• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Pelaksanaan Pengambilan Data

Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII B SMP Pangudi Luhur Giriwoyo pada pokok bahasan penerapan persamaan linear satu variabel. Tabel di bawah ini menampilkan kegiatan yang dilaksanakan selama pengambilan data:

Tabel 4.1 Deskripsi pelaksanaan pengambilan data

No Waktu Pengambilan Data Deskripsi Kegiatan 1. Senin, 23 Maret 2015 Pengamatan I

2. Selasa, 24 Maret 2015 Uji coba tes diagnostik 3. Jumat, 27 Maret 2015 Pengamatan II

4. Sabtu, 28 Maret 2015 Pengamatan III dan uji perbaikan tes diagnostik

5. Senin, 30 Maret 2015 Tes Diagnostik 6. Senin, 13 April 2015 Wawancara I 7. Senin, 20 April 2015 Wawancara II

8. Senin, 27 April 2015 Pengajaran remediasi dan tes remediasi

9. Jumat, 9 Mei 2015 Evaluasi pengajaran remediasi (wawancara dengan guru) 10. Sabtu, 10 Mei 2015 Evaluasi pengajaran remediasi

(wawancara dengan siswa)

Adapun penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan dalam pengambilan data adalah sebagai berikut.

4.1.1 Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan sebanyak tiga kali pada tanggal 23 Maret 2015, 27 Maret 2015 dan 28 Maret 2015. Berikut ini, penjelasan hasil Pengamatan.

1. Pengamatan I

Peneliti melakukan Pengamatan I pada hari Senin, 23 Maret 2015 bersama Ibu Anik (Guru Matematika kelas VIII dan IX). Pengamatan dilakukan pada pukul 09.55-11.15 WIB atau pada jam pelajaran ke-5 dan 6. Sebanyak 33 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Materi yang disampaikan guru yaitu pengenalan terhadap bentuk aljabar dan unsur-unsurnya serta operasi dalam bentuk aljabar. Dengan indikator yang hendak dicapai dalam pembelajaran yaitu menjelaskan pengertian koefisien, variabel, konstanta, faktor, suku dan suku sejenis serta mengidentifikasi dengan cermat berbagai bentuk persamaan linear satu variabel.

Pada awal pembelajaran, Guru memberikan salam kepada siswa-siswi, dilanjutkan dengan perkenalan materi baru yang akan dipelajari. Kemudian, dilanjutkan dengan penjelasan materi pelajaran. Pada saat guru menjelaskan, sebagian besar siswa memperhatikan penjelasan guru tetapi ada juga yang mengobrol dengan teman sebangku dan mengajak temannya bermain.

Guru memberikan soal latihan berupa pengidentifikasian terhadap pernyataan dan kalimat terbuka. Soal yang diberikan sebanyak 6 butir dengan waktu pengerjaan kurang lebih sekitar 20 menit. Dalam pengamatan, siswa cukup antusias mengerjakannya. Kemudian, guru memandu siswa-siswi untuk mengerjakan dan mempresentasikan hasil pekerjaannya di papan tulis. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memperesentasikan hasil jawabannya tetapi hanya ada 2 siswa yang dengan kesadaran diri melakukannya. Agar semuanya terlibat aktif, guru menunjuk siswa yang lain untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Pada saat proses presentasi dari beberapa siswa, belum ditemukan kesalahan dalam mengerjakan soal.

Guru melakukan penilaian proses belajar berupa pengamatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar berupa pemberian kuis di akhir proses pembelajaran. Di akhir pembelajaran, guru memberikan PR untuk siswa yaitu mempelajari materi selanjutnya.

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas di kelas, dalam hal aktivitas fisik, siswa kurang aktif bertanya dan memecahkan masalah soal. Sedangkan dalam hal emosional siswa kurang berani mengemukakan pendapat berkaitan hal tersebut. Dalam hal aktivitas

guru di kelas, guru mampu melakukan pembelajaran, dan mengelola interaksi kelas dengan baik.

