• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Per Siklus

Pada sub bab peneliti membahas tentang kegiatan pelaksanaan siklus I dan II yang diuraikan sebagai berikut:

1. Siklus Pertama

Siklus I terdiri dari dua kali pertemuan. Alokasi setiap pertemuan selama 1 x 35 menit. Pertemuan petama dilaksanakan pada hari Senin, 15 Februari 2018 yang dimulai pada pukul 07.15-07.50 Wib dan dilanjutkan petemuan kedua dilaksanakan pada pukul 07.55-08.50 Wib.

a. Perencanaan

Berdasarkan rumusan hipotesis yang telah dibuat, peneliti menyiapkan: Silabus, RPP, LKS, soal evaluasi siklus I, dan media yang digunakan dalam penelitian. Peneliti juga menyiapkan lembar observasi, mencakup langkah-langkah sebagai berikut :

1) Mendiskusikan dengan guru kelas tentang pembelajaran yang akan diajarkan.

2) Menyusun kegiatan yang akan dilaksanakan didalam kegiatan yang akan dilaksanakan

3) Menyiapkan alat pelajaran yang akan dipergunakan. b. Pelaksanaan

1) Kegiatan Awal

Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung peneliti sudah menyiapkan lembar kerja siswa dan pertanyaan sebagai apersepsi.

2) Kegiatan Inti

Peneliti / guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri atas 4 dan ada yang 5 siswa. Siswa diberi lembar kerja untuk membuktikan atau mengamati dan berdiskusi tantang sifat benda. Dengan menggunakan Model Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Siswa bersama guru mengambil kesimpulan.

3) Kegiatan Akhir

Peneliti membacakan kembali kesimpulan yang telah dibuat bersama-sama. Kemudian siswa mengerjakan tes formatif. Pada akhir kegiatan peneliti memberi saran dan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya.

4) Observer

Peneliti meminta kepada guru kelas untuk melakukan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan proses pembelajaan. Dengan bantuan guru, peneliti lebih mudah

94

dalammengetahui kendala maupun kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Guru menyampaikan pendapat tentang penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), yang diterapkan peneliti. Menurut pendapat guru kelas IV, Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) sudah cukup berhasil meningkatkan keaktifan siswa, namun masih ada siswa yang diam saja saat diminta bekeja dalam kelompok. Siswa juga masih ada yang ramai dan bercanda dengan temannya. Peneliti juga masih telihat kurang tegas dalam mengendalikan kondisi siswa yang membuat keramaian.

Guru kelas juga menyampaikan kebehasilan yang sudah dicapai. Peneliti sudah terlihat santai dan saat mengajar, media yang digunakan juga menarik dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran telihat tidak monoton dan beberapa siswa sudah terlihat aktif dalam pembelajaran.

5) Refleksi

Pelaksanaan penelitian siklus I petemuan 1 maupun petemuan 2 masih terdapat kekurangan. Berdasarakn pendapat yang disampaikan guru kelas dan berdasarkan hasil observasi, masih ada 7 siswa yang tidak aktif hanya diam saja saat pembelajaran. Disamping itu ada juga beberapa siswa yang ramai PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

bercanda dengan temannya. Peneliti juga masih kurang tegas dalam mengendalikan kondisi siswa yang membuat keramaian.

Berdasarkan refleksi data ternyata pelaksanaan pembelajaran pada siklus pertama belum berhasil karena dari hasil analisis data diketahui, tingkat ketuntasan klasikal siswa baru mencapai 54,5% yaitu hanya 12 siswa dan jumlah siswa keseluruhan 22 siswa.

