• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Subjek Penelitian

ALUR KERJA BANK SAMPAH

C. Deskripsi Data

1. Deskripsi Subjek Penelitian

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Penelitian ini mengambil sampel yang berjumlah 98 orang warga Komplek Serua Permai dan Benda Baru yang menjadi nasabah Bank Sampah Sri Rejeki. Pengambilan sampel penelitian ini tepatnya di RW 4 yang terdiri dari RT 001 sampai dengan RT 008. Adapun jumlah sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Laki-Laki 35

2 Perempuan 63

Jumlah 98

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 responden dengan rincian sebanyak 36% atau 35 responden berjenis kelamin laki-laki dan 64% dengan jumlah 63 responden berjenis kelamin perempuan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar nasabah Bank Sampah Sri Rejeki berjenis kelamin perempuan. Berikut disajikan persentase responden berdasarkan jenis kelamin pada Gambar 4.3.

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Gambar 4.3

Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

b.

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden menurut usia dapat dikategorikan menjadi 6 yaitu kategori pertama adalah rentang usia 20-29, kategori kedua adalah rentang usia 30-39, kategori ketiga adalah rentang usia 40-49, kategori keempat adalah rentang usia 50-59, kategori kelima adalah rentang usia 60-69, dan kategori keenam adalah rentang usia 70-79. Untuk lebih jelasnya, karakteristik responden berdasarkan usia nasabah Bank Sampah Sri Rejeki disajikan pada Tabel 4.7 dan Gambar 4.4.

36%

64%

Laki-laki Perempuan

Tabel 4.7

Responden Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah

1 20 – 29 2

2 30 – 39 10

3 40 – 49 18

4 50 – 59 32

5 60 – 79 35

6 70 – 79 1

Jumlah 98

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dikategorikan menjadi 6 kategori. Pada kategori yang berusia sekitar 20–29 sebanyak 2 orang (2%).

Kemudian kategori yang berusia sekitar 30–39 sebanyak 10 orang (%). Untuk kategori yang berumur sekitar 40–49 sebanyak 18 orang. Selanjutnya kategori untuk usia sekitar 50–59 sebanyak 33 orang (34%), kategori yang berusia 60–

69 sebanyak 36 orang (37%), dan untuk kategori nasabah yang berusia 70-79 adalah sebanyak 1 orang (1%). Dapat disimpulkan bahwa usia nasabah Bank Sampah Sri Rejeki paling banyak berusia antara 60 – 79 tahun dan paling sedikit berusia antara 70 – 79 tahun. Berikut disajikan persentase karakteristik responden berdasarkan usia pada Gambar 4.4.

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Gambar 4.4

Responden Berdasarkan Usia

2%

10%

18%

33%

36%

1%

20 - 29 30 - 39 40 - 49 50 - 59 60 - 70 70-79

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Dalam penelitian ini, responden berdasarkan pekerjaan dikategorikan menjadi 5 yaitu Karyawan swasta, wiraswasta, tenaga kependidikan, pensiunan, dan ibu rumah tangga. Untuk lebih jelasnya, karakteristik responden berdasarkan pekerjaan disajikan pada Tabel 4.8 dan Gambar 4.5.

Tabel 4.8

Responden Berdasarkan Pekerjaan

No Pekerjaan Jumlah

1 Karyawan Swasta 13

2 Wiraswasta 21

3 Tenaga Kependidikan 7

4 Pensiunan 27

5 Ibu Rumah Tangga 30

Jumlah 98

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.8 dapat diketahui bahwa nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dikategorikan menjadi 5 kategori untuk mengkarakteristik responden berdasarkan pekerjaan yang terdiri dari karyawan swasta, wiraswasta, tenaga kependidikan, pensiunan, dan ibu rumah tangga. Nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang bekerja sebagai karyawan swasta berjumlah 13 orang. Selanjutnya nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 21 orang.

Kemudian nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang bekerja sebagai tenaga kependidikan sebanyak 7 orang. Nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang memiliki pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 30 orang dan nasabah yang sudah pensiun atau sudah tidak bekerja lagi yaitu berjumlah 27 orang.

Sehingga dapat disimpulkan sebagian besar pekerjaan nasabah Bank Sampah Sri Rejeki adalah rumah tangga dan sebagian kecilnya adalah bekerja sebagai tenaga kependidikan. Untuk melihat persentase berikut disajikan Gambar 4.5.

