BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Deskripsi Siklus I
a. Perencanaan (Planning)
Pada tahap ini, peneliti menyiapkan semua instrumen pembelajaran yang meliputi LKS 1, kunci jawaban LKS 1, LKS 2, kunci jawaban LKS 2 serta PPT untuk mengajar selama 1 siklus. Instrumen penelitian yang digunakan selama siklus I berupa soal pre test yang diberikan di awal pembelajaran dan soal post test 1 yang diberikan di akhir siklus I. Peneliti juga berkoordinasi dengan guru pengampu mata
pelajaran Biologi dan 1 orang rekan mahasiswa yang bertugas sebagai
observer. Selain itu, peneliti juga menyiapkan lembar observasi aktivitas belajar siswa selama pembelajaran. Sebelum pembentukan kelompok, peneliti menggali data awal karakteristik siswa bersama dengan guru pengampu Biologi kelas XI berdasarkan nilai kognitif sebelumnya secara heterogen menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang.
b. Pelaksanaan Tindakan (Acting) 1)Pertemuan 1
Pertemuan I dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2014, pukul 12.25 – 13.50 WIB, yang diikuti oleh 27 siswa kelas XI. Sebelum memulai proses pembelajaran, siswa terlebih dahulu melaksanakan
pre test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai materi sistem reproduksi. Soal Pre test terdiri dari 20 soal pilihan ganda yang mencakup dalam Kompetensi Dasar (KD) 3.7 yakni menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, kehamilan, danpemberian ASI sertakelainan/penyakit yang dapatterjadipada sistem reproduksimanusia. Para siswa mengerjakan soal sesuai dengan kemampuannya, tanpa bertanya kepada siswa yang lain dengan menggunakan waktu selama 15 menit.
Pada pengerjaan soal Pre Test ini, jumlah siswa yang hadir sebanyak 27 siswa, namun yang terhitung hanya siswa yang selalu
hadir pada setiap pertemuan hingga siklus berakhir saja yaitu terhitung 23 siswa yang mengikuti seluruh rangkaian acara, belum ada siswa yang nilainya mencapai KKM dari keseluruhan junlah siswa.
Setelah mengerjakan soal pre test, peneliti memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan apersepsi melalui pertanyaan yang ditayangkan lewat powerpoint, beberapa siswa mau untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti.
Peneliti menyampaikan indikator pembelajaran, mengenal dan menjelaskan materi sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat yakni menjelaskan struktur dan fungsi sistem reproduksi manusia serta menjelaskan proses pembentukkan sperma (spermatogenesis) dan sel telur (oogenesis).
Setelah penyampaian indikator pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan kelompok. Peneliti mulai mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar dan membagi kelas menjadi 7 kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dikarenakan jumlah siswa kelas XI IPA 2 yakni 30 orang jadi ada 2 kelompok yang berjumlah 5 orang. Sesuai dengan instruktur dari peneliti, para siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Peneliti menjelaskan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray kepada para siswa, lalu peneliti memberi instruksi untuk menentukan 2 orang yang menjadi tamu dan 2 orang menjadi tuan rumah, dimana tugas dari
tuan rumah menjelaskan materi yang sudah dibahas di tiap kelompok. Pada kegiatan ini pembelajaran menggunakan lembar kerja siswa yang berisi tugas-tugas yang harus dipelajari oleh tiap-tiap siswa dalam satu kelompok, untuk pertemuan ini peneliti membagikan Lembar Kerja Siswa 1 tentang alat reproduksi pria dan wanita. Para siswa mempelajarinya dalam kelompok kecil yaitu mendiskusikan masalah tersebut bersama-sama anggota kelompoknya. Masing-masing kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan sesuai dengan tugas yang ada. Masing-masing kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri, adayang mencari dengan referensi seperti buku, ada pula yang memanfaatkan handphone atau tablet untukbrowsing
internet seperti terlihat pada gambar 2 di bawah ini.
Gambar 4.1 Para siswa sedang mencari informasi dari referensi yang ada
Setelah diskusi dalam kelompok kecil, seharusnya dilanjutkan dengan penerapan Two Stay Two Stray, tetapi karena
waktunya terbatas sehingga kegiatan harus dilakukan di hari berikutnya.
