HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Obyek Penelitian
Kabupaten Nunukan merupakan salah satu dari 5 Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Utara dan merupakan hasil pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan sesuai dengan UU No. 47 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU No. 7 Tahun 2000. Luas wilayah Kabupaten Nunukan adalah 14.263,68 km2, dan terletak pada posisi 3°15'00" - 4°24' 55" Lintang Utara - 115°22'30" - 118°44' 55" Bujur Timur dengan panjang garis perbatasan langsung dengan negara tetangga sepanjang 520. 724,43 km.
Kabupaten Nunukan merupakan wilayah yang terletak pada garis perbatasan antara Republik Indonesia dengan Malaysia (Sabah dan Serawak). Dengan posisi yang strategis tersebut menjadikan wilayah Kabupaten Nunukan sebagai cermin dan halaman depan dari berbagai aktivitas perekonomian lintas batas atau antar negara, sehingga dengan demikian perlu mendapat perhatian khusus, terutama terhadap penanganan berbagai permasalahan yang timbul yang terkait dengan eksistensi wilayah perbatasan. Batas-batas wilayah Kabupaten Nunukan adalah sebagai berikut:
• Sebelah Utara berbatasan dengan Sabah (Malaysia)
• Sebelah Timur berbatasan dengan Se lat Makasar dan Laut Sulawesi
• Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Malinau.
• Sebelah Barat berbatasan dengan Serawak (Malaysia).
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
57
Sejak Tahun 2011 secara administratif wilayah Kabupaten Nunukan terbagi dalam 19 kecamatan , dimana 15 kecamatan di antaranya merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia (Sabah dan Serawak) . Melihat posisinya yang merupakan beranda terdepan NKRI menjadikan Nunukan sebagai jalur utama lintas perekonomian.
Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kewenangannya khususnya dalam bidang perekonomian dibantu oleh beberapa SKPD. Salah satunya Dinas Perindagkop dan UMKM yang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati Nunukan melalui Sekretaris Daerah. Dasar pembentukan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunuk.an adalah Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2001 tanggal 19 Juli 200 I tentang Pembentukan Organisasi Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Nunukan. Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah berubah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor 23 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Nunukan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor 23 Tahun 2008 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan mempunyai tugas pokok dalam urusan pemerintahan daerah di bidang Perindagkop dan UMKM berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan. Untuk menyelenggarakan tugasnya, Dinas Perindagkop dan UMKM mempunyai fungsi :
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
58
a. Perumusan kebijakan teknis bidang Perindagkop dan UMKM sesua1 dengan rencana strategis yang ditetapkan pemerintah daerah.
b. Perencanaan pembinaan dan pengendalian kebijakan teknis di bidang Perindagkop dan UMKM.
c. Perumusan, Perencanaan, Pembinaan dan Pengendalian kebijakan teknis bidang Perindustrian.
d. Perumusan, Perencanaan, Pembinaan dan Pengendalian kebijakan teknis bidang Perdagangan.
e. Perumusan, Perencanaan, Pembinaan dan Pengendalian kebijakan teknis bidang Koperasi.
f Perumusan, Perencanaan, Pembinaan dan Pengendalian kebijakan teknis bidang UMKM.
g. Pembinaan penyelenggaraan urusan kesekretariatan dinas.
h. Pembinaan Unit Pelaksana Teknis Dinas.
1. Pembinaan Kelompok Jabatan Fungsional.
J. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.
Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, dan Pelayanan Masyarakat, Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan ditunjang dengan rincian Organisasi berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor 23 Tahun 2008. sebagai berikut :
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
59
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat yang terdiri dari :
a. Sub BagianPenyusunan Program dan Pelaporan
b. Sub Bagian Umurn.
c. Sub Bagian Keuangan.
3. Bidang Perindustrian yang terdiri atas :
a. Seksi lndustri keci\ Menengah.
b. Seksi Hubungan Industrial dan Lingkungan.
4. Bidang Perdagangan yang terdiri atas
a. Seksi Perdagangan Dalam Negeri.
b. Seksi Perdagangan Luar Negeri.