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Gambar 4.5

Responden Berdasarkan Pekerjaan d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Pada penelitian ini, responden berdasarkan pendidikan terakhir dikategorikan menjadi 6 yaitu SD, SLTP, SMA, DIPLOMA, Perguruan Tinggi/Strata 1 dan Tidak Tamat SD. Untuk lebih jelasnya, karakteristik responden berdasarkan pendidikan disajikan pada Tabel 4.9 dan Gambar 4.6.

Tabel 4.9

Responden Berdasarkan Pendidikan

No Pekerjaan Jumlah

1 SD 3

2 SLTP 9

3 SMA 25

4 DIPLOMA 18

5 Perguruan Tinggi 43

6 Tidak Tamat SD 0

Jumlah 98

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang dijadikan sampel dalam penelitian ini dikategorikan menjadi 6 kategori untuk mengkarakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir yang terdiri dari jenjang SD, SLTP, SMA, DIPLOMA, Perguruan Tinggi/Strara Satu. Nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang memiliki pendidikan SD berjumlah 3 orang. Selanjutnya

14%

22%

29% 7%

28%

Karyawan Swasta Wiraswasta

Tenaga Kependidikan Pensiunan

Ibu Rumah Tangga

nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang memiliki pendidikan SLTP/SMP sebanyak 9 orang. Kemudian nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang memiliki pendidikan SMA sebanyak 25 orang. Nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang memiliki pendidikan DIPLOMA sebanyak 18 orang.

Selanjutnya nasabah yang memiliki pendidikan Perguruan Tinggi berjumlah 43 orang, dan tidak ada nasabah yang tidak tamat pada jenjang SD. Sehingga dapat disimpulkan sebagian besar pendidikan terakhir nasabah Bank Sampah Sri Rejeki adalah Perguruan Tinggi/Strata Satu dan sebagian kecilnya adalah berpendidikan pada jenjang SD. Untuk melihat persentase berikut disajikan Gambar 4.6.

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Gambar 4.6

Responden Berdasarkan Pendidikan 2. Deskripsi Hasil kuesioner Penelitian

a) Variabel Kontribusi Bank Sampah (X)

Dalam penelitian ini, terdapat variabel Kontribusi Bank Sampah (X) sebanyak 22 pernyataan dengan 8 indikator. Kuesioner diberikan kepada 98 responden, dimana 98 orang merupakan warga Komplek Serua Permai dan Benda Baru RW 04 yang mencakup dari RT 01 sampai dengan RT 09. Berikut merupakan deskripsi hasil tabulasi kuesioner penelitian berdasarkan indikator variabel Kontribusi Bank Sampah (X).

a. Sumber sampah

Indikator sumber sampah ini memiliki 3 item pernyataan. Untuk item pernyataan yang pertama dapat dilihat pada Tabel 4.10.

3% 10%

27%

19%

41%

SD SLTP SMA DIPLOMA PERGURUAN TINGGI

Tabel 4.10

Nasabah Menghasilkan Sampah Rumah Tangga Seperti Botol

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 0 0

b. Sering 3 3,1

c. Kadang-Kadang 31 31,6

d. Jarang 31 31,6

e. Tidak Pernah 33 33,67

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa tidak ada nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang menyatakan selalu menghasilkan sampah botol, 3,1% atau sebanyak 3 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering menghasilkan sampah botol, 31,6% atau sebanyak 31 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang menghasilkan sampah botol dan 31,6% atau 31 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang menghasilkan sampah botol, serta 33,67% atau sebanyak 33 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan tidak pernah menghasilkan sampah botol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah 33 responden atau sebesar 33,67% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah selalu, dikarenakan tidak ada yang memilih jawaban selalu atau 0%. Selanjutnya untuk item pernyataan ke dua pada indikator sumber sampah disajikan pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11

Nasabah Menghasilkan Sampah Rumah Tangga Seperti Kertas

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 24 24,48

b. Sering 20 20,4

c. Kadang-Kadang 47 47,9

d. Jarang 4 4,1

e. Tidak Pernah 3 3,1

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa 24,48% atau sebanyak 24 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan selalu menghasilkan sampah rumah tangga seperti sampah kertas, 20,4% atau sebanyak 20 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering menghasilkan sampah rumah tangga seperti kertas, 47,9% atau sebanyak 47 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang menghasilkan sampah botol, 4,1% atau sebanyak 4 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan jarang menghasilkan sampah rumah tangga seperti kertas, dan 3,1% atau sebanyak 3 nasabah bank sampah Sri Rejeki yang menyatakan tidak pernah menghasilkan sampah rumah tangga seperti kertas.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah kadang-kadang dengan jumlah 47 responden atau sebesar 47,9% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah tidak pernah dengan jumlah 3 responden dengan persentase 3,1%. Kemudian untuk item pernyataan ke tiga dalam indikator sumber sampah dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12

