BAB III : DESKRIPSI PERANCANGAN KAWASAN
DESKRIPSI PERANCANGAN SEKOLAH NATIONAL PLUS
7.1. Definisi dan Spesifikasi Judul Bangunan
Sekolah Nasional Plus adalah sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum Nasional Indonesia dan kurikulum lain misalnya kombinasi dengan kurikulum dari negara lain atau dari badan akreditasi tertentu.
Spesifikasi yang digunakan oleh ANPS (Association of National Plus
Schools) untuk menilai apakah sebuah sekolah bisa digolongkan sebagai sekolah
Nasional Plus adalah sebagai berikut:
a. Kebijakan dan Prosedur Sekolah yaitu visi dan misi sekolah serta struktur manajemen, kebijakan, proses dan prosedur di dalam sekolah tersebut.
b. Lingkungan dan Kebudayaan Indonesia yaitu pengetahuan serta penghargaan mengenai nilai & keragaman budaya serta lingkungan hidup di Indonesia. c. Bahasa Pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris dan Indonesia.
d. Pengembangan Profesional yaitu komitmen sekolah untuk mengembangkan karyawannya secara berkesinambungan.
e. Hasil Pembelajaran yaitu pengembangan dan penggunaan kurikulum nasional & internasional.
f. Program Pembelajaran dan Pengajaran yaitu program pendidikan, metode pengajaran serta cara penilaian siswa.
g. Sumber Daya dan Fasilitas Kecukupan sumber daya dan fasilitas untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan seperti rasio guru dan murid serta standar keamanan.
7.2. Tema Bangunan
7.2.1 Alasan Pemilihan Tema
Tema bangunan yang terdapat dalam suatu kawasan harus memiliki ciri yang sama. Mengingat Kawasan Terpadu Hamdan berada di pusat kota serta bentuk bangunan yang perlu disesuaikan dengan fungsi-fungsi bangunan dalam kawasan ini, maka tema bangunan yang cocok digunakan pada kawasan ini adalah arsitektur kontemporer.
Dengan estetika bangunan, orang-orang akan tertarik untuk datang ke kawasan ini, serta murid-murid yang bersekolah di Sekolah National Plus Hamdan akan lebih bersemangat untuk belajar di sekolah tersebut. Selain estetika bangunan, fungsi dan struktur di dalam bangunan juga perlu diperhatikan.
7.2.2 Pengertian Arsitektur Kontemporer
Beberapa pengertian Arsitektur Kontemporer adalah sebagai berikut:
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arsitektur adalah seni bangunan sedangkan kontemporer adalah masa kini, kekinian atau dewasa ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa Arsitektur Kontemporer adalah seni bangunan yang sedang berkembang sekarang atau masa kini.
Menurut Konemann dalam bukunya yang berjudul “World of Contemporary Architecture XX”, Arsitektur Kontemporer adalah suatu gaya arsitektur yang
arsitektur, berusaha menciptakan suatu kenyataan yang nyata-terpisah dari suatu komunitas yang tidak seragam.
Menurut Sumalyo dalam bukunya “Arsitektur Modern Akhir Abad XIX dan Abad XX”. Arsitektur Kontemporer adalah bentuk-bentuk aliran arsitektur yang tidak dapat dikelompokkan dalam suatu aliran arsitektur atau sebaliknya berbagai arsitektur tercakup di dalamnya.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan pengertian Arsitektur Kontemporer, yaitu:
“Arsitektur Kontemporer adalah aliran arsitektur yang lahir pada akhir abad XX dan memiliki kebebasan berekspresi dan berusaha untuk menampilkan suatu yang berbeda dari komunitas di sekitarnya yang merupakan sebuah aliran baru atau penggabungan dari beberapa aliran arsitektur.”
