• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI PROYEK PERUBAHAN A.Roadmap/Milestone Proyek Perubahan

Dalam dokumen Proyek Perubahan Diklat Pim II (Halaman 37-51)

1. Kegiatan

1) Tahap Perencanaan i. Tahap Persiapan

Tahap persiapan merupakan tahap yang penting karena menentukan kelancaran dari tahapan-tahapan selanjutnya. Dalam tahap persiapan dimulai dari orientasi di area Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mengetahui perkembangan terkini yang terjadi selama Project Leader mengikuti Diklatpim II di Kampus Pusat Kajian dan Diklat Aparatur I LAN RI Jatinangor.

ii. Studi Literatur

Studi Literatur dilakukan sebagai tolok ukur dan benchmarking dari setiap tahapan yang akan dilaksanakan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kaidah-kaidah yang baku dan umum berlaku.

2) Tahap Pengorganisasian i. PembuatanTeamwork

Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang No. 962/KEP. /DKP/V/2015 tentang Penunjukan Tim Pengelola Proyek Perubahan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Subang pada tanggal 19 Mei 2015 tim pengelola mempunyai tugas melakukan analisis prosedur, pengembangan, melakukan penerapan, sosialisasi, melakukan monitoring dan evaluasi serta penyempurnaan-penyempurnaan hasil kegiatan.

Tim pengelola dibentuk menjadi 2 (dua) Tim Kelompok Kerja (Pokja) dengan anggota dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Tim Pokja I bertugas untuk melakukan sosialisasi, pelatihan, dan bantuan kepada para nelayan dan petani ikan. Tim Pokja bertugas untuk menyusun Buku Panduan Standar Pelayanan dan Buku Panduan Standart Operation Procedur (SOP), kelengkapan kegiatan Gemarikan 2015

ii. Sosialisasi Proyek Perubahan

Proyek perubahan ini perlu disosialisasikan kepada seluruh staf di Dinas Kelautan dan Perikanan. Sosialisasi ini dilakukan karena proyek perubahan yang dilaksanakan akan berimbas pula kepada seluruh jajaran staf di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna 3) Tahap Pelaksanaan

i. Buku Panduan Pembuatan Standar Pelayanan di Dinas Kelautan dan Perikanan

a. Maksud penyusunan petunjuk teknis adalah sebagai acuan atau panduan bagi Dinas Kelautan dan Perikanan dalam penyusunan, penetapan, dan penerapan Standar Pelayanan.

b. Tujuan petunjuk teknis penyusunan, penetapan, dan penerapan Standar Pelayanan adalah untuk memberikan kepastian, meningkatkan kualitas dan kinerja pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan kemampuan Dinas Kelautan dan Perikanan sehingga mendapatkan kepercayaan masyarakat.

c. Sasaran petunjuk teknis ini adalah agar Dinas Kelautan dan Perikanan mampu menyusun, menetapkan, dan menerapkan Standar Pelayanan dengan baik dan konsisten.

Dalam menyusun, menetapkan dan menerapkan suatu Standar Pelayanan dilakukan dengan memperlihatkan prinsip :

a) Sederhana. Standar pelayanan yang mudah dimengerti, mudah diikuti, mudah dilaksanakan, mudah diukur, dengan prosedur yang jelas dan biaya terjangkau bagi masyarakat maupun penyelenggara.

b) Konsistensi. Dalam penyusunan dan penerapan standar pelayanan harus memperhatikan ketetapan dalam mentaati waktu, prosedur, persyaratan, dan penetapan biaya pelayanan yang terjangkau.

c) Partisipatif. Penyusunan Standar Pelayanan dengan melibatkan masyarakat dan pihak terkait untuk membahas bersama dan mendapatkan keselarasan atas dasar komitmen atau hasil kesepakatan.

d) Akuntabel. Hal-hal yang diatur dalam Standar Pelayanan harus dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan secara konsisten kepada pihak yang berkepentingan. e) Berkesinambungan. Standar Pelayanan harus dapat berlaku sesuai perkembangan

kebijakan dan kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan.

f) Transparansi. Standar Pelayanan harus dapat dengan mudah diakses dan diketahui oleh seluruh masyarakat.

g) Keadilan. Standar pelayanan harus menjamin bahwa pelayanan yang diberikan dapat menjangkau semua masyarakat yang berbeda status ekonomi, jarak lokasi geografis, dan perbedaan kapabilitas fisik dan mental.