Nasabah Menghasilkan Sampah Rumah Tangga Seperti Sisa Bangunan

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 2 2,04

b. Sering 9 9,1

c. Kadang-Kadang 30 30,6

d. Jarang 23 23,4

e. Tidak Pernah 34 34,6

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.12 dapat diketahui bahwa 2,04% atau sebanyak 2 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan selalu menghasilkan sampah rumah tangga seperti sampah sisa bangunan, 9,1%

atau sebanyak 9 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering menghasilkan sampah rumah tangga seperti sampah sisa bangunan,

30,6% atau sebanyak 30 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang menghasilkan sampah rumah tangga seperti sampah sisa bangunan, 23,4% atau sebanyak 23 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan jarang menghasilkan sampah rumah tangga seperti sampah sisa bangunan, dan 3,46% atau sebanyak 34 nasabah bank sampah Sri Rejeki yang menyatakan tidak pernah menghasilkan sampah rumah tangga seperti sampah sisa bangunan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah responden 34 atau sebesar 34,6% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah selalu dengan jumlah 2 responden atau sebesar 2,04%.

b. Jenis sampah

Indikator jenis sampah ini memiliki 1 item pernyataan yang disajikan pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13

Nasabah menabung Sampah Non Organik di Bank Sampah

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 34 34,6

b. Sering 20 20,4

c. Kadang-Kadang 24 24,5

d. Jarang 20 20,4

e. Tidak Pernah 0 0

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.13 dapat diketahui bahwa 34,6% atau sebanyak 34 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan selalu menabung sampah non organik di bank sampah, 20,4% atau sebanyak 20 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering menabung sampah non organik di bank sampah, 24,5% atau sebanyak 24 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang menabung sampah non organik di bank sampah, 20,4% atau sebanyak 20 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan jarang menabung sampah non organik di bank sampah, dan tidak ada nasabah bank sampah Sri Rejeki yang menyatakan tidak pernah menabung sampah non organik di bank sampah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah selalu dengan jumlah responden 34 atau sebesar 34,6% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah tidak pernah, dikarenakan tidak ada yang memilih jawaban selalu atau 0%.

c. Pengelolaan sampah

Indikator pengelolaan sampah memiliki 2 item pernyataan. Untuk item pernyataan yang pertama dapat dilihat pada Tabel 4.14.

Tabel 4.14

Nasabah Memilah Sampah Di TPAS

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 6 6,12

b. Sering 4 4,1

c. Kadang-Kadang 1 1,02

d. Jarang 16 16,32

e. Tidak Pernah 71 72,4

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.14 dapat diketahui bahwa 6,12% atau sebanyak 63 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan selalu memilah sampah di TPAS, 4,1% atau sebanyak 4 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering memilah sampah di TPAS, 1,02% atau sebanyak 1 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang memilah sampah di TPAS, 16,32% atau sebanyak 16 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan jarang memilah sampah di TPAS, dan 72,4% atau sebanyak 71 nasabah bank sampah Sri Rejeki menyatakan tidak pernah memilah sampah di TPAS. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah responden 71 atau sebesar 72,4% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah selalu, dikarenakan tidak ada yang memilih jawaban kadang-kadang dengan jumlah 1 responden atau 1,02%. Selanjutnya, untuk item pernyataan ke dua dalam indikator jenis sampah disajikan pada Tabel 4.15.

Tabel 4.15

Nasabah Menabung Sampah Di Bank Sampah

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 48 49

b. Sering 16 16,32

c. Kadang-Kadang 33 33,67

d. Jarang 1 1,02

e. Tidak Pernah 0 0

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.15 dapat diketahui bahwa 49% atau sebanyak 48 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan selalu menabung sampah di bank sampah, 16,32% atau sebanyak 16 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering menabung sampah di bank sampah, 33,67% atau sebanyak 33 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang menabung sampah di bank sampah, 1,02%

atau sebanyak 1 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan jarang menabung sampah di bank sampah, dan tidak ada nasabah bank sampah Sri Rejeki yang menyatakan tidak pernah menabung sampah di bank sampah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah responden 48 atau sebesar 49% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah tidak pernah, dikarenakan tidak ada yang memilih atau 0%.

d. Sosialisasi Awal

Pada indikator sosialisasi awal memiliki 1 item pernyataan. Item pernyataan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.16.