7.2.3 Interpretasi Arsitektur Kontemporer
Menurut Konemann, ciri-ciri Arsitektur Kontemporer, yaitu:
Ekspresi bangunan bersifat subjektif
Kontras dengan lingungan sekitar
Bentuk simple namun berkesan kuat
Menurut Laporan Mata Kuliah Seminar Arsitektur mengenai Arsitektur Kontemporer di Bali, ciri-ciri Arsitektur Kontemporer dibagi berdasarkan 3 faktor penentu, yaitu sebagai berikut:
Menggunakan bahan-bahan yang baru berkembang dan terkesan artificial (buatan atau hasil pabrikasi).
Faktor Warna
Dominasi satu warna
Menggunakan warna-warna monokromatik
Mencolok dari lingkungan sekitar
Faktor Bentuk
Bermain dengan bentuk geometris
Bentuk simple, tegas dan dinamis
Cenderung mencolok dari lingkungan sekitar
Personal dan ekspresi yang subjektif
Cenderung tidak menggunakan ornamen
Mengekspresikan teknologi
Teori elementer (ukuran kolom, balok, dinding, perbadingan panjaang dan lebar, dan lain-lain) tidak diperhitungkan lagi
Dari kedua rincian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa interpretasi tema Arsitektur Kontemporer yang akan digunakan pada bangunan sekolah, yaitu sebagai berikut:
Bentuk sederhana, tapi kuat dan dinamis
Menggunakan warna-warna monokromatik
Terlihat mencolok dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya
7.3.1 Studi Banding Fungsi Sejenis 1. SMP Negeri 1 Medan
SMP Negeri 1 Medan adalah salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia terletak di Jalan Bunga Asoka no 6, Medan. Sama dengan SMP pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMPN 1 Medan ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas VII sampai Kelas IX.
a. Jumlah Siswa
Jumlah Siswa Kelas VII adalah 398 orang Jumlah Siswa Kelas VII adalah 248 orang Jumlah Siswa Kelas VII adalah 216 orang Total Siswa di SMP Negeri 1 adalah 862 orang b. Jumlah Tenaga Pengajar dan Pegawai
Jumlah Tenaga Pengajar : 73 orang Jumlah Tenaga Tata Usaha : 6 orang Jumlah Tenaga Perpustakaan : 1 orang Jumlah Tenaga Laboran : 1 orang
c. Jumlah Beban Belajar
Kelas VII : 38 jam per minggu Kelas VIII : 38 jam per minggu Kelas IX : 38 jam per minggu d. Fasilitas
Laboratorium Komputer
Laboratorium Bahasa
Laboratorium IPA
Kantor Kepala Sekolah
Kantor Wakil Kepala Sekolah
Kantor Guru
Sanggar Pramuka Gugus Depan 17509 – 17510
Lapangan Sepak Bola
Lapangan Basket
Lapangan Voli
Kantin
Ruang UKS
Ruang Bimbingan Konseling
Ruang Seni Musik
Ruang Seni Lukis
Ruang Tari
Aula
Musholla
Koperasi
Taman Sanggar pramuka
Ruang Tata Usaha
Ruang Pengelolaan Sampah 3R
Lapangan Voli Lapangan Sepak Bola
Ruang Kelas Ruang 3R (Reduce, Reuse, Recyle)
Aula Perpustakaan
e. Kegiatan Pembiasaan Sekolah
Bintal Setiap Hari Jumat Lomba Kebersihan Kelas f. Kegiatan Ekstrakulikuler Sekolah
Pramuka Palang Merah Remaja Sepak Bola
Tari Menanam tumbuhan Paskibra Tanggapan:
1. SMP Negeri 1 Medan mempunyai lahan yang sangat luas sehingga dapat memiliki 3 lapangan olahraga. Sebaiknya ada lapangan yang digabung fungsinya sehingga dapat menampung fungsi lainnya ataupun memanfaatkan bangunan yang berada di dalam kawasan.
