• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Deskripsi Per Siklus

Materi fiqih kelas IV MI Wonokerto pada semester II sesuai kurikulum yang berlaku adalah tentang puasa sunah yang meliputi : macam-macam puasa sunah, hari-hari yang disunahkan berpuasa, melaksanakan puasa sunah. Adapun kemampuan materi fiqih siswa kelas IV MI Wonokerto belum sesuai dalam ketuntasan yang diharapkan. Hal ini dikarenakan guru selama ini dalam menyampaikan materi fiqih di kelas IV hanya menggunakan metode ceramah tanpa divariasi dengan metode yang lain.

Setelah diadakan penelitian tindakan kelas melalui tiga siklus dengan menerapkan metode tanya jawab dapat dilihat hasil prestasi belajar fiqih kelas IV secara bertahap dari siklus I sampai siklus III. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu (1) untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran fiqih, (2) untuk meningkatkan prestasi belajar fiqih.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah metode tanya jawab.

Tabel IX

Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran

No Aspek yang diamati

Kemu respon neulan siklus Kemui respon I iculan siklus Kemunculan respon siklus III F % F % F % 1 a. Siswa mencatat materi 13 100 13 100 123 100 b. Siswa membaca materi 7 54 10 77 13 100 c. Siswa mendengarkan dan memperhatikan 4 31 9 69 13 100 2 Siswa memahami bahasa yang disampaikan guru 6 46 11 85 11 85 3 Siswa membuat gaduh pada saat pembelajaran 4 31 6 46 8 62 4 Siswa mengajukan pertanyaan 4 31 6 46 8 62 5 a. Siswa menjawab pertanyaan 4 31 9 69 11 85 b. Jawaban siswa logis 3 23 6 46 8 62 6 Pertanyaan siswa ditanggapi oleh guru ditanggapi oleh siswa lain tidak ditanggapi

3 23 6 46 8 62

7abel X

Rekapitulasi Hasil Belajar

No Nama Hasil Nilai 'les

Siklus 1 Siklus 11 Siklus III 1 Muhammad Sidik 50 50 60 2 Welly Saputra 30 50 60 3 Tsania Arofatul Azisqie 60 70 70

4 Nur Wafiroh 20 40 50

5 Faizah 10 30 50

6 Agung Pri Hadiyanto 70 80 90

7 Lutfiyanti 60 70 80

8 Ngindana Zulfa Soraya B. 70 80 90 9 M. Davit Dwiyanto 50 60 60 10 Muhammad Najib 80 90 100 11 Nauval Assagaf Al Alawi 50 60 70 12 Taufiqurrohman 60 70 80 13 Noor Faizin 90 100 100

Jumlah Nilai 700 850 960 Rata-rata 53,87 65,38 73,84

KKM Fiqih 60 60 60

Jumlah siswa yang tuntas belajar

7 9 11

Hasil penelitian didapat dari tindakan berupa hasil observasi keaktifan siswa dan hasil tes yang diberikan pada siklus I. Berdasarkan tabel III mengenai observasi keaktifan siswa pada siklus I dapat diketahui bahwa kesungguhan mengikuti pelajaran dalam mencatat materi 100 %, membaca materi 54 %, memperhatikan dan mendengarkan 31%, memahami bahasa yang disampaikan guru 46 %, membuat gaduh 38 %, mengajukan pertanyaan 31 %, menjawab pertanyaan 31 %, jawaban logis 23 %, pertanyaan yang ditanggapi 23 %.

Sedangkan hasil belajar yang dicapai 13 siswa adalah 3 siswa masuk kategori sangat kurang, 3 siswa kategori kurang, 3 siswa dalam kategori cukup, 2 siswa kategori baik dan 2 siswa dalam kategori sangat baik.