Tabel 4.16

Setelah Mengikuti Sosialisasi Bank Sampah Di Lingkungan Sekitar, Nasabah Membagikan Informasi Mengenai Sosialisasi Tersebut

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 31 31,6

b. Sering 31 31,6

c. Kadang-Kadang 29 29,6

d. Jarang 6 6,12

e. Tidak Pernah 1 1,02

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.16 dapat diketahui bahwa 31,6% atau sebanyak 31 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan selalu membagikan informasi mengenai sosialisasi tentang bank sampah, 31,6% atau sebanyak 31 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering membagikan informasi mengenai sosialisasi tentang bank sampah, 29,6% atau sebanyak 29 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang membagikan informasi mengenai sosialisasi tentang bank sampah, 6,12% atau sebanyak 6 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan jarang membagikan informasi mengenai sosialisasi tentang bank sampah, dan 1,02% atau sebanyak 1 nasabah bank sampah Sri Rejeki menyatakan tidak pernah membagikan informasi mengenai sosialisasi tentang bank sampah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah responden 33 atau sebesar 33,67% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah selalu, dikarenakan tidak ada yang memilih jawaban selalu atau 0%.

Hal ini diperkuat dari wawancara bersama Ibu Sri Fathonah sebagai Ketua Bank Sampah Sri Rejeki denganُpernyataan,ُ“Bagaimana cara pengurus bank sampah menarik minat masyarakat sekitar untuk menjadi nasabah bank sampah?”ُ danُ jawabannya, “Kita adakan sosialisasi terlebih dahulu ya kepada masyarakat di lingkungan RW tentang program bank sampah ini. Selain untuk lingkungan kami jelaskan bahwa dengan sampah yang masyarakat setorkan itu bisa menghasilkan uang, walaupun sedikit tapi jika kita rajin menabung sampah apalagi dengan berat sampah sampai ber kilogram itu bisa menambah penghasilan rumah tangga masyarakat.”

e. Pelatihan Teknis

Dalam indikator pelatihan teknis memiliki 4 item pernyataan.

Untuk item pernyataan yang pertama disajikan pada Tabel 4.17.

Tabel 4.17

Bank Sampah Melaksanakan Pelatihan Teknis Mengenai Sistem Bank Sampah

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 30 30,6

b. Sering 25 25,5

c. Kadang-Kadang 28 28,5

d. Jarang 8 8,16

e. Tidak Pernah 7 7,14

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.17 dapat diketahui bahwa 30,6% atau sebanyak 30 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bank Sampah Sri Rejeki selalu melaksanakan pelatihan teknis mengenai sistem bank sampah, 25,5% atau sebanyak 25 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bank Sampah Sri Rejeki sering melaksanakan pelatihan teknis mengenai sistem bank sampah, 28,5% atau sebanyak 28 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bank Sampah Sri Rejeki kadang-kadang melaksanakan pelatihan teknis mengenai sistem bank sampah, 8,16% atau sebanyak 8 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bank Sampah Sri Rejeki jarang melaksanakan pelatihan teknis mengenai sistem bank sampah, dan 7,14% atau sebanyak 7 nasabah bank sampah Sri Rejeki menyatakan Bank Sampah Sri Rejeki tidak pernah melaksanakan pelatihan teknis mengenai sistem bank sampah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah responden 30 atau sebesar 30,67% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah tidak pernah dengan jumlah 7 responden atau 7,14%.

Selanjutnya, untuk item pernyataan ke dua dalam indikator pelatihan teknis disajikan pada Tabel 4.18.

Tabel 4.18

Bank Sampah Memberikan Penjelasan Detail Kepada Masyarakat Mengenai Tata Cara Pelaksanaan Sistem Bank Sampah

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 40 40,8

b. Sering 25 25,5

c. Kadang-Kadang 23 23,4

d. Jarang 10 10,2

e. Tidak Pernah 0 0

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.18 dapat diketahui bahwa 40,8% atau sebanyak 40 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan bank sampah selalu memberikan penjelasan detail kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaan sistem bank sampah, 25,5% atau sebanyak 25 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan bank sampah sering memberikan penjelasan detail kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaan sistem bank sampah 23,4% atau sebanyak 23 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan bank sampah kadang-kadang memberikan penjelasan detail kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaan sistem bank sampah, 10,2% atau sebanyak 10 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan bank sampah jarang memberikan penjelasan detail kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaan sistem bank sampah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah responden 40 atau sebesar 40,8% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah tidak pernah, dikarenakan tidak ada yang memilih atau 0%. Kemudian untuk item pernyataan ke tiga dalam indikator pelatihan teknis dapat dilihat pada Tabel 4.19.

