• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 12 April 2017 sampai dengan 13 Mei 2017 di SMP N 2 Piyungan, Bantul. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 2 Piyungan. Sampelnya adalah kelas VII D sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen 2 yang diambil secara acak. Kelas eksperimen 1 mendapatkan perlakuan pembelajaran matematika dengan model penemuan terbimbing dan kelas eksperimen 2 mendapatkan perlakuan pembelajaran matematika dengan model problem based learning.

Proses pembelajaran pada kedua kelas dilakukan dengan mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat dan disesuaikan dengan model pembelajaran masing-masing kelas. Penelitian diawali dengan pemberian pretest kemampuan pemecahan masalah matematika yang terdiri dari empat butir soal essay untuk mengetahui kemampuan awal dari masing-masing kelas dan di akhir penelitian siswa diberikan soal posttest untuk mengetahui efektivitas kedua model pada kedua kelas eksperimen. Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan observasi oleh seorang observer yaitu mahasiswa jurusan pendidikan matematika menggunakan lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi yang digunakan untuk melakukan observasi ini bertujuan untuk mengevaluasi setiap proses pembelajaran. Berikut adalah

65

deskripsi pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2.

a. Pelaksanaan Pembelajaran pada Kelas Eksperimen 1

Kelas eksperimen 1 mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan model penemuan terbimbing. Secara umum pembelajaran dengan menggunakan model penemuan terbimbing berlangsung dengan baik sesuai dengan RPP yang telah dibuat sebelumnya dengan rata-rata skor keterlaksanaan pembelajaran untuk kegiatan guru 98,55% dan untuk kegiatan siswa 97,1%.

Pembelajaran dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama diajarkan materi keliling serta luas persegi dan persegipanjang. Pembelajaran diawali dengan pembukaan, penyampaian motivasi, apersepsi, dan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran. Kemudian dibentuk kelompok dengan anggota 4-5 siswa.

Selanjutnya, guru membagikan LKS kepada siswa. Siswa mengamati ilustrasi yang menimbulkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk menyelidiki atau menemukan. Setelah itu siswa menuliskan hasil amatannya dan pertanyaan terkait hal-hal yang ingin diketahui dari ilustrasi tersebut. Kemudian siswa mengidentifikasi masalah dengan menjawab pertanyaan pada LKS yang masih terkait dengan ilustrasi sebelumnya. Pertanyaan tersebut mengarahkan siswa pada kegiatan penemuan.

Setiap kelompok mengumpulkan data dengan melakukan kegiatan pada LKS sesuai langkah-langkah yang tertera. Guna mengefektifkan waktu, maka pada setiap kelompok dibagi menjadi dua tim untuk mengumpulkan data.

Masing-66

masing tim melakukan kegiatan dengan sub bahasan yang berbeda. Guru memantau kegiatan setiap kelompok dan memberikan bimbingan apabila siswa merasa kesulitan. Kegiatan siswa saat mengumpulkan data dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Siswa Mengumpulkan Data

Siswa mengolah data yang telah diperoleh dari kegiatan pengumpulan data dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada LKS. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membimbing siswa dalam menemukan konsep. Siswa masih dalam tim masing-masing saat melakukan kegiatan ini.

Setelah mendapatkan temuan dari apa yang telah dilakukan pada kegiatan sebelumnya, siswa kembali berdiskusi secara berkelompok untuk saling berbagi hasil dari temuan masing-masing tim. Pada kegiatan verifikasi ini siswa juga melakukan pemeriksaan secara kelompok terlebih dahulu sebelum dipresentasikan. Kemudian beberapa perwakilan kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. Siswa dan guru memberikan tanggapan terkait presentasi kelompok yang sedang maju di depan kelas. Guru juga mengklarifikasi apabila siswa melakukan kesalahan dalam menemukan konsep.

