• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berawal dari Peraturan Daerah (Perda) kota Serdang Bedagai mengenai tidak dibenarkannya bagi pedagang kaki lima untuk berjualan di bahu jalan atau trotoar pertokoan, sejalan dengan hal tersebut maka dibuat suatu rencana untuk mendirikan pasar swasta tepatnya pada tanggal 8 Februari 1999.

Dengan rencana tersebut akhirnya pada tanggal 11 Februari 1999. pasar tersebut pun berdiri. Pasar ini resmi terbentuk menjadi suatu pasar yang bernama Pasar Raya Kodok dengan status kepemilikan individu. Pasar ini terletak di Dusun XIII Desa Firdaus Sei Rempah.

Keberadaan pasar tersebut sangat memberi keuntungan bagi para pedagang di karenakan adanya penyedian tempat bagi mereka untuk melakukan aktivitas usaha mereka. Dilain hal selain membantu dalam keberadaan tempat pada waktu itu para pedagang di pasar tersebut juga sangat berharap terhadap adanya suatu badan usaha yang mendukung kemajuan aktivitas mereka, maka beberapa waktu kemudian didirikanlah suatu badan usaha yaitu berupa koperasi.

Koperasi ini didirikan oleh Fahdriansyah Siregar yang selaku ketua dari koperasi tersebut. Koperasi ini dinamakan Koperasi Simpan Pinjam Sadar disahkan oleh pemerintah daerah pada tanggal 10 September 2004 dengan nomor badan hukum : 5 / BH / Nakerkop / IX / 2004. Keanggotaan dari koperasi ini yaitu pedagang yang berusaha atau berkedudukan di di Dusun XIII Desa Firdaus Sei Rempah.

Untuk memajukan keberadaan koperasi tersebut maka melalui pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah kota Serdang Bedagai, koperasi bersatu ini mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan baik dari kantor Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM daerah kota Serdang Bedagai maupun Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hasil perkembangan dari pelatihan-pelatihan tersebut dimana koperasi ini dinilai sebagai koperasi yang cukup sehat untuk terus dikembangkan

4.1.2 Fungsi Koperasi

Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi adalah salah satu bidang yang ada dalam susunan organisasi Koperasi. Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi yang berperan aktif dalam memperhatikan dan mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM). Acuan Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM terdapat pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi, mengklasifikasikan kriteria pelaku UKM berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah ke dalam tiga kategori yaitu

1. Usaha mikro yaitu usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro.Kriteria dari pada usaha mikro yaitu :

a. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

b. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.300 juta.

2. Usaha Kecil yaitu usaha Ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki,dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil.

Kriteria dari pada usaha kecil yaitu :

a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50 juta sampai dengan paling banyak Rp.500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.300 juta sampai dengan paling banyak Rp.2,5 milyarRp.5M.

3. Usaha Menengah yaitu usaha Ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anakperusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai ataumenjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usahakecil dan usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasilpenjualan tahunan. Kriteria dari pada usaha menengah yaitu :

a. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 500 juta sampai dengan paling banyak Rp.10 milyar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

b. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp.2,5 milyar sampai dengan paling banyak 50 milyar. Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran yaitu:

1) Meningkatkan akses terhadap sumber pembiayaan bagi pelaku UKM dalam hal bantuan dana dan permodalan

2) Memberikan kemudahan fasilitas perizinan (SIUP, NPWP, dan tempat (usaha) kepada para pelaku UKM

3) Melaksanakan bimbingan, konsultasi, advokasi dan fasilitas kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi.

4) Pembinaan dan Pengembangan kemitraan dengan distributor dan pabrikan.

5) Mendorong terwujudnya iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan

6) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi.

7) Melakukan seleksi terhadap Koperasi .

8) Memfasilitasi pelaksanaan diklat di daerah-daerah.

9) Menyediakan lokasi untuk sentral kulakan.

Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai fungsi:

a. Menyusun dan menyempurnakan pelaksanaan kewenangan daerah dan pelaksanaan tugas-tugas serta rencana jangka menengah dan tahunan di bidang koperasi dan usaha kecil menengah.

b. Melaksanakan sosialisasi, pembinaan, pemberdayaan dan pengendalian dalam bidang koperasi dan usaha kecil menengah sesuai ketentuan yang ditetapkan

c. Melaksanakan pembinaan di bidang koperasi dan usaha kecil menengah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya

e. Memberi masukan yang perlu kepada atasan sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya

f. Pelaporan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada atasan sesuai standar yang ditetapkan.

4.1.3 Struktur Organisasi

Organisasi timbul atas kenyataan bahwa manusia secara individu tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya seorang diri. Manusia sadar bahwa melalui kerjasama atau koordinasi dengan yang lain, mereka akan lebih berhasil mencapai tujuan daripada mereka melakukannya sendiri-sendiri. Jadi organisasi adalah suatu wadah atau badan dimana terdapat kegiatan sekelompok orang yang bekerja sama dalam usaha mencapai suatu tujuan. Setiap organisasi harus memiliki struktur, karena struktur organisasi merupakan gambaran dari susunan fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi dan yang menunjukkan formasi jabatan/orang yang menjalankan roda organisasi. Selain itu dengan ada stuktur organisasi ini kerja sama yang baik dapat tercipta sehingga organisasi tersebut dapat mewujudkan tujuan yang hendak dicapainya.

Secara umum pengertian struktur organisasi adalah merupakan suatu susunan pekerjaan dari masing-masing pekerjaan yang terdapat dalam suatu perusahaan, mulai dari tingkat yang paling atas hingga paling bawah, yang tersusun sedemikian rupa dalam suatu perusahaan. Menurut Pardede (1992), struktur organisasi adalah yang menggambarkan pembagian kerja, hubungan wewenang antara orang-orang atau bagian-bagian organisasi. Struktur organisasi dibentuk untuk menciptakan efisiensi kerja dan dengan adanya struktur organisasi

maka seorang karyawan tersebut mengetahui posisinya dalam perusahaan tersebut.

Demikian juga dengan Koperasi Simpan Pinjam Sadar mempunyai struktur organisasi yang dapat dilihat pada bagan dibawah:

R

Gambar 4.1

Gambar 4.1

Struktur Organisasi Koperasi Simpan Pinjam Sadar RAPAT ANGGOTA

Dokumen terkait