2. SMP Negeri 1 Medan mempunyai fasilitas yang lumayan lengkap.
3. Bentuk dan fasad bangunan termasuk monoton, seperti sekolah-sekolah pada umumnya.
SD-SMP Holy Faithful Obedient National Plus School adalah salah sekolah swasta yang ada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia terletak di Jalan Kamboja no 18, Depok. Sekolah ini menggunakan kurikulum Singapore dan KTSP, serta menyelenggarakan pendidikan yang professional, Kristiani, dan berwawasan global dalam iptek, seni, dan sains.
a. Jumlah Siswa
Jumlah Siswa SD adalah 397 orang Jumlah Siswa SMP adalah 58 orang b. Tenaga Pengajar
Tenaga Pengajar di sekolah ini merupakan sarjana (S1) c. Fasilitas
Laboratorium Komputer
Laboratorium Bahasa
Laboratorium IPA
Kantin yang steril
Toilet yang bersih
Perpustakaan
Ruang Seni
Ruang Kelas Full AC
Studio Musik
Lapangan Bermain
d. Aktivitas
Seni Paskibra Tanggapan:
1. Bentuk dan fasad bangunan termasuk monoton, seperti sekolah-sekolah pada umumnya.
2. Memanfaatkan fungsi bangunan yang ada di dalam kawasan sebagai penunjang fasilitas sekolah.
3. Bangunan SD dan SMP terdapat dalam satu gedung. 3. Binus International School Simprug
Kav. G-8, Jakarta.. Sekolah ini terdiri atas beberapa tingkat yaitu TK, SD, SMP, dan SMA. Bangunan sekolah terdiri atas 9 lantai dan 2 basement.
Fasilitas:
Lapangan basket indoor dan lapngan bulu tangkis
Playground Laboratorium Komputer Laboratorium IPA Studio Musik Pusat Drama Ruangan Full AC Loker Klinik Kesehatan Tempat Konselor
Konektivitas Wi-Fi yang dapat diakses pada segala area di sekolah
Ruang Tari Lapangan basket Ruang Seni
Tanggapan:
1. Penggunaan basement pada bangunan untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di sekolah.
2. Penyediaan fasilitas yang lengkap serta modern.
3. Desain pada fasad bangunan agak berbeda dengan desain sekolah pada umumnya.
7.3.2 Studi Banding Tema Sejenis 1. Habitat 67 di Montreal, Kanada
Habitat 67 terdiri 354 prefabrikasi konkrit identik yang disusun dalam berbagai kombinasi, dengan tinggi mencapai 12 lantai. Bangunan ini membentuk 146 tempat tinggal dari berbagai ukuran dan konfigurasi, masing-masing terbentuk dari satu sampai delapan unit beton terkait. Kompleks awalnya berisi 158 apartemen, tetapi beberapa apartemen telah digabung untuk membentuk unit yang lebih besar. Setiap unit terhubung ke setidaknya satu teras pribadi, yang dengan ukuran antara 20 sampai 90 m2. Project yang impresif ini memiliki tema kekokohan/kekekaran dan memiliki konsep bangunan masa depan pada interior, pilar lift, plaza, jalan pedestrian, dan teras gantung. Ukuran kamar tidur bervariasi dari 1 bedroom(luas: 56 m2) sampai dengan 4 bedroom (luas: 167,5 m2). Untuk keseluruhan terdapat 15 macam variasi tipe rumah, setiap residence memiliki
komplek hunian ini.
Pada bangunan ini juga terdapat 3 lift utama, sebagai transportasi vertical, lift ini berhenti pada setiap 4 lantai, untuk melayani akses ke jalan pedestrian, dan selanjutnya dari jalan tersebut terhubung ke hunian masing-masing.
Pada bulan Maret 2012, Habitat 67 memenangkan secara online polling Arsitektur Lego dan merupakan kandidat yang akan ditambahkan ke daftar bangunan terkenal yang menginspirasi khususnya replika Lego. Blok lego benar-benar digunakan dalam perencanaan awal untuk Habitat; menurut perusahaan Safdie ini, "model awal proyek yang dibangun menggunakan Lego dan iterasi berikutnya juga dibangun dengan Lego".
Habitat 67 menggunakan gaya arsitektur kontemporer, sehingga bangunan ini tidak terlihat monoton dan mempermainkan lekukan pada fasadnya. Ruangan-ruangan disusun secara acak seperti dalam Lego sehingga menciptakan sesuatu yang berbeda. Habitat 67 juga didesain dengan satu warna yang monokromatik dan menggunakan bentuk yang simple yaitu kubus yang juga melambangkan pengetahuan, kejujuran dan kesempurnaan moral.
