilamana konsumen merasa keberatan atau tidak setuju dengan bunga yang ditetapkan perusahaan, namun demikian konsumen tidak dapat menolak dengan bunga yang ditetapkan tersebut.

Hasil kuisioner pola pengembalian kredit berdasarkan beban bunga kredit pada pedagang ayam Broiler dapat dilihat pada Tabel 17.

Tabel 17. Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Beban Bunga Kredit

Pedagang Ayam Broiler No Beban Bunga Kredit

Pola Pengembalian

Kredit Jumlah Lancar Lancar Tidak

1 Setuju 21 4 25

2 Tidak Setuju 2 3 5

Jumlah 23 7 30

Tabel 17 menunjukan bahwa konsumen pedagang ayam Broiler yang tidak setuju dengan bunga yang dibebankan cenderung akan merasa terpaksa dan kurang bertanggung jawab dengan pengembalian kreditnya, sehingga menjadikan pengembalian kreditnya tidak lancar. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel 17 bahwa 3 konsumen atau 64 persen dari 5 konsumen yang menyatakan tidak setuju dengan bunga yang dibebankan ternyata tidak lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Sebaliknya konsumen yang menyatakan setuju dengan bunga yang dibebankan perusahaan, yaitu sebanyak 21 konsumen atau 84 persen dari 25 konsumen ternyata lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya.

Hasil kuisioner pola pengembalian kredit berdasarkan beban bunga kredit pada pedagang sayur dapat dilihat pada Tabel 18.

Tabel 18. Pola Pengembalian Kredit Berdasarkan Beban Bunga Kredit

Pedagang Pedagang Sayur No Beban Bunga Kredit

Pola Pengembalian

Kredit Jumlah Lancar Lancar Tidak

1 Setuju 11 7 18

2 Tidak Setuju 4 8 12

Jumlah 15 15 30

Tabel 18 menunjukan bahwa konsumen pedagang sayur yang tidak setuju dengan bunga yang dibebankan cenderung akan merasa terpaksa dan kurang bertanggung jawab dengan pengembalian kreditnya, sehingga menjadikan pengembalian kreditnya tidak lancar. Hal tersebut dapat dilihat dari table 18 bahwa 8 konsumen atau 66.66 persen dari 12 konsumen yang menyatakan tidak setuju dengan bunga yang dibebankan ternyata tidak lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya. Sebaliknya konsumen yang menyatakan setuju dengan bunga yang dibebankan perusahaan, yaitu sebanyak 11 konsumen atau 91.66 persen dari 25 konsumen ternyata lancar dalam pengembalian kredit sepeda motornya.

6.2 Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap

Dokumen terkait