67

Kegiatan presentasi dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Siswa Mempresentasikan Hasil Temuannya

Setelah tahap verifikasi, siswa dibimbing guru untuk menarik kesimpulan dari hasil temuannya berupa konsep yang telah sesuai. Siswa menuliskan kesimpulannya pada LKS. Setelah itu, siswa mengerjakan latihan soal untuk menerapkan konsep yang telah diperolehnya.

Pada pertemuan kedua, materi yang diajarkan adalah keliling dan luas belahketupat serta jajargenjang. Pada pertemuan ketiga, materi yang diajarkan adalah keliling dan luas layang-layang serta trapesium. Secara umum, pembelajaran pada pertemuan kedua dan ketiga berlangsung sesuai langkah penemuan terbimbing pada pertemuan pertama. Namun, karena keterbatasan waktu, pada pertemuan kedua tidak dilakukan verifikasi secara kelompok tetapi langsung dipresentasikan di depan kelas.

b. Pelaksanaan Pembelajaran pada Kelas Eksperimen 2

Kelas eksperimen 2 mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan model problem based learning. Secara keseluruhan pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning berlangsung dengan baik sesuai dengan RPP yang

68

telah dibuat dengan rata-rata skor keterlaksanaan pembelajaran untuk kegiatan guru 98,48% dan untuk kegiatan siswa 96,97%.

Pembelajaran diawali dengan berdoa, mengecek kehadiran dan kesiapan siswa, penyampaian tujuan pembelajaran, pemberian apersepsi, dan motivasi kepada siswa. Pembelajaran dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama diajarkan materi keliling serta luas persegi dan persegipanjang.

Pada tahap orientasi siswa pada masalah, siswa mengamati masalah yang tersaji dalam LKS seperti pada Gambar 4. Siswa melakukan kegiatan ini secara individu agar masing-masing siswa dapat memahami masalah tersebut sesuai kemampuannya sendiri.

Gambar 4. Siswa Mengamati Masalah

Setelah masing-masing siswa memahami masalah secara individu, guru mengelompokkan siswa ke dalam enam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa. Secara berkelompok, siswa menuliskan apa yang diketahui dan ditanya dari masalah yang tersaji kemudian siswa menanya secara lisan.

69

Selanjutnya, masing-masing siswa mengumpulkan informasi dengan melihat keterkaitan pola pada LKS kemudian mencari pada buku untuk mengetahui cara atau rumus yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah. Setelah mendapatkan informasi atau rumus, siswa berdiskusi secara berkelompok untuk menyelesaikan masalah tersebut dan memperoleh solusi yang tepat.

Gambar 5. Guru Memantau Diskusi Kelompok

Guru juga memantau jalannya diskusi kelompok dan memberikan bantuan secukupnya apabila siswa merasa kesulitan dalam memperoleh solusi dari masalah. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 5.

Berikutnya, siswa menyiapkan laporan dengan menuliskan apa yang telah diperolehnya dari kegiatan sebelumnya. Kemudian hasil tersebut dipresentasikan oleh beberapa perwakilan kelompok di depan kelas. Presentasi siswa terlihat pada Gambar 6.

70

Siswa dan guru membahas apa yang dipresentasikan kelompok yang maju ke depan kelas. Kemudian guru mempersilakan siswa lain untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan terkait apa yang dipresentasikannya. Selanjutnya guru mengklarifikasi terhadap kebenaran dari penyelesaian masalah dan memperkuat konsep yang dipelajari.

Pada pertemuan kedua, materi yang diajarkan adalah keliling dan luas belahketupat serta jajargenjang. Pada pertemuan ketiga, materi yang diajarkan adalah keliling dan luas layang-layang serta trapesium. Secara umum, pembelajaran pada pertemuan kedua dan ketiga berlangsung sesuai langkah penemuan terbimbing pada pertemuan pertama. Apabila pada pertemuan pertama siswa belum terbiasa menanya, maka pada pertemuan kedua dan ketiga ini siswa sudah berani mengajukan pertanyaan.

Dokumen terkait