Apartemen Harbour Isle dirancang oleh arsitek Denmark Lundgaard & Tranberg. Bangunan apartemen ini memiliki pemandangan laut yang indah dan merupakan bagian dari daerah Havneholmen baru Kopenhagen, yang dikenal sebagai bekas kawasan industri yang telah berubah menjadi daerah pemukiman dan bisnis.
Proyek bangunan apartemen ini terdiri dari 236 apartemen di dua blok yang berbentuk U dengan halaman dalam yang terbuka ke pelabuhan. Fasad bangunannya yang di desain persegi dan dengan bentuk-bentuk susunan yang tidak beraturan menbuat mata tergelitik untuk melihatnya, ditambah dengan warnanya yang keseluruhan putih dengan partisi kaca yang tipis membuat bangunan tampak elegan.
Arsitek Lundgaard & Tranberg telah mencampurkan fasad dan atap dalam kerangka rencana perkotaan yang didirikan, menciptakan interaksi komposisi atap miring dan rendah serta roof garden. Ada berbagai macam unit perumahan dalam kompleks yang terdiri dari Gate House, Townhouse, Garden House, Canal House dan Menara apartemen yang terlihat di fasad, balkon dan teluk.
Apartemen Harbour Isle menggunakan tema arsitektur kontemporer pada desain bangunannya. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan material kaca, warna bangunan yang berwarna putih serta penggunaan bentuk bangunan yang sederhana
Gambar 7.1: Data bangunan sekitar
7.5. Analisa
7.5.1 Analisa Sirkulasi
Sirkulasi menuju site dapat dilalui dari Jalan Multatuli maupun dari dalam Kawasan Terpadu Hamdan. Sirkulasi dari dalam kawasan dapat dicapai dengan kendaraan mobil, sepeda motor, maupun bus dalam kawasan. Sirkulasi menuju sekolah biasanya sering sekali mengalami kemacetan. Hal ini dikarenakan banyak
pada sekolah dan tidak tersedianya area drop off untuk menaikkan maupun menurunkan anak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya area drop off yang disediakan oleh sekolah serta penambahan parkir pada sekolah. Bila lahan sekolah kurang untuk memuat parkir yang banyak, sekolah dapat menyediakan basement sebagai tempat parkir.
Gambar 7.2: Masalah, potensi dan rekomendasi analisa sirkulasi
7.5.2 Analisa Kebisingan
Tingkat kebisingan sangat mempengaruhi proses pembelajaran di sekolah. Sekolah tentunya memerlukan ketenangan agar murid-murid dapat berkonsentrasi untuk belajar. Sekolah berbatasan dengan pasar, Jalan Multatuli, dan RTH yang tingkat kebisingannya tinggi. Akan tetapi, Jalan Multatuli tidak dilalui oleh angkutan umum sehingga Jalan Multatuli memiliki tingkat kebisingan yang tinggi pada saat-saat tertentu, begitu pula dengan RTH. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat ditanam vegetasi pohon di sekitar tapak yang ingkat kebisingannya tinggi untuk meredam suara bising ataupun menggunakan material dinding bangunan yang dapat meredam kebisingan atau menggunakan kisi-kisi pada bangunan.
Gambar 7.3: Masalah, potensi dan rekomendasi analisa kebisingan
7.6. Program Ruang
7.6.1 Analisa Kegiatan dan Pemakai Diagram Alur Kegiatan
a. Siswa
b. Guru
Diagram 7.2: Diagram alur kegiatan guru
c. Pegawai
Diagram 7.3: Diagram alur kegiatan pegawai
d. Orang Tua
a. Siswa
Diagram 7.5: Diagram alur pemakai siswa
b. Guru
c. Pegawai
Diagram 7.7: Diagram alur pemakai pegawai
d. Orang Tua
a. Jumlah Siswa
Berdasarkan data penduduk di kawasan ini, anak-anak yang tinggal di kawasan ini terdiri atas:
- SD 104 orang - SMP 132 orang
Dari jumlah tersebut, sekolah diasumsikan akan menampung 4 kali dari jumlah anak yang tinggal di kawasan tersebut.