2. Pengamatan II

Peneliti melakukan Pengamatan II pada hari Jumat, 27 Maret 2015 bersama Ibu Anik (Guru Matematika kelas VIII dan IX). Penelitian dilakukan pada pukul 08.20-09.40 WIB. Sebanyak 33 siswa mengikuti proses pembelajaran di kelas. Materi yang disampaikan guru yaitu penyelesaian persamaan linear satu variabel. Indikator yang hendak dicapai pada pembelajaran ini yaitu menyelesaikan soal persamaan linear satu variabel dengan tepat.

Pada awal pembelajaran, Guru memberikan salam kepada siswa-siswi, kemudian mengingatkan materi pada pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan materi pelajaran berkaitan dengan penyelesaian persamaan linear satu variabel. Pada saat guru menjelaskan, sebagian besar siswa memperhatikan penjelasan guru tetapi ada juga yang mengobrol dengan teman sebangku dan menjahili teman lainnya. Sesekali guru memperingatkan siswa tersebut, untuk tidak gaduh. Beberapa menit pertama setelah guru memperingatkan, suasana kelas menjadi tenang, tetapi setelah lima menit kemudian suasana kelas menjadi kurang kondusif lagi.

Setelah menjelaskan materi, guru meminta siswa mencatat hal-hal penting di papan tulis. Kemudian, guru memberikan soal

latihan berupa penyelesaian persamaan linear satu variabel, dengan banyak soal yang diberikan 6 butir dan waktu pengerjaan kurang lebih 25 menit. Kemudian, guru memandu siswa-siswi untuk mengerjakan dan mempresentasikan hasil pekerjaannya di papan tulis. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk memperesentasikan hasil pekerjaannya tetapi hanya 3 siswa yang dengan kesadaran diri melakukannya. Hal ini meningkat 1 anak dibandingkan pada pengamatan I. Agar semuanya terlibat aktif, guru membuat undian dari nomor 1 sampai 34(kecuali nomor 4), dalam teknisnya, guru mengambil undian, kemudian menunjuk siswa yang memiliki nomor presensi sama dengan undian tersebut, untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya, dan demikian seterusnya.

Pada saat proses presentasi, sebagian siswa tampak memperhatikan dan mendengarkan penjelasan temannya. Guru juga berkeliling untuk melihat hasil pekerjaan siswa. Dan dari hasil presentasi dan pekerjaan siswa, ditemukan beberapa kesalahan siswa dalam mengerjakan soal, sebagai berikut.

a. Siswa membuat kesalahan dalam mengoperasikan persamaan linear satu variabel dalam menjumlahkan bilangan bulat dengan suatu variabel. Berikut ini bukti kesalahan siswa.

Pada saat guru berkeliling, guru menemukan kesalahan dalam mengerjakan soal, kesalahan pengoperasian ini juga sama persis terjadi pada saat salah satu siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di kelas. Setelah mengetahui kesalahan tersebut, guru dengan cepat membetulkan hasil pekerjaaan siswa tersebut. Dengan memberikan penjelasan berkaitan penjumlahan variabel dengan bilangan dalam persamaan linear satu variabel di depan kelas.

b. Siswa membuat kesalahan dalam mengoperasikan bilangan bulat khususnya dalam menjumlahkan bilangan bilangan bulat.

Pada saat proses presentasi, ada salah satu siswa yang melakukan kesalahan dalam proses perhitungan bilangan bulat. Setelah mengetahui kesalahan tersebut, salah satu siswa membetulkannya ke depan kelas. Selain itu, guru juga mengingatkan agar siswa teliti dalam melakukan perhitungan bilangan.

c. Siswa mengalami kesalahan dalam menyelesaikan persamaan linear satu variabel khususnya operasi pembagian.

Pada saat guru berkeliling, ada salah satu siswa yang melakukan kesalahan dalam proses perhitungan pembagian. Setelah mengetahui kesalahan tersebut, guru membetulkannya dengan cara meminta siswa untuk menghitungnya kembali. Selain itu, guru juga mengingatkan agar siswa teliti dalam melakukan perhitungan bilangan.

