• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Tempat Penelitian

a. Deskripsi Wilayah Cangkringan

Dalam penelitian ini akan dikaji tentang kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh Puskesmas Cangkringan kepada pasien dan masyarakat pengguna pelayanan tersebut. Untuk membantu mengetahui tentang kualitas pelayanan publik, maka perlu dijelaskan tentang lokasi objek penelitian ini. Hal ini bertujuan agar konteks dalam penelitian ini jelas dan mudah dipahami. Dari hasil penelitian oleh peneliti telah diketahui data monografi Kecamatan Cangkringan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012/2013 sebagai berikut.

Tabel 1. Data Statis Kecamatan Cangkringan

NO. DATA STATIS KETERANGAN

a. Tinggi Pusat Pemerintah Wilayah Kecamatan dari permukaan laut

400 m dpl

b. Suhu maksimum/minimum 330 C/ 230 C c. Batas Wilayah Kecamatan

Sebelah Utara Kec.Selo (Jawa Tengah)

Sebelah Timur Kec.Kemalang &

Manisrenggo Kab.Klaten

Sebelah Selatan Kecamatan Ngemplak

Sebelah Barat Kecamatan Pakem

d. Jarak Pusat Pemerintahan Wilayah Kecamatan

Desa/Kelurahan terjauh 7 km ( ¼ jam) Pusat Kedudukan Wilayah Kerja

Pembantu Bupati/Walikota … km ( …jam) Ibu kota Kabupaten 17 km ( ½ jam) Pusat Kedudukan Kota Adminitratif … km ( … jam) Pusat Kedudukan Wilayah Kerja

Pembantu Gubernur

… km ( … jam)

Ibukota Propinsi 34 km (1 jam)

e. Curah Hujan

Jumlah hari hujan 95 hari

Banyaknya curah hujan 2050 mm f. Bentuk Wilayah

- Datar sampai berombak 45 - Berombak sampai berbukit 34 - Berbukit sampai bergunung 21 % g. Luas daerah/wilayah seluruhnya 4.799 ha

i. Kelurahan

j. Lingkungan/Dusun 73 buah

k. Rukun Warga/RW 151 buah

l. Rukun Tetangga/RT 307 buah

m.

Puskesmas 1 buah

- Pengunjung yang sakit

- Januari s/d Juni 11.472 orang - Juli s/d Desember 2 orang

- Dokter 7 orang

- Perawat 7 orang

- Bidan 1 orang

- Dokter Gigi 14 orang

- Tenaga Paramedis 8 orang - Tenaga Non Paramedis

n. Puskesmas Pembantu - Jumlah Kunjungan - Januari s/d Juni - Juli s/d Desember - Dokter 1 orang - Perawat 4 orang - Bidan 4 orang o. Praktek Dokter

- Dokter Umum 1 orang - Dokter Anak

- Dokter Kebidanan/Kandungan - Dokter Kulit/Kelamin

- Dokter ahli lainnya 1 orang - Dokter Penyakit Dalam

- Dokter Gigi 1 orang

- Dukun Khitan/Sunat

- Dukun Bayi 2 orang

- Apotik

- Depot obat/toko obat - Panti Pijat

- Tusuk Jarum

- Laboratorium klinik 1 buah - Pengobatan tradisional

p. Keluarga Berencana

- Jumlah Pos/Klinik KB 2 buah - Jumlah PUS (pasangan usia

subur)

5.038 orang - Jumlah PUS Masuk KB 4.165 orang - Jumlah Posyandu 76 orang - Jumlah Akseptor KB s/d tahun

2011

- Pil 472 orang - IUD 687 orang - Kondom 66 orang - Suntik 2.374 orang - MOP 21 orang - MOW 162 orang - Implan 355 orang - KB Mandiri 2.536 orang

q. Jumlah Kepala Keluarga 8.833 kk r. Penduduk Menurut Jenis Kelamin 29.051 orang

