• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENGEMBANGAN

4.1 Hasil Data Uji Coba

4.1.2 Deskripsi Produk Awal

Setelah menentukan produk yang di kembangkan berupa model pengembangan melalui pendekatan permainan sepakbola 6 bidang dalam penjasorkes yang sesuai bagi siswa SMA. Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah membuat produk dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Analisis tujuan dan karakteristik sepakbola di SMA.

2) Analisis karakteristik siswa SMA.

3) Mengkaji literatur tentang prinsip-prinsip atau cara mengembangkan modifikasi permainan sepakbola.

4) Menetapkan prinsip-prinsip untuk mengembangkan model permainan sepakbola melalui permainan sepakbola 6 bidang.

5) Menetapkan tujuan, isi, dan strategi pengelolaan pembelajaran. 6) Pengembangan prosedur pengukuran hasil pembelajaran.

7) Menyusun produk awal model pengembangan model pembelajaran melalui pendekatan permainan sepakbola 6 bidang dalam penjasorkes.

Setelah melalui proses desain dan produksi maka dihasilkan produk awal model pengembangan model pembelajaran melalui pendekatan permainan

sepakbola 6 bidang dalam penjasorkes yang sesuai bagi siswa SMA tersebut. Berikut adalah draf produk awal model pengembangan model pembelajaran melalui pendekatan permainan sepakbola 6 bidang dalam penjas yang sesuai bagi siswa SMA sebelum divalidasi oleh ahli dan guru penjasorkes :

4.1.2.1Draf Produk Awal Model Pengembangan Model Pembelajaran Melalui Pendekatan Permainan Sepakbola 6 Bidang Dalam Penjas

1) Pengertian Sepakbola 6 Bidang

Sepakbola 6 Bidang adalah permainan yang merupakan kombinasi antara permainan sepakbola dan permainan tradisional gobag sodor. Permainan ini mengandung unsur bermain dan kompetitif yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Permainan ini berujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik siswa dalam bermain sepakbola, yaitu kemampuan dalam menggiring bola. Permainan ini diadaptasi dari permainan 6 bidang (Joe Luxbacher, 2004 : 22).

Permainan sepakbola 6 bidang ini membuat seluruh pemain (siswa) dituntut untuk aktif bergerak dalam pembelajaran sepakbola. Pendidikan jasmani mempunyai hubungan yang sangat erat dengan belajar gerak dimana belajar gerak merupakan salah satu bentuk belajar yang mempunyai tujuan dalam peningkatan kualitas gerak tubuh. Di dalam pendidikan jasmani, belajar gerak berperan dalam pengembangan keterampilan gerak tubuh dan penguasaan pola-pola gerak keterampilan olahraga ( Sugiyanto dan Sudjarwo,1993:234 ). Salah satu keberhasilan dalam pembelajaran pendidikan jasmani adalah keaktifan siswa dalam bergerak.

Permainan ini terdiri dari 2 tim. Masing-masing tim mempunyai 9 orang pemain dengan komposisi pemain penyerang :7 pemain memegang bola dan 2 lainnya tidak. Dan pemain bertahan menempatkan diri secara bertahap dari baris depan 4 orang, tengah 3 orang dan belakang 2 orang yang berada pada bidang pemain bertahan.

2) Peraturan Permainan a) Memulai Permainan

1. Masing-masing pemain dari tiap-tiap tim menempatkan posisinya masing-masing, tim penyerang berada diluar garis bidang 1, pemain bertahan pada bidang 2 dengan 4 pemain, bidang 4 dengan 3 pemain dan bidang 6 dengan 2 pemain.

2. Pemain penyerang memegang 7 bola dan yang 2 pemain tidak. Pemain penyerang berusaha melewati pemain bertahan menuju ke luar garis bidang 6 dan kembali lagi ke luar garis bidang 1.

3. Pemain yang tidak membawa bola dapat melewati pemain bertahan dengan bebas dan mencari posisi dibidang selanjutnya untuk menerima umpan apabila pemain penyerang lainnya kesulitan melewati pemain bertahan.

