LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Latar Penelitian 1 Deskripsi Tempat Penelitian
2. Deskripsi Pembelajaran a Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan,
commit to user
struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Kurikulum antara sekolah yang berada di perkotaan berbeda dengan sekolah di pedesaan. Perbedaan ini dikarenakan kurikulum tingkat satuan pendidikan berorientasi pada kebutuhan dan kemampuan sekolah. Kurikulum SMK menitikberatkan pada peningkatan keterampilan dan kemampuan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran SMK.
Karateristik SMK adalah sebagai berikut :
1) Mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang
tertentu
2) Didasarkan kebutuhan dunia kerja “Demand-Market-Driven”
3) Penguasaan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja
4) Kesuksesan siswa pada “Hands-On” atau performa di dunia kerja
5) Hubungan erat dengan Dunia Kerja merupakan Kunci Sukses Pendidikan
Kejuruan
6) Responsif dan antisipatif terhadap kemajuan Teknologi 7) Learning By Doing dan Hands On Experience
8) Membutuhkan fasilitas Mutakhir untuk praktik
9) Memerlukan biaya investasi dan operasional yang lebih besar dari pendidikan umum
b. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum
commit to user
yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.
1) Berpusat pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan Peserta Didik dan Lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
2) Beragam dan Terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
3) Tanggap terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4) Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan
commit to user
pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5) Menyeluruh dan Berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
6) Belajar Sepanjang Hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7) Seimbang antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c. Acuan Operasional Penyusunan KTSP SMK
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia
2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
5. Tuntutan dunia kerja
6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
7. Agama
8. Dinamika perkembangan global
commit to user 10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. Kesetaraan jender
12. Karakteristik satuan pendidikan
d. Struktur Kurikulum SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri
Struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Kurikulum SMK berisi mata pelajaran wajib, mata pelajaran Kejuruan, Muatan Lokal, dan Pengembangan Diri. Mata pelajaran wajib terdiri atas Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olahraga, dan Keterampilan/Kejuruan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja.
Mata pelajaran Kejuruan terdiri atas beberapa mata pelajaran yang
bertujuan untuk menunjang pembentukan kompetensi kejuruan dan
pengembangan kemampuan menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan program keahlian yang diselenggarakan.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pembentukan karier peserta didik. Pengembangan diri bagi peserta didik SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.
commit to user
Struktur kurikulum SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun atau dapat diperpanjang hingga empat tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII atau kelas XIII. Struktur kurikulum SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Struktur kurikulum SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Struktur Kurikulum SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri
Komponen Durasi Waktu
(Jam) A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 192 2. Pendidikan Kewarganegaraan 192 3. Bahasa Indonesia 192 4. Bahasa Inggris 440 a) 5. Matematika 516 a)
6. Ilmu Pengetahuan Alam 6. 1 IPA 6. 2 Fisika 6. 3 Kimia 192 a) 276 a) 192 a)
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a)
8. Seni Budaya 128 a)
9. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 192
10. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 202
11. Kewirausahaan 192
12. Kejuruan
Dasar Kompetensi Kejuruan b) 140
Kompetensi Kejuruan b) 1044 c)
B. Muatan Lokal 192
commit to user Keterangan notasi
a)
Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama, di luar jumlah jam yang dicantumkan.
b)
Terdiri atas berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian.
c)
Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam.
d)
Ekuivalen 2 jam pembelajaran.
Implikasi dari struktur kurikulum di atas dijelaskan sebagai berikut :
1) Di dalam penyusunan kurikulum SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri
mata pelajaran dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok normatif, adaptif, dan produktif. Kelompok normatif adalah mata pelajaran yang dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya. Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi, dan Kewirausahaan. Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan. Kelompok adaptif dan produktif adalah mata pelajaran yang alokasi waktunya disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian, dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain.
2) Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi
Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja di dunia kerja.
3) Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir penyelesaian satu standar kompetensi atau beberapa penyelesaian kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran.
4) Pendidikan SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri diselenggarakan dalam bentuk pendidikan sistem ganda.
5) Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 40 menit.
6) Beban belajar SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri meliputi kegiatan
pembelajaran tatap muka, praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri.
7) Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK At Taqwa
Muhammadiyah Miri adalah 38 minggu dalam satu tahun pelajaran. Lama penyelenggaraan pendidikan SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri tiga tahun.
Penghitungan jam terstruktur untuk kompetensi produktif dilakukan melalui langkah-langkah berikut :
1) Penentuan alokasi waktu mata pelajaran didasarkan hasil analisis kebutuhan waktu pada silabus yang terdiri atas jam tatap muka (TM) / teori, praktik di sekolah (PS) dan praktik industri (PI).