- Jumlah laki-laki 14.168 orang - Jumlah perempuan 14.883 orang s. Penduduk Menurut Kewarganegaraan 29.051 orang

- WNI Laki-laki 14.168 orang

- WNI Perempuan 14.883 orang

- WNA Laki-laki - WNA Perempuan

Sumber : Camat Cangkringan

Dari data statis tersebut dapat diketahui bahwa wilayah Cangkringan merupakan daerah dataran tinggi dengan daerah yang sebagian besar penduduknya bertani dan bercocok tanam, jumlah penduduk yang relatif banyak dan sarana kesehatan belum

sepenuhnya tercukupi. Secara geografis letak Puskesmas Cangkringan tidak strategis karena jauh dari permukiman penduduk dan di area persawahan, namun hal itu juga untuk mengantisipasi dampak dari erupsi gunung merapi.

b. Deskripsi Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta

Puskesmas Cangkringan merupakan salah satu puskesmas di wilayah paling utara Kabupaten Sleman tepatnya di lereng Gunung Merapi dan mempunyai 4 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terletak di 4 kelurahan yaitu kelurahan Umbulharjo, Kepuharjo, Wukirsari, Glagaharjo. Puskesmas Cangkringan beralamat di Panggung Argomulyo Cangkringan Sleman Yogyakarta.

Puskesmas Cangkringan mempunyai 2 lantai yang digunakan untuk pelayanan. Ruangan di lantai 1 antara lain ruang pendaftaran, ruang informasi, ruang tunggu, ruang BP umum, ruang tindakan, ruang BP gigi, ruang rekam medis, ruang obat, ruang BP KIA, apotek. Sementara di lantai 2 meliputi ruang kepala puskesmas, aula, ruang TU, ruang konsultasi gizi/konsultasi sanitasi, ruang vaksin, ruang paramedis, ruang dokter, dapur, mushola, toilet. Sarana dan prasarana lain yang dimiliki oleh Puskesmas Cangkringan lainnya yaitu tempat parkir, mobil ambulance, toilet umum, tempat bermain anak-anak.

c. Tujuan Umum Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta Memberikan bimbingan kepada masyarakat luas serta memanfaatkan Puskesmas Cangkringan sebagai sarana umum pelayanan kesehatan dasar dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk memelihara kesehatan sejak dini.

d. Visi, Misi, Strategi dan Sasaran Puskesmas Cangkringan Sleman Yogyakarta

Visi

“Terwujudnya Puskesmas sebagai sarana untuk mencapai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat”

Misi

1) Memberikan pelayanan yang berkualitas. 2) Meningkatkan profesionalisme kerja.

3) Meningkatkan pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidangkesehatan.

4) Meningkatkan upaya pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan.

Strategi

1) Sosialisasi dan Advokasi. 2) Meningkatkan budaya tertib. 3) Peningkatan Jaringan Informasi.

Sasaran

1) Terjaminnya ketersediaan, pemerataan, pemanfaatan, mutu, keterjangkauan obat dan perbekalan kesehatan serta pembinaan mutu makanan.

2) Meningkatnya jumlah kunjungan pasien.

3) Meningkatnya kesadaran gizi keluarga dan status gizi. 4) Meningkatnya petugas yang bekerja sesuai protap. 5) Tersusunnya standar pelayanan kesehatan.

6) Meningkatnya pelayanan ketatausahaan.

7) Meningkatnya jumlah instansi dan rumahtangga yang melaksnakan PHBS.

8) Meningkatnya strata UKBM.

9) Menurunnya angka kesakitan dan kematian penyakit menular, tidak menular dan penyakit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

10) Masalah kesehatan akibat bencana dapat diminimalisir.