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna ii. Buku Panduan Pembuatan SOP di Dinas Kelautan dan Perikanan

Standart Operation Procedur (SOP) adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses Penyelenggaraan administrasi Pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan dimana dan oleh siapa dilakukan.

Penyusunan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:

a. Kemudahan dan kejelasan. Prosedur-prosedur yang distandarkan harus dapat dengan mudah dimengerti dan diterapkan oleh semua pegawai bahkan seseorang sama sekali baru dalam tugas pelaksanaan tugasnya.

b. Efisiensi dan efektivitas. Prosedur-prosedur yang distandarkan harus merupakan prosedur yang paling efisien dan efektif dalam proses pelaksanaan tugas.

c. Keselarasan. Prosedur-prosedur yang distandarkan harus selaras dengan prosedur-prosedur standar lain yang terkait.

d. Ketertekunan. Output dari prosedur-prosedur yang distandarkan mengandung standar kualitas (mutu) tertentu yang dapat diukur pencapaian keberhasilannya. e. Dinamis. Prosedur-prosedur yang distandarkan harus dengan cepat dapat

disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan yang berkembang dalam administrasi Pemerintahan.

f. Berorientasi pada pengguna (mereka yang dilayani). Prosedur-prosedur yang distandarkan harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna (customer’s needs) sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pengguna.

g. Kepatuhan hukum. Prosedur-prosedur yang distandarkan harus memenuhi ketentuan dan peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku.

h. Kepastian hukum. Prosedur-prosedur yang distandarkan harus ditetapkan oleh pimpinan sebagai sebuah produk hukum yang ditaati, dilaksanakan dan menjadi instrument untuk melindungi pegawai dari kemungkinan tuntutan hukum.

iii. Bimbingan Teknis Pengembangan Industri Tepung Ikan.

Merupakan suatu bimbingan teknis bagi para kelompok mandiri pakan ikan yang bertujuan memberikan penjelasan teknis dan pratik mengolah sisa-sisa pengolahan ikan menjadi tepung ikan yang dapat berkualitas dan terjamin mutunya sehingga dapat bersaing di pasar.

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna

Merupakan temu wicara dengan para pengusaha mikro di bidang perikanan sehingga didapat suatu persamaan persepsi dan keselarasan antara Pemerintah dengan para pengusaha mikro yang bergerak di bidang perikanan mengenai pengembangan usaha perikanan rakyat.

v. Pelatihan Budidaya Ikan Mas dan Nila

Materi Pelatihan Budidaya Ikan Mas dan Nila ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi para penyuluh perikanan dan pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dengan maksud meningkatkan kompetensi dalam pengembangan potensi ikan mas sebagai produk unggulan yang bernilai ekonomis.

vi. Pelatihan Teknis Usaha Perikanan

Usaha di bidang perikanan merupakan usaha yang cukup panjang. Dari mulai industri bahan pakan ikan, pakan ikan, pembenihan ikan, pendederan ikan, pembesaran ikan, sampai industri pengolahan merupakan suatu mata rantai yang dapat dikembangkan sebagai suatu usaha yang menjanjikan secara ekonomis. Oleh karena itu perlu diadakan suatu pelatihan yang intesif.