SD: 4x104 orang = 416 orang dan dibagi menjadi 6 tingkat dengan jumlah siswa pada tiap kelas adalah 24 orang, maka:
SD Kelas 1 = 416/6 = 69 orang = 3 kelas
SD Kelas 2 = 416/6 = 69 orang = 3 kelas
SD Kelas 3 = 416/6 = 69 orang = 3 kelas
SD Kelas 4 = 416/6 = 69 orang = 3 kelas
SD Kelas 5 = 416/6 = 69 orang = 3 kelas
SD Kelas 6 = 416/6 = 69 orang = 3 kelas
SMP: 4x132 orang = 528 orang dan dibagi menjadi 3 tingkat dengan jumlah siswa pada tiap kelas adalah 28 orang, maka:
SMP Kelas 1 = 528/3 = 176 orang = 6 kelas
SMP Kelas 2 = 528/3 = 176 orang = 6 kelas
SMP Kelas 3 = 528/3 = 176 orang = 6 kelas b. Jumlah guru
Perbandingan jumlah guru dan jumlah murid adalah 1:12 sampai 1:24. Dengan perbandingan tersebut, maka jumlah guru SD adalah 20 orang, dan jumlah guru SMP adalah 40 orang, maka total jumlah guru di sekolah national plus ini adalah 60 orang
Jumlah pengguna dalam sekolah national plus ini adalah:
Pengguna Jumlah
Siswa SD 432
Siswa SMP 504
Pimpinan 2
Staf Laboratorium IPA 1
Staf Laboratorium Komputer 1
Staf Laboratorium Bahasa 1
Staf Tata Usaha 4
Staf Perpustakaan 2
Staf Bagian Konseling 1
Guru 60
Tabel 7.1: Tabel jumlah pengguna
7.6.3 Analisa Kebutuhan Parkir Kebutuhan Ruang untuk
Bus mini : 15 m2
Mobil : 12,5 m2
Sepeda Motor : 2 m2
Berdasarkan data jumlah pengguna:
Kepala dan Wakil Kepala Sekolah, Guru dan Staf (jumlah= 72 orang)
40% mobil: 29 buah (362,5 m2)
50% sepeda motor: 36 buah (72 m2)
10% menggunakan angkutan umum dan jalan kaki
Siswa (jumlah= 936 orang)
Dijemput dengan sepeda motor, disediakan parkir sepeda motor 55 buah (110 m2)
Bus disediakan 6 untuk sekolah (90 m2) Jumlah kebutuhan parkir: 834,5 m2
7.6.4 Analisa Kebutuhan Ruang
NAMA RUANG KAPASI TAS (Orang) STANDAR KEBUTU HAN RUANG JUMLAH RUANG TOTAL SUMBER SD Ruang Kelas (SD) 24 2 m2/murid 48 m2 18 864 m2 UU Perpustakaan SD - Luas 1 ruang kelas - 1 48 m2 UU Ruang Pimpinan 6 12 m2 12 m2 1 12 m2 UU
Ruang Guru 10 4 m2/ orang 40 m2 1 40 m2 UU Ruang UKS 1 12 m2 12 m2 1 12 m2 UU *Toilet - Siswa - Siswi - Guru 216 216 10 2 m2/60 siswa 2 m2/50 siswa 2 m2 8 m2 10 m2 2 m2 1 1 1 8 m2 10 m2 2 m2 UU UU UU Gudang - 18 m2 18 m2 1 18 m2 UU SMP Ruang Kelas (SMP) 28 2 m2/ murid 56 m2 18 1008 m2 UU Perpustakaan SMP - Luas 1 ruang kelas 56 m2 1 56 m2 UU Laboratorium IPA 28 2,4 m2/ murid 68 m2 1 68 m2 UU Ruang Pimpinan 6 12 m2 12 m2 1 12 m2 UU
Ruang Guru 45 4 m2/ orang 180 m2 1 180 m2 UU Ruang Tata Usaha 4 4 m2/ orang 16 m2 1 16 m2 UU Musholla 2 12 m2 12 m2 1 12 m2 UU Ruang Konseling 3 9 m2 9 m2 1 9 m2 UU Ruang UKS 1 12 m2 12 m2 1 12 m2 UU
