• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

Kecamatan Patumbak merupakan suatu bagian wilayah yang berada di Kabupaten Deli Serdang yang berdiri sejak tahun 1950, berkedudukan di Sinembah Deli dengan areal yang merupakan milik perkebunan Deli Maskapai.

Pada tahun 1974 sejalan dengan perkembangan pembangunan wilayah Kodya Medan, Kecamatan Patumbak yang sebelumnya memiliki 11 desa dimana 3 desa yaitu : Desa Harjosari, Tumbang Deli dan Desa Bangun Mulia diambil alih oleh Kodya Medan, sehingga Kecamatan Patumbak menjadi 8 desa, 52 dusun, 113 RW dan 165 RT dengan luas wilayah ± 46,79 km2

Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Patumbak sebagai berikut :

. Keadaan tanah mendatar dan jarak ke ibukota kabupaten adalah 46 km.

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Medan Amplas dan Kecamatan Percut Sei Tuan.

b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan STM Hilir dan Kecamatan Biru- Biru.

c. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan STM Hilir dan Kecamatan Tanjung Morawa.

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Deli Tua dan Kecamatan Medan Amplas

Dengan keadaan alam yang terletak pada 11 s/d 50 meter dari permukaan laut dan beriklim panas dan sedang, serta dipengaruhi iklim musim penghujan. Terletak diantara 02°57’ s/d 03°16’ Lintang Utara, 98°33’ s/d 99°27’ Bujur Timur dengan kemiringan sedang dan dialiri oleh beberapa sungai seperti : sungai Seruai, sungai Batang Kuis, sungai Batuan dan sungai Seriwah.

4.1.2 Kependudukan

Jumlah penduduk Kecamatan Patumbak tahun 2012 sebanyak 90.712 jiwa dan tersebar di 8 desa dengan luas wilayah 46,79 km2, kepadatan penduduk 1917 jiwa/km2

Tabel 4.1 Luas Wilayah, Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Menurut Desa 2012

.

No Desa Luas Wilayah

(Km2 Jumlah Penduduk ) Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km2) 1 Marindal I 8,15 31.255 3.691 2 Marindal II 7,11 14.976 2.103 3 Patumbak Kampung 6,18 16.113 2.594 4 Sigara-gara 6,04 10.961 1.783 5 Lantasan Lama 1,86 3.203 1.702 6 Patumbak II 6,54 6.096 922 7 Patumbak I 7,19 6.018 846 8 Lantasan Baru 3,72 2.090 568 Jumlah 46,79 90.712 1.917

Sumber: Profil Puskesmas Patumbak, Tahun 2012

Tabel 4.2 Jumlah Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Tahun 2012

No Desa Rumah Tangga

1 Marindal I 7.015 2 Marindal II 3.484 3 Patumbak Kampung 3.760 4 Sigara-gara 2.581 5 Lantasan Lama 751 6 Patumbak II 1.419 7 Patumbak I 1.561 8 Lantasan Baru 540 Jumlah 21.111

Sumber: Profil Puskesmas Patumbak, Tahun 2012

Jumlah penduduk laki-laki di Kecamatan Patumbak 44.884 jiwa dan perempuan 45.842 jiwa. Dengan demikian sex ratio di Kecamatan Patumbak tahun 2011 adalah 101,99 yang artinya setiap 100 orang perempuan terdapat 102 orang laki- laki. Sebagian besar penduduk beragama Islam (86,32%), selebihnya beragama Kristen (13,68%). Adapun jumlah pendudukan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3 Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2012

No Umur Laki-Laki Perempuan Jumlah

1 1-4 tahun 5.109 4.745 9.854 2 5-14 tahun 10.096 9.373 19.469 3 15-44 tahun 23.012 25.031 48.033 4 45-64 tahun 6.253 6.064 12.317 5 ≥65 tahun 414 629 1.043 Jumlah 44.884 45.842 90.712

Sumber: Profil Puskesmas Patumbak, Tahun 2012

Jumlah pasangan usia subur di Kecamatan Patumbak 13137 PUS terdiri dari tiap-tiap metode kontrasepsi. Adapun jumlah pasangan usia subur dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.4 Jumlah Peserta Aktif Metode Kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Menurut Kelompok Umur

dan Jenis Kelamin Tahun 2012

No Metode Kontrasepsi Peserta Aktif %

1 IUD 896 10,1 2 MOW 544 6,1 3 MOP 52 0,6 4 Kondom 573 6,5 5 Implant 659 7,4 6 Suntik 2.964 33,5 7 Pil 3.160 35,8 Jumlah 8.848 100,0

Sumber: Profil Puskesmas Patumbak, Tahun 2012 4.1.3 Sarana Kesehatan

Puskesmas terdapat 4 Puskesmas Pembantu (2 pustu baru: Pustu Desa Marendal II dan Pustu Desa Lantasan Lama), Polindes sejumlah 3 (tiga) dan Puskesmas Keliling 1 (satu) unit, dan Posyandu sejumlah 54.

4.2 Lama Ketidaklangsungan Pemakaian AKDR

Berdasarkan observasi lama ketidaklangsungan pemakaian AKDR pada ibu pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Patumbak mulai menggunakan AKDR tahun 2007 sampai 2012 diperoleh bahwa yang pemakaian >12 bulan sebanyak 63 orang (63,6%) dan pemakaian ≤12 bulan sebanyak 36 orang (36,4%).

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Lama Ketidaklangsungan Pemakaian AKDR di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Tahun 2013

No Lama Ketidaklangsungan

Pemakaian AKDR Jumlah (n) Persentase (%)

1 Pemakaian >12 bulan 63 63,6

4.3 Faktor Predisposisi Ibu PUS di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak

Karakteristik responden dalam penelitian ini dilihat berdasarkan umur, jumlah anak, pendidikan, pengetahuan, sikap, dan persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase umur responden tertinggi pada umur 20-35 tahun sebesar 57,6% dibandingkan umur >35 tahun sebesar 42,4%. Berdasarkan jumlah anak yaitu persentase tertinggi >2 anak sebesar 68,7% dibandingkan dengan jumlah anak ≤2 anak sebesar 31,3%. Kemudian untuk pendidikan responden lebih banyak pada pendidikan tinggi yaitu tamat SMA dan perguruan tinggi sebesar 59,6% dan 40,4% yang berpendidikan rendah tamat SD dan SMP. Ibu lebih banyak berpengetahuan kurang sebesar 54,5%, bersikap negatif (55,5%) dan persepsi negatif (59,6%).

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Faktor Predisposisi Ibu PUS (Umur, Jumlah Anak, Pendidikan, Pengetahuan, Sikap dan Persepsi) di Wilayah Kerja

Puskesmas Patumbak Tahun 2013

No Faktor Predisposisi Jumlah (n) Persentase (%)

1 Umur 20-35 tahun 57 57,6 >35 tahun 42 42,4 2 Jumlah Anak ≤2 anak 31 31,3 >2 anak 68 68,7 3 Pendidikan Tinggi 59 59,6 Rendah 40 40,4 4 Pengetahuan Baik 45 45,5 Kurang 54 54,5

Tabel 4.6 (Lanjutan)

No Faktor Predisposisi Jumlah (n) Persentase (%)

5 Sikap Positif 44 44,4 Negatif 55 55,5 6 Persepsi Positif 40 40,4 Negatif 59 59,6

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 99 responden dengan menanyakan pengetahuan tentang AKDR, menunjukkan bahwa pernyataan yang paling banyak dijawab benar adalah “Adapun efek dari penggunaan AKDR adalah perdarahan berat pada waktu haid” (pertanyaan nomor 8) sebanyak 71 orang (71,7%), sedangkan pernyataan yang paling banyak dijawab salah oleh responden adalah salah satu di bawah ini yang bukan termasuk cara kerja AKDR adalah tidak menimbulkan reaksi radang sebanyak (pertanyaan nomor 3) sebanyak 71 orang (71,7%). Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh bahwa responden lebih banyak berpengetahuan kurang yaitu 54 orang (54,5%), secara jelas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Jawaban Item Pernyataan Pengetahuan Ibu PUS di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Tahun 2013

No Pernyataan Benar Salah

n % n %

1. AKDR adalah suatu alat plastik atau logam kecil yang dimasukkan ke rahim

56 56,6 43 43,4 2. AKDR adalah suatu alat pencegah kehamilan

dengan merusak kemampuan sel telur dan sperma

46 46,5 53 53,5

3. Salah satu di bawah ini yang bukan termasuk cara kerja AKDR adalah tidak menimbulkan reaksi radang

Tabel 4.7 (Lanjutan)

No Pernyataan Benar Salah

n % n %

4. Jenis AKDR yang sering beredar saat ini terdiri dari 4 jenis

32 32,3 67 67,7 5. Menurut bentuknya AKDR terdiri dari 2 jenis 45 45,5 54 54,5 6. Salah satu keuntungan menggunakan AKDR

bagi akseptor adalah mempunyai efektivitas yang tinggi

48 48,5 51 51,5

7. Di bawah ini yang merupakan kerugian dalam penggunaan AKDR bagi akseptor adalah perubahan siklus haid

57 57,6 42 42,4

8. Adapun efek dari penggunaan AKDR adalah perdarahan berat pada waktu haid

71 71,7 28 28,3 9. Bukan termasuk pemakaian AKDR yaitu

digunakan setelah mengalami infeksi abortus

55 55,6 44 44,4 10. Penggunaan AKDR tidak diperbolehkan bila

terjadi perdarahan, wanita yang sedang hamil dan mengalami infeksi alat genitalia (vaginitis, sevisitis)

52 52,5 47 47,5

Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh bahwa responden bersikap negatif sebanyak 55,5%. Sikap yang responden ketahui tentang pemakaian AKDR terdapat 50,5% penggunaan AKDR efektif segera setelah pemasangan dijawab setuju, serta yang tidak diketahui responden adalah AKDR tidak dapat dipasang segera setelah melahirkan sebesar 50,5% yang dijawab setuju, secara jelas dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Jawaban Item Pernyataan Sikap Ibu PUS di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Tahun 2013

No Pernyataan SS S KS TS

n % n % n % n %

1. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah

cara pencegahan kehamilan yang sangat

efektif dan aman bagi wanita.

46 46,5 34 34,3 16 16,2 3 3,0

2. Penggunaan AKDR

efektif segera setelah pemasangan.

20 20,2 50 50,5 17 17,2 12 12,1

3. Penggunaan AKDR lebih efektif dibanding pil karena tidak perlu mengingat-ingat.

35 35,4 32 32,3 30 30,3 2 2,0

4. Penggunaan AKDR

meningkatkan

kenyamanan hubungan seksual karena tidak perlu takut hamil.

25 25,3 39 39,4 30 30,3 5 5,1

5. Penggunaan AKDR

tidak memengaruhi kualitas dan produksi ASI.

25 25,3 33 33,3 33 33,3 8 8,1

6. AKDR tidak dapat dipasang segera setelah melahirkan. 27 27,3 50 50,5 17 17,2 5 5,1 7. AKDR dapat memengaruhi hubungan seksual. 16 16,2 48 48,5 29 29,3 6 6,1

8. Penggunaan AKDR ada kaitannya dengan obat- obatan.

4 4,0 38 38,4 34 34,3 23 23,2

9. Posisi benang AKDR harus diperiksa setiap hari

6 6,1 41 41,4 21 21,2 31 31,3

10. Penggunaan AKDR dapat dipasang atau

Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh bahwa variabel persepsi responden paling banyak persepsi negatif (59,6%). Dilihat berdasarkan jawaban responden yang diketahui tentang pemakaian AKDR terdapat 51,5% alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) cocok digunakan bagi wanita yang menginginkan KB jangka panjang dijawab setuju, serta yang tidak diketahui responden adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) menyebabkan tumor pada rahim sebesar 58,6% yang dijawab setuju.

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Jawaban Item Pernyataan Persepsi Ibu PUS di Wilayah Kerja Puskesmas Patumbak Tahun 2013

No Pernyataan SS S KS TS

n % n % n % n %

1. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) cocok digunakan bagi wanita yang menginginkan KB jangka panjang.

35 35,4 51 51,5 5 5,1 8 8,1

2. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) minim efek samping.

9 9,1 39 39,4 29 29,3 22 22,2

3. Pasangan perlu saling berko-munikasi

mengenai pemakaian AKDR

28 28,3 47 47,5 23 23,2 1 1,0

4. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dilarang

digunakan bagi penderita penyakit jantung.

4 4,0 51 51,5 33 33,3 11 11,1

5. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dapat berpindah ke paru-paru.

8 8,1 35 35,4 33 33,3 23 23,2

6. AKDR diperkenankan jika ukuran rahim pendek atau kurang dari 5 cm.

Tabel 4.9 (Lanjutan)

No Pernyataan SS S KS TS

n % n % n % n %

7. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) menyebabkan tumor pada rahim. 8 8,1 58 58,6 19 19,2 14 14,1 8. Pemakaian AKDR diperbolehkan apabila terjadi perdarahan pada vagina 3 3,0 49 49,5 33 33,3 14 14,1 9. Pemilihan kontrasepsi didasarkan karena kemudahan penggunaan. 12 12,1 34 34,3 43 43,4 10 10,1

10. Pemakaian AKDR lebih efektif dibandingkan KB pil dan suntik.

24 24,2 23 23,2 41 41,4 11 11,1