• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Objek Penelitian

Kabupaten Ende yang secara geografis terletak di tengah Pulau Flores yang berbatasan dengan bagian utara dengan laut flores, bagian selatan dengan laut sawu, bagian timur dengan kabupaten Sikka dan bagian barat dengan kabupaten Ngada.

Letak astronomis kabupaten Ende seluruhnya berada di selatan katulistiwa, yaitu pada posisi 8026,04” – 8054,41” lintang selatan dan 121024,27” – 122002, bujur timur, sehingga kabupaten Ende berada pada iklim tropis yang sangat tipikal.

Luas wilayah daratan kabupaten Ende secara administrasi adalah sebesar 2.046,60 km2, sedangkan luas perairan belum dilakukan pengukuran secara cermat sampai dengan saat ini. Kabupaten Ende terdiri dari 20 kecamatan, 23 kelurahan dan 191 desa, dengan total penduduk sebanyak 254.640 orang/ jiwa yang terdiri dari laki-laki 119.559 orang dan perempuan sejumlah 135.041 orang. Kepadatan penduduk 124 orang/ km2 dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,07%/ tahun. Kecamatan Ende utara, Ende tengah, Ende timur merupakan kecdamatan yang baru dibentuk pada awal tahun 2007, yaitu hasil pemekaran dari kecamatan Ende selatan, sehingga baik luas wilayah maupun jumlah penduduknya belum dilakukan perhitungan.

Luas wilayah dan jumlah penduduk dari masing-masing kecamatan dapat disajikan dalam tabel 4.1, sebagai berikut

Tabel. 4.1 : Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Kabupaten Ende Menurut Kecamatan (Keadaan Oktober 2005)

No Kecamatan Luas Wilayah (Km)

Jumlah KK

Jumlah Jiwa

Laki - Laki Perempuan Jumlah 1 Nanggapanda 213,17 4.562 9.152 10.237 19.395 2 Pulau Ende 63,03 2.129 4.146 4.464 8.610 3 Ende 202,48 4.777 8.520 10.211 18.731 4 Ende Selatan 74,92 3.718 33.693 37.663 71.356 5 Ndona 115,96 3.345 6.622 7.622 14.244 6 Detusoko 204,65 3.741 6.93 7.639 14.332 7 Wewaria 157,95 3.392 7.949 8.146 16.095 8 Maurole 115,94 2.206 5.019 4.709 9.728

9 Rio Timur / Ndori 52,73 3.385 7.263 8.827 16.090

10 Kota Baru 253,84 2.755 5.540 6.089 11.629 11 Wolowaru 66,84 4.433 8.023 9.657 17.680 12 Wolojita 32,90 2.036 2.933 3.686 6.619 13 Maukaro 102,64 1.444 3.594 3.873 7.467 14 Ndona Timur 40,24 1.556 3.004 3.217 6.221 15 Detukeli 224,12 1.632 3.527 4.311 7.838 16 Kelimutu 83,23 2.114 3.915 4.690 8.605 17 Ende Utara - - - - - 18 Ende Timur - - - - - 19 Ende Tengah - - - - - Kabupaten Ende 2.046.60 57.225 119.599 135.041 254.640 Sumber : Ende Dalam Angka Tahun 2005

Jumlah angkatan kerja di kabupaten Ende selama lima tahun terakhir mengalami penurunan dan peningkatan bervariasi dari 131.894 jiwa pada tahun 1999 menurun menjadi 126.928 jiwa pada tahun 2000 dan 107.295 jiwa pada tahun 2001 kemudian meningkat menjadi 130. 494 jiwa tahun 2002 selanjutnya pada tahun 2003 mengalami peningkatan lagi sebesar 3,69 persen atau sebesar 135.313 jiwa, tetapi pada tahun 2005 turun lagi menjadi 126.167

Topografis kabupaten Ende dominan berbukit-bukit atau bergunung-gunung dengan dataran tersebar secara sporadic pada gugusan yang sempit. Dataran-dataran yang sempi umumnya memanjang mengikuti garis pantai diapit dataran tinggi atau perbukitan. Wilayah dengan kemiringan lebih dari 40% mencapai 71,54%, kemiringan 12-40% mencapai 19,59% dan kemiringan kurang dari 12% mencapai 8,87%.