vii. Sosialisasi Budidaya Ikan Jaring Terapung di Perairan Umum

Jaring terapung merupakan suatu jenis budidaya yang memanfaatkan perairan terbuka seperti waduk, danau, situ, dan embung. Kelebihan budidaya ini adalah investasi awal relatif rendah karena tidak memerlukan biaya lahan dan pembuatan kolam serta ikan cepat besar karena ada makanan alamiah dari daerah tersebut. Tapi terdapat pula kekurangannya yaitu pakan ikan yang ditebar dan tidak termakan oleh ikan lama kelamaan akan mengalami pembusukan dan dapat merusak ekosistem dari tempat jaring apung itu berada. Pemerintah mulai membatasi jumlah luas dari jaring apung sehingga perlu dilakukan suatu sosialisasi langsung kepada masyarakat pembudidaya ikan jaring terapung sehingga mereka dapat mengolah jaring terapung dengan baik tanpa merusak ekosistem yang ada.

viii. Penyerahan bantuan Jaring Insang (Gill Net) dan Jaring Udang (Trimmel Net) Untuk Masyarakat Nelayan

Merupakan langkah yang diambil oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dalam membantu para nelayan ekonomi lemah yang kesulitan dalam penggantian jenis jaring dari jaring pukat yang telah dilarang pemerintah karena dapat merusak lingkungan biota laut menjadi jenis jaring yang diijinkan oleh pemerintah.

ix. Penyerahan Benih Ikan Untuk Dilepaskan di Perairan Terbuka (restocking)

Ikan merupakan salah satu mata rantai dari suatu ekosistem air. Karena adanya overfishing dan perlakuan terhadap lingkungan perairan yang tidak bijak, maka terjadi

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna

penyusutan jumlah ikan di perairan umum yang akan berakibat rusaknya rantai dari ekosistem perairan. Untuk memperbaiki dan menjaga ekosistem perairan maka Dinas Kelautan dan Perikanan perlu melakukan restocking atau penebaran benih-benih ikan di perairan umum agar jumlah ikan yang ada tetap terjaga.

x. Penyerahan Bantuan Benih dan Bibit Ikan Kualitas Unggul Bagi Petani Ikan

Balai Budidaya Ikan telah mengembang berbagai varian atau spicies dari ikan budidaya yang memiliki bebrbagai keunggulan seperti: tahan penyakit, pertumbuhan yang cepat, kebutuhan pakan yang lebih sedikit, dan kemampuan beradaptasi dalam kondisi air tertentu. Dalam rangka meningkatkan produksi hasil perikanan khususnya perikanan budidaya dan memasyarakatkan benih ikan berkualitas unggul, maka Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan benih dan bibit ikan kualitas unggul kepada para pembudidaya ikan. Bibit yang dibagikan antara lain: ikan mas jenis Rajadanu, ikan nila hitam jenis Nirwana, ikan nila merah jenis Nifi, ikan patin, dan ikan lele jenis Sangkuriang dan Mutiara.

xi. Pemberian Bantuan Alat Pengolahan Makanan Berbahan Ikan dan Alat Pemasaran Dalam menyerap hasil produksi ikan dan dalam memenuhi selera pasar terhadap berbagai jenis hasil olahan ikan, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan perlu memberikan suatu stimulasi berupa bantuan alat-alat pengolah kepada para produsen makanan berbahan ikan yang memeiliki modal terbatas agar dapat meningkatkan kapasitas produksi sesuai permintaan pasar yang terus meningkat.

Hasil produksi juga perlu didiukung oleh sistem pemasaran yang aktif dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah kesehatan berupa sistem rantai dingin. Oleh sebab itu, maka Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan pula bantuan alat-alat pemasaran berupa frezzer dan cool box agar hasil prosuk olahan dapat dipasarkan dalam jangka waktu yang lebih panjang dengan kondisi yang tetap menarik tanpa zat pengawet.

xii. Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Ikan Kepada Para Balita

Dalam masyarakat Indonesia, masih saja terdapat anggapan yang negatif tentang kebiasaan makan ikan. Oleh karena itu dirasakan perlunya suatu terobosan untuk memperkenalkan dan membiasakan kepada anak usisa balita untuk menyukai makan ikan. Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan pemberian makanan tambahan makanan berbahan ikan.