Tabel. 4.3 Nilai Ulangan Harian Siklus I

No Nama Nilai Keterangan

Tuntas Tidak Tuntas

1 AH 80  2 AA 60  3 AH 50  4 AAS 40  5 ADA 80  6 AN 60  7 CSA 60  8 DDK 70  9 DRH 40  10 DPFP 50  11 EA 60  12 FNN 50  13 RWB 50  14 RRA 40  15 RADP 70  16 SSP 30  17 SDK 40  18 TE 70  19 VL 50  20 VRS 80  21 WNW 90  22 YP 80  Nilai Rata-rata 59 Nilai Tertinggi 90 Nilai Terendah 30 Presentase 54,5% 45,5%

96

Berdasarkan persentase ketuntasan belajar siklus I setelah dilakukan tindakan tersebut dapat digambarkan dalam histogram berikut :

Gambar. 4.1. Diagram Balok Nilai Ulangan Siklus I Tabel. 4.4 Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus I

No Indikator Keaktifan Skor

1 Mencatat, memperhatikan, mendengarkan penjelasan materi dari guru

59,09

2 Bekerjasama dalam kelompok 95,4 3 Bertanya kepada guru atau teman

apabila belum memeahami materi

72,7 4 Mencari informasi dari berbagai

sumber belajar untuk memcahkan masalah

13,6

5 Menerapkan langkah-langkah cara kerja atau intruksi dari guru

50 6 Melatih diri memecahkan soal atau

mengerjakan soal di LKS

50 7 Mampu mengkomunikasikan hasil

disekusi

9,09

Skor Rata-rata Keaktifan 49,98

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Ketuntasan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Setelah melakukan diskusi antara peneliti dan guru kelas yang terkait dengan hasil tes formatif maka perlu dilanjutkan pada siklus kedua.

2. Siklus Kedua

Siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Alokasi setiap pertemuan selama 1 x 35 menit. Pertemuan petama dilaksanakan pada hari Senin, 22 Januari 2018 yang dimulai pada pukul 07.15-07.50 Wib dan dilanjutkan petemuan kedua dilaksanakan pada pukul 07.55-08.50 Wib.

a. Perencanaan

Pada siklus kedua ini, sebelum melakukan perbaikan pembelajaran, peneliti melakukan upaya persiapan yakni merevisi RPP dengan skenario kegiatannya untuk menyesuaikan dengan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus ini. Upaya perbaikan ini adalah dengan menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan media meja, papan tulis, bola, kayu, es, air, minyak, bensil.

b. Pelaksanaan

Peneliti melaksanakan petemuan sebanyak dua kali dengan menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Sebelum memulai pelajaran peneliti membagi siswa ke dalam kelompok, sesuai dengan ciri Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yaitu bekerjasama dalam kelompok. Pelaksanaan penelitian siklus II diuraikan sebagai berikut:

98

1) Kegiatan Awal

Seperti kegiatan-kegiatan pada siklus pertama, karena masih banyak siswa yang belum berhasil sesuai dengan syarat kriteria ketuntasan minimal, maka perlu mengadakan pelaksanaan pada siklus kedua yang tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pada siklus pertama.

Namun sebelum kegiatan belajar mengajar, maka peneliti mempersiapkan kembali lembar kerja yang isinya tentang sifat benda dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), dengan media alat peraga: meja, papan tulis, bola, kayu, es, air, minyak, bensin.

2) Kegiatan Inti

Peneliti / guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri atas 4 siswa dan ada yang 5 siswa. Siswa melakukan pengamatan pada media meja, papan tulis, bola, kayu, es, air, minyak, bensin kemudian mengerjakan lembar kerja siswa.

Tiap kelompok siswa melaporkan hasil pembuktiannya di depan teman-teman. Bersama peneliti/guru siswa mengambil kesimpulan.

3) Kegiatan Akhir

Pada bagian penutup guu dan siswa membuat ringkasan atau kesimpulan mengenai pembelajaan hai ini. Di akhir pembelajaran siswa menuliskan perasaan dan kesulitan yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dihadapi selama pembelajaran, lalu ditutup dengan doa dan guru memberikan apresiasi kepada siswa.

4) Observasi

Dalam melaksanakan observasi, peneliti meminta bantuan kepada guru kelas untuk melaksanakan observasi ketika peneliti melaksanakan proses pembelajaran. Melalui bantuan guru kelas, memudahkan peneliti dalam mengetahui keberhasilan maupun kendala yang ada pelaksanaan proses pembelajaran. Selain itu juga memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data keaktifan siswa pada siklus II.

Guru kelas memberikan pendapat kepada peneliti setelah pembelajaran selesai. Pendapat yang diberikan mencakup manajemen kelas dan penerapan Model Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Guru kelas berpendapat bahwa peneliti sudah melaksanakan pembelajaran dengan baik pada penelitian siklus II.