Diwilayah selatan daerah ini terletak pada jalur gunung berapi, diantaranya gunung api Iya yang mempunyai ketinggian 637 meter dari permukaan laut, meletus terakhir tahun 1969, dan gunung Mutubosa yang mempunyai ketinggian 1.690 meter dari permukaan laut, meletus terakhir tahun 1938. selain itu kabipaten Ende juga termasuk wilayah yang telah diidentifikasikan sebagai daerah rawan gempa, karena daerah tersebut termasuk dalam wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik yang selalu bergerak dengan type gerakan yang salng menjauhi, saling bertubrukan dan saling menggeser.

Kabupaten Ende juga mempunyai berbagai macam potensi daerah yang dapat dijadikan sebagai penggerak dalam menjalankan roda perekonomian, pemerintahan dan pembagunan, akan tetapi potensi daerah tersebut masih memerlukan perencanaan dan investasi untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal.

Laju pertumbuhan ekonomi Ende dapat disajikan dalam tabel 4.2, sebagai berikut

Tabel. 4.2 : Laju Pertumbuhan Ekonomi Ende Dan NTT

Tahun 2003 - 2005

No SEKTOR ENDE NTT

2003 2004 2005 2003 2004 2005 1 Pertanian 3,77 4,69 5,44 2,78 3,50 0,19

2 Pertambangan dan Pengalian 4,04 6,10 7,48 2,43 0,92 2,79

3 Industri dan Pengolahan 3,10 4,95 4,50 4,72 4,62 3,09

4 Listrik dan Air bersih 1,80 3,31 4,74 2,22 4,62 6,70

5 Bangunan atau Konstruksi 1,95 4,40 4,49 1,94 1,42 2,61

6 Perdagangan, Hotel, Restoran 6,35 5,77 4,65 5,31 4,85 4,56

7 Pengangkutan & Komunikasi 6,01 8,51 10,61 7,23 8,66 7,13

8 Keuangan, Persewaan, & Jasa 3,16 2,37 3,47 3,06 8,21 9,14

9 Jasa - jasa 7,59 4,51 3,25 8,29 7,03 5,78

PDRB 4,97 5,02 5,03 4,57 4,77 3,10

Sumber : Ende Dalam Angka Tahun 2005

Tabel di atas menunjukkan bahwa perekonomian Ende pada tahun 2003 mulai merangkak naik dengan tumbuh sebesar 4,97%, dan pada tahun 2004 membaik lagi dengan pertumbuhan sebesar 5,02% dan 5,03% pada tahun 2005. selama periode 2003 – 2005, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ende selalu lebih tinggi dari pertumbuhan Nusa Tenggara Timur. Bahkan pada tahun 2005 perekonomian kabupaten Ende tumbuh sebesar 5,03%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur hanya mencapai 3,1%.

Sektor pengangkutan dan komunikasi tahun 2005 bertumbuh sebesar 10,61% dan merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan sektor-sektor lainnya. Pertumbuhan ini juga meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni

Laju pertumbuhan pada tahun 2005 sektor pertambangan dan penggalian merupakan yang kedua tertinggi, yaitu sebesar 7,48%. Pertumbuhan sektor ini juga meningkat bila dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,10% pada tahun 2004. selain kedua sektor tersebut, sektor lain yang juga mengalami ;pertumbuhan cukup besar pada tahun 2005 adalah sektor pertanian dengan pertumbuhan sebesar 5,44%. Pertumbuhan sektor ini sedikit meningkat dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 4,69%. Sektor yang memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi pada tahun 2003-2005 adalah sektor listrik, gas, dan air bersih. Pada tahun 2003 sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 1,80%, meningkat menjadi 3.31% pada tahun 2004 dan menjadi 4,47% pada tahun 2005.

Sementara itu sektor jasa-jasa (3,25%), keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (3,47%), dan sektor bangunan/ konstruksi (4,49%) merupakan sektor yang memilki pertumbuhan terebdah pada tahun 2005. sedangkan sektor perdagangan, hotel, dan restoran; industri pengolahan; dan sektor bangunan/ konstruksi mengalami pertumbuhan 4,65%, 4,50%, dan 4,49% pada tahun 2005.