Selanjutnya, guru memberikan penguatan pada siswa agar tidak berkecil hati setelah melakukan kesalahan, tetapi berusaha bangkit untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Guru melakukan penilaian proses belajar berupa pengamatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar berupa pemberian kuis pada akhir proses pembelajaran. Di akhir pembelajaran, guru memberikan PR berkaitan penyelesaian terhadap persamaan linear satu variabel.

Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas siswa di kelas, dalam hal aktivitas fisik, siswa kurang aktif menanyakan materi. Sedangkan dalam hal emosional siswa kurang berani mengemukakan pendapat berkaitan hal tersebut. Tetapi, hal ini keaktifan dan keberanian siswa lebih meningkat dari Pengamatan I.

Dalam hal aktivitas guru di kelas, guru mampu melakukan pembelajaran, mengelola interaksi kelas dengan baik.

3. Pengamatan III

Peneliti melakukan Pengamatan III pada hari Sabtu, 28 Maret 2015 bersama Ibu Anik (Guru Matematika kelas VIII dan IX). Penelitian dilakukan pada pukul 07.00-08.20 WIB. Berdasarkan hasil pengamatan, sebanyak 33 siswa mengikuti kegiatan pembelajaran. Materi yang disampaikan guru yaitu penerapan persamaan linear satu variabel. Indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran yaitu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penerapan persamaan linear satu variabel.

Pada awal pembelajaran, Guru memberikan salam kepada siswa-siswi, dilanjutkan dengan mengingatkan materi pada pertemuan sebelumnya. Guru menyuruh siswa-siswi untuk mengumpulkan PR yang diberikan pada pertemuan sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan materi pelajaran berkaitan dengan penerapan persamaan linear satu variabel. Seperti pada Pengamatan I dan Pengamatan II, ada beberapa siswa yang menyebabkan kondisi kelas menjadi kurang kondusif. Tetapi sebagian besar siswa memperhatikan dan mencatat penjelasan guru.

Setelah pemberian materi, Guru memberikan soal latihan berupa penerapan persamaan linear di dalam kehidupan sehari-hari,

soal yang diberikan sebanyak 6 butir dengan bentuk soal cerita dan waktu pengerjaan soal sekitar kurang lebih 25 menit. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan hasil pekerjaan siswa. Guru memandu siswa-siswi untuk mengerjakan dan mempresentasikan hasil pekerjaan di depan kelas dengan memberi kesempatan kepada siswa, tetapi hal ini sama seperti pada pengamatan II, 3 siswa yang sama dan dengan kesadaran diri melakukannya. Agar semuanya terlibat aktif, guru mengambil nomor undian, selanjutnya menunjuk siswa yang memiliki nomor presensi tersebut untuk mempresentasikan hasil jawabannya di depan kelas. Pada saat proses presentasi dari beberapa siswa, ditemukan kesalahan siswa dalam mengerjakan soal.

a. Ada beberapa siswa yang melakukan kesalahan dalam memodelkan soal cerita persamaan linear satu variabel. Setelah mengetahui kesalahan tersebut, guru meluruskan hasil pekerjaan siswa dengan mengulangi dalam pembacaan soal dan menggarisbawahi kata-kata kunci pada soal.

b. Kesalahan dalam mengoperasikan variabel dan bilangan. Kembali, setelah pada Pengamatan II, guru sudah menekankan berhati-hati dalam pengoperasian variabel dan bilangan. Siswa kembali melakukan kesalahan dalam operasi penjumlahan. Berikut ini bukti kesalahan siswa.

Setelah mengetahui kesalahan tersebut, guru memberi kesempatan siswa yang lain untuk mengerjakannya. Dari jawaban yang dikemukakan oleh 2 siswa tersebut, guru menemukan kesalahan pada siswa pertama dalam menjumlahkan bilangan dengan variabel dan untuk siswa kedua guru tidak menemukan kesalahan. Kemudian, guru memberi kesempatan pada siswa kedua untuk menjelaskan kepada teman-temannya berkaitan dengan hasil pekerjaannya tersebut.

c. Kesalahan dalam mengalikan suatu persamaan dengan bilangan bulat. Kembali, setelah pada Pengamatan II, guru sudah menekankan berhati-hati dalam pengoperasian variabel dan bilangan. Siswa kembali melakukan kesalahan dalam operasi perkalian. Berikut ini bukti kesalahan yang dilakukan siswa:

Setelah mengetahui kesalahan tersebut, guru kemudian mengoreksi kesalahan siswa tersebut. Dan memberi penguatan agar berhati-hati dalam melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan dengan variabel.