Tabel 4.19

Kehadiran Bapak/Ibu RT Saat Diadakannya Pelatihan Teknis Bank Sampah

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 43 43,8

b. Sering 35 35,7

c. Kadang-Kadang 15 15,3

d. Jarang 4 4,1

e. Tidak Pernah 1 1,02

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.19 dapat diketahui bahwa 43,8% atau sebanyak 43 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RT selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah, 35,7%

atau sebanyak 35 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RT selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah 15,3% atau sebanyak 15 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RT selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah, 4,1% atau sebanyak 4 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RT selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah, dan 1,02% atau sebanyak 1 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RT tidak pernah hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah tidak pernah dengan jumlah responden 43 atau sebesar 43,8% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah tidak pernah dengan jumlah 1 responden atau 1,02%. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan Ibu Sri Fathonah selaku Ketua Bank Sampah Sri Rejeki denganُ pertanyaanُ “Bagaimana proses pengembangan bank sampah dari mulai membentuk kepengurusan hingga saat ini?”, dengan jawaban “Membentuk kepengurusan di bank sampah Sri Rejeki ini bagi masyarakat yang bersedia saja, tapi yang jelas Bapak/Ibu RT dan RW itu terlibat dalam kepengurusan bank sampah ini dan turut hadir saat ada kegiatan sosialisasi, penimbangan sampah serta

kegiatan lainnya seperti membuat kerajinan dari daur ulang sampah, atau pembuatanُpupukُkompos”.ُItem pernyataan ke empat dalam indikator pelatihan teknis dapat dilihat pada Tabel 4.20.

Tabel 4.20

Kehadiran Bapak/Ibu RW Saat diadakannya Pelatihan Teknis Bank Sampah

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 50 51

b. Sering 39 39,7

c. Kadang-Kadang 4 4,1

d. Jarang 5 5,1

e. Tidak Pernah 0 0

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.20 dapat diketahui bahwa 51% atau sebanyak 50 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RW selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah, 39,7%

atau sebanyak 39 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RW selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah, 4,1% atau sebanyak 1 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RW selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah, 5,1% atau sebanyak 4 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan Bapak/Ibu RW selalu hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah, dan tidak ada nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang menyatakan Bapak/Ibu RW hadir saat diadakannya pelatihan teknis bank sampah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah selalu dengan jumlah responden 50 atau sebesar 51% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah tidak pernah, dikarenakan tidak ada yang memilih atau 0%. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan Ibu Sri Fathonah selaku Ketua Bank Sampah Sri Rejeki denganُ pertanyaanُ “Bagaimana proses pengembangan bank sampah dari mulai membentuk kepengurusan

hingga saat ini?”, dengan jawaban “Membentuk kepengurusan di bank sampah Sri Rejeki ini bagi masyarakat yang bersedia saja, tapi yang jelas Bapak/Ibu RT dan RW itu terlibat dalam kepengurusan bank sampah ini dan turut hadir saat ada kegiatan sosialisasi, penimbangan sampah serta kegiatan lainnya seperti membuat kerajinan dari daur ulang sampah, atau pembuatan pupuk kompos”.

f. Pelaksanaan Sistem Bank Sampah

Pada indikator pelaksanaan sistem bank sampah memiliki 7 item pernyataan. Item pernyataan tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.21.

Tabel 4.21

Nasabah Melakukan Pemilahan Sampah Rumah Tangga di Rumah Masing-Masing

Alternatif Jawaban F %

a. Selalu 74 75,5

b. Sering 20 20,4

c. Kadang-Kadang 4 4,1

d. Jarang 0 0

e. Tidak Pernah 0 0

Jumlah 98 100

Sumber : Hasil pengolahan data primer, 2019.

Berdasarkan hasil Tabel 4.21 dapat diketahui bahwa 75,5% atau sebanyak 75 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan selalu melakukan pemilahan sampah rumah tangga di rumah masing-masing, 20,4% atau sebanyak 20 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan sering melakukan pemilahan sampah rumah tangga di rumah masing-masing, 4,1% atau sebanyak 4 nasabah Bank Sampah Sri Rejeki menyatakan kadang-kadang melakukan pemilahan sampah rumah tangga di rumah masing-masing, dan tidak ada nasabah Bank Sampah Sri Rejeki yang menyatakan jarang dan tidak pernah melakukan pemilahan sampah rumah tangga di rumah masing-masing.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jawaban nasabah dengan persentase paling tinggi adalah selalu dengan jumlah responden 74 atau sebesar 75,5% dan jawaban nasabah dengan persentase paling rendah adalah jarang dan kadang-kadang, dikarenakan tidak ada yang memilih