2) Mengkonversi estimasi jam dengan perbandingan TM : PS : PI adalah 1:2:4.
3) Menghitung jumlah total jam terstruktur
Contoh dalam satu Kompetensi Dasar membutuhkan jam belajar sebagai berikut :
a) tatap muka (TM) = 6 jam b) praktik di sekolah (PS) = 8 jam c) praktik di industri (PS) = 20 jam Maka :
a) Jumlah jam terstruktur : 15 jam
4 20 2 8 1 6 = + +
b) Jumlah jam belajar di sekolah : 6 + 8 = 14 jam
c) Jumlah jam di industri (dalam bentuk prakerin) adalah 20 jam d) Total jam belajar di sekolah dan industri (jam terjadwal) adalah :
commit to user
Beban belajar adalah rumusan satuan waktu yang dibutuhkan peserta didik dalam mengikuti kompetensi pembelajaran melalui sistem tatap muka (teori, praktik di sekolah dan praktik di industri), penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Penugasan terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik, didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian kompetensi pada kegiatan tatap muka, termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan dan percepatan. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian kompetensi yang waktu penyelesaiannya diatur oleh peserta didik.
1) Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk SMK 0% - 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. 2) Dua jam pembelajaran kegiatan praktik di sekolah atau empat jam
pembelajaran kegiatan praktik di luar sekolah, setara dengan satu jam pembelajaran tatap muka yang tercantum pada struktur kurikulum.
Muatan lokal merupakan mata pelajaran yang kompetensinya tidak dapat diwadahi pada mata pelajaran yang telah ada, karena itu setiap satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator. Satuan pendidikan dan komite sekolah mempunyai tugas dan wewenang penuh mengembangkan mata pelajaran muatan lokal. Pengembangan muatan lokal meliputi latar belakang, tujuan, ruang lingkup, SK, KD dan arah pengembangan mata pelajaran dilaksanakan melalui kegiatan :
1) Menganalisis informasi tentang potensi daerah.
2) Mengembangkan SK dan KD muatan lokal. Pengembangan SK dan KD
muatan lokal sama seperti pada SKK Kompetensi Keahlian, diawali dengan mengidentifikasi bidang, lingkup dan tugas-tugas pekerjaan.
3) Menetapkan nama mata pelajaran muatan lokal dan menentukan prioritas
commit to user
4) Mengembangkan silabus mata pelajaran muatan lokal.
Ruang Lingkup muatan lokal terdiri atas :
1) Lingkup keadaan dan kebutuhan daerah
2) Lingkup Isi atau Jenis Muatan Lokal, dapat berupa bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah dan selaras dengan kompetensi
keahliannya. Secara skematis langkah-langkah pengembangannya
digambarkan dalam diagram alur berikut :
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik dan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan lainnya yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran dan penilaian kegiatan dilakukan secara kualitatif. Pengembangan diri pada SMK terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karir.
Mengidentifikasi potensi dan kebijakan daerah
Menganalisis pilihan muatan lokal yang mungkin dikembangkan sesuai dengan
kompetensi keahlian
Mengembangkan SK-KD dan indikator mata pelajaran muatan lokal
Menyusun silabus mata pelajaran muatan lokal
commit to user
1) Pengembangan Kreativitas
Pengembangan kreativitas dapat dilakukan melalui kegiatan
ekstrakurikuler antara lain pramuka, paskibra, PMR, karya ilmiah siswa, pameran hasil karya siswa, lomba karya ilmiah siswa (LKS), dan pentas seni.
2) Pengembangan karir.
Pengembangan karir dapat dilakukan antara lain melalui pemberian informasi lapangan kerja, bimbingan tata cara mancari pekerjaan, bimbingan profesi, pengenalan serta pengembangan kepribadian.
Standar Kompetensi Program Produktif ditetapkan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang berlaku di dunia kerja. Direktorat Pembinaan SMK telah menyiapkan Standar Kompetensi dimaksud dalam bentuk SK dan KD. Mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) dan Kompetensi Kejuruan (KK) yang dimuat dalam Spektrum Keahlian disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan Teknik Otomotif
SMK At Taqwa Muhammadiyah Miri Dasar Kompetensi Kejuruan
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Memahami dasar-dasar mesin 1.1 Menjelaskan dasar ilmu statika dan tegangan
1.2 Menerangkan komponen/elemen mesin
1.3 Menerangkan material dan kemampuan
proses.