2) Pertemuan 2
Pertemuan 2 dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2014, pukul 07.20 – 08.45 WIB, yang diikuti oleh 30 siswa kelas XI. Pada pertemuan ini tidak diawali dengan Pre Test dan para siswa diajak untuk melanjutkan kegiatan yang belum diselesaikan pada pertemuan 1.
Peneliti mengorganisasikan siswa kembali dalam kelompok belajar sesuai dengan pembagian pada pertemuan sebelumnya. Karena ada beberapa siswa yang tidak hadir pada pertemuan 1, maka peneliti harus menjelaskan kembali instruksi di tiap kelompok. Setelah tugas selesai dikerjakan oleh kelompok Kemudian 2 dari 4 anggota dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok yang lainnya. Pada penerapannya, yang menjadi tamu harus menunggu kelompok lain dalam menjelaskan, karena ada yang belum selesai menjelaskan dan mencatat.
2 anggota yang tinggal dalam kelompok bertugas menyampaikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu. Setiap tamu harus berkeliling ke seluruh kelompok untuk mendapatkan penjelasan dari tiap-tiap kelompok. Setelah memperoleh informasi, tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing serta
melaporkan temuannya juga membahas hasil-hasil kerja mereka dalam kelompok awal.
Gambar 4.2 Para siswa sedang menerapkan Two Stay Two Stray
Setelah belajar dalam kelompok dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan, peneliti mengajak siswa dengan meminta 3 kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk dikomunikasikan atau didiskusikan dengan kelompok lainnya. Ada beberapa siswa yang masih malu-malu untuk mempresentasikan hasil diskusi dan masih menunggu untuk ditunjuk oleh peneliti. Kemudian peneliti mengklarifikasi jika ada jawaban yang kurang tepat dan membahas materi sesuai dengan indikator pada pertemuan sebelumnya.
Setelah itu, peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan lisan bagi para siswa dan penghargaan bagi siswa yang terlibat dalam pembelajaran dengan applause atau tepuk tangan.
Karena waktu yang terbatas, guru menutup pelajaran dengan memberi tugas kepada para siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
3) Pertemuan 3
Pertemuan 3 dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2014, pukul 08.45 – 09.30 WIB, yang diikuti oleh 29 siswa kelas XI IPA 2.Pada pertemuan ini pelaksanaan pembelajaran agak kurang bersemangat karena sebelumnya para siswa mengikuti mata pelajaran olahraga, sehingga masih terlihat capek.
Peneliti memberi pertanyaan di awal pelajaran kepada para siswa, ada beberapa yang menjawab dengan benar dan ada yang menjawab sambil bercanda. Lalu peneliti mengarahkan pada materi yang akan dibahas, setelah itu menyampaikan indikator pembelajaran yang disesuaikan dengan silabus dan RPP yakni menjelaskan proses ovulasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menjelaskan peristiwa menstruasi pada wanita
Setelah penyampaian indikator pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan kelompok. Peneliti mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar seperti pertemuan sebelumnya. Sesuai dengan instruktsi dari peneliti, para siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Pada kegiatan ini pembelajaran menggunakan lembar kerja siswa yang berisi tugas-tugas yang harus dipelajari oleh
tiap-tiap siswa dalam satu kelompok, untuk pertemuan ini peneliti membagikan Lembar Kerja Siswa 2 tentang ovulasi dan menstruasi. Para siswa mempelajarinya dalam kelompok kecil yaitu mendiskusikan masalah tersebut bersama-sama anggota kelompoknya. Masing-masing kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan sesuai dengan tugas yang ada. Masing-masing kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri dengan referensi dan internet yang mendukung. Dalam kelompok kecil, terlihat beberapa kelompok ada yang serius mengerjakan ada pula yang diselingi dengan bercandaan, jadi saat peneliti mengatakan waktu habis untuk diskusi, para siswa masih meminta tambahan waktu, sehingga waktu yang diatur tidak sesuai dengan perencanaan kembali. Untuk memanfaatkan waktu yang tersedia, digunakan untuk penerapan Two Stay Two Stray namun tamu tidak dapat berkunjung ke semua kelompok karena waktunya habis dan harus menunda untuk ke pertemuan selanjutnya.
