B. Hasil Penelitian
4. Deskripsi Kedudukan Masing-Masing Aspek
Berikut ini adalah deskripsi data masing-masing aspek motivasi berprestasi pada mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2009 yang diperoleh melalui hasil perhitungan uji statistik One-Sample T Test dalam program SPSS 16 for Windows.
Tabel 6
Deskripsi Data Masing-masing Aspek Motivasi Berprestasi
No. Ket.
Aspek Motivasi Berprestasi Tingkat kesulitan sedang Tekun Tanggung jawab pribadi Umpan Balik Inovatif 1. Mean T 25 25 25 17.5 25 2. Mean E 24,87 28,25 31,15 21,05 29,49 3. Mean E 1 2,49 2,83 3,12 3,01 2,95 1
Berdasarkan perbandingan nilai empirik pada setiap aspek, terlihat bahwa aspek tanggung jawab pribadi paling menonjol di antara aspek-aspek lainnya. Kemudian aspek-aspek yang juga cukup menonjol adalah membutuhkan umpan balik terhadap kinerjanya. Selanjutnya yaitu aspek inovatif dan aspek tekun, sedangkan aspek yang paling tidak menonjol di antara aspek-aspek yang lain adalah aspek memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang.
C. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi berprestasi pada mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma tahun angkatan 2009. Berdasarkan hasil analisis deskriptif data yang diperoleh dapat diketahui bahwa nilai mean empirik lebih besar daripada nilai mean teoritik serta terdapat perbedaan yang signifikan antara mean empirik dan mean teoritik. Hal ini menunjukkan bahwa subyek penelitian secara umum memiliki motivasi berprestasi yang tergolong tinggi.
Masa remaja menjadi titik yang penting terutama dalam motivasi berprestasi (Henderson & Dweck dalam Santrock, 2009). Pada usia 18-21 tahun, seseorang memasuki tahap perkembangan pada masa remaja akhir, sedangkan usia 21-24 memasuki tahap perkembangan pada masa dewasa dini (Monks, 2002). Mahasiswa yang menjadi subyek penelitian ini pun berusia sekitar 18 hingga 21 tahun sehingga tidak mengherankan jika motivasi berprestasi yang dimiliki terbilang tinggi karena motivasi berprestasi mereka
sedang berada dalam puncaknya. Selain itu, angkatan 2009 merupakan angkatan termuda di tahun 2010 ini sehingga kemungkinan para mahasiswa masih memiliki motivasi yang tinggi.
Faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap motivasi berprestasi adalah jenis kelamin. Subyek dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 49 mahasiswa dan sisanya sebanyak 12 mahasiswa berjenis kelamin laki-laki. Tidak selaras dengan konsep awal yang mengarah pada lebih tingginya motivasi berprestasi pada laki-laki dibandingkan perempuan, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan memiliki motivasi berprestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki. Sebanyak 60 orang mahasiswa termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan 1 orang mahasiswa laki-laki sisanya tergolong memiliki motivasi berprestasi yang rendah. Rentang skor mahasiswi antara 118 hingga 153, sedangkan skor mahasiswa antara 116-152. Meskipun demikian, baik mahasiswa perempuan maupun laki-laki tetap bertanggung jawab untuk mempertahankan motivasi berprestasi mereka.
Motivasi berprestasi dalam penelitian ini terdiri dari aspek memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang, tekun, memiliki tanggung jawab pribadi terhadap kinerjanya, membutuhkan umpan balik terhadap kinerjanya, dan inovatif. Perbandingan mean empirik pada kelima aspek motivasi berprestasi pada mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa aspek memiliki tanggung jawab pribadi terhadap kinerja lebih mendominasi mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2009. Hal ini menunjukkan
bahwa subyek cenderung menyukai situasi yang memungkinkan mereka mengambil tanggung jawab secara pribadi atas karyanya sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperoleh kepuasan pribadi atas prestasinya ataupun atas pengerjaan sesuatu yang lebih baik, karena bagi mereka yang terpenting adalah hasil dari ketrampilan dan usaha mereka (McClelland, 1985). Mahasiswa memiliki tanggung tanggung jawab pribadi yang mendorong mereka untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada tercapainya tujuan. Keberhasilan dalam pencapaian tujuan disadari oleh mahasiswa sebagai hasil dari ketrampilan dan usaha mereka.