5. Bidang Koperasi, terdiri atas :
a. Seksi Bina Kelembagaan dan Usaha Koperasi.
b. Seksi Bina SDM Koperasi.
6. Bidang UMKM, terdiri atas :
a. Seksi Bina Usaha dan Kelernbagaan UMKM.
b. Seksi Bina SDM UMKM.
7. Unit pelaksana Teknis Dinas.
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
60
8. Kelompok Jabatan Fungsional
Struktur Organisasi Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan sebagai berikut :
111 a Bendahara Pen&>eluaran Orang Orang
Struktur Organisasi Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
61
Struktur organisasi di atas akan dapat berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya apabila ditunjang dengan sumberdaya manusia yang kompeten di bidangnya, mengingat kualitas sumberdaya manusia berpengaruh langsung terhadap kinerja organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.
Kemajuan organisasi sangat ditunjang oleh kualitas personalia atau sumberdaya manusia dalam menggerakkan roda organisasi . Sumberdaya manusia pada Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan saat ini berjumlah 50 orang yang terdiri atas 17 orang menduduki jabatan struktural, 9 orang staf pelaksana dan 24 orang tenaga honorer. Memperhatikan tingkat pendidikan yang dimiliki, secara umum kondisi personalia Dinas Perindagkop dan UMKM cukup memadai dalam menunjang kinerja organisasi. Jabatan struktural yang ada diisi pejabat dengan kualifikasi pendidikan S l. Rincian tugas dan tata kerja lembaga teknis Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor 23 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas dan Tata Kerja Dinas - Dinas Daerah Kabupaten Nunukan. Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan beralamat di lantai I kantor Gabungan Dinas-Dinas, Jalan Ujang Dewa - Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan. Sarana dan prasarana yang ada pada Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan berupa ruangan kantor, kendaraan dinas, inventaris, dan fasilitas kantor lainnya.
Sejalan dengan Visi Pemerintah Kabupaten Nunukan yaitu:
" Terwl~judnya Pembangunan Kabupaten Nunukan yang aman, damai dan maju dengan dukungan masyarakat yang agamis dan hannonis serta aparatur
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
62
yang berkualitas, jujur dan bertanggung jawab" , maka Yisi Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten N unukan adalah :
"Terwujudnya industri yang memiliki daya saing, didukung oleh perdagangan yang kondusif serta koperasi dan UMKM mandiri".
Untuk mewujudkan visi tersebut maka Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan menetapkan Misi sebagai berikut:
I. Mengembangkan industri bertumpu potensi daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dalam perspektif Balanced Scorecard misi tersebut termasuk dalam perspektif masyarakat I pelanggan (customer/citizens) dan perspektif internal business process (proses bisnis internal). Dengan pespektif ini, organisasi akan menjawab pertanyaan manfaat apa yang dapat diberikan masyarakat dari hasil kegiatan organisasi dan untuk mendapat memenuhi keinginan stakeholder, proses kegiatan internal apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.
2. Mengembangkan sistem perdagangan yang efisien, bebas distorsi dan pro kompetisi pasar.
Dalam perspektif Balanced Scorecard misi tersebut dalam perspektif keuangan (financial) dan masyarakat I pelanggan (customer/citizens).
Dengan perspektif ini, organisasi akan menjawab pertanyaan untuk memuaskan pemegang saham, tujuan keuangan apa yang harus dicapai
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
63
dan manfaat apa yang dapat diberikan untuk masyarakat dari hasil kegiatan organisasi.
3. Mtmingkatkan Ktdembagaan Koperasi yang Sehat 4. Meningkatkan UMKM yang profesional.
Sebagai penjabaran atau implementasi dan penyataan misi dan meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah semua program dan kegiatan dalam melaksanakan misi maka dirumuskan tujuan. Tujuan dicanangkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.Pada dasarnya tujuan adalah suatu kondisi yang lebih berhasil,lebih berdayaguna, yang ingin menjadi suatu realiti antara keinginan (das solen) dan kenyataan (das sein) dan fungsi sesuai tugas pada kurun waktu tertentu. Tujuan yang ditetapkan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan untuk Tahun 2011 - 2016 sebagaimana terlihat pada Table 4.1.
Tabe\ : 4. \. Tujuan Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan Tahun 2011-2016
No MISI TU JUAN
l. Mengembangan sistem 1. Perdagangan yang efisien dan perdagangan yang efisien, bebas kompetitif.
distorsi dan pro kompetisi pasar
2. Mengembangkan industri 2. Industri yang handal dan maju.
bertumpu potensi daerah yang
I
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
3. Mengembangkan Kelembagaan 3. Kelembagaan dan SOM
Koperasi yang sehat. Koperasi
4. Mengembangkan Usaha Mikro 4. UMKM yang profesional.
Kecil dan Menengah yang profesional
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
64
Sebagai penjabaran dari tujuan maka ditetapkan sasaran yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan dalam jangka waktu tertentu. Sasaran merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis yang berfokus pada tindakan dan alokasi sumberdaya dalam kegiatan atau aktifitas. Karakteristik dari sasaran paling tidak terdiri dari atas SMART (Specific, Measurable, Acceprable, Result, Timeliness ). Sasaran merupakan bagian integral dalam alokasi sumberdaya dalam kegiatan atau aktifitas. Sasaran bersifat spesifik, terukur baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sehingga dapat diukur secara nyata dalam jangka waktu tertentu baik tahunan, semesteran, triwulan atau bulanan.
Berdasarkan fokus sasaran tersebut secara lebih operasional maka Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan menetapkan sasaran dalam periode Tahun 2011 sampai Tahun 2016 yaitu sebagaimana terlihat pada Tabel 4.2.
Tabel : 4.2. Sasaran Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan Tahun 2011-2016
TUJUAN SAS ARAN
l. Perdagangan yang efisien dan l. Meningkatnya Perdagangan
kompetitif Dae rah.
2. Industri yang handal dan maju I. Meningkatnya Produksi Sektor Perindustrian.
3. Kelembagaan dan SOM l. Meningkatnya day a saing
Koperasi. UMKM dan koperasi
4. UMKM yang profesional. 2. Meningkatnya aksebilitas permodalan UMKM
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
65
Selanjutnya identifikasi dari sasaran tersebut di atas yang telah diwujudkan untuk Tahun 2015 adalah sebagaimana Tabel 4.3.
Tabel : 4.3. Indikator Sasaran Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan Tahun 2015
SAS ARAN
I
INDIKATORI. Meningkatnya perdagangan 1. Nilai ekspor perdagangan
daerah. 2. Kontribusi sektor perdagangan ,
terhadap PDRB
3. Cakupan binaan kelompok usaha
I
pedagang /usaha informal3. Meningkatnya produksi sektor I Kontribusi sektor industri
perindustrian. terhadap PDRB
2. Pertumbuhan industri (industri kecil)
3. Cakupan binaan kelompok pengrajin
4. Meningkatnya day a samg I. Rasio koperasi kualifikasi sehat.
UMKM dan koperasi
2. Jumlah produk unggulan daerah 5. Meningkatnya aksesibi litas I. Fasilitasi pengembangan UMKM.
permodalan UMKM
Proses perencanaan strategik merupakan rencana yang menyeluruh tentang segala upaya yang meliputi penetapan kebijakan, program dan kegiatan dengan mernperhatikan sumberdaya organisasi serta keadaan lingkungan yang dihadapi. Strategi rnemberikan kesatuan pandang dalam melaksanakan tujuan dan sasaran.
Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan menetapkan kebijakan program dan kegiatan sebagai berikut :
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
66
a. Kebijakan
Kebijakan adalah merupakan yang telah disepakati pihak terkait yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang untuk menjadikan pedoman, pegangan petunjuk bagi kegiatan aparatur pemerintah dan masyarakat, agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran, tujuan, rnisi dan visi Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan menetapkan kebijakan yaitu :
I. Pernbinaan dan peningkatan keterampilan pengolahan has ii produksi sektor unggulan daerah.
2. Peningkatan pengetahuan dan pengembangan sektor industri rumah tangga di perdesaan.
3. Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan dan investasi 4. Menjamin kepastian usaha dan meningkatkan penegakan hukum
5. Dalam rangka rnendukung perkuatan daya saing produk, arah kebijakan bidang perdagangan adalah rneningkatkan akses dan perluasan pasar serta perkuatan kinerja.
