• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Rata-Rata Rasio Permodalan Bank Pemerintah dan Bank Asing Pada Tahun 2009-2011

HASIL DAN PEMBAHASAN

5. Deskripsi Rata-Rata Rasio Permodalan Bank Pemerintah dan Bank Asing Pada Tahun 2009-2011

Rasio Permodalan menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan kecukupan modalnya untuk mendukung kegiatan operasi bank. Semakin besar rasio permodalan suatu bank, hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak modal yang dimiliki oleh bank tersebut.

Berikut adalah hasil perhitungan rasio permodalan yang dilakukan terhadap 33 sampel laporan keuangan dari 11 bank (4 Bank Pemerintah dan 7 Bank Asing) yang diteliti selama periode penelitian:

Tabel 4.9

Rata-Rata Rasio Permodalan Bank Pemerintah Dari Tahun 2009-2011

(Dalam Persen)

Sumber: Hasil penelitian 2012 (Data Diolah) Nama Bank

Rasio Permodalan CA CL CD 1. Bank Rakyat Indonesia 10.32 16.49 12.6 2. Bank Negara Indonesia 12.54 22.97 15.75

3. Bank Mandiri 11.51 21.8 14.48

4. Bank Tabungan Negara 11.73 16.86 17.56 Rata-rata Rasio

Tabel 4.9 menggambarkan nilai variabel rata-rata rasio permodalan yang terdiri dari rasio CA, CL, dan CD pada Bank Pemerintah yang terdaftar di Bank Indonesia, selama periode penelitian dari tahun 2009-2011. Berdasarkan Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa kelompok Bank Pemerintah memiliki rasio permodalan sebagai berikut:

1. Rasio CA sebesar 11.53%, menunjukkan bahwa Bank Pemerintah mampu menyediakan modal sebesar 11.53% dari total aset bank untuk melakukan kegiatan operasionalnya.

2. Rasio CL sebesar 19.53%, menunjukkan bahwa Bank Pemerintah mampu menyediakan dana sebesar 19.53% dari total modal yang dimiliki bank untuk memenuhi permintaan kredit.

3. Rasio CD sebesar 15.10%, menunjukkan bahwa Bank Pemerintah mampu menyediakan dana sebesar 15.10% dari total modal yang dimiliki bank untuk membayar kembali simpanan nasabah (deposan) pada saat ditarik.

Tabel 4.10

Rata-Rata Rasio Permodalan Bank Asing Dari Tahun 2009-2011 (Dalam Persen) Nama Bank Rasio Permodalan CA CL CD 1. Bank Of China Ltd 2.4 5.1 4.89 2. Citibank N.A 12.08 25.48 18.31 3. Deutsche Bank 11.13 42.99 22.04 4. Std Chartered Bank 1.48 2.77 2.96 5. The Hongkong Bank 2.61 4.71 3.6 6. The Bangkok Bank 26.39 35.6 137.05

Sumber: Hasil penelitian 2012 (data diolah)

Tabel 4.10 menggambarkan nilai variabel rata-rata rasio permodalan yang terdiri dari CA, CL, dan CD pada Bank Asing yang terdaftar di Bank Indonesia, selama periode penelitian dari tahun 2009-2011. Berdasarkan Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa kelompok Asing memiliki rasio permodalan sebagai berikut :

1. Rasio CA sebesar 9.17%, menunjukkan bahwa Bank Asing mampu menyediakan modal sebesar 9.17% dari total aset bank.

2. Rasio CL sebesar 21.57%, menunjukkan bahwa Bank Asing mampu menyediakan dana sebesar 21.57% dari total modal yang dimiliki bank untuk memenuhi permintaan kreditnya.

3. Rasio CD sebesar 28.11%, menunjukkan bahwa Bank Asing mampu menyediakan dana sebesar 28.11% dari total modal yang dimiliki bank untuk membayar kembali simpanan nasabah (deposan) pada saat ditarik. 4.2.2 Uji Independent Sample t-test

Tabel-tabel berikut ini menunjukkan hasil estimasi Uji Independent Sample t-test melalui pengolahan data dengan SPSS for windows.