4.1.2 Uji keterbacaan soal tes diagnostik

Tes keterbacaan soal dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Maret 2015. Tes keterbacaan soal dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Sebanyak 5 siswa mengikuti tes tertulis dan wawancara. Siswa-siswi yang menjadi subjek adalah siswa-siswi yang berasal dari SMP yang setara dan memiliki tingkat kemampuan bervariasi. Dari hasil tes tertulis diperoleh bahwa, sebanyak 5 siswa merasa kesulitan dalam mengerjakan soal nomor satu. Hal ini dapat dianalisis melalui

penulisan hal yang diketahui, ditanyakan, dan penulisan jawaban akhir yang kurang tepat. Sedangkan untuk soal nomor 2, terdapat 4 siswa yang mampu menuliskan dengan tepat hal yang diketahui, hal yang ditanyakan dan kesimpulan jawaban akhir. Pada soal nomor 3, terdapat 3 siswa yang mampu menuliskan dengan tepat hal yang diketahui, hal yang ditanyakan dan kesimpulan jawaban akhir.

Berdasarkan hasil wawancara diperoleh, sebanyak 4 siswa menyatakan bahwa soal nomor 1 sulit dipahami. Sedangkan untuk soal nomor 2 dan 3, sebanyak 4 siswa yang menyatakan bahwa soal mudah dipahami. Oleh karena itu, tingkat keterbacaan pada soal nomor 1 sangat rendah, maka perlu dilakukan perbaikan soal. Berikut ini adalah perbaikan soal nomor 1.

Tabel 4.2 Tes soal diagnostik dan perbaikan soal diagnostik No Soal tes diagnostik Perbaikan soal tes diagnotik 1 Ikhsan mempunyai

ayam empat kali lebih banyak dari ayam Amir, sedangkan ayam Amir dua ekor kurang dari banyaknya ayam Endro. Dan, diketahui bahwa ayam Endro adalah ekor. Tentukan model matematika dari banyaknya ayam Ikhsan!

Dona mempunyai ayam sebanyak ekor. Sedangkan Susi mempunyai ayam dua ekor kurang dari banyaknya ayam Dona. Buatlah model matematika dari banyaknya ayam Susi!

Tes keterbacaan soal perbaikan, dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2015. Tes keterbacaan soal dilakukan melalui wawancara

dengan 5 siswa. Hasil wawancara diperoleh bahwa, 5 siswa menyatakan bahwa, kata-kata dan kalimat pada soal perbaikan mudah dimengerti. Selanjutnya diperoleh bahwa, 3 dari 5 siswa menjawab dengan tepat hal yang diketahui, hal yang ditanyakan dan model matematika. Oleh karena itu, soal perbaikan nomor 1 dapat diujikan pada tes diagnostik.

4.1.3 Tes diagnostik

Tes diagnostik dilaksanakan pada hari Senin, 30 Maret 2015, pada jam mata pelajaran matematika. Waktu pengerjaan tes diagnostik adalah 40 menit atau satu jam pelajaran. Jumlah soal ada tiga butir yang meliputi pemodelan dan penyelesaian persamaan linear satu variabel. Tes Diagnostik diikuti oleh 33 siswa. Dalam pengerjaannya ada beberapa siswa yang berusaha meminta dan memberikan jawaban ke teman yang lain. Hal ini menyebabkan suasana kelas menjadi kurang tenang. Berikut ini bukti tes diagnostik.

4.1.4 Wawancara

Wawancara dilaksanakan pada dua tahap, wawancara pertama dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2015 pada saat jam pelajaran matematika dan tahap kedua dilaksanakan pada tanggal Senin, 20 April 2015. Wawancara tahap I diikuti oleh 11 siswa dan wawancara pada tahap kedua diikuti oleh 20 siswa. Wawancara meliputi pertanyaan berkaitan hasil jawaban siswa dan hal-hal yang mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Secara satu per satu siswa bergantian melakukan wawancara.