Mahasiswa angkatan 2009 memiliki tanggung jawab pribadi terhadap kinerja yang tergolong tinggi. Hal ini mungkin disebabkan para mahasiswa masih memiliki semangat yang tinggi dalam kegiatan belajar dan perkuliahan. Oleh karena itu mereka selalu berusaha untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah hingga tuntas dan mengumpulkannya tepat waktu. Hal ini bertolak belakang dengan permasalahan yang dialami oleh mahasiswa pada umumnya yaitu keterlambatan dalam pengumpulan tugas. Selain itu, biasanya mahasiswa menetapkan target atau resolusi yang ingin dicapai pada tahun-tahun ajaran selanjutnya.
Aspek membutuhkan umpan balik terhadap kinerja menjadi aspek dominan kedua. McClelland (1985) menambahkan bahwa individu dengan motivasi berprestasi yang tinggi lebih suka bekerja dalam situasi yang memungkinkan mereka untuk memperoleh umpan balik yang mencerminkan kualitas pekerjaan mereka. Subyek ingin mengetahui seberapa baik pekerjaan
mereka sehingga dapat diketahui dengan cepat apakah hasilnya lebih baik atau lebih buruk daripada orang lain dan dari kegiatan lampau.
Hal ini memperlihatkan bahwa mahasiswa membutuhkan tanggapan dan masukan orang lain mengenai tugas yang mereka selesaikan. Selain itu, mahasiswa juga berharap agar dosen-dosen memberikan penilaian terhadap tugas mereka dan mengembalikannya agar dapat mereka pelajari masukannya. Beberapa mahasiswa juga tertarik mengikuti pembahasan soal-soal ujian yang dilakukan oleh dosen untuk mengevaluasi kesiapan mereka dalam menghadapi ujian dan penguasaan mereka terhadap materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen.
Aspek inovatif juga cukup dominan dalam diri subyek, artinya individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang berbeda, efisien, dan lebih baik daripada sebelumnya. Mereka biasanya menghindari rutinitas dan lebih mungkin mencari informasi untuk menemukan cara yang lebih baik dalam mengerjakan suatu tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cukup inovatif dalam hal penyelesaian tugas. Apabila setiap mahasiswa berusaha menyelesaikan tugas dengan dengan cara yang berbeda antara mahasiswa satu dengan yang lain maka akan terhindar dari plagiasi dan lebih memunculkan kreativitas dalam diri mahasiswa. Selain itu, mahasiswa berusaha menemukan cara baru yang lebih baik agar lebih efisien dalam mengerjakan tugas-tugas perkuliahan.
Aspek lain yang cukup dominan dalam diri mahasiswa adalah tekun, artinya individu dengan motivasi berprestasi yang tinggi cenderung mampu bertahan lebih lama dalam mengerjakan berbagai tugas. Mahasiswa cenderung pantang menyerah ketika menemui kesulitan bahkan kegagalan dalam mengerjakan tugas. Mahasiswa juga tidak mudah merasa putus asa selama menyelesaikan banyaknya tugas yang dibebankan pada setiap mata kuliah. Beberapa mahasiswa berusaha untuk tetap menyelesaikan tugas kuliah yang banyak sementara mahasiswa lain mengeluhkan hal tersebut.
Aspek yang kurang dominan adalah memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang. Individu yang memiliki motivasi berprestasi akan menghindari tugas-tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit karena hampir semua orang berhasil dalam tugas mudah ataupun gagal dalam tugas-tugas yang terlalu sulit sehingga mereka akan memilih tugas-tugas yang memiliki tingkat kesulitan sedang (McClelland, 1985). Hal ini terlihat dari hasil penelitian bahwa pada umumnya mahasiswa merasa tertantang untuk mengerjakan tugas yang terlampau sulit tanpa mempertimbangkan kegagalan yang mungkin mereka alami. Sementara mahasiswa lainnya lebih memilih untuk mengerjakan tugas-tugas yang mudah untuk menghindari kegagalan.
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah kurangnya kontrol terhadap subyek penelitian, yaitu terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi mahasiswa Psikologi angkatan 2009 seperti budaya atau etnis, dimana perbedaan budaya dapat mempengaruhi motivasi berprestasi seseorang.
A. Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2009 memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai mean empirik yang lebih besar daripada nilai mean teoritik serta terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara mean teoritik dan mean empirik.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, peneliti mengemukakan beberapa saran yang berkaitan dengan manfaat penelitian, antara lain: