BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4. Penyajian Data ( display data )
Berdasarkan keseluruhan data yang sudah direduksi di atas, data-data mengenai penyesuaian sosial pelaku persetubuhan pasca bebas narapidana secara rinci di sajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 6. Display Data Latar belakang melakukan kejahatan persetubuhan dengan anak di bawah umur
Subjek BD Subjek SL
a. Merupakan orang yang terbuka. b. Merasa di bebaskan orang tua. c. Orang tua tidak melarang BD
berpacaran.
d. Pertama pacaran kelas 3 SMP. e. Sudah lima kali berganti pacar. f. Mengenal seks sejak SMP. g. Mengenal seks dari teman di
lingkungan rumah yang usianya lebih tua dari BD dengan diajak menonton film porno di warnet. h. BD biasa diajak
minum-minuman keras, ngepil dan menonton film porno ketika berkumpul dengan teman-temannya serta teman-teman sering melakukan seks bebas. i. Semakin bertambahnya usia, BD
ingin melakukan persetubuhan dengan lawan jenis.
j. Pertama kali melakukan
persetubuhan saat kelas 1 STM di kontrakan teman yang sedang sepi dengan pacar nomor lima (korban).
k. Pacar-pacar sebelumnya tidak mau diajak bersetubuh dan BD
a. Pendiam dan tertutup.
b. Merasa di bebaskan orang tua. c. Orang tua tidak melarang SL
berpacaran.
d. Pertama pacaran kelas 5 SD. e. Sudah dua belas kali berganti
pacar.
f. Mengenal seks usia 16 tahun. g. Mengenal seks dari teman dengan
di kirimi film porno lewat HP. h. Terpengaruh oleh teman-teman
yang banyak melakukan seks bebas.
i. Setelah berkali-kali menonton film porno kemudian ingin mencoba melakukannya.
j. Pertama kali melakukan
persetubuhan pada usia 16 tahun di kebun dengan perempuan yang bukan pacarnya (perempuan gampangan).
k. Sudah delapan kali bersetubuh dengan enam orang yang berbeda dan tempatnya di kebun, di rumah kosong dan di rumah sendiri. l. Tidak pernah memakai alat
tidak berani memaksa. l. Pacar nomor lima (korban)
sebelumnya pernah bersetubuh dengan orang lain sebelum dengan BD.
m. Sudah 7 tujuh kali bersetubuh dengan orang yang sama dan tempatnya bergantian, kadang di kontrakan teman, terkadang di rumah teman.
n. Tidak pernah memakai alat pengaman.
o. Tidak dengan ancaman, hanya merayu korban.
p. Awalnya BD pacaran biasa, berciuman akhirnya ke bawah-bawah dan melakukan
persetubuhan.
q. Terbukti melanggar pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. r. Merasa senang namun juga
bingung dan malu ketika akan bebas narapidana.
m. Tidak dengan ancaman, hanya merayu korban.
n. Terbukti melanggar pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. o. Merasa bangga namun ada
perasaan malu ketika akan bebas narapidana.
Tabel 7. Display Data Penampilan Nyata dari Pelaku Persetubuhan terhadap Anak di Bawah Umur Pasca Bebas Narapidana
Hal yang diteliti Subjek BD Subjek SL
Kondisi fisik a. Tinggi badan 165 cm b. Berat badan 56 kg c. Berambut pendek lurus
hitam.
d. Berkulit sawo matang. e. Tidak bertato dan
bertindik.
a. Tinggi badan 170 cm b. Berat badan 57 kg c. Berambut pendek lurus
hitam.
d. Berkulit sawo matang. e. Tidak bertato dan
bertindik. Perilaku a. Berpakaian sederhana.
b. Gaya hidup sederhana. c. Sikap baik dan sopan. d. Menghargai orang lain. e. Cara bicara santun.
a. Berpakaian sederhana. b. Gaya hidup sederhana. c. Sikap kurang sopan. d. Kurang menghargai
orang lain.
e. Cara bicara kurang santun.
Keagamaan a. Tidak mengerjakan ibadah tepat waktu. b. Beberapa kali
mengucap kalimat dalam kitab suci.
a. Jarang melakukan ibadah b. Beberapa kali mengucap
kata kasar dan tidak terdengar mengucap kalimat dalam kitab suci.
Tabel 8. Display Data Penyesuaian diri pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur pasca bebas narapidana dengan kelompok
Hal yang diteliti Subjek BD Subjek SL
Penyesuaian diri dengan keluarga
a. Keluarga sering membesuk di Rutan. b. Keluarga merasa
gembira saat BD bebas narapidana.
c. Setelah bebas narapidana keluarga lebih perhatian, menjadi lebih khawatir dan kurang percaya dengan BD.
d. Berusaha memberi kepercayaan lagi pada keluarganya dengan lebih mendekatkan diri dengan keluarga, sering berkumpul dengan keluarga, lebih perhatian dan sering membantu orang tua.
a. Keluarga sering membesuk di Rutan. b. Keluarga merasa
senang saat SL bebas narapidana.
c. Setelah bebas narapidana keluarga lebih perhatian dan menjadi lebih khawatir. d. Lebih mendekatkan diri
dengan keluarga, dengan sering
berkumpul di rumah, jarang main dengan teman-teman dan sering membantu mencari kayu bakar.
Penyesuaian diri dengan teman sebaya a. Beberapa teman membesuk di Rutan. b. Setelah bebas
narapidana, teman laki-laki sering mengejek, teman perempuan menghindar dan
a. Teman-teman sama sekali tidak ada yang membesuk di Rutan. b. Terlihat minder saat
pertama kali bertemu dengan teman-teman pasca bebas.
menjauhi BD. c. Merasa sulit berinteraksi kembali dengan teman perempuan. d. Menyesuaikan diri
dengan teman laki-lakinya setelah 2 minggu bebas
narapidana dengan cara bersilaturahmi ke rumah teman.
c. Setelah bebas narapidana, teman-teman menanyakan kapan pulang, berapa bulan di sana.
d. Sikap teman-teman tidak berubah. e. Menyesuaikan diri
dengan teman setelah 4 hari bebas narapidana dengan cara main ke rumah teman dan bersikap lebih baik dengan lebih sering membagikan rokok pada teman-temannya ketika berkumpul. Penyesuaian diri dengan masyarakat a. Ketika mengetahui BD terkena kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, tetangga banyak yang menggunjing dan mengeluarkan kata-kata kasar.
b. Pindah rumah karena tidak tahan dengan sikap tetangga. c. Tetangga jarang membesuk di Rutan. d. Setelah bebas a. Ketika mengetahui SL terkena kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, tetangga ada yang tidak suka dengan SL dan memandang sinis. b. Tidak sampai pindah
rumah.
c. Tidak ada tetangga yang membesuk di Rutan.
d. Setelah bebas narapidana tetangga
narapidana dan pindah rumah masih ada beberapa tetangga baru yang tahu kasusnya dan bersikap sinis.
e. Menyesuaikan diri dengan tetangga kembali dengan cara menyapa jika bertemu, mengikuti beberapa kegiatan di masyarakat seperti kerja bakti.
merasa tenang karena korban sudah menjadi isterinya dan beberapa tetangga menjenguk SL di rumah dengan membawa gula, namun ada juga yang
memandang SL dengan sinis. e. Tidak melakukan penyesuaian diri kembali dengan masyarakat, bersikap cuek dan membiarkan tetangganya
membicarakan dia apa dan akan memukul tetangganya jika sudah keterlaluan.
Tabel 9. Display Data Sikap sosial mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur
Hal yang diteliti Subjek BD Subjek SL
Sikap sosial terhadap orang lain
a. Sikap BD cukup menyenangkan dengan keluarga. b. Sikap BD kurang menyenangkan dengan teman sebaya. c. Sikap BD kurang menyenangkan dengan masyarakat.
a. Sikap SL kurang begitu menyenagkan dengan keluarga. b. Sikap SL kurang menyenangkan dengan teman sebaya. c. Sikap SL kurang menyenangkan dengan masyarakat. Partisipasi sosial a. Sebelum menjadi narapidana, BD aktif di sekolah, namun kurang aktif di masyarakat. b. Setelah bebas
narapidana, tidak aktif di sekolah dan juga tidak aktif di masyarakat.
c. Banyak menghabiskan waktu di rumah setelah pulang kerja.
d. Jarang berkumpul dengan masyarakat dan teman sebaya. a. Sebelum menjadi narapidana, SL tidak aktif di sekolah maupun di masyarakat. b. Setelah bebas
narapidana, tidak aktif di sekolah dan juga tidak aktif di masyarakat.
c. Banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dan langsung pulang ke rumah.
d. Jarang berkumpul dengan masyarakat dan teman sebaya.
Peran sosial
a. Merasa belum berperan di lingkungan sosial. b. Menjadi anggota masyarakat biasa, bukan menjadi pengurus. c. Jarang mengikuti organisasi. a. Merasa kurang berperan di lingkungan sosial. b. Menjadi anggota masyarakat biasa, bukan menjadi pengurus. c. Tidak pernah mengikuti organisasi.
Tabel 10. Display Data Kepuasan pribadi pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur pasca bebas narapidana
Hal yang diteliti Subjek BD Subjek SL
Perasaan puas terhadap interaksi sosial
a. Bangga dengan sikap orang tua padanya. b. Merasa puas dengan
respon keluarga setelah bebas narapidana. c. Merasa senang namun
juga tersinggung dengan teman-teman pasca bebas.
d. Merasa kurang puas dengan respon teman sebaya pasca bebas narapidana.
a. Kasihan dengan orang tua.
b. Merasa puas dengan respon keluarga setelah bebas narapidana. c. Merasa kecewa namun
juga senang dengan teman-teman pasca bebas.
d. Merasa kurang puas pada respon teman sebaya pasca bebas narapidana.
e. Terlihat sedih dan merasa kecewa dengan sikap tetangga.
f. Tidak puas dengan respon tetangga pasca bebas narapidana.
e. Merasa kesal dengan sikap tetangga. f. Merasa tidak puas
dengan respon tetangga pasca bebas narapidana. Perasaan puas terhadap peran sosial a. Masih terbebani dengan setatus mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. b. Merasa nama baiknya
sudah cacat, pandangan masyarakat menjadi lain, susah
mendapatkan pacar dan pekerjaan.
c. Masih merasa malu dengan masyarakat barunya.
d. Merasa tidak puas dengan perannya di masyarakat.
a. Tidak merasa terbebani dengan setatus mantan narapidana kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. b. Merasa lebih
bersemangat dengan status mantan narapidanannya. c. Merasa tidak puas
dengan perannya di masyarakat.