Ruang Organisasi Kesiswaan 3 9 m2 9 m2 1 9 m2 UU *Toilet - Siswa - Siswi - Guru 252 252 45 2 m2/40 siswa 2 m2/30 siswa 2 m2 14 m2 18 m2 2 m2 1 1 1 14 m2 18 m2 2 m2 UU UU UU Gudang - 21 m2 21 m2 1 21 m2 UU Laboratorium Komputer 28 2,0 m2/murid 56 m2 1 56 m2 DA Laboratorium Bahasa 28 2,0 m2/murid 56 m2 1 56 m2 DA
Ruang Rapat 30 1.2 m2/orang 36 m2 1 36 m2 DA
Aula 200 1 m2/murid 200 m2 1 200m2 DA Lapangan Upacara - 500 m2 500 m2 1 500 m2 UU Fasilitas Pendukung Kantin 20% dari jlh siswa (188 mrd) 1,2 m2/murid 226 m2 1 226 m2 DA Servis: *Toilet - Kep. Sekolah - Pegawai (10 orang) *Janitor 1 Asumsi 20% = 2 - 2 m2 2 m2 - 2 m2 2 m2 2 m2 1 1 2 4 m2 4 m2 4 m2 DA DA AS Mekanikal Elektrikal R. Genset dan Tangki BBM - - - 1 48 m2 SB R.Trafo - - - 1 10 m2 SB R.Pompa - 15 m2 15 m2 2 30 m2 SB R.Panel Listrik - - - 1 10 m2 SB R.Ground Water Tank - 45 m2 45 m2 1 45 m2 SBT
Jumlah Kebutuhan Ruang 3760 m2
Sirkulasi 30% 1128 m2
Total Jumlah Kebutuhan Ruang 4888 m2
Tabel 7.2: Tabel Kebutuhan Ruang
Keterangan:
UU: Undang Undang No 24 Tahun 2007 DA: Data Arsitek
SBT: Sistem Bangunan Tinggi
Tabel 7.3: Tabel aktifitas pengguna sekolah
Pengguna Kegiatan Kebutuhan
Ruang
Karakter Ruang Siswa Belajar Formal Ruang Kelas Privat
Dengan pencahayaan, penghawaan dan sistem akustik yang harus diperhatikan.
Dipakai setiap hari belajar
Sirkulasi dalam ruang harus diperhatikan
Fleksibel terhadap beberapa kegiatan
Berdiskusi Ruang Kelas Privat
Ruangan harus fleksibel terhadap beberapa konfigurasi penyusunan kursi Melakukan praktek Laboratorium Fisika Laboratorium Biologi Laboratorium Komputer Privat Dengan kebutuhan
pencahayaan dan penghawaan yang baik Berolahraga Lapangan Olahraga (outdoor) Aula Olahraga (indoor) Semi publik
Harus fleksibel dengan beberapa kegiatan yang bisa ditampung selain kegiatan olah raga
Makan Kantin Semi publik
Area makan yang cukup bagi pengguna Pencahayaan dan penghawaan harus diperhatikan Mencari Bahan Pelajaran
Perpustakaan Semi publik
Sistem pencahayaan, penghawaan dan akustik harus diperhatikan
Sirkulasi harus diperhatikan
Kegiatan Ekstrakulikuler
Aula
Halaman Sekolah
Semi publik
Ruangan Fleksibel sesuai dengan kegiatan
Berobat Ruang UKS Semi publik
Pencahayaan dan penghawaan harus diperhatikan
Buang Air WC Privat
Guru Memarkirkan
kendaraan
Parkir Publik
Mengajar Ruang Kelas Open Space
Privat
Dengan pencahayaan, penghawaan dan sistem akustik yang harus diperhatikan.