xiii. Pembuatan Buku Tentang Kandungan Gizi Pada Ikan dan Cara Memasak Ikan

Dalam acara Gemarikan yang direncanakan diadakan awal bulan Agustus, akan dibagikan kepada para serta buku yang menerangkan kelebihan-kelebihan dari ikan

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna

sebagai bahan makanan. Buku ini juga berisikan aneka resep masakan ikan beserta cara pembuatanya dan cara penyajiannya. Diharapkan dengan buku ini terbukalah wawasan dari peserta tentang aneka masakan ikan dan manfaatnya.

xiv. Pembuatan leaflet, pamflet, dan banner Gemarikan

Leaflet, pamflet, dan banner Gemarikan berisi penjelasan singkat dan jelas mengenai manfaat makan ikan dan cara pengolahannya segaligus sebagai media ajakan, himbauan, dan promosi akan arti pentingnya peningkatan konsumsi ikan.

4) Tahap Monitoring dan Evaluasi i. Monitoring

Tahap monitoring merupakan tahap yang sangat menentukan dalam proyek perubahan ini. Hal ini disebabkan karenastakeholders yang terlibat tidak hanya dari dalam Dinas Kelautan dan Perikanan itu sendiri, tapi juga melibatkan stakeholders dari luar Dinas Kelautan dan Perikanan yaitu dari pengurus KUD, pengusaha yang bergerak di bidang perikanan, nelayan, dan petani ikan dengan melibatkan sumberdaya material yang tidak sedikit. Setiap kegiatan yang dilaksanakan harus terlaporkan dengan baik dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai pada tahap evaluasi sehingga dapat diambil langkah-langkah selanjutnya.

ii. Evaluasi

Mengadakan suatu evaluasi dari setiap kegiatan harus dilakukan agar setiap perkembangan dapat terlaksana dengan baik karena setiap kesalahan dan capaian yang tidak sesuai target dapat terdeteksi sejak awal dan dapat segera dilakukan perbaikan sedini mungkin. Dengan demikian capaian sasaran sesuai target yang direncanakan dapat tercapai dengan baik.