2. Memahami proses-proses dasar
pembentukan logam
2.1 Menjelaskan proses pengecoran
2.2 Menjelaskan proses pembentukan
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 3. Menjelaskan proses-proses
mesin konversi energi
3.1 Menjelaskan konsep motor bakar
3.2 Menjelaskan konsep motor listrik 3.3 Menjelaskan konsep generator listrik
3.4 Menjelaskan konsep pompa fluida
3.5 Menjelaskan konsep kompresor
3.6 Menjelaskan konsep refrigerasi
4. Menginterpretasikan gambar
teknik
4.1 Menjelaskan standar menggambar teknik
4.2 Menggambar perspektif, proyeksi, pandangan
dan potongan
4.3 Menjelaskan simbol-simbol kelistrikan
4.4 Membaca wiring diagram
4.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan
rangkaian.
5. Menggunakan peralatan dan
perlengkapan di tempat kerja
5.1 Merawat peralatan dan perlengkapan
perbaikan di tempat kerja.
5.2 Menggunakan peralatan dan perlengkapan
perbaikan
5.3 Menggunakan fastener.
6. Menggunakan alat-alat ukur
(measuring tools)
6.1 Mengidentifikasi alat-alat ukur
6.2 Menggunakan alat-alat ukur mekanik
6.3 Menggunakan alat-alat ukur pneumatik
6.4 Menggunakan alat-alat ukur
elektrik/elektronik
commit to user
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
7. Menerapkan prosedur
keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja
7.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan
kerja (K3)
7.2 Melaksanakan prosedur K3
7.3 Mengidentifikasi aspek-aspek keamanan
kerja
7.4 Mengontrol kontaminasi
7.5 Mendemonstrasikan pemadaman kebakaran
7.6 Melakukan pengangkatan benda kerja secara
manual.
7.7 Menerapkan pekerjaan sesuai dengan SOP.
8. Menjelaskan konsep dasar-dasar
listrik dan elektronika
Memahami konsep dasar: elektron, konduktor, arus, tegangan, tahanan. Memahami konsepdasar rangkaian: seri
paralel, gabungan dan pengukurannya. Memehami Resistor, transistor, kondensor
dioda rectifier, relay, Light Dependent Resistor
Memahami kemagnetan dan induksi Memahami konsep motor listrik Memahami Generator listrik
9. Memahami konsep dasar chasis
dan pemindah tenaga
Memahami pemindahan tenaga (power train) Memahami sistem: rangka, kemudi, rem,
Kompetensi Kejuruan
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara
1.1 Mengidentifikasi sistem hidraulik
1.2 Memasang sistem hidraulik
1.3 Menguji sistem hidraulik 1.4 Memeliharan sistem hidraulik
1.5 Memelihara kompresor udara dan
komponen-komponennya
1.6 Memperbaiki kompresor udara dan
komponen-komponennya.
2. Melaksanakan prosedur
pengelasan, pematrian,
pemotongan dengan panas dan pemanasan
2.1 Melaksanakan prosedur pengelasan
2.2 Melaksanakan prosedur pematrian
2.3 Melaksanakan prosedur pemotongan dengan
panas
2.4 Melaksanakan prosedur pemanasan.
3. Mlakukan overhaul sistem
pendingin dan komponen– komponennya
3.1 Memelihara/servis sistem pendingin dan
komponennya
3.2 Memperbaiki sistem pendingin dan
komponennya
3.3 Melakukan overhaul sistem pendingin dan
komponennya.
4. Memelihara/servis sistem bahan
bakar bensin
4.1 Memelihara komponen sistem bahan bakar
bensin
4.2 Memperbaiki komponen sistem bahan bakar
bensin.
5. Memperbaiki sistem injeksi
bahan bakar diesel
5.1 Memelihara/servis sistem dan komponen
injeksi bahan bakar diesel
5.2 Memperbaiki komponen injeksi bahan
bakar diesel
commit to user
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
6. Memeliharaan/servis engine dan komponen-komponen-nya
6.1 Mengidentifikasi komponen-komponen
Utama engine
6.2 Mengidentifikasi komponen-komponen
engine
6.3 Memelihara/servis engine dan komponen-
komponennya (engine tune up)
6.4 Melaksanaan pemeliharaan/servis
komponen
6.5 Menggunakan pelumas/cairan pembersih.
7. Memperbaiki unit kopling dan
komponen-komponen sistem pengoperasian
7.1 Memelihara/servis unit kopling dan
komponen-komponen sistem pengoperasian
7.2 Memperbaiki sistem kopling dan
komponennya
7.3 Mengoverhaul sistem kopling dan
komponennya.