1. Hasil Estimasi Uji Independent Sample t-test Rasio Probabilitas 7. Bank Of Tokyo 14.26 19.14 35.72 Rata-rata Rasio

Tabel 4.11

Independent Samples Test Rasio Probabilitas

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper ROA Equal variances

assumed

5.423 .027 -1.690 31 .101 -.81571 .48259 -1.79996 .16853 Equal variances not

assumed

-2.002 30.677 .054 -.81571 .40754 -1.64725 .01582 ROE Equal variances

assumed

8.710 .006 -2.227 31 .033 -22.30964 10.01781 -42.74110 -1.87819 Equal variances not

assumed

-2.911 22.209 .008 -22.30964 7.66369 -38.19448 -6.42480 NIM Equal variances

assumed

.380 .542 2.694 30 .011 2.03645 .75601 .49248 3.58042 Equal variances not

assumed

2.916 25.321 .007 2.03645 .69828 .59924 3.47366 NPM Equal variances

assumed

.374 .545 1.476 31 .150 54.46512 36.90474 -20.80259 129.73283 Equal variances not

assumed

Berdasarkan Tabel 4.11 dapat ditemukan: a. ROA (Return On Asset)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (-1.690) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio ROA bank pemerintah dengan rasio ROA bank asing.

Terlihat bahwa bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa rasio ROA bank pemerintah lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio ROA bank asing, dengan Mean Difference -0.81571.

b. ROE (Return On Equity)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (-2.227) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio ROE bank pemerintah dengan rasio ROE bank asing.

Terlihat bahwa bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa rasio ROE bank pemerintah lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio ROE bank asing, dengan Mean Difference -22.30964.

c. NIM (Net Interest Margin)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.042 (df = 30, t = 0.025)

Hasil t-test: (2.694) > (2.042)

Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio NIM bank pemerintah dengan rasio NIM bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio NIM bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio NIM bank asing, dengan Mean Difference 2.03645.

d. NPM (Net Profit Margin)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (1.476) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio NPM bank pemerintah dengan rasio NPM bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio NPM bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio NPM bank asing, dengan Mean Difference 54.46512.

Berdasarkan hasil Uji Independent Sample t-test pada rasio probabilitas, secara statistik hanya 1 variabel yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan bank pemerintah dan bank asing, yaitu rasio NIM (Net Interest Margin). Kelompok bank pemerintah memiliki rata-rata rasio NIM (7.00%) lebih besar bila dibandingkan dengan rasio NIM (4.69%) kelompok bank asing. Hal ini menunjukkan bahwa bank pemerintah lebih baik kinerjanya dalam mengelola aktiva produktif bank untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih 2. Hasil Estimasi Uji Independent Sample t-test Rasio Efisiensi

Tabel 4.12

Independent Samples Test Rasio Eisiensi

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper NIA Equal variances

assumed

19.424 .000 -1.576 31 .125 -2.21988 1.40832 -5.09217 .65241 Equal variances not

assumed

-2.036 23.601 .053 -2.21988 1.09030 -4.47217 .03241 OH Equal variances

assumed

15.496 .000 -1.514 31 .140 -2.61000 1.72438 -6.12689 .90689 Equal variances not

assumed

-1.993 21.378 .059 -2.61000 1.30987 -5.33111 .11111 CI Equal variances

assumed

17.158 .000 -2.338 31 .026 -113.47190 48.52364 -212.43652 -14.50729 Equal variances not

assumed

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper SEA Equal variances

assumed

8.168 .008 1.982 31 .056 .37214 .18775 -.01077 .75506 Equal variances not

assumed

2.274 30.937 .030 .37214 .16365 .03835 .70593 GEA Equal variances

assumed

7.841 .009 .026 31 .979 .03893 1.47080 -2.96078 3.03864 Equal variances not

assumed

.032 29.233 .974 .03893 1.20671 -2.42821 2.50607 BOPO Equal variances

assumed

43.463 .000 5.518 30 .000 195.92026 35.50306 123.41334 268.42718 Equal variances not

assumed

4.023 10.334 .002 195.92026 48.70408 87.87472 303.96580

Berdasarkan Tabel 4.12 dapat ditemukan:

a. NIA (Non Interest Expenses to Avarage Total Assset)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (-1.576) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio NIA bank pemerintah dengan rasio NIA bank asing.