4.1.5 Pengajaran Remediasi dan Tes Remediasi

Menurut hasil wawancara dengan Guru Matematika, pengajaran remediasi jarang dilakukan di SMP Pangudi Luhur Giriwoyo, karena jam efektif pelajaran tidak memungkinkan digunakan untuk pengajaran remediasi. Hal ini, berkaitan dengan tuntutan materi yang tidak sedikit untuk disampaikan kepada siswa.

Pengajaran remediasi dilaksanakan pada hari Senin, 27 April 2015, pada pukul 09.55-10.35 WIB. Pengajaran remediasi diikuti sebanyak 23 siswa atau 69,69% dari keseluruhan siswa di kelas. Teknis dalam pengajaran remediasi, peneliti menggunakan metode diskusi kelompok. Pada saat 10 menit pertama, peneliti melakukan review beberapa sub bab materi yang dirasa cukup sulit oleh siswa. Dalam

proses review materi, beberapa siswa tidak segan-segan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami.

Kemudian, 10 menit berikutnya, siswa-siswi dibagi dalam 7 kelompok secara heterogen, setiap kelompok terdiri dari 3 sampai 4 siswa. Pemilihan kelompok berdasarkan tingkat kemampuan akademik dan jenis kelamin. Dalam setiap kelompok, peneliti memilih seorang koordinator. Koordinator bertanggung jawab dalam mengkoordinasi anggota kelompok agar terlibat aktif dalam pembahasan setiap soal. Setelah dibentuk kelompok, peneliti memberikan satu soal pada setiap kelompok untuk dibahas secara bersama-sama dalam kelompok dan diberikan batas waktu diskusi. Suasana diskusi kelas cukup kondusif, sekitar 90% siswa terlibat aktif dalam pemecahan masalah soal. Sisanya, siswa kurang peduli atau acuh tak acuh pada pemecahan masalah, yaitu ada siswa yang mengajak bermain dengan teman di kelompok lain dan ada siswa yang kurang nyaman dengan anggota kelompok sehingga memilih untuk mengerjakan soal sendiri.

Setelah diskusi selesai, peneliti meminta semua kelompok untuk melaporkan hasil jawaban, kemudian peneliti memilih salah satu kelompok untuk menjelaskan hasil diskusi di depan kelas. Pada saat salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, hampir semua kelompok yang lain mendengarkan dan memperhatikan. Dan, jika pada

saat pembahasan soal ada yang kurang jelas, ada beberapa siswa yang meminta pengulangan penjelasan jawaban.

Tes remediasi dilaksanakan setelah 1 jam pelajaran, dilaksanakannya pengajaran remediasi. Tes remediasi diikuti oleh 23 siswa. Tes remediasi merupakan salah satu aksi dari evaluasi pembelajaran remediasi yang telah dilaksanakan. Pengerjaan soal remediasi sekitar 40 menit atau 1 jam pelajaran. Sebagian besar siswa mengerjakan secara mandiri, tetapi ada beberapa yang kurang percaya diri sehingga menyebabkan suasana kelas kurang kondusif. Sekitar 90% siswa sudah selesai mengerjakan soal sebelum waktu berakhir.

Berikut ini adalah hasil dokumentasi pelaksanaan pengajaran remediasi.

(Siswa sedang berdiskusi dalam kelompok)

(Salah satu siswa sedang menjelaskan materi kepada teman-temannya) 4.1.6 Evaluasi Pengajaran Remediasi

Evaluasi pengajaran remediasi dilakukan dengan melakukan wawancara pada Guru matematika kelas VII dan 6 siswa yang mengikuti pengajaran remediasi. Pengambilan subjek yang diwawancara berdasarkan hasil nilai tes remediasi, 3 siswa yang mengalami kenaikan nilai yang besar dan 3 siswa yang mengalami kenaikan nilai remediasi yang standar. Secara garis besar wawancara berisi tentang pendapat berkaitan dengan pengajaran remediasi.

4.2 Analisis Data

Dokumen terkait