6. Pengembangan surnberdaya manusia dunia usaha atau koperasi dan Usaha Kecil Menengah .
7. Pemberian bantuan permodalan koperasi dan UMKM dalarn rangka merangsang usaha di kalangan masyarakat.
8. Kemudahan pelayanan, pembinaan dan pengawasan perlindungan konsumen.
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
67
b. Program
Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistimatis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Agar tujuan dan sasaran dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan, maka berdasarkan kebUakan, ditetapkan program kegiatan.
Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan menetapkan 4 (empat) program.
Tabel : 4.4. Program Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan
Program Sasaran
1 2
l. Peningkatan Distribusi l. Meningkatnya Perdagangan
Barang dan Jasa. Dae rah.
2. Pengembangan Industri Kecil 2. Meningkatnya produksi sektor
dan Menengah Perindustrian.
3. Peningkatan Kualitas 3. Meningkatnya daya saing kelembagaan Koperasi UMKM dan koperasi 4. Penciptaan lklim UMKM 4. Meningkatnya Aksesibilitas
yang Kondusif. permodalan UMKM
B. Hasil Penelitian
Pertumbuhan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh dinamika perekonomian daerah, sedangkan perekonomiaan daerah pada umummnya ditopang oleh kegiatan ekonomi berskala kecil dan menengah. Unit usaha yang masuk dalam kriteria UMKM merupakan urat nadi perekonomian daerah dan nasional. Sektor UMKM merupakan sektor yang tangguh di tengah krisis ekonomi. Saat ini 99 % pelaku ekonomi mayoritas adalah
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
68
pelaku UMKM yang terus tumbuh secara signifikan dan menjadi sektor usaha yang mampu menjadi penopang stabilitas perekonomian nasional. Kabupaten Nunukan merupakan kabupaten yang memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM dapat melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kinerja UMKM sehingga dapat menghasilkan produk-produk yang berdaya saing tinggi. Hal ini mengingat letak Kabupaten Nunukan berbatasan langsung dengan Tawau, Sabah yang merupakan daerah bagian dari negara tetangga Malaysia, sehingga memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan produk-produk yang berorientasi pada ekspor. Kini UMKM memiliki peluang untuk terus berkembang. Program pengembangan UMKM di Kabupaten Nunukan lebih -mengarah kepada program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM.
Peneliti akan menjelaskan mengenai data yang diperoleh dari hasil penelitian dan pengamatan langsung di lapangan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori implementasi kebijakan menurut Merilee S.