Dipakai setiap hari belajar
Sirkulasi dalam ruang harus diperhatikan
Fleksibel terhadap beberapa kegiatan
Berdiskusi dengan murid
Ruang Kelas Privat
Ruangan harus fleksibel terhadap beberapa konfigurasi penyusunan kursi Membimbing praktek Laboratorium Fisika Laboratorium Biologi Laboratorium Komputer Privat Dengan kebutuhan
pencahayaan dan penghawaan yang baik
Makan Kantin Semi publik
Area makan yang cukup bagi pengguna Pencahayaan dan penghawaan harus diperhatikan Berdiskusi dengan Guru lain
Ruang Guru Privat
Harus memenuhi jumlah guru yang ada Membimbing siswa Ruang BP Kepala Bagian Konsultasi Siswa Privat
Ruang yang tidak begitu luas
Tidak memerlukan
pencahayaan, penghawaan Mencari Bahan Perpustakaan Semi publik
harus diperhatikan
Sirkulasi harus diperhatikan Jarak antara rak buku
Membimbing Kegiatan Ekstrakulikuler Aula Halaman Sekolah Semi publik
Ruangan Fleksibel sesuai dengan kegiatan
Buang Air WC Guru Privat
Pimpinan Parkir Parkir Publik
Kegiatan Administrasi Kantor Kepala Sekolah Kantor Wakil Kepala Sekolah Semi publik
Rapat Ruang Rapat Semi publik
Makan Kantin Semi publik
Area makan yang cukup bagi pengguna
Pencahayaan dan penghawaan harus diperhatikan
Buang Air WC Privat
Staf dan Karyawan Membantu Kegiatan Administrasi Kantor bagian keuangan Ruang Tata Usaha Peralatan dan Arsip Semi Publik Menjaga Perpustakaan Kantor Staf Perpustakaan Perpustakaan Semi Publik Memelihara Bangunan
Ruang Janitor Semi Publik Menjaga Keamanan Ruang Security Hunian Penjaga Sekolah Semi Publik
Merupakan hunian permanen
Makan Hunian Penjaga
Sekolah
Semi Publik
Merupakan hunian permanen
Buang Air WC Privat
Orang Tua/ Wali Murid
Parkir Parkir Publik
Menjemput Siswa
Area
Penjemputan
Publik
7.7. Zoning 7.7.1 Flowchart
7.8.1 Konsep Entrance
Gambar 7.4: Konsep entrance
Entrance ke site dibagi menjadi dua, yaitu entrance dari jalan Multatuli dan dari dalam kawasan. Pemisahan entrance bertujuan untuk mengurangi kemacetan pada jalan Multatuli.
7.8.2 Konsep Parkir
Gambar 7.5: Konsep parkir
Pemisahan parkir juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan pada jalan Multatuli. Parkir pengelola diletakkan di basement, sedangkan parkir orangtua siswa pada bagian belakang site.
Gambar 7.6: Konsep zoning tapak
Penzoningan tapak mempertimbangkan aspek kebutuhan. Fasilitas bersama seperti lapangan upacara diletakan d tengah agar memudahkan akses dari fasilitas belajar SD maupun fasilitas belajar SMP.
Pada lantai 4 fasilitas SD dan lantai 2 fasilitas SMP ditukar karena pertimbangan usia anak SD yang masih sangat kecil sehingga tidak etis untuk naik sampai ke lantai 4. Anak SMP dengan usia yang lebih besar yang kelasnya diletakkan di lantai 4.
Fasilitas bersama lainnya seperti ruang musik, ruang teater, ruang tari, dan lapangan olahraga yang tidak dapat ditampung dalam sekolah karena luasan bangunan yang tidak memungkinkan memanfaatkan bangunan lain yang ada di dalam Kawasan Terpadu Hamdan seperti gedung olahraga dan gedung kesenian dengan sistem sewa oleh pihak sekolah.
7.8.5 Konsep Bentukan Massa Bangunan
BAB VIII
HASIL PERANCANGAN BANGUNAN