Terlihat bahwa bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa rasio NIA bank pemerintah lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio

b. OH (Overhead)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: ( -1.514) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio OH bank pemerintah dengan rasio OH bank asing.

Terlihat bahwa bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa rasio OH bank pemerintah lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio OH bank asing, dengan Mean Difference -2.61000.

c. CI (Cost to Income)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (-2.338) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio CI bank pemerintah dengan rasio CI bank asing.

Terlihat bahwa bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa rasio CI bank pemerintah lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio CI bank asing, dengan Mean Difference -113.47190.

d.SEA (Staff Cost to Total Asset)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio SEA bank pemerintah dengan rasio SEA bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio SEA bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio SEA bank asing, dengan Mean Difference 0.37214.

e. GEA (General Expemses to Total Asset)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (0.026) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio GEA bank pemerintah dengan rasio GEA bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio GEA bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio GEA bank asing, dengan Mean Difference 0.03893.

f. BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.042 (df = 30, t = 0.025)

Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio BOPO bank pemerintah dengan rasio BOPO bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio BOPO bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio BOPO bank asing, dengan Mean Difference 195.92026.

Berdasarkan hasil Uji Independent Sample t-test pada rasio efisiensi, secara statistik hanya 1 variabel yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan bank pemerintah dan bank asing, yaitu rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional). Kelompok bank peme-rintah memiliki rata-rata rasio BOPO (312.68%) lebih besar bila dibandingkan dengan rasio BOPO (96.16%) kelompok bank asing. Hal ini menunjukkan bahwa bank pemerintah memiliki beban operasional yang lebih besar daripada bank asing. Sehingga bank pemerintah tidak lagi bisa menutupi beban operasionalnya dari pendapatan operasional yang diperoleh bank.

3. Hasil Estimasi Uji Independent Sample t-test Rasio Kualitas Aset

Tabel 4.13

Independent Samples Test Rasio Kualitas Aset

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper PNPL Equal variances assumed .164 .689 2.492 30 .018 52.58267 21.10138 9.48789 95.67744 Equal variances not

assumed

2.455 22.222 .022 52.58267 21.41963 8.18681 96.97852 NPL Equal variances

assumed

20.344 .000 -.626 31 .536 -.74893 1.19654 -3.18929 1.69144 Equal variances not

assumed

-.822 21.718 .420 -.74893 .91155 -2.64079 1.14293 PL Equal variances

assumed

7.924 .008 .056 31 .956 .06833 1.21856 -2.41693 2.55359 Equal variances not

assumed

.068 29.548 .946 .06833 1.00452 -1.98449 2.12116 PA Equal variances

assumed

8.327 .007 .411 30 .684 .29750 .72364 -1.18037 1.77537 Equal variances not

assumed

.498 26.800 .622 .29750 .59720 -.92827 1.52327

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat ditemukan: a. PNPL (Provision to NPL)

Hasil t-test: (2.492) > (2.042)

Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio PNPL bank pemerintah dengan rasio PNPL bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio PNPL bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio PNPL bank asing, dengan Mean Difference 52.58267.

b. NPL (Non Performing Loan)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (-0.626) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio NPL bank pemerintah dengan rasio NPL bank asing.

Terlihat bahwa bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa rasio NPL bank pemerintah lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio NPL bank asing, dengan Mean Difference -0.74893.

c. PL (Provision to Loan)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (0.056) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio PL bank pemerintah dengan rasio PL bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio PL bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio PL bank asing, dengan Mean Difference 0.06833.

d. PA (Provision to Asset)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.042 (df = 30, t = 0.025)

Hasil t-test: (0.411) < (2.042)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio PA bank pemerintah dengan rasio PA bank asing. Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio PA bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio PA bank asing, dengan Mean Difference 0.29750.

Berdasarkan hasil Uji Independent Sample t-test pada rasio kualitas aset, secara statistik hanya 1 variabel yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan bank pemerintah dan bank asing, yaitu rasio PNPL

(Provision to Non Performing Loan). Kelompok bank pemerintah memiliki rata-rata rasio PNPL (137.90%) lebih besar bila dibandingkan dengan rasio PNPL (79.15%) kelompok bank asing. Hal ini menunjukkan bahwa bank pemerintah memiliki lebih banyak cadangan dana untuk menutupi kerugian akibat risiko kredit, daripada cadangan dana yang disediakan oleh bank asing.

Tabel 4.14

Independent Samples Test Rasio Likuiditas

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper LDR Equal variances assumed 9.771 .004 -1.510 28 .142 -23.00917 15.23855 -54.22392 8.20559 Equal variances not

assumed

-1.791 21.680 .087 -23.00917 12.84969 -49.68063 3.66230 LAR Equal variances

assumed

4.872 .035 .849 31 .402 4.56071 5.37103 -6.39357 15.51500 Equal variances not

assumed

1.038 29.046 .308 4.56071 4.39501 -4.42748 13.54890 LAA Equal variances

assumed

18.951 .000 8.024 31 .000 1.49964 .18690 1.11847 1.88082 Equal variances not

assumed

6.357 12.358 .000 1.49964 .23592 .98726 2.01202 LAD Equal variances

assumed

16.607 .000 7.717 31 .000 1.70214 .22057 1.25229 2.15200 Equal variances not

assumed

6.183 12.662 .000 1.70214 .27528 1.10582 2.29847

a. LDR (Loan to Deposit Ratio)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.048 (df = 28, t = 0.025)

Hasil t-test: (-1.510) < (2.048)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio LDR bank pemerintah dengan rasio LDR bank asing.

Terlihat bahwa bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan bahwa rasio LDR bank pemerintah lebih rendah bila dibandingkan dengan rasio LDR bank asing, dengan Mean Difference -23.00917.

b. LAR (Loan to Asset Ratio)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (0.849) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio LAR bank pemerintah dengan rasio LAR bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio LAR bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio LAR bank asing, dengan Mean Difference 4.56071.

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (8.024) > (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio LAA bank pemerintah dengan rasio LAA bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio LAA bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio LAA bank asing, dengan Mean Difference 1.49964.

d. LAD (Liquid Asset to Deposit)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (7.717) > (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio LAD bank pemerintah dengan rasio LAD bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa LAD bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio LAD bank asing, dengan Mean Difference 1.70214.

Berdasarkan hasil Uji Independent Sample t-test pada rasio likuiditas, secara statistik terdapat 2 variabel yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan bank pemerintah dan bank asing, yakni Rasio LAA dan

Rasio LAD. Kelompok bank pemerintah memiliki rata-rata rasio LAA (1.82%) dan rasio LAD (2.30%) yang lebih besar bila dibandingkan dengan rasio LAA (0.32%) dan rasio LAD (0.61%) kelompok bank asing. Hal ini menunjukkan bahwa bank pemerintah memiliki aset likuid yang lebih banyak daripada bank asing, Sehingga bank pemerintah lebih mampu dalam membayar kembali dana yang disimpan oleh para nasabahnya dengan menggunakan aset likuidnya.