5) Refleksi

Permasalahan yang peneliti hadapi pada siklus I telah berhasil peneliti atasi dalam penelitian siklus II. Pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua peneliti melakukan manajemen kelas dengan sebaik-baiknya. Keterangan tersebut peneliti dapat berdasarkan pendapat yang disampaikan guru kelas setelah pelaksanaan siklus II berakhir. Dengan begitu dapat disimpulkan

100

bahwa peneliti telah berhasil dalam melaksanakan penelitian pada siklus II ini. Hasil dari siklus II hasil analisis data siklus kedua ternyata ada peningkatan ketuntasan. Dari jumlah keseluruhan 22 siswa ternyata yang tuntas belajar berjumlah 19 siswa (86,4%) yang pada siklus pertama hanya 12 siswa tuntas belajar. Sehingga keberhasilan pada siklus kedua dikatakan sudah mencapai kriteria yang ditetapkan dengan KKM 60. Hal ini berarti upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran materi sifat benda telah tercapai. Namun refleksi masih tetap dilakukan terutama untuk mengetahui berbagai kelemahan sebagai pertimbangan agar pelaksanaan perbaikan yang lain tidak akan muncul.

Tabel. 4.5 Nilai Ulangan Harian Siklus II

No Nama Nilai Keterangan

Tuntas Tidak Tuntas

1 AH 90  2 AA 80  3 AH 60  4 AAS 70  5 ADA 80  6 AN 80  7 CSA 70  8 DDK 70  9 DRH 50  10 DPFP 60  11 EA 70  12 FNN 50  13 RWB 60  14 RRA 60  15 RADP 80  16 SSP 50 

17 SDK 60  18 TE 80  19 VL 60  20 VRS 90  21 WNW 80  22 YP 80  Nilai Rata-rata 69,5 Nilai Tertinggi 90 Nilai Terendah 50 Persentase 86,4% 13,6%

Dari tabel 4.5 tersebut terlihat pada siklus II ketuntasan belajar siswa meningkat 86,4% dari jumlah 22 siswa .

Berdasarkan persentase ketuntasan belajar siklus II setelah dilakukan tindakan tersebut dapat digambarkan dalam histogram berikut :

Gambar. 4.2. Diagram Balok Nilai Ulangan Siklus II Tabel. 4.6 Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus II No Nama Siswa Skor Kuesioner Kategori

1 Agung Hendrawan 97 Sangat Aktif

2 Ahmad Alfian 80 Aktif

3 Aldi Hidayat 67 Cukup Aktif

4 Askia Azwa Safrina 85 Aktif

5 Atmalia Destia. A 85 Aktif

6 Ayuk Noviyanti 82 Aktif

7 Candra Saputra A 80 Aktif

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Ketuntas an

102

8 Damar Dwi. K 76 Aktif

9 Damar Riski H 95 Sangat Aktif

10 Diva Putri Firda P 79 Kurang Aktif

11 Eva Adita 80 Aktif

12 Fakhri Nabin N 82 Cukup Aktif

13 Radutya Wahyu B 80 Cukup Aktif

14 Rahel Runi. A 65 Cukup Aktif

15 Rizqy Aditya D.P 80 Aktif

16 Suli Sherina. P 95 Sangat Aktif

17 Syaiful Dwi. K 92 Sangat Aktif

18 Tegar Eriawan 70 Cukup Aktif

19 Viera Lismawarni 70 Cukup Aktif

20 Viky Riyan. S 65 Cukup Aktif

21 Widiastika Nur. W 93 Sangat Aktif

22 Yudhi Prastawa 85 Aktif

Jumlah 1783

38

Rata-rata 81 Aktif

Nilai Rata-rata 81

Jumlah siswa minimal cukup aktif

21

Persentase 95,45%

Dalam kegiatan perbaikan pembelajaran IPA di kelas IV siswa SD Negeri Srumbung 2 pada materi “Sifat Benda” melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) diperoleh nilai evaluasi tiap-tiap siklus seperti tampak pada tabel 4.6

Dokumen terkait