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna 2. Stakeholders

Tabel 4 : Internal Stakeholders

No. Stakesholders Pengaruh Ketertarikan Nilai

1. Bupati (Ojang Sohandi) Tinggi Tinggi 9

2. Wakil Bupati (Imas Aryumningsih) Tinggi Tinggi 9

3. Sekretaris Daerah (Maman Abdurakhman) Tinggi Tinggi 8

4. Asda II (Saad Abdulgani) Tinggi Tinggi 9

5. Sekretaris Dinas (Merry Mariam) Sedang Tinggi 7

6. Kepala Bidang Bina Usaha (Beben Sudrajat) Tinggi Tinggi 8

7. Kepala Bidang Budidaya (Tarlan) Tinggi Tinggi 8

8. Kepala Bidang Kelautan (Naida Rizalmi) Tinggi Tinggi 8

9. Kepala Bidang Program (Bayuaji) Tinggi Tinggi 8

10. Staf pada Bidang Dinas Kelautan dan Perikanan(91 Orang) Sedang Tinggi 7

Tabel 5: External Stakeholders

No Stakesholders Pengaruh Ketertarikan Nilai

1. Kepala Bappeda (Komir Bastaman) Tinggi Netral 6

2. Kepala BPMKB (H. Syawal) Tinggi Netral 6

3. Kepala Diskop&UMKM (Ugit Sugiana) Tinggi Netral 6

4. Kepala Dinkes (Budi Subiantoro) Tinggi Netral 6

5. Inspektur Irda (Ade Mulyawardi) Tinggi Netral 6

6. Kepala DPPKAD (Ahmad Sobari) Tinggi Netral 6

7. Sekretaris BP4KKP (Agus Ismail) Tinggi Netral 6

8. Perbankan Tinggi Rendah 4

9. Pengolah Hasil Ikan Tinggi Rendah 4

10. Pengurus KUD Mina Tinggi Rendah 4

11. Petani Ikan Tinggi Rendah 4

12. Nelayan Tinggi Rendah 4

13. Masyarakat Tinggi Rendah 3

14. Anggota DPRD Rendah Rendah 2

15. LSM Rendah Rendah 1

Keterangan Nilai : 7 – 9 Promoters 5 – 6 Latens 3 – 4 Defenders 0 – 2 Apatheties

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna Untuk dapat lebih jelasnya, dapat dilihat padagambar 2 dibawah ini

Indetifikasi Stakeholders

Gambar 3: Kuadran Stakeholders

INFLUENCE IN T E R E S T PROMOTERS APATHETIES DEFENDERS LATENTS 1. BUPATI 2. SEKDA 3. ASDA III 4. KABID BINUS 5. KABID BUDIDAYA 6. KABID KELAUTAN 7. KABID PROGRAM 1. SEKDIS 2. STAF DKP 1. BAPPEDA 2. BPMKB 3. DISKOP &UKM 4. DINKES 5. IRDA 6. DPPKAD 7. BP4KP 1. PERBANKAN 2. PENGOLAH HASIL IKAN 3. PETANI IKAN 4. NELAYAN 5. MASYARAKAT 1. ANGGOTA DPRD KAB SUBANG 2. LSM

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna 2. Peta Jaringan (netmap)

Dalam merencanakan suatu proyek perubahan, perlu mengenal terlebih dahulu siapa saja stakeholder yang berkepentingan terhadap perubahan itu. Oleh karena itu perlu dibuat suatu peta jaringan atau netmap yang bertujuan memetakan stakeholders yang terkait dengan perubahan tersebut. Dari netmap itu dapat diperkirakan bagaimana sudut pandang stakeholders terhadap proyek perubahan ini. Untuk melangkah lebih jauh, maka perlu tahu stakeholder mana yang akan mendukung dan menolak. Dari netmap dapat diketahui stakeholder mana saja yang penting dan memiliki pengaruh besar terhadap proyek perubahan ini.

Dalam proyek perubahan ini, dapat digambarkan peta jaringan atau netmap seperti gambar dibawah ini: Legenda Perintah Laporan Koordinasi Sosialisasi

Gambar 4: Peta Jaringan Proyek Perubahan

Bupati Pengolah Ikan Perbankan Petani Ikan DPPKAD Bappeda

Asda III (Mentor)

Kadis DKP (Project Kabid2 DKP Staf DKP DPRD Masyarakat Sekdis DKP BPMKB

Dinas Koperasi & UKM Dinas Kesehatan

IRDA

Sekretaris Daerah

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna 3. Waktu Pelaksanaan

Tabel 6 : Waktu Pelaksanaan

No. TAHAP UTAMA WAKTU

1. PERENCANAAN ;

1. Mengumpulkan data dan informasi

2. Menganalisa, mengidentifikasi dan menentukan prioritas masalah

3. Mensosialisasikan Rencana Proyek Perubahan dan membuat tim teknis

4. Menyusun rencana kerja operasional

18 – 22 Mei 2015 18 – 22 Mei 2015 18 – 22 Mei 2015 18 – 22 Mei 2015 2. ORGANIZING;

1. Koordinasi dengan Stakeholders Eks dan Int. 2. Laporan dan konsultasi kepada Mentor

25 – 27 Mei & 2 Juni 2015 1 Juni & 19 Juni 2015 3. PELAKSANAAN;