5. Hasil Estimasi Uji Independent Sample t-test Rasio Permodalan

Tabel 4.15

Independent Samples Test Rasio Permodalan

Levene's Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper CA Equal variances assumed 9.417 .004 .575 31 .570 1.47583 2.56740 -3.76042 6.71208

Equal variances not assumed

.715 27.536 .480 1.47583 2.06287 -2.75299 5.70465 CL Equal variances assumed 15.605 .000 .029 31 .977 .13310 4.63659 -9.32329 9.58948

Equal variances not assumed

.036 27.087 .972 .13310 3.70780 -7.47354 7.73973 Levene's Test for

Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper CD Equal variances assumed 16.372 .000 .135 28 .893 .51139 3.78337 -7.23849 8.26127

Equal variances not assumed

.158 23.376 .876 .51139 3.23676 -6.17841 7.20119

Berdasarkan Tabel 4.15 dapat ditemukan: a. CA (Capital to Asset)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: (0.575) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio CA bank pemerintah dengan rasio CA bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio CA bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio CA bank asing, dengan Mean Difference 1.70214.

b. CL (Capital to Loan)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.040 (df = 31, t = 0.025)

Hasil t-test: 0.029) < (2.040)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio CL bank pemerintah dengan rasio CL bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio CL bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio CL bank asing, dengan Mean Difference 0.13310.

c. CD (Capital to Deposit)

Diketahui: α = 0.05 (5%) = 2.048 (df = 28, t = 0.025)

Hasil t-test: (0.135) < (2.048)

Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rasio CD bank pemerintah dengan rasio CD bank asing.

Terlihat bahwa bernilai positif (+), hal ini menunjukkan bahwa rasio CD bank pemerintah lebih tinggi bila dibandingkan dengan rasio CD bank asing, dengan Mean Difference 0.51139.

Berdasarkan hasil Uji Independent Sample t-test pada rasio permodalan, secara statistik tidak terdapat variabel yang menunjukkan perbedaan antara kinerja keuangan bank pemerintah dengan kinerja keuangan bank asing. Maka dapat disimpulkan bahwa bank pemerintah dan bank asing mempunyai kinerja keuangan yang sama dalam mengelola modal yang dimilikinya untuk menjalankan kegiatan operasional bank.

Tabel 4.16

Rasio Keuangan Variabel MMembandingkan t-hitung dengan t-tabel kk Perbedaan Kinerja Keuangan Bank Pemerintah dengan Bank Asing

Rasio Profitabilitas

ROA (Return On Asset) -1.690 < 2.040 Tidak Signifikan ROE (Return On Equity) -2.227 < 2.040 Tidak Signifikan NIM (Net Interest

Margin) 2.694 > 2.042 Signifikan

NPM (Net Profit

Margin) 1.476 < 2.040 Tidak Signifikan

Rasio Efisiensi

NIA (Non Interest expenses to Avarage total asset)

-1.576 < 2.040 Tidak Signifikan OH (Overhead) -1.514 < 2.040 Tidak Signifikan CI (Cost to Income) -2.338 < 2.040 Tidak Signifikan SEA (Staff cost to total

Asset) 1.982 < 2.040 Tidak Signifikan

GEA (General Expenses

to total Asset) 0.026 < 2.040 Tidak Signifikan

BOPO (Beban Opera-sional terhadap Penda-patan Operasional) 5.518 > 2.042 Signifikan Rasio Kualitas Aset PNPL (Provision to Non

Performing Loan) 2.492 > 2.042 Signifikan

NPL(Non Performing

Loan) -0.626 < 2.040 Tidak Signifikan

PL (Provision to Loan) 0.056 < 2.040 Tidak Signifikan PA (Provision to Asset) 0.411 < 2.042 Tidak Signifikan

Rasio

Keuangan Variabel MMembandingkan t-hitung dengan

kk Perbedaan Kinerja Keuangan

t- tabel dengan Bank Asing

Rasio Likuiditas

LDR (Loan to Deposit

Ratio) -1.510 < 2.048 Tidak Signifikan

LAR (Loan to Asset

Ratio) 0.849 < 2.040 Tidak Signifikan

LAA (Liquid Asset to

Asset) 8.024 > 2.040 Signifikan

LAD (Liquid Asset to

Deposit) 7.717 > 2.040 Signifikan

Rasio Permodalan

CA (Capital to Asset) 0.575 < 2.040 Tidak Signifikan CL (Capital to Loan) 0.029 < 2.040 Tidak Signifikan CD (Capital to Deposit) 0.135 < 2.048 Tidak Signifikan

BAB V

Dokumen terkait