• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Responden

Dalam dokumen PENGARUH PENGGUNAAN METAFORA DALAM IKLAN (1) (Halaman 66-117)

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.2. Deskripsi Responden

Dalam penelitian ini deskripsi responden dilakukan berdasarkan klasifikasi jenis kelamin dan kelompok eksperimental yang dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.3 Deskripsi Jenis Kelamin dan Kelompok Eksperimental Partisipan

Jenis Kelamin Kelompok Eksperimental Total Iklan - Gambar Iklan - Headline

Iklan -

Kombinasi

Laki-laki 30 30 30 90

Perempuan 30 30 30 90

Total 60 60 60 180

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, jumlah partisipan berdasarkan jenis kelaminnya terdiri dari 90 orang laki-laki dan 90 orang perempuan. Kesembilan puluh laki-laki dan perempuan ini dibagi dalam tiga kelompok eksperimental iklan, yaitu 30 orang laki-laki dan 30 orang perempuan untuk masing-masing kelompok eksperimental iklan gambar, iklan headline, dan iklan kombinasi (gambar dan headline). Total jumlah partisipan adalah 180 orang.

4.1.3. Deskripsi Hasil Penelitian

Butir-butir pernyataan kuesioner yang dijawab oleh partisipan dalam penelitian ini adalah untuk mengukur variabel, yaitu sikap atas iklan (Y). Variabel terikat tersebut diukur dengan menggunakan skala semantik diferensial 7 poin, di mana poin 1 menyatakan penilaian paling rendah dan poin 7 menyatakan penilaian paling tinggi. Penilaian partisipan atas variabel-variabel terikat dapat dilihat dari nilai rata-rata indikator-indikatornya. Untuk memudahkan intepretasi penilaian partisipan, dibuatlah kategori penilaian, yang intervalnya ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Interval Kelas = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah = 7 – 1 = 0,86

Tabel 4.4 Kategori Nilai Rata-rata

Interval Nilai Rata-rata Kategori Nilai 6,16 ≤ a < 7,00 Amat sangat tinggi 7 5,30 ≤ a < 6,16 Sangat tinggi 6 4,44 ≤ a < 5,30 Tinggi 5 3,58 ≤ a < 4,44 Cukup 4 2,72 ≤ a < 3,58 Rendah 3 1,86 ≤ a < 2,72 Sangat rendah 2 1,00 ≤ a < 1,86 Amat sangat rendah 1

Berikut ini adalah Tabel 4.5 sampai Tabel 4.10, yaitu penilaian partisipan atas butir-butir pernyataan kuesioner untuk variabel sikap atas iklan (Y) berdasarkan kelompok eksperimental:

Tabel 4.5 Sikap Partisipan atas Iklan dengan Gambar Nonmetafora

Indikator Skor Y1 1 2 3 4 5 6 7 Total Mean si1 2 3% 2 3% 13 22% 12 20% 16 27% 12 20% 3 5% 266 4.43 si2 6 10% 6 10% 8 13% 18 30% 6 10% 12 20% 4 7% 244 4.43 si3 2 3% 8 13% 8 13% 18 30% 12 20% 10 17% 2 3% 248 4.45 si4 8 13% 4 7% 6 10% 10 17% 16 27% 10 17% 6 10% 256 4.20 Total 18 7% 20 8% 35 15% 58 24% 50 21% 44 18% 15 6% 1014 4.38

Tabel di atas menunjukkan sikap partisipan atas iklan dengan gambar nonmetafora. Berdasarkan tabel tersebut, sebanyak 27% partisipan dengan nilai rata-rata 4,43 setuju bahwa iklan dengan gambar nonmetafora adalah iklan yang baik. Sebanyak 30% partisipan dengan nilai rata-rata 4,43 menilai iklan dengan gambar nonmetafora cukup menarik. Kemudian sebanyak 30% partisipan dengan nilai rata-rata 4,45 menilai iklan dengan gambar nonmetafora memiliki daya tarik yang cukup.

Yang terakhir, sebanyak 27% partisipan dengan nilai rata-rata 4,20 menyukai iklan dengan gambar nonmetafora.

Tabel 4.6 Sikap Partisipan atas Iklan dengan Gambar Metafora

Indikator Skor Y1 1 2 3 4 5 6 7 Total Mean si1 1 2% 3 5% 7 12% 8 13% 20 33% 15 25% 6 10% 292 4.87 si2 2 3% 1 2% 7 12% 10 17% 17 28% 13 22% 10 17% 298 4.97 si3 0 0% 0 0% 9 15% 13 22% 16 27% 14 23% 8 13% 299 4.98 si4 2 3% 2 3% 10 17% 11 18% 14 23% 13 22% 8 13% 284 4.73 Total 5 2% 6 3% 33 14% 42 17% 67 28% 55 23% 32 13% 1173 4.89

Tabel di atas menunjukkan sikap partisipan atas iklan dengan gambar metafora. Berdasarkan tabel tersebut, sebanyak 33% partisipan dengan nilai rata-rata 4,87 setuju bahwa iklan dengan gambar metafora adalah iklan yang baik. Sebanyak 28% partisipan dengan nilai rata-rata 4,97 setuju bahwa iklan dengan gambar metafora adalah iklan yang menarik. Kemudian sebanyak 27% partisipan dengan nilai rata-rata 4,98 setuju bahwa iklan dengan gambar metafora memiliki daya tarik. Yang terakhir, sebanyak 23% partisipan dengan nilai rata-rata 4,73 menyukai iklan dengan gambar metafora.

Tabel 4.7 Sikap Partisipan atas Iklan dengan Headline Nonmetafora

Indikator Skor Y1 1 2 3 4 5 6 7 Total Mean si1 5 8% 9 15% 18 30% 15 25% 10 17% 3 5% 0 0% 205 3.42 si2 5 8% 10 17% 16 27% 15 25% 11 18% 3 5% 0 0% 206 3.43 si3 6 10% 8 13% 16 27% 20 33% 9 15% 1 2% 0 0% 201 3.35 si8 13 22% 10 17% 9 15% 18 30% 7 12% 3 5% 0 0% 185 3.08 Total 29 12% 37 15% 59 25% 68 28% 37 15% 10 4% 0 0% 797 3.39

Tabel di atas menunjukkan sikap partisipan atas iklan dengan headline

nonmetafora. Berdasarkan tabel tersebut, sebanyak 30% partisipan dengan nilai rata-rata 3,42 setuju bahwa iklan dengan headline nonmetafora adalah iklan yang buruk. Sebanyak 27% partisipan dengan nilai rata-rata 3,43 setuju bahwa iklan dengan

headline nonmetafora tidak menarik. Kemudian sebanyak 33% partisipan dengan nilai rata-rata 3,35 menilai iklan dengan headline nonmetafora memiliki daya tarik yang cukup. Yang terakhir, sebanyak 30% partisipan dengan nilai rata-rata 3,08 memiliki perasaan cukup suka pada iklan dengan gambar metafora.

Tabel 4.8 Sikap Partisipan atas Iklan dengan Headline Metafora

Indikator Skor Y1 1 2 3 4 5 6 7 Total Mean si1 2 3% 5 8% 14 23% 19 32% 11 18% 8 13% 1 2% 240 4.00 si2 1 2% 11 18% 14 23% 14 23% 14 23% 6 10% 0 0% 227 3.78 si3 2 3% 10 17% 17 28% 16 27% 13 22% 2 3% 0 0% 214 3.57 si4 7 12% 8 13% 11 18% 12 20% 14 23% 7 12% 1 2% 223 3.72 Total 12 5% 34 14% 56 23% 61 25% 52 22% 23 10% 2 1% 904 3.77

Tabel di atas menunjukkan sikap partisipan atas iklan dengan headline

metafora. Berdasarkan tabel tersebut, sebanyak 32% partisipan dengan nilai rata-rata 4,00 menilai iklan dengan headline metafora adalah iklan yang cukup baik. Sebanyak 23% partisipan dengan nilai rata-rata 3,78 setuju bahwa iklan dengan headline

metafora adalah iklan yang tidak menarik. Hal ini didukung dengan sebanyak 28% partisipan dengan nilai rata-rata 3,57 setuju bahwa iklan dengan headline metafora tidak memiliki daya tarik. Yang terakhir, sebanyak 23% partisipan dengan nilai rata-rata 3,72 menyukai iklan dengan headline metafora.

Tabel 4.9 SikapPartisipan atas Iklan Kombinasi Nonmetafora Indikator Skor Y1 1 2 3 4 5 6 7 Total Mean si1 1 2% 1 2% 16 27% 21 35% 12 20% 6 10% 3 5% 252 4.20 si2 3 5% 6 10% 13 22% 11 18% 19 32% 6 10% 2 3% 243 4.05 si3 1 2% 7 12% 10 17% 16 27% 14 23% 10 17% 2 3% 253 4.22 si4 7 12% 7 12% 13 22% 11 18% 13 22% 7 12% 2 3% 225 3.75 Total 12 5% 21 9% 52 22% 59 25% 58 24% 29 12% 9 4% 973 4.02

Tabel 4.9 di atas menunjukkan sikap partisipan atas iklan dengan kombinasi nonmetafora. Berdasarkan tabel tersebut, sebanyak 35% partisipan dengan nilai rata-rata 4,20 menilai iklan dengan kombinasi nonmetafora adalah iklan yang cukup baik. Sebanyak 32% partisipan dengan nilai rata-rata 4,05 setuju bahwa iklan dengan kombinasi nonmetafora adalah iklan yang menarik. Sebanyak 27% partisipan dengan nilai rata-rata 4,22 menilai iklan dengan kombinasi nonmetafora cukup memiliki daya tarik. Yang terakhir, sebanyak 22% partisipan dengan nilai rata-rata 3,75 tidak menyukai iklan dengan kombinasinonmetafora.

Tabel 4.10 Sikap Partisipan atas Iklan Kombinasi Metafora

Indikator Skor Y1 1 2 3 4 5 6 7 Total Mean si1 2 3% 6 10% 11 18% 9 15% 16 27% 11 18% 5 8% 264 4.40 si2 1 2% 6 10% 10 17% 6 10% 20 33% 11 18% 6 10% 275 4.58 si3 0 0% 8 13% 10 17% 6 10% 15 25% 18 30% 3 5% 274 4.57 si4 5 8% 9 15% 11 18% 6 10% 10 17% 11 18% 8 13% 252 4.20 Total 8 3% 29 12% 42 17% 27 11% 61 25% 51 21% 22 9% 1065 4.23

Tabel 4.9 di atas menunjukkan sikap partisipan atas iklan dengan kombinasi metafora. Berdasarkan tabel tersebut, sebanyak 27% partisipan dengan nilai rata-rata 4,40 setuju bahwa iklan dengan kombinasi metafora adalah iklan yang baik.

Sebanyak 33% partisipan dengan nilai rata-rata 4,58 setuju bahwa iklan dengan kombinasi metafora adalah iklan yang menarik. Sebanyak 30% partisipan dengan nilai rata-rata 4,57 setuju bahwa iklan dengan kombinasi metafora sangat memiliki daya tarik. Yang terakhir, sebanyak 18% partisipan dengan nilai rata-rata 4,20 tidak menyukai iklan dengan kombinasinonmetafora.

4.3. Uji Beda

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel, berikut adalah hasil uji beda untuk menguji hipotesa 1, 2, dan 3:

Tabel 4.11 Hasil Uji Beda berdasarkan Kelompok Eksperimental

Variabel Nilai Iklan Headline Iklan Gambar Iklan Kombinasi Nonmetafora Metafora Nonmetafora Metafora Nonmetafora Metafora

Rata-rata 3.32 3.77 4.38 4.89 4.05 4.44

Y P satu arah 0.03 0.01 0.06

Keterangan Berbeda signifikan* Berbeda signifikan* Berbeda signifikan* *Berbeda signifikan pada alpha 0.10

Uji beda dalam penelitian ini menggunakan alpha (α) sebesar 0,10 (derajat keyakinan 90%) dan nilai P satu arah (one-tail). Hal ini disesuaikan dengan hipotesa penelitian yang menyatakan bahwa akan terdapat satu kelompok iklan saja (nonmetafora atau metafora) yang akan memiliki nilai variabel tergantung ebih besar dari yang lain.

Berdasarkan Tabel 4.11 di atas, untuk iklan headline, terdapat perbedaan sikap atas iklan (Y) yang signifikan antara iklan dengan headline nonmetafora dan metafora yang dilihat dari nilai P satu arah yang lebih kecil dari nilai alpha

(0,03<0,10). Selain itu, sikap atas iklan (Y) memiliki nilai rata-rata 3,32 untuk

headline nonmetafora dan 3,77 untuk headline metafora. Dengan demikian, hipotesis 1a (H1a) penelitian ini secara statistik terdukung.

Untuk iklan gambar, terdapat perbedaan sikap atas iklan (Y) yang signifikan antara iklan dengan gambar nonmetafora dan metafora yang dilihat dari nilai P satu arah yang lebih kecil dari nilai alpha (0,01<0,10). Selain itu, sikap atas iklan (Y) memiliki nilai rata-rata 4,38 untuk gambar nonmetafora dan 4,89 untuk gambar metafora. Dengan demikian, hipotesis 1b (H1b) penelitian ini secara statistik terdukung.

Untuk iklan kombinasi, terdapat perbedaan sikap atas iklan (Y) yang signifikan antara iklan dengan gambar nonmetafora dan metafora yang dilihat dari nilai P satu arah yang lebih kecil dari nilai alpha (0,06<0,10). Selain itu, sikap atas iklan (Y) memiliki nilai rata-rata 4,05 untuk gambar nonmetafora dan 4,44 untuk gambarmetafora. Dengan demikian, hipotesis 1c (H1c) penelitian ini secara statistik terdukung, dan secara keseluruhan hipotesis pertama (H1) juga terdukung secara statistik.

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel, berikut adalah hasil uji beda untuk menguji hipotesa kedua (H2):

Tabel 4.12 Hasil Uji Beda Iklan Metafora berdasarkan Jenis Kelamin

Variabel Nilai Iklan Headline Iklan Gambar Iklan Kombinasi Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

Rata-rata 3.82 3.72 4.83 4.94 4.26 4.62

Y P satu arah 0.39 0.37 0.18

Sesuai dengan H2 penelitian ini, kelompok iklan yang diuji beda adalah iklan metafora saja, dengan jenis kelamin partisipan sebagai faktor pembeda. Berdasarkan tabel 4.12 di atas, untuk iklan headline, sikap atas iklan (Y) memiliki nilai P satu arah 0,39 dengan nilai rata-rata 3,82 untuk laki-laki dan 3,72 untuk perempuan. Hal ini mengindikasikan partisipan laki-laki memiliki sikap atas iklan dengan headline

metafora yang lebih positif dibandingkan dengan perempuan, namun perbedaan sikap di antara keduanya tidak signifikan.

Untuk iklan gambar, sikap atas iklan (Y) memiliki nilai P satu arah 0,37 dengan nilai rata-rata 4,83 untuk laki-laki dan 4,94 untuk perempuan. Hal ini mengindikasikan partisipan perempuan memiliki sikap atas iklan dengan gambar metafora yang lebih positif dibandingkan dengan laki-laki, namun perbedaan sikap di antara keduanya tidak signifikan.

Untuk iklan kombinasi, sikap atas iklan (Y) memiliki nilai P satu arah 0,18 dengan nilai rata-rata 4,26 untuk laki-laki dan 4,62 untuk perempuan. Hal ini mengindikasikan partisipan perempuan memiliki sikap atas iklan dengan kombinasi metafora yang lebih positif dibandingkan dengan laki-laki, namun perbedaan sikap di antara keduanya tidak signifikan. Dengan demikian, hipotesis kedua (H2) penelitian ini secara statistik tidak terdukung.

4.4. Pembahasan

Pada pengujian H1a, diketahui iklan dengan headline metafora menghasilkan sikap atas iklan yang lebih positif dibandingkan dengan iklan dengan headline

nonmetafora, dan secara statistik terdukung. Senada dengan Ang dan Lim (2006) yang menyatakan bahwa ketika gambarnya nonmetafora, iklan dengan headline

metafora akan menghasilkan sikap atas iklan yang lebih menguntungkan (favourable) atau positif dibandingkan dengan iklan dengan headline nonmetafora.

Pada pengujian H1b, diketahui iklan dengan gambar metafora menghasilkan sikap atas iklan yang lebih positif dibandingkan dengan iklan dengan gambar nonmetafora, dan secara statistik terdukung. Hal ini sesuai dengan pendapat Ang dan Lim (2006) yang menyatakan bahwa iklan metafora akan menghasilkan sikap atas iklan yang lebih positif dibandingkan dengan iklan nonmetafora

Pada pengujian H1c, diketahui bahwa iklan dengan kombinasi metafora menghasilkan sikap atas iklan yang lebih positif dibandingkan dengan iklan dengan kombinasi nonmetafora, dan secara statistik terdukung. Hal ini senada dengan pernyataan Ang dan Lim (2006) yang menyatakan iklan metafora akan menghasilkan sikap atas iklan yang lebih positif dibandingkan dengan iklan nonmetafora.

Pada pengujian hipotesis kedua (H2), diketahui bahwa partisipan perempuan memiliki sikap atas iklan dengan gambar metafora dan kombinasi metafora yang lebih positif dibandingkan dengan partisipan laki-laki; partisipan laki-laki memiliki

sikap atas iklan dengan headline metafora dan sikap atas merek yang lebih positif dibandingkan dengan partisipan perempuan. Perbedaan sikap antara partisipan laki-laki dan perempuan ini secara statistik tidak terdukung.

Diakui bahwa hubungan antara gender dengan metafora dalam iklan cetak tidak kuat. Hal ini dapat dikarenakan objek penelitian ini, majalah fiktif Dunia Manajemen, adalah majalah tidak gender spesifik, yaitu tidak diperuntukkan untuk satu gender tertentu, laki-laki atau perempuan. Dengan kata lain, Majalah Dunia Manajemen yang diiklankan bersifat netral gender. Selain itu, majalah Dunia Manajemen adalah majalah bertema keilmuan yang diperuntukkan bagi mahasiswa jurusan Manajemen secara umum. Dengan demikian, tidak ada preferensi khusus terhadap majalah ini di antara pembaca laki-laki maupun perempuan. Kedua kelompok gender pembaca memiliki keterlibatan yang sama dengan produk yang diiklankan. Maka dari itu, tidak terdapat perbedaan sikap yang signifikan di antara partisipan laki-laki dan perempuan terhadap iklan metafora dan nonmetafora dalam penelitian ini. Hal ini didukung oleh pernyataan Hupfer (2002) yang menyatakan bahwa dalam dunia periklanan, batas-batas preferensi iklan di antara laki-laki dan perempuan semakin mengabur.

Walaupun H2 penelitian ini secara statistik tidak terdukung, hasil pengolahan data tidak menyalahi pernyataan Putrevu (2004) yang menyatakan bahwa dibandingkan perempuan, laki-laki memiliki sikap atas iklan dan merek yang lebih positif terhadap iklan yang simpel, yaitu iklan yang terdiri dari deskripsi verbal

singkat tentang satu atau beberapa atribut kunci produk dan didukung dengan unsur nonverbal (gambar, grafik, dan lain-lain). Iklan dengan headline metafora maupun nonmetafora yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi kriteria iklan simpel menurut Putrevu (2004) tersebut, dan dapat menjelaskan mengapa partisipan laki-laki memiliki sikap atas iklan yang lebih positif dibandingkan dengan partisipan perempuan.

Selain itu, Putrevu (2004) juga menyatakan bahwa dibandingkan laki-laki, perempuan memiliki sikap atas iklan yang lebih positif terhadap iklan yang kompleks, yaitu iklan yang memuat informasi verbal dan visual secara bersamaan. Iklan dengan gambar metafora dan kombinasi metafora yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi kriteria iklan kompleks menurut Putrevu (2004) tersebut, dan dapat menjelaskan mengapa partisipan perempuan memiliki sikap atas iklan dan merek yang lebih positif dibandingkan dengan partisipan laki-laki.

5.1. Simpulan

Berdasarkan tujuan penelitian, hipotesis, dan kerangka berpikir, dapat ditarik

beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Secara keseluruhan, iklan metafora menghasilkan sikap atas iklan yang lebih

positif dibandingkan dengan iklan nonmetafora.

2. Iklan dengan headline metafora menghasilkan sikap atas iklan yang lebih

positif dibandingkan dengan iklan dengan headline nonmetafora. Perbedaan

sikap atas iklan tersebut secara statistik terdukung.

3. Iklan dengan gambar metafora menghasilkan sikap atas iklan yang lebih

positif dibandingkan dengan iklan dengan gambar nonmetafora, dan

perbedaan sikap atas iklan tersebut secara statistik terdukung.

4. Iklan dengan kombinasi metafora menghasilkan sikap atas iklan dan merek

yang lebih positif dibandingkan dengan iklan dengan kombinasi nonmetafora,

dan perbedaan sikap atas iklan tersebut secara statistik terdukung.

5. Tidak terdapat perbedaan sikap atas iklan metafora yang signifikan di antara

partisipan laki-laki dan perempuan.

5.2. Saran

Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan; masih banyak aspek yang

belum diperhatikan, diteliti dan dikupas berkaitan dengan iklan cetak, metafora,

gender, dan sikap atas iklan. Oleh karena itu saran yang diberikan baik untuk praktisi

maupun akademisi untuk penelitian lebih lanjut adalah:

1. Metafora masih jarang digunakan dalam iklan cetak maupun bentuk iklan

lainnya. Oleh karena itu, metafora dapat dijadikan strategi kreatif dan

diferensiasi penciptaan iklan, karena dalam penelitian ini metafora terbukti

menghasilkan sikap atas iklan yang lebih positif dibandingkan dengan iklan

serupa yang nonmetafora.

2. Gender dalam penelitian ini terbatas pada jenis kelamin manusia dan

perbedaan proses mengevaluasi usaha-usaha pemasaran yang mengikutinya.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dieksplorasi aspek-aspek dari gender

yang lebih mendalam, sebagai contoh, perbedaan psikologis antara laki-laki

dan perempuan dan implikasinya pada penciptaan iklan (Prakash dan Flores,

1985), penggambaran peran gender dalam iklan (Coughlin dan O’Connor,

1985), atau sikap laki-laki dan perempuan yang androgini iklan (Kahle dan

Homer, 1985).

3. Objek penelitian ini adalah majalah fiktif yang bertopik ilmu Manajemen.

Untuk penelitian selanjutnya, produk yang menjadi objek penelitian dapat

simbolis. Selain itu, dapat pula digunakan produk nyata yang ada dalam

pasaran.

4. Produk yang menjadi objek penelitian dapat dispesifikkan preferensi

gendernya, seperti apakah produk tersebut secara khusus diperuntukkan

Assael, Henry. 1998. Consumer Behavior and Marketing Action Sixth Edition. South-Western College Publishing.

Barletta, Martha. 2003. Marketing to Women How to Understand, Reach, and

Increase Your Share of the World’s Largest Market Segment. Dearborn Trade

Publishing.

Belch dan Belch, 2009. Advertising and Promotion An Integrated Marketing

Communication Perspective Eighth Edition. McGraw-Hill Irwin.

Brunel, Frederich F., dan Michelle R.Nelson, 2000. Explaining gendered responses to ‘Help-Self’ and ‘Help-Others’ charity ad appeals: the mediating role of world-views. Journal of Advertising, Vol. 29: 15 – 28

Coughlin, Maureen dan P.J. O’Connor, 1985. Gender portrayals in advertising: and individual differences analysis. Advances in Consumer Research, Volume XII.

Ghozali, I., 2006. Desain Penelitian Eksperimental. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Undip.

http://www.kompas.com/ http://studentmagz.com/

Hupfer, Maureen. 2002. Communicating with the agentic woman and communal man: are stereotypic advertising appeals still relevant? Academy of Marketing

Science Review, dapat diakses di

www.amsreview.org/articles/hupfer03-2002.pdf

Kahle, Lynn R. and Pamela Homer, 1985. Androgyny and midday mastication: do real men eat quiche? Advances in Consumer Research, Volume XII.

---, 2009. Marketing Management 13 Edition.

Pearson Prentice Hall.

Malhotra, Naresh K., 1999. Marketing Research: An Applied Orientation Third

Edition. Prentice Hall.

Peter J.P. dan J.C. Olson, 2003. Consumer Behavior and Marketing Strategy Sixth

Edition. McGraw-Hill/Irwin.

---, 2005. Consumer Behavior and Marketing Strategy Seventh Edition. McGraw-Hill/Irwin.

Putrevu, Sanjay. 2004. Communicating with the sexes male and female responses to print advertisements. Journal of Advertising, Vol. 33, No. 3: 51 – 62.

Prakash, Ved dan R. Caeli Flores, 1985. A study of psychological gender differences: applications for advertising format. Advances in Consumer Research, Volume XII.

Schiffman et al., 2003. Consumer Behaviour Edition 3. Pearson Education Australia – Prentice Hall

Schiffman, Leon dan Leslie Lazar Kanuk, 2007. Consumer Behavior 9th edition.

Pearson-Prentice Hall.

Sekaran, Uma. 2006. Research Methods for Business 4th edition. Salemba Empat

Shimp, Terence A., 2003. Advertising, Promotion, and Supplemental Aspects of

Integrated Marketing Communication 6th Edition. Thomson-South Western.

---, 2007. Advertising, Promotion, and Supplemental Aspects of

Integrated Marketing Communication 7th Edition. Thomson-South Western.

Siagian, D. dan Sugiarto. 2000. Metode Statistik untuk Bisnis dan dan Ekonomi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

LAMPIRAN 1

Kami mohon kesediaan Anda unt uk mengisi kuesioner ini dengan sebenarnya dan dengan lengkap.

Kuesioner ini bert uj uan semat a-mat a unt uk menelit i iklan cet ak secara umum dan t idak secara spesif ik pada Anda sebagai responden. Segala bent uk inf ormasi yang Anda berikan kami j amin kerahasiaannya.

Terima kasih banyak at as perhat ian dan part isipasi Anda.

I. Identifikasi Responden

1. Usia Anda saat ini : _________ t ahun.

2. Jenis kelamin Anda : laki-laki / perempuan (lingkari salah sat u) 3. Anda berkuliah di

Perguruan Tinggi : _________________________________ Jurusan/ St rat a : ____________________________

II. Pert anyaan Kuesioner

Anda dimint a unt uk mengamat i dua buah iklan cet ak secara bergiliran. Set elah Anda selesai mengamat i sebuah iklan cet ak, berilah t anda cawang (9) pada bagian ( __ ) yang Anda anggap paling sesuai di set iap pernyat aan yang t erdapat di dalam halaman 2.