1. Bimbingan Teknis Pengembangan Industri Tepung Ikan. 2. Penyuluhan Pengembangan Usaha Perikanan Berbasis

Kerakyatan

3. Pelatihan Budidaya Ikan Mas dan Nila 4. Pelatihan Teknis Usaha Perikanan

5. Sosialisasi Budidaya Ikan Jaring Terapung di Perairan Umum 6. Penyerahan bantuan Jaring Insang (Gill Net) dan Jaring

Udang (Trimmel Net) Untuk Masyarakat Nelayan

7. Penyerahan Benih Ikan Untuk Dilepaskan di Perairan Terbuka (restocking)

8. Penyerahan Bantuan Benih dan Bibit Ikan Kualitas Unggul Bagi Petani Ikan

9. Pemberian Bantuan Alat Pengolahan Makanan Berbahan Ikan dan Alat Pemasaran

10. Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Ikan Kepada Para Balita

11. Pembuatan Buku Tentang Kandungan Gizi Pada Ikan dan Cara Memasak Ikan

12. Pembuatan Baligo, Banner, Spanduk, Leaflet, dan Pamflet untuk kegiatan Gemarikan

28 – 29 Mei 2015 3 Juni 2015 8 – 10 Juni 2015 17 Juni 2015 26 Juni 2015 3 & 6 Juli 2015 6 Juli 2015 7 - Juli 2015 16 Juli 2015 4 – 5 Juni 2015 2 – 15 Juli 2015 9 – 29 Juli 2015 4. MONITORING DAN EVALUASI

1. Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan proyek perubahan 2. Membuat Laporan akhir

18 Mei – 24 Juli 2015 22 – 26 Juli 2015

4. Perbandingan Kondisi/Keadaan :

a. Kondisi Awal (Sebelum Proyek Perubahan)

a) Kurangnya pengetahuan para pengusaha di bidang perikanan tentang manajemen pengelolaan usaha perikanan.

b) Kurangnya pengetahuan dari para petani ikan dan pembudidaya ikan tentang cara beternak ikan yang baik.

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna

c) Penggunaan alat tangkap yang belum sesuai dengan aturan pemerintah dan kurang memperhatikan kelestarian lingkungan.

d) Penggunaan benih dan bibit ikan yang kurang baik.

e) Terbatasnya kapasitas produksi dari para produsen pengolahan makanan berbahan ikan.

f) Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya asupan protein ikan dan cara pengelolaan makanan berbahan ikan yang enak dan menarik.

b. Kondisi saat ini (Setelah Proyek Perubahan)

Manfaat yang dapat diperoleh dari proyek perubahan ini adalah sebagai berikut :

a) Adanya panduan dalam pembuatan standar pelayanan dan standart operational procedure di Dinas Kelautan dan Perikanan;

b) Bertambahnya pengetahuan dari para pengusaha ikan, khususnya pengusaha mikro dan kecil, tentang manajemen pengelolaan usaha perikanan.

c) Terbukanya wawasan dan pengetahuan dari para pembudidaya dan petani ikan tentang cara-cara beterrnak ikan yang baik.

d) Penggunaan alat tangkap, khusunya bagi nelayan kecil, yang sesuai dengan aturan pemerintah yaitu alat tangkap yang tidak merusak lingkungan laut.

e) Penggunaan bibit dan benih kualitas unggul yang dapat meningkatkan produksi dan efesiensi sumber daya petani dan pembudidaya ikan.

f) Bertambah luasnya kapasitas produksi dari para produsen pengolah makanan berbahan ikan dengan adanya bantuan alat produksi dan alat penjualan yang sesuai dengan kaidah kesehatan.

g) Terbukanya pengetahuan masyarakat tentang arti pentingnya asupan protein ikan dan cara mengolah dan memasak ikan yang menarik dan enak.

B. Stakeholder Proyek Perubahan 1. Internal

Stakeholder internal atau pemangku kepentingan yang berasal dari dalam Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang adalah:

a. Bupati adalah pejabat tertinggi di Kabupaten yang memberikan kebijakan di lingkungan kabupaten dimana pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan olehnya untuk dijadikan pedoman, pegangan, atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan strategi guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam tercapainya sasaran, tujuan, serta visi dan misi Kabupaten Subang. Dalam proyek perubahan ini Bupati termasuk stakeholder promoters yaitu memiliki.