4. Pemain yang telah mengumpan bola juga dapat bergerak bebas melewati pemain bertahan menuju bidang selanjutnya.

5. Pemain bertahan berusaha menghalangi dan merebut bola dari pemain bertahan.

Pemain yang telah melewati bidang 6 dan kembali lagi ke luar garis bidang 1 mendapatkan poin 1.

c) Mematikan Lawan

Pemain yang telah terebut bolanya atau bola keluar dari lapangan permainan, tidak dapat bermain lagi.

d) Pelanggaran

1. Pemain bertahan keluar dari area pemain bertahan.

2. Kontak fisik antara pemain penyerang dan bertahan menggiring bola diluar lapangan.

3. Seluruh atau sebagian tubuh pemain penyerang keluar dari lapangan. e) Waktu pertandingan.

1. Permainan dibagi menjadi 4 babak, 2 babak menjadi pemain penyerang dan 2 babak menjadi pemain bertahan.

2. Setiap babak berakhir apabila seluruh pemain penyerang telah mencetak poin atau sudah keluar dari permainan dan tidak ada lagi pemain penyerang didalam lapangan.

3) Sarana dan Prasarana a) Lapangan

Lapangan permainan Sepkbola 6 Bidang berukuran 28x15 meter yang dibagi dengan garis menjadi 6 bidang yang diberi nomor 1 sampai 6. Tim bertahan menempatkan 4 pemain pada bidang 2, 3 pemain pada bidang 4 dan 2 pemain pada bidang 6. Sementara bidang 1,3 dan bidang 5 adalah bidang netral

yang dapat ditempati oleh tim penyerang dan pemain bertahan tidak boleh masuk kedalamnya.

15 meter

28 meter

Gambar 2.Lapangan permainan sepakbola 6 bidang untuk uji kecil b) Bola

Bola yang dipakai adalah bola sepak ukuran 4 dan 5. 4.1.3 Validasi Ahli

4.1.3.1 Validasi Draf Produk Awal

Produk awal pengembangan model pembelajaran permainan sepakbola 6 bidang bagi siswa sekolah menengah atas sebelum diujicobakan dalam uji kelompok kecil, produk yang dihasilkan perlu dilakukan validasi oleh para ahli yang sesuai dengan bidang peneliti ini. Peneliti melibatkan satu orang ahli cabang olahraga sepakbola yang berasal dari dosen, yaitu (Muhammad Annas, S.Pd.), dan dua ahli pembelajaran (Iwan Widyanto, S.Pd. dan Imam Arif Priyandi, S.Pd.) dengan kualifikasi:(1)Muhammad Annas, S.Pd, adalah dosen mata kuliah sepakbola di FIK UNNES, (2) Iwan Widyanto, S.Pd dan Imam Arif Priyandi adalah guru penjasorkes SMA Negeri 1 Bojong Kabupaten Tegal. Validasi

6

5

dilakukan dengan cara memberikan draf produk awal model permainan bola basket, dengan disertai lembar evaluasi untuk ahli penjas sekolah menengah atas.

Lembar evaluasi berupa kuesioner yang berisi aspek kualitas model permainan, saran, serta komentar ahli penjas dan guru penjas sekolah menengah pertama terhadap permainansepakbola 6 bidang. Hasil evaluasi berupa nilai dari aspek kualitas model pembelajaran dengan menggunakan skala likert 1 sampai 4. Caranya dengan mencontreng salah satu angka yang tersedia pada lembar evaluasi.

4.1.3.2 Revisi Draf Produk Awal Sebelum Uji Coba Kelompok Kecil

Berdasarkan saran dari ahli Penjas dan ahli pembelajaran pada produk atau model seperti yang telah diuraikan di atas, maka dapat segera dilaksanakan revisi produk. Proses revisi produk berdasarkan saran dari ahli dan guru Penjas Sekolah Menengah Atas sebagai berikut:

1) Revisi yang dilakukan peneliti adalah memperkenalkan teknik dasar permainan termasuk peraturan diperkenalkan secara bertahap. Peneliti memperkenalkan dari yang mudah kemudian meningkat secara bertahap sesuai dengan karateristik siswa sekolah menengah atas.

2) Revisi waktu permainan, untuk menghindari death lock dalam permainan sepakbola 6 bidang, waktu dibatasi selama 5 menit

3) Revisi pelanggaran, pemain penyerang tidak boleh mengumpan lambung dalam permainan sepakbola 6 bidang.

4) Revisi tindak lanjut pelanggaran, jika pemain melakukan pelanggaran. Jika pemain penyerang melakukan pelanggaran, maka pemain tersebut

dikeluarkan dari permainan. Jika pemain bertahan melakukan pelanggaran, maka pemaiin tersebut tidak boleh bergerak atau merebut bola selama 30 detik.

Dokumen terkait