Cont oh:

Menurut Anda, akhir-akhir ini:

(a) Cuacanya buruk ___: _

9

_: ___: ___: ___: ___: ___ Cuacanya baik (berart i menurut Anda cuaca relat if buruk)

(b) Cuacanya buruk ___: ___: ___: ___: ___: _

9

_: ___ Cuacanya baik (berart i menurut Anda cuaca relat if baik)

Sikap at as iklan:

1. Iklan ini buruk ___: ___: ___: ___: ___: ___: ___ Iklan ini bagus 2. Iklan ini t idak menarik ___: ___: ___: ___: ___: ___: ___ Iklan ini menarik

3. Iklan ini t idak memiliki daya t arik ___: ___: ___: ___: ___: ___: ___ Iklan ini memiliki daya t arik 4. Saya t idak suka iklan ini ___: ___: ___: ___: ___: ___: ___ Saya suka iklan ini

LAMPIRAN 2

3 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 5 5 4 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 3 3 2 3 5 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 4 4 4.5 6 23 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 6 6 5 5.25 7 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 2 3 2 2.75 8 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 6 5 6 5.75 9 23 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 5 6 4 5.25 10 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 6 5.25 11 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 3 4 4 3 3.5 12 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 5 5 4 4.5 13 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 6 5 5 5.25 14 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 3 3 4 3 3.25 15 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 3 4 3 3 3.25 16 24 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 7 7 7 7 7 17 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 6 5 6 5.75 18 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 4 5 5 4.75 19 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 4 5 4 4.5 20 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 6 6 6 6 21 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 3 3 4 4 3.5 22 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 1 1 2 1 1.25 23 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 4 3 4 4 24 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 6 6 6 6 25 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 5 6 5 5.5 26 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 3 5 5 4.25 27 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 3 1 2 1 1.75 28 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 6 4 6 5.25

34 25 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 4 5 5 4 4.5 35 23 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 4 4 5 4 4.25 36 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 5 4 5 5 4.75 37 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 6 6 6 5 5.75 38 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 5 5 4 5 4.75 39 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 3 3 3 2 2.75 40 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 3 5 5 3 4 41 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 4 5 6 2 4.25 42 24 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 4 7 7 6 6 43 23 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 4 4 4 4 4 44 23 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 5 5 5 4 4.75 45 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 4 4 4 3 3.75 46 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 4 4 4 5 4.25 47 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 5 4 4 4 4.25 48 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 7 7 6 6 6.5 49 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 1 1 1 1 1 50 18 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 6 6 4 7 5.75 51 18 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 3 2 3 5 3.25 52 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 5 5 5 5 5 53 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 5 5 5 5 5 54 18 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 5 4 4 5 4.5 55 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 7 6 6 7 6.5 56 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 3 4 4 4 3.75 57 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 3 3 3 3 3 58 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 3 4 4 3 3.5 59 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 3 3 3 3 3 60 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Perempuan 2 2 2 2 2

3 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 6 6 7 6.25 4 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 5 5 5 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 4 4.75 6 23 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 5 5 7 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 7 7 7 5 6.5 8 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 3 4 3 3.5 9 23 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 7 7 7 7 7 10 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 7 7 5 6.25 11 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 7 6 7 6.25 12 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 2 2 3 3 2.5 13 22 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 4 4 3 3.75 14 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 4 4.75 15 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 4 5 4.75 16 24 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 4 4.75 17 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 3 3 3 3 3 18 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 7 6 7 6 6.5 19 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 4 3 4 4 3.75 20 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 5 5 4 4.75 21 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 2 1 3 2 2 22 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 3 3 4 4 3.5 23 21 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 6 4 6 5.5 24 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 7 7 7 7 7 25 20 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 5 6 6 6 5.75 26 19 Univ. Airlangga Manajemen S1 Laki-laki 6 5 6 6 5.75

Dalam dokumen PENGARUH PENGGUNAAN METAFORA DALAM IKLAN (1) (Halaman 66-117)

Dokumen terkait