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna

kepentingan besar terhadap Proyek Perubahan & juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya) Proyek Perubahan ini dan memiliki sifat positif yaitu mendukung proyek perubahan ini.

b. Wakil Bupati adalah kedua tertinggi di Kabupaten yang memberikan pengawasan dan arahan, pedoman, pegangan, atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan strategi guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam tercapainya sasaran, tujuan, serta visi dan misi Kabupaten Subang. Dalam proyek perubahan ini Wakil Bupati termasuk stakeholder promoters yaitu memiliki kepentingan besar terhadap Proyek Perubahan & juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya) Proyek Perubahan ini dan memiliki sifat positif yaitu mendukung proyek perubahan ini.

c. Sekretaris Daerah dan Asisten Sekretaris Daerah adalah pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah yang memiliki wewenang dalam pengawasan dan monitoring segala kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan serta pengarahan dalam keberhasilan kegiatan dan proyek perubahan ini. Sekretaris Daerah dan Asisten Sekretaris Daerah termasuk stakeholder promoters yaitu memiliki kepentingan besar terhadap Proyek Perubahan & juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya) Proyek Perubahan ini dan memiliki sifat positif yaitu mendukung proyek perubahan ini.

d. Sekretaris Dinas adalah pejabat eselon III yang memiliki tanggung jawab dan kewenangan dalam administrasi kegiatan dinas. Dalam proyek perubahan ini, sekretaris dinas sebagaistakeholder promoters yaitu memiliki kepentingan besar terhadap Proyek Perubahan & juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya) Proyek Perubahan ini dan memiliki sifat positif yaitu mendukung proyek perubahan ini walaupun tingkat pengaruh dan ketertarikan terhadap proyek perubahan ini kecil .

e. Kepala Bidang di Lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan adalah Pejabat eselon III yang memiliki program di bidangnya dalam penjabaran kebijakan dinas dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang terukur dan sesuai rencana. Dalam proyek perubahan ini Kepala Bidang sebagai stakeholder promoters yaitu memiliki kepentingan besar terhadap Proyek Perubahan & juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya) Proyek Perubahan ini dan memliki sifat positif yaitu mendukung proyek perubahan ini.

Laporan Akhir Proyek Perubahan Diklatpim II Kab. Subang H. Sumarna

f. Staf Bidang Dinas Kelautan dan Perikanan adalah para pelaksana yang memiliki kemampuan untuk bekerja dalam melaksanakan dan mewujudkan suatu kegiatan. Dalam proyek perubahan ini Staf Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai stakeholder promoters yaitu memiliki kepentingan besar terhadap Proyek Perubahan & juga kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil (atau menggelincirkannya) Proyek Perubahan ini dan memliki sifat positif yaitu mendukung proyek perubahan ini.

2. Eksternal

Stakeholder Eksternal atau pemangku kepentingan yang berasal dari luar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang adalah:

a. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di luar Dinas Kelautan dan Perikanan adalah Dinas dan Badan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang memiliki tugas pokok dan fungsi yang dapat meningkatkan konsumsi makan ikan di Kabupaten Subang. Dalam proyek perubahan ini, SKPD merupakanstakeholders Latens dimana stakeholders ini memiliki ketertarikan yang rendah terhadap proyek perubahan ini tapi memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilannya.

b. Perbankan merupakan sekelompok badan keuangan yang memiliki kemampuan dan keahlian aplikatif di bidang permodalan bagi usaha di bidang perikanan. Dalam proyek perubahan ini Perbankan sebagai stakeholder defender yaitu memiliki kepentingan pribadi & dapat menyuarakan dukungannya dalam komunitas apabila dia tertarik,

Dalam dokumen Proyek Perubahan Diklat Pim II (Halaman 37-51)

Dokumen terkait