4.1.2. Profil Pemerintahan Kabupaten Ende

Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan roda

dan aparatur mempunyai fungsi dan tugas yang sangat urgen. Keberadaan organisasi pemerintah kabupaten Ende dan pembentukan tata kerja dinas daerah mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

Lembaga teknis daerah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan pemerintah RI No 41 tahun 2007 adalah sebagai berikut: 1. Kantor perpustakaan

2. Rumah Sakit Umum Daerah

3. Badan perencanaan pembangunan daerah (BAPPEDA)

4. Badan pengendalian dampak lingkungan daerah (BAPEDALDA) 5. BKB & PKS

6. Kesbanglinmas 7. Kantor SP3 8. Badan pengawas

9. Badan kepegawaian daerah 10. BPMD

11. Bapesiteldi 12. BKP3

13. Badan pengelola keuangan aset daerah (BPKAD)

Yang dimaksud dengan dinas daerah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan pemerintah RI No 41 tahun 2007 adalah: 1. Dinas P & K

2. Dinas Kesehatan 3. Dinas kimpraswil 4. Dinas perhubungan

6. Dinas sosial 7. Dinas nakertrans

8. Dinas koperasi dan PKM 9. Dinas pendapatan daerah 10. Dinas pertanian

11. Dinas hutbun

12. Dinas pertambangan & energi 13. Dinas pariwisata

14. Dinas kelautan & perikanan 15. Dinas perindag & PM

Sedangkan yang dimaksud dengan sekretariat daerah dan sekretariat DPRD adalah :

1. Bagian tatapem setda Ende 2. Bagian Otdes

3. Bagian hukum setda Ende 4. Bagian ekonomi setda Ende 5. Bagian pembangunan setda Ende 6. Bagian bina sosial setda Ende 7. Bagian umum setda Ende 8. Bagian humas setda Ende 9. Bagian organisasi setda Ende 10. Sekretariat DPRD

Eselon jabatan perangkat daerah kabupaten/ kota yang dimaksud dalam penelitian ini adalah eselon III dan IV yang berpedoman pada peraturan pemerintah No. 41 tahun 2007 adalah: 1. Eselon IIIa terdiri dari kepala kantor camat, kepala bagian,

pembantu, direktur rumah sakit umum daerah kelas C, direktur rurmah sakit khusus daerah kelas B, wakil direktur rumah sakit umum daerah kelas A, wakil direktur rumah sakit umum daerah kelas B dan wakil direktur rumah sakit khusus daerah kelas A. 2. Eselon IIIb terdiri dari kepala bidang pada dinas dan badan,

kepala bagian dan kepala bidang pada rumah sakit umum daerah, direktur rumah sakit umum daerah kelas D, sekretaris camat.

3. Eselon IVa terdiri dari lurah, kepala seksi, kepala subbagian, kepala sub bidangn dan kepala unit pelaksana teknis dinas dan badan.

4. Eselon IVb terdiri dari sekretaris kelurahan, kepala seksi pada kelurahan, kepala subbbagian pada unit pelaksana teknis, kepala tata usaha sekolah kejuruan, kepala subbagian pada sekretariat kecamatan.

Agar lembaga teknis dan dinas daerah bekerja dengan baik dan maksimal serta sesuai dengan kebutuhan dan harapan, maka pemerintah kabupaten Ende menetapkan visi dan misi pembangunan daerah.

4.1.3. Visi dan Misi Kabupaten Ende

Visi merupakan pandangan kedepan yang menggambarkan arah dan tujuan yang ingin dicapai guna mneyatakan komitmen seluruh pihak yang berkepentingan dalam pembangunan. Sedangkan misi merupakan komitmen dan pedoman arah bagi pengelolaan pembangunan guna mewujudkan visi pembangunan

Adapun visi pembangunan daerah kabupaten Ende adalah “terwujudnya masyarakat Ende yang mandiri, solider, sejahtera,dan berbudaya”.

Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan organisasi, maka rumusan misi pun harus ditetapkan agar dilaksanakan organisasi. Misi pembangunan daerah Kabupaten Ende ditetapken sebagai berikut:

1. Meningkatkan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mantapnya perasudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun dan damai.

2. Memperkokoh sistem perekonomian kerakyatan yang mandiri dan memberdayakan seluiruh potensi ekonomi.

3. Mewujudkan kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan meningkatnya kualitas hidup yang layak dan bermartabat.

4. Melestarikan budaya daerah melalui pengembangan nilai-nilai adat istiadat dan norma sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif dan berdaya tahan terhadap pengaruh global. 5. Menegakkan kedaulatan rakyat dengan adanya jaminan rasa

aman, damai, tertib dan tentram, demi terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia.

6. Mewujudkan sistem dan iklim pendidikan yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat berdisiplin,. Bertanggungjawab, berketerampilan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Dokumen terkait