Grindle yang menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan publik dapat diukur dari proses pencapaian hasil akhir (outcomes) yaitu tercapai atau tidaknya tujuan yang ingin diraih. Variabel - variabel yang mempengaruhi suatu implementasi kebijakan meliputi :
I. Isi Kebijakan (content of policy)
a. Kepentingan - kepentingan yang mempengaruhi b. Tipe manfaat
c. Derajad perubahan yang ingin dicapai d. Letak pengambilan keputusan
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
69
e. Pelaksana program
f. Sumberdaya yang digunakan (dilibatkan) 2. Lingkungan Kebijakan (contex of policy)
a. Kekuasaan, kepentingan-kepentingan dan strategi dari aktor yang terlibat
b. Karakteristik lembaga atau rezim yang berkuasa c. Tingkat kepatuhan dan adanya respon dari pelaksana
Melalui teknik data kualitatif dengan menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Merilee S. Grindle, data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi selama proses penelitian berlangsung dilakukan reduksi dan dianalisis. Berdasarkan teori tersebut berikut hasil penelitian di lapangan bahwa yang mempengaruhi implementasi program pengembangan UMKM di Kabupaten Nunukan adalah:
I. lsi Kebijakan (content of policy) Dengan indikator meliputi :
a. Kepentingan-kepentingan yang mempengaruhi
Apakah terdapat kepentingan-kepentingan yang mempengaruhi implementasi program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM di Kabupaten Nunukan
b. Tipe Manfaat
Mantaat apa yang dirasakan oleh pelaku UMKM dengan adanya program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
70
UKM melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan
c. Derajad perubahan yang ingin dicapai
Dengan dilaksanakannya program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM dengan memberikan bantuan berupa alat produksi kepada kelompok pelaku UMKM derajad perubahan apa yang mgm dicapai oleh pemerintah dalam hal ini pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan
d. Letak pengambilan keputusan
Keputusan apa yang diambil jika pelaku UMKM belum melaksanakan usahanya sesuai dengan yang diberikan pada saat pelatihan
e. Pelaksaan program
Siapa saja yang melaksanakan program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM di Kabupaten Nunukan
f. Sumberdaya yang digunakan
Bagaimana sumberdaya yang ada pada Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan. Sumberdaya disini berupa tenaga kerja, keahlian, dana dan sarana.
2. Lingkungan Kebijakan (contex of policy)
a. Kekuasaan, kepentingan-kepentingan dan strategi aktor yang terlibat untuk mensukseskan program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM di Kabupaten Nunukan. Strategi apa yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
71
Nunukan dalam melakukan pembinaan melalui pelatihan kewirausahaan dan pemberian bantuan alat produksi bagi pelaku UMKM di Kabupaten Nunukan.
b. Karakteristis lembaga dan rezim yang berkuasa
Bagaimana karaktersistik Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan dalam melaksanakan pembinaan berupa pelatihan kewirausahaan dan bantuan alat /mesin produksi bagi pelaku UMKM Kabupaten Nunukan
c. Tingkat kepatuhan dan adanya respon dari pelaksana
Bagaimana tingkat kepatuhan dan daya tanggap dari aparatur Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan, pelatihan, pendampingan, bantuan alat/mesin, pameran dan pengawasan terhadap UMKM yang ada di Kabupaten Nunukan. Apa faktor pendukung dan penghambat program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif di Kabupaten Nunukan.
Program pengembangan UMKM di Kabupaten Nunukan yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan yang mengarah kepada program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif diturunkan dalam kegiatan di lapangan yaitu :
I. Menfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM 2. Fasilitasi pengembangan sarana promosi hasil produksi 3. Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan.
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
72
Hasil temuan di lapangan diperoleh informasi data UMKM yang ada di Kabupaten Nunukan pada Tahun 2011 terlihat pada Tabel 4.5.
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
73
Tabel 4.5. Data UMKM Kabupaten Nunukan Tahun 2011
NO KECAMATAN KELURAHAN
!
USA HA US AHA USA HA
JUMLAH
MIKRO KECIL MENENGAH
·
74
Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa jumlah pelaku usaha mikro mendominasi UMKM yaitu mencapai 1489 , sedangkan pelaku usaha kecil 493 dan usaha menengah hanya 119. Hal ini disebabkan usaha mikro merupakan usaha yang sederhana dari sisi modal, tenaga, SOM, tempat dan pemasarannya. Berdasarkan hasil wawancara mendalam (in depth interview) kepada pejabat yang melaksanakan program dan kegiatan tersebut, wawancara dilaksanakan di kantor Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan. Implementasi program pengembangan UMKM di Kabupaten Nunukan dipengaruhi oleh:
l. lsi Kebijakan (content of policy)
a. Kepentingan-kepentingan yang mempengaruhi
Menurut Kepala Dinas Perindagkop, kepentingan-kepentingan yang mempengaruhi program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM adalah : Secara politikal mengacu pada isu strategis pengentasan kemiskinan melalui visi dan misi Kabupaten Nunukan yaitu dalam upaya mewujudkan masyarakat yang maju,aman,sejahtera dan berdaya saing, dengan digulirkanya program pemerintah untuk pengentasan dan peningkatan ekonomi kerakyatan salah satunya adalah program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Secara aplikasi di masyarakat banyak UMKM yang eksis di dalam usahanya yang mampu bersaing dan menunjukkan komitmennya untuk maju, berdaya saing, profesional dan mandiri. Hal ini ditandai dengan banyaknya UMKM
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
75
yang mampu bertahan meskipun dilanda krisis keuangan, disamping itu juga banyak UMKM yang mendapatkan bantuan berupa alat I mesin produksi. Salah satu contoh adalah usaha yang bergerak di bidang pengolahan makanan. Usaha ini mampu bertahan meski dilanda krisis keuangan. Sebagai bentuk perhatian dari Dinas Perindagkop dan UMKM terhadap usaha pengolahan makanan tersebut maka diberikan bantuan alat produksi berupa timbangan digital, impulse sealer (alat pengemasan) dan mesin pengolahan makanan.