Siswa yang tidak mampu mengerjakan soal tes sebanyak 6 siswa. Pada saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan siswa masih pasif dan belum memberikan respon. Ada siswa yang kurang memperhatikan penjelasan dari guru. Mereka yang mendapatkan nilai kurang masih banyak. Kebanyakan siswa masih merasa malas serta kurang memperhatikan sehingga pemahaman terhadap materi kurang.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memahami mata pelajaran Fiqih hanya sebesar 52.84 % lebih kecil dari presentasi. Ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 80 %. Hal ini disebabkan

karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan guru dengan menetapkan metode belajar aktif.

2. Deskripsi Hasil Siklus II

Penelitian pada siklus II didapatkan dari hasil observasi keaktifan siswa dan tes seperti halnya yang telah dilakukan pada siklus I, karena hasil yang diperoleh belum sesuai dengan yang diharapkan. Peneliti mengadakan pengamatan terhadap keaktifan siswa dan hasil belajar siswa dengan memberikan penilaian terhadap soal-soal latihan siswa yang lelah dikerjakan sebagai analisis hasil belajar pada siklus II.

Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus II terdapat peningkatan yang cukup baik dalam keaktifan dan prestasi yang dicapai siswa. Keaktifan siswa mencatat materi 100 %, membaca materi 77 %, mendengarkan dan memperhatikan 69 %, memahami bahasa yang disampaikan guru 85 %, membuat gaduh 23 %, mengajukan pertanyaan 46 %, menjawab pertanyaan 69 %, jawaban logis 46 %, pertanyaan yang ditanggapi 46 %.

Sedangkan prestasi belajar yang diperoleh pada siklus II menunjukkan peningkatan yaitu 4 siswa mendapat nilai sangat baik. 3 siswa nilai baik, 2 siswa nilai cukup, 2 siswa nilai kurang dan 2 siswa nilainya sangat kurang.

ada peningkatan menuju perbaikan, ketuntasan belajar mencapai 69,23 %, atau ada 9 siswa yang tuntas belajar.

Hasil pengamatan saat terjadi proses belajar mengajar sebagian siswa mulai aktif dan memperhatikan penjelasan dari guru, hal ini disebabkan penerapan metode tanya jawab yang dilaksanakan guru mulai menarik perhatian peserta didik dalam belajar. Siswa lebih termotivasi pada apa yang dimaksudkan guru dengan menerapkan model belajar aktif.

3. Deskripsi Siklus III

Pada siklus III hasil penelitian sudah sesuai yang diharapkan oleh guru dan sudah ada perbaikan. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari hasil tes dan pengamatan selama proses belajar mengajar berlangsung. Keaktifan siswa mencatat materi 100 %, membaca materi 100 %, mendengarkan dan memperhatikan 100 %, memahami bahasa guru 85 %, tidak ada yang membuat gaduh, mengajukan pertanyaan 62%, menjawab pertanyaan 85 %, jawaban logis 62 %, pertanyaan yang ditanggapi 62%.

Sedangkan prestasi belajar yang diperoleh pada siklus III menunjukkan peningkatan yaitu 7 siswa mendapat nilai sangat baik, 2 siswa nilai baik, 2 siswa nilai cukup dan 2 siswa yang mendapat nilai kurang. Ada 11 siswa yang tuntas belajar, hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus III ini ketuntasan klasikal telah tercapai. Adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan proses belajar mengajar aktif sehingga siswa terbiasa dengan

pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diajarkan. Siswa yang masih kurang berusaha untuk melaksanakan puasa sunah, mereka tidak mampu mengajukan soal tes karena kurang memperhatikan penjelasan guru. Hal ini disebabkan situasi dan. kondisi yaitu daya serapnya kurang (IQnya rendah). Namun dengan membiasakan melaksanakan puasa sunah, anak akan mengerti dan memahami manfaat puasa sunah.

Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus III dapat disimpulkan bahwa pembelajaran telah sesuai dengan yang diharapkan. Pada siklus III diperoleh jumlah rata-rata keaktifan siswa meningkat dari 41,89 % menjadi 82 %, dan prestasi belajar meningkat dari 53,84 % menjadi 84,61 %.

Dokumen terkait