4) Pertemuan 4
Pertemuan 4 dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2014, pukul 12.30-13.45 WIB, yang diikuti oleh 30 siswa kelas XI. Pada pertemuan digunakan untuk melanjutkan kegiatan yang belum diselesaikan pada pertemuan 3.
Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, setiap pagi selalu diawali dengan menyanyikan lagu Wajib Nasional secara serentak. Selesai menyanyikan Lagu Wajib Nasional, Peneliti mengkondisikan para siswa yang kemudian asyik mengobrol selama beberapa menit. Peneliti mengucapkan salam dan menyapa para siswa agar bisa lebih akrab dengan para siswa kelas XI IPA 2.
Peneliti menyapa siswa terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Peneliti mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar sesuai dengan pembagian pada pertemuan sebelumnya. Peneliti memberi instruksi kepada para siswa untuk melanjutkan penerapan Two Stay Two Stray, dan para siswa yang menjadi tamu ada yang langsung bergegas, tetapi ada yang masih bersantai-santai sehingga peneliti harus mendatangi siswa tersebut dan menasihatinya untuk segera masuk dalam kelompok selanjutnya untuk mendapatkan informasi dari kelompok lain atau untuk melengkapi informasi yang belum di dapat dari kelompok yang belum dikunjungi.
Setelah memperoleh informasi dari 2 anggota yang tinggal dari seluruh kelompok, tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing serta melaporkan temuannya serta mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.
Setelah berkunjung dari kelompok yang satu ke kelompok yang lainnya, peneliti meminta 2 kelompok yang belum presentasi sebelumnya untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
untuk dikomunikasikan atau didiskusikan dengan kelompok lainnya, para siswa masih ada yang malu-malu untuk mempresentasikan hasil diskusi dan masih menunggu untuk ditunjuk oleh peneliti, sedangkan beberapa siswa yang lain ada yang mendengarkan ada pula yang bercanda tawa seperti terlihat pada gambar 4.
Gambar 4.3 Aktivitas siswa saat ada kelompok yang mempresentasikan hasil diskusi
Kemudian peneliti mengklarifikasi jika ada jawaban yang kurang tepat dan membahas materi sesuai dengan indikator pada pertemuan sebelumnya.
Pada tahap ini guru memberikan pertanyaan-pertanyaan lisan bagi para siswa dan penghargaan bagi siswa yang terlibat dalam pembelajaran.
Guru menutup pelajaran dengan memberi Post test pertama kepada para siswa untuk melihat perkembangan hasil belajar yang diberoleh setelah perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada siklus 1.
c. Refleksi (Refleksi)
Pelaksanaan pembelajaran secara garis besar sudah baik. Setelah dilakukan tindakan siklus I, maka peneliti mengadakan diskusi dengan guru mitra untuk merefleksikan dan menganalisis kegiatan tindakan dan hasil penelitian siklus I. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh, peneliti dapat menentukan tahap mana saja yang perlu diperbaiki atau ditambah. Dari hasil analisa hasil belajar siswa pada siklus I hanya terlihat beberapa siswa saja yang mencapai KKM sedangkan untuk aktivitas siswa sudah mencapai target. Namun ada beberapa permasalahan yang timbul yaitu :
1) Beberapa siswa yang tidak bisa sepenuhnya mengikuti kegiatan pembelajaran karena ada yang mengikuti kegiatan perlombaan dan aktivitas pramuka, sehingga pada penerapan Two Stay Two Stray agak terhambat.
2) Tidak sesuainya dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) karena siswa tidak bisa dipaksakan untuk segera selesai dan proses penerapan yang tidak bisa diduga membutuhkan waktu yang lama.
Sehingga peneliti yang berkoordinasi dengan guru biologi kelas XI IPA 2 SMA Negeri 4 Yogyakarta menentukan sikap untuk mengatur pembelajaran supaya lebih efektif, yakni untuk LKS 3 dan LKS 4 dikerjakan bersamaan sehingga penerapan Two Stay Two Stray dapat dilakukan hanya sekali saja.