• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

a. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Gowa

Dalam khasanah sejarah nasional, nama Gowa sudah tidak asing lagi. Mulai abad ke-15, Kerajaan Gowa merupakan kerajaan maritim yang besar pengaruhnya di perairan Nusantara. Bahkan dari kerajaan ini juga muncul nama pahlawan nasional yang bergelar Ayam Jantan dari Timur, Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI yang berani melawan VOC Belanda pada tahun-tahun awal kolonialisasinya di Indonesia. Kerajaan Gowa memang akhirnya takluk kepada Belanda lewat Perjanjian Bungaya.

Namun meskipun sebagai kerajaan, Gowa tidak lagi berjaya, kerajaan ini mampu memberi warisan terbesarnya, yaitu Pelabuhan Makassar. Pelabuhan yang kemudian berkembang menjadi Kota Makassar ini dapat disebut anak kandungnya, sedangkan Kerajaan Gowa sendiri merupakan cikal bakal Kabupaten Gowa sekarang. Kota Makassar lebih dikenal khalayak dibandingkan dengan Kabupaten Gowa. Padahal kenyataannya sampai sekarang Kabupaten Gowa ibaratnya masih menjadi ibu bagi kota ini.

Kabupaten yang hanya berjarak tempuh sekitar 10 menit dari Kota Makassar ini memasok sebagian besar kebutuhan dasar kehidupan kota. Mulai dari bahan material untuk pembangunan fisik, bahan pangan, terutama sayur-mayur, sampai aliran air bersih dari Waduk Bili-bili. Kemampuan

37

Kabupaten Gowa menyuplai kebutuhan bagi daerah sekitarnya dikarenakan keadaan alamnya. Kabupaten seluas 1.883,32 kilometer persegi ini memiliki enam gunung, di mana yang tertinggi adalah Gunung Bawakaraeng. Daerah ini juga dilalui Sungai Jeneberang yang di daerah pertemuannya dengan Sungai Jenelata dibangun Waduk Bili-bili.

Keuntungan alam ini menjadikan tanah Gowa kaya akan bahan galian, di samping tanahnya subur. Secara Geografis Kabupaten Gowa terletak pada 5°33' - 5°34' Lintang Selatan dan 120°38' - 120°33' Bujur Timur.

Kabupaten Gowa terdiri dari wilayah dataran rendah dan wilayah dataran tinggi dengan ketinggian anatar 10-2800 meter diatas permukaan air laut. Namun demikian wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar merupakan dataran tinggi yaitu sekitar 72,26% terutama di bagian timur hingga selatan karena merupakan Pegunungan Tinggimoncong, Pegunungan Bawakaraeng- Lompobattang dan Pegunungan Batureppe-Cindako.

Dari total luas Kabupaten Gowa 35,30% mempunyai kemiringan tanah di atas 40 derajat, yaitu pada wilayah Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya dan Tompobulu. Kabupaten Gowa dilalui oleh banyak sungai yang cukup besar yaitu ada 15 sungai. Sungai dengan luas daerah aliran yang terbesar adalah Sungai Jeneberang yaitu seluas 881 km² dengan panjang sungai utama 90 Km.

38

 Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bone Timur Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten

Jeneponto

Selatan Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto Barat Kota Makassar dan Kabupaten Takalar

b. Gambaran Umum Wilayah Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga

UU 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) menyebutkan bahwa Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

UU 6 tahun 2014 tentang Desa lebih dikenal dengan UU Desa. Dalam UU Desa disebutkan bahwa Desa atau yang disebut dengan nama lain telah ada sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk.

39

Sebagai bukti keberadaannya, Penjelasan Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Desa Jenetallasa terletak di wilayah Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dengan jarak dari pusat kecamatan ± 500 m, ± 2 km dari pusat Kecamatan dan ± 5 km dari pusat Provinsi. Secara atronomis, letak Desa Jenetallasa berada pada 5°12’30”- 5°14’00” Lintang selatan dan di antara 119°25’15” - 119°26’45” Bujur Timur dengan luas wilayah 3,22 Km²

1. Batas-batas wilayah Desa Jenetallasa adalah sebagai berikut :

Secara administrasi, Desa Jenetallasa termasuk dalam wilayah Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa di Provinsi Sulawesi Selatan. Desa Jenetallasa terdiri atas 4 Dusun, yaitu Dusun Cambaya, Dusun Jenetallasa, Dusun Tombolo, dan Dusun Sanrangan serta terbagi kedalam 101 RT / RW dengan rincian :

Batas Utara Desa Bontoala dan Desa Taeng Kecamatan Pallangga Batas Selatan Kelurahan Lambang Parang Kecamatan Barombong Batas Barat Desa Kanjilo Kecamatan Barombong

Batas Timur Kelurahan Pallangga

40

 Dusun Cambaya : 8 RW / 24 RT

 Dusun Jenetallasa : 7 RW / 20 RT

 Dusun Tombolo : 5 RW / 13 RT

 Dusun Sanrangan : 7 RW / 17 RT

Desa Jenetallasa memiliki tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini, yaitu tradisi Barazanji sebagai ucapan syukur atas nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu dalam peraturan Desa menetapkan bahwa seluruh Masyarakat yang akan melaksanakan Pernikahan wajib untuk mengadakan pesta sebagai bentuk pelestarian dari budaya lokal Masyarakat.Berdasarkan Dusun dan Jenis Kelamin.

2. Berdasarkan Dusun dan Jenis Kelamin

NO DUSUN JUMLAH PENDUDUK (Orang) JUMLAH

Laki-laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa)

1 Cambayya 2451 2396 4847

2 Jenetallasa 2325 2353 4678

3 Tombolo 2430 2501 4931

4 Sanrangan 1617 1613 3230

41

3. Berdasarkan Tingkat Pendidikan

NO Pendidikan

Jenis Kelamin

Jumlah

L P

1 Belum Sekolah 3345 3504 6049

2 Tidak/ Belum Tamat SD 1284 1448 2732

3 Tamat SD 807 1448 1717 4 Tamat SLTP 284 321 605 5 Tamat SLTA 1105 1247 2352 6 D3 384 433 817 7 Sarjana (S1) 897 108 1905 8 Magister (S2) 510 575 1085 9 Doktor (S3) 204 230 434 Jumlah 8820 8866 17686

42

4. Berdasarkan Mata Pencaharian

NO Pekerjaan Jenis Kelamin Jumlah

1 Petani 2183 512 2695

2 Pelajar/ Mahasiswa 700 800 1500

3 Pegawai Swasta 2002 498 2500

4 Pedagang 1370 900 2270

5 Pegai Negeri Sipil 1163 1145 2308

6 TNI/ Polri 125 5 130 7 Buruh Swasta 407 480 687 8 Pegawai BUMN 205 201 406 9 Pengusaha 100 5 105 10 Dokter 2 1 3 11 Lain-lain 563 4319 4882 Jumlah 8820 8876 17686

5. Berdasarkan Kelompok Umur

Desa Kelompok Umur Jenis Kelamin Jumlah

L P

JENETALLASA

0 – 5 Tahun 345 533 878

43

6. V i

7. Visi dan Misi Desa Jenetallasa Visi

Menciptakan Pemerintahan yang transparansi dan akuntabilitas, sehingga masyarakat Jenetallasa tahu pemanfaatannya dari Desa Misi

- Bank Sampah - Bumdesmart

- Penanaman 1000 Pohon - Pembagian Bibit Gratis - Pos Kamling Terbaik - Bedah Rumah

- Jenetallasa Bersih (Pengadaan Mobil Jasa Angkutan Sampah) Sarana Hunian yaitu Hunian atau rumah tinggal adalah tempat yang berkenaan dengan kegiatan keluarga, serta merupakan bukti fisik adanya sebuah kehidupan dalam suatu daerah atau kawasan. Dalam perkembangannya unit hunian telah memiliki banyak pembagian dalam variabel

16 – 39 Tahun 5857 5391 11248

40 – 64 Tahun 1510 99 3232

> 65 Tahun 71 99 170

44

Di Desa Jenetallasa dalam beberapa tahun terakhir mulai di bangun beberapa perumahan. Terdapat 12 perumahan yang tersebar di setia Dusun yang ada di Desa Jenetallasa. Disamping itu sarana hunian Penduduk lokal Desa Jenetallasa Merupakan rumah permanen dan semi permanen.

Desa Jenetallasa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Pallangga yang memiliki persentase kemiringan lereng berkisar antara 2 – 5% dengan ketinggian berkisar antar 5 – 9 mdpl yang menunjukan kondisi topografi dengan relief pendataran. Karakteristik bantuan dan tanah yang menyusun di Desa Jenetallasa adalah jenis batuan sedimen dan batuan piroklastik. Sedangkan jenis tanah yang menyusun adalah tanah mediteran

Desa Jenetallasa tergolong iklim tropis basah dengan temperatur udara rata- rata 24° - 30°C dengan dua musim dan perubahan iklim setiap tahunnya, yaitu :

 Oktober – Maret, Intensitas hujan rendah tetapi merata

 April - July, Intensitas hujn tinggi terutama Juni – July

45

Kondisi hidrologi Desa Jenetallas di lintasi oleh Sungai Bontorea dan Sungai Burungunti yang juga melintasi daerah Desa Pallangga dan Desa Bontoala. Selain itu adanya aliran air untuk irigasi dari Bendungan Bili-bili.

Adapun Sarana Pemerintahannya yaitu Gedung yang berkenaan dengan segala urusan Pemerintahan dan sosial secara terstruktur seperti Kantor Desa, Balai Desa dan lain-lain. Di Desa Jenetallasa, Knator Desa dan Balai Desa bertempat dalam satu gedung dan kompleks Kantor Desa. Dilihat dari efektifitasnya cukup baik karena segala kegiatan berkenaan terkait fungsi gedungnya dapat di pantau dan di awasi oleh pihak Pemerintah Desa. Untuk pusat Pemerintaha Desa terletak di Dusun Jenetallasa.

B. PERILAKU POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMELIHAN

Dokumen terkait