8. Memelihara transmisi 8.1 Mengidentifikasi transmisi manual dan
komponen-komponennya
8.2 Mengidentifikasi transmisi otomatis dan
komponen-komponennya
8.3 Memelihara transmisi manual dan
komponen-komponennya
8.4 Memelihara transmisi otomatis dan
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 9. Memelihara unit final
drive/gardan
9.1 Mengidentifikasi unit final drive; penggerak roda depan, belakang dan Four Wheel drive 9.2 Memelihara unit final drive penggerak roda
depan
9.3 Memelihara unit final drive penggerak roda belakang
9.4 Memelihara unit final drive penggerak empat roda.
10. Memperbaiki poros penggerak
roda
10.1 Memelihara/servis poros penggerak
roda/drive shaft dan komponen- komponennya
10.2 Memperbaiki poros penggerak roda/drive
shaft dan komponen-komponennya.
11. Memperbaiki roda dan ban 11.1 Mengidentifikasi konstrusksi roda dan ban
serta sistem pemasangan
11.2 Memeriksa roda
11.3 Memasang ulang roda
11.4 Memeriksa ban
11.5 Memasang ulang ban
11.6 Membalans roda dan ban.
12. Memperbaiki sistem rem 12.1 Memelihara sistem rem dan komponennya
12.2 Memperbaiki sistem rem dan
komponennya
commit to user
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
13. Memperbaiki sistem kemudi 13.1 Mengidentifikasi berbagai jenis sistem
kemudi
13.2 Memeriksa kondisi sistem/komponen
kemudi
13.3 Memperbaiki berbagai jenis sistem kemudi.
14. Memperbaiki sistem suspensi 14.1 Memeriksa sistem suspensi dan
komponen-komponenya
14.2 Merawat sistem suspensi dan komponen-
komponennya
14.3 Memperbaiki sistem suspensi dan
komponen-komponennya.
15. Memelihara baterai 15.1 Menguji baterai
15.2 Memperbaiki baterai
15.3 Merawat baterai
15.4 Menjumper baterai.
16. Memperbaiki kerusakan ringan
pada rangkaian/ sistem kelistrikan, pengaman dan kelengkapan tambahan
16.1 Mengidentifikasi kesalahan
sistem/komponen kelistrikan dan pengaman
16.2 Memasang sistem pengaman kelistrikan
16.3 Memperbaiki sistem pengaman kelistrikan
dan komponennya
16.4 Memasang sistem penerangan dan wiring
kelistrikan
16.5 Menguji sistem kelistrikan dan penerangan
16.6 Memperbaiki wiring kelistrikan dan
penerangan
16.7 Memasang perlengkapan kelistrikan
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
17. Memperbaiki sistem
pengapian
17.1 Mengidentifikasi sistem pengapian dan komponennya
17.2 Memperbaiki sistem pengapian dan
komponennya.
18. Memperbaiki sistim starter
dan pengisian
18.1 Mengidentifikasi sistem starter
18.2 Mengidentifikasi sistem pengisian
18.3 Memperbaiki sistem starter dan
komponen-komponennya
18.4 Memperbaiki sistem pengisian dan
komponen-komponennya.
19. Memelihara/servis sistem AC
(Air Conditioner)
19.1 Mengidentifikasi sistem AC dan
komponennya
19.2 Melakukan servis sistem AC dan
komponennya.
KKM program produktif mengacu kepada standar minimal penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator pada KD program produktif pada dasarnya adalah lulus/tidak lulus atau kompeten/tidak kompeten. Peserta didik yang mencapai kompetensi minimal diberi skor 70 atau 7,0. Penentuan nilai ketuntasan belajar program produktif dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1) Menentukan proporsi pembobotan untuk pengetahuan, keterampilan dan
sikap sesuai dengan indikator/ kompetensi dasar/standar kompetensi mengarah pada kebutuhan ranah taksonomi.
2) Menentukan batas kompeten untuk pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Batas kompeten adalah cerminan penguasaan indikator yang
commit to user
minimal. Peserta didik dinyatakan kompeten jika memenuhi persyaratan minimal berikut :
a) Pengetahuan sesuai dengan kisi-kisi soal teori.
b) Keterampilan dan sikap sesuai dengan indikator yang dijabarkan menjadi aspek penilaian pada lembar observasi
3) Menghitung perolehan nilai untuk setiap ranah dan menggabungkannya sesuai dengan bobot yang telah ditentukan.
Peserta didik yang telah mencapai standar minimal sesuai dengan indikator dinyatakan kompeten dan memperoleh nilai konversi 7,0. Gradasi nilai hanya diberikan kepada peserta didik yang telah dinyatakan kompeten, yang berarti nilai 7,0 telah dimiliki peserta didik. Jika peserta didik memiliki performansi/unjuk kerja melebihi standar minimal yang ditetapkan dalam aspek penilaian seperti lebih cepat, lebih presisi, lebih indah, lebih kreatif, lebih bersih, dan lebih teliti, maka peserta didik dapat memperoleh nilai lebih dari 7,0.
B. Proses Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran