• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Subjek Penelitian

Dalam dokumen AKU SENANG TAPI MALU. (Halaman 62-68)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Deskripsi Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti telah memilih dua subjek penelitian yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan yaitu merupakan pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur, telah selesai menjalani masa tahanannya atau telah berstatus menjadi mantan narapidana, telah bebas narapidana dengan selang waktu kurang dari 6 bulan dan berdomisili di Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan yang menjadi informan lain-lain yaitu orang terdekat subjek, bisa orang tua maupun saudara subjek yang dianggap dekat dan lebih mengetahui mengenai subjek. Nama subjek dan informan lain-lain yang digunakan merupakan inisial, hal ini dimaksudkan agar identitas dan rahasia mereka tetap terjaga, sehingga bersedia untuk memberikan informasi dengan lebih terbuka. Profil kedua subjek mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagai berikut:

Tabel 4. Profil subjek mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur

No Keterangan Subjek 1 Subjek 2

1 Nama BD (inisial) SL (inisial)

2 Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki

3 Usia 21 Tahun 21 Tahun

4 Agama Islam Islam

5 Pekerjaan Sales Rokok Buruh bangunan 6 Alamat

Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara

Kec. Punggelan, Kab. Banjarnegara

7 Status Mantan narapidana Mantan narapidana 8

Lama menjadi

narapidana 2 tahun 7 bulan 1 tahun 8 bulan 9

Lama bebas

Dari kedua subjek tersebut merupakan mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang berdomisili di Kabupaten Banjarnegara. Berikut peneliti sajikan deskripsi mengenai profil subjek yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dan observasi.

a. Subjek BD (inisial)

BD adalah mantan narapidana dengan kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang berusia 21 tahun yang beralamat di Desa Ampelsari, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara. Secara fisik BD memiliki tinggi badan kurang lebih 165 cm dengan berat badan 56 kg. BD memiliki rambut lurus hitam, berkulit sawo matang dan tidak bertato maupun bertindik. BD merupakan anak pertama dari empat bersaudara, tiga laki-laki dan satu perempuan. Pekerjaan ayah BD adalah penjual kambing, sedangkan ibu BD ibu rumah tangga.

Kronologis yang menyebabkan BD menjadi narapidana yaitu ketika kelas 1 STM BD memiliki pacar di sekolah yang berbeda. Sebelum berpacaran dengan perempuan itu, BD belum pernah melakukan persetubuhan dengan pacar-pacar sebelumnya dikarenakan mereka tidak mau dan BD tidak berani memaksanya. Saat malam Minggu BD jalan-jalan dengan korban (pacar BD) kemudian mampir ke kontrakan teman dan kebetulan kontrakan itu sedang sepi. Akhirnya karena ada kesempatan dan terbawa suasana, BD merayu korban (pacar BD) untuk bersetubuh dan korban pun mau, akhirnya

mereka melakukan persetubuhan. Setelah melakukan persetubuhan dan tahu rasanya bersetubuh akhirnya mereka melakukan persetubuhan sebanyak 7 kali selama satu tahun. Ketika bersetubuh BD tidak pernah menggunakan alat pengaman.

Suatu hari di sekolah korban (pacar BD) diadakan tes urin dan akhirnya ketahuan hamil 4 bulan. Pihak sekolah melaporkan ke orang tua korban (pacar BD) dan orang tuanya tidak terima. Malam harinya orang tua korban (pacar BD) datang ke rumah BD dan tidak mau diajak berdamai malah melaporkan BD pada polisi. Ternyata pihak sekolah BD tahu masalah itu karena ada laporan dari sekolah korban tersebut. Namun saat itu pihak sekolah belum mengeluarkan BD dan masih di pertimbangkan dahulu.

Tiga hari kemudian polisi datang ke rumah BD dan membawa BD ke Polres Banjarnegara. Selanjutnya menjalani sidang dan di kenakan pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 karena korban masih berusia 17 tahun dan masuk kategori anak-anak, sedangkan BD saat itu berusia 18 tahun lebih. Selanjutnya BD di vonis empat tahun penjara di tambah subsider tiga bulan atau denda Rp.60.000.000,00. Namun karena adanya remisi, BD hanya menjalani hukuman dua tahun tujuh bulan dan bebas narapidana pada tanggal 15 Agustus 2013, yang berarti pada saat dilakukan penelitian ini, BD sudah bebas narapidana selama 5 bulan 12 hari.

b. Subjek SL (inisial)

SL merupakan warga Desa Karangsari, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara yang menjadi mantan narapidana dengan pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. Secara fisik SL bertubuh tinggi kurus dengan tinggi badan 170 cm dan berat badan 57 kg. SL berambut pendek lurus, berkulit sawo matang dan badannya terlihat bersih dari tato maupun tindik. SL merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adiknya laki-laki masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Pendidikan terakhir SL yaitu Sekolah Dasar dan tidak melanjutkan ke SMP karena SL malas untuk berfikir lagi dan ekonomi orang tua yang kurang mendukung.

Kronologis yang menyebabkan SL menjadi narapidana yaitu bermula ketika SL memiliki pacar usia 16 tahun berinisial IT (korban), namun orang tua IT tidak setuju apabila anaknya berpacaran dengan SL, dikarenakan tingkat ekomomi mereka berbeda, SL dari keluarga menengah ke bawah, sedangkan keluarga IT menengah ke atas. Namun IT tetap mengejar SL walaupun sudah berkali-kali di putuskan oleh SL dan akhirnya berpacaran lagi. Suatu hari IT kabur dari rumah dan menginap di rumah SL selama tujuh hari. Lalu keluarga IT mencari IT kemana-mana yang pada akhirnya juga mencari ke rumah SL, namun IT melarang ibu SL untuk mengatakan jika IT ada di sini karena IT takut dengan keluarganya dan ibu SL menuruti. Akhirnya pagi harinya setelah Subuh SL mengantar IT

pulang namun tidak sampai rumah IT. Sesampainya di rumah, IT di tanya macam-macam namun IT tidak mau mengaku.

Suatu hari ayah tiri IT menceritakan bahwa kemarin telah kehilangan anak perempuannya pada kakek SL dan kakek SL mengatakan bahwa sebenarnya IT menginap di rumah SL sekitar satu minggu. Kelurga IT tidak terima dan menuduh kalau SL sudah menodai IT. IT mengakui bahwa dirinya dan SL sudah melakukan persetubuhan selama tiga kali. Keluarga IT dan keluarga SL di kumpulkan di rumah perangkat desa (NO) dan akhirnya ayah tiri IT melaporkan kejadian ini ke Polisi dan SL di tahan.

Karena IT cinta dengan SL, mereka menikah di Rumah Tahanan (Rutan) sebelum putusan Pengadilan dengan di saksikan ayah kandung IT. Ketika putusan Pengadilan SL sudah mempunyai buku nikah dan kesaksian IT juga meringankan akhirnya SL di vonis tiga tahun penjara di tambah subsider tiga bulan atau denda Rp.60.000.000,00. Karena telah melanggar pasal 81 sebab usia IT masih 16 tahun dan masuk kategori di bawah umur. SL hanya menjalani hukuman satu tahun delapan bulan karena mendapat remisi dan bebas narapidana pada tanggal 17 Oktober 2013. Pada saat peneliti melakukan penelitian dengan SL, dia telah bebas narapidana kurang lebih 4 bulan.

Informan lain-lain untuk subjek mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini:

Tabel 5. Profil informan lain-lain subjek mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur

No Subjek BD Subjek SL 1 ST (inisial)  Laki-laki  45 tahun  Islam  Penjual kambing  Ayah kandung BD IT (inisial)  Perempuan  18 tahun  Islam

 Ibu rumah tangga  Isteri SL 2 HF (inisial)  Laki-laki  21 tahun  Islam  Belum bekerja  Sahabat BD NR (inisial)  Laki-laki  20 tahun  Islam  Buruh bangunan  Sahabat SL 3 MS (inisial)  Perempuan  40 tahun  Islam  Pedagang gorengan  Tetangga BD NO (inisial)  Laki-laki  55 tahun  Islam  Petani  Tetangga sekaligus Kadus

ST merupakan ayah kandung BD dan tinggal satu rumah dengan BD. HF adalah sahabat BD dari kelas 1 STM dan mereka mengaku sudah seperti kakak adik. MS adalah tetangga di rumah BD yang baru setelah keluarga BD pindah rumah.

IT adalah isteri SL yang dulunya merupakan korban persetubuhan SL. NR adalah sahabat yang mengenal SL hampir 7 tahun tinggal di desa

yang sama namun dusun yang berbeda dengan SL. NO adalah tetangga sekaligus Kadus SL yang memediasi keluarga korban dan keluarga SL ketika SL kena kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Dalam dokumen AKU SENANG TAPI MALU. (Halaman 62-68)

Dokumen terkait