Kepentingan yang mempengaruhi implementasi program pengembangan UMKM di lapangan secara politikal adalah bagaimana program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif dijalankan kepada pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Nunukan melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan kewirausahaan yang telah dijalankan bagi pelaku UMKM Kabupaten Nunukan.
Secara praktik di lapangan bahwa program ini berjalan setiap tahun, namun porsi terbesar di dalam melaksanakan program tersebut adalah terletak di pembinaan dan pelatihan bagi UMKM Kabupaten Nunukan. Hal ini mengingat jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Nunukan sangat banyak sehingga memerlukan pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan agar pelaku UMKM dapat memahami bagaimana berwirausaha yang baik.
Program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan kepada pelaku UMKM Kabupaten Nunukan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
76
Kabupaten Nunukan dimaksudkan menjangkau ke semua pelaku UMKM. Program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan ini mendapat respon yang baik dari pelaku UMKM. Hal ini terbukti dari antusias pelaku UMKM mengikuti kegiatan-kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan yaitu berupa pelatihan seperti pelatihan pengemasan produk, pelatihan kewirausahaan dan pelatihan pengolahan makanan.
b. Tipe Manfaat
Menurut Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, bahwa pelaku UMKM dapat merasakan manfaat dari program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif yaitu dengan adanya pembinaan dan pelatihan, sosialisasi, promosi dan pemasaran serta bantuan alat/mesin yang dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop dan UMKM:
" dengan pembinaan dan pelatihan yang dilakukan selama ini UMKM merasa mendapatkan perhatian dari pemerintah, terlebih dengan diberikannya bantuan berupa alat dan mesin untuk mendukung produksi usahanya menjadikan pelaku UMKM lebih bersemangat dalam menjalankan usahanya, meskipun bantuan belum dapat diberikan untuk semua pelaku UMKM, namun diharapkan secara bertahap dari tahun ke tahun pelaku UMKM dapat merasakan dampak dari program ini ".
(Wawancara dengan Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Bapak Abdul Munir, ST)
Berdasarkan pernyataan di atas analisis peneliti bahwa pembinaan, pelatihan, sosialisasi,promosi dan pemasaran serta pemberian bantuan alat dan mesin produksi kepada pelaku UMKM telah memberikan dampak yang baik bagi peningkatan kesejahteraan
43196
Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka
77
ekonomi masyarakat yang bergerak di sektor usaha mikro,kecil dan menengah. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah usaha yang ada di Kabupaten Nunukan.
Lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Seksi Bina SOM UMKM bahwa:
"Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif yang meliputi pembinaan, pelatihan, sosialisasi,keikutsertaan dalam pameran serta pemberian bantuan kepada UMKM memberikan dampak cukup baik . Hal ini dapat dilihat dari hasil produksi UMKM berupa kemasan dan kuantitas produk yang dihasilkan dapat meningkat".
(Wawancara dengan Kepala Seksi Bina SDM UMKM lbu Maria Raimunda, SS)
Ketua Asosiasi UMKM Kabupaten Nunukan menambahkan :
Ketua Asosiasi UMKM Kabupaten Nunukan menambahkan :