Untuk memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan, pegawai Puskesmas Cangkringan berkomitmen untuk mencapai visi, misi dan strategi tersebut.

e. Kegiatan Puskesmas

Kegiatan-kegiatan pokok puskesmas antara lain : 1) KIA

2) Keluarga Berencana 3) Usaha peningkatan gizi 4) Kesehatan lingkungan

5) Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

6) Pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 7) Penyuluhan kesehatan masyarakat

8) Kesehatan sekolah 9) Kesehatan olahraga

10) Perawatan kesehatan masyarakat 11) Kesehatan kerja

12) Kesehatan gigi dan mulut 13) Kesehatan jiwa

14) Kesehatan mata

15) Laboratorium sederhana

16) Pencatatan dan pelaporan dalam rangka Sistem Informasi Kesehatan

17) Kesehatan usia lanjut

18) Pembinaan pengobatan tradisional

Puskesmas Cangkringan mengelompokkan pelayanannya dalam 2 ruang lingkup, antara lain :

1) Pelayanan Unggulan, antara lain : a) Pengobatan umum

b) Pengobatan gigi

c) KIA, KB dan imunisasi d) Konsultasi gizi

e) Konsultasi sanitasi f) Ruang obat

g) Laboratorium h) Program imunisasi

i) Penyelidikan Epidemiologi (PE)

j) Perawatan Kesehatan Masyarakat (PKM) k) Pemberantasan Penyakit Menular (P2N) l) Ketatausahaan

2) Pelayanan Inovasi, antara lain : a) Layanan psikologi

b) Layanan fisioterapi

c) Layanan puskesmas sore (dr/drg)

d) Sistem Informasi Berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

e) Dusun binaan bebas DBD

Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Sleman nomor 45/Kep.KDH/2008 tentang pembentukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), maka puskesmas berkedudukan sebagai

unit pelaksanaan teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh seorang kepala puskesmas yang bertanggungjawab langsung kepada kepala Dinas Kesehatan, dan secara operasional dikoordinasikan oleh Camat. Puskesmas mempunyai fungsi antara lain, penyelenggaraan pelayanan klinis, penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat dan penyelenggara manajemen dan tata usaha.

Puskesmas Cangkringan mempunyai kewenangan untuk mengelola sendiri pendapatannya/penerimaan fungsional dan sumber lainnya untuk membiayai kegiatan operasional dan mengoptimalkan mobilisasi potensi pembiayaan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan.

f. Struktur Organisasi

Susunan organisasi Puskesmas Cangkringan terdiri dari : 1) Unsur Pimpinan : Kepala Puskesmas

2) Unsur Pembantu :

a) Manajer Representative b) Koordinator Tata Usaha c) Koordinator Pelayanan Klinis

d) Koordinator Pelayanan Kesehatan Masyarakat

3) Unsur Pelaksana :

a) P.J Pelayanan KIA

c) P.J Pelayanan Kesehatan Khusus d) P.J Pelayanan Penunjang Medik e) P.J Promosi dan UKBM

f) P.J Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit g) P.J Penanganan Masyarakat Rawan

Sesuai dengan SK Bupati Sleman nomor 43/Kep.KDH/2001, Kepala Puskesmas adalah jabatan struktural. Tugas pokok kepala puskesmas adalah :

1) Bertanggungjawab secara menyeluruh terhadap keputusan strategis untuk pelaksanaan sistem manajemen dan mutu puskesmas.

2) Bertanggungjawab atas kelangsungan pelaksanaan pelayanan puskesmas.

Tugas pokok Manajer Representative, antara lain :

1) Melaksanakan kegiatan pelayanan di bidang kesehatan di puskesmas termasuk menjaga kerapihan, kebersihan dan kelengkapan peralatan pelayanan kesehatan.

2) Melaksanakan koordinasi dengan koordinator pelayanan klinis dalam segala kegiatan menyangkut pelayanan kesehatan.

Tugas pokok Koordinator Tata Usaha, antara lain :

1) Bertanggungjawab atas semua yang menyangkut ketatausahaan.

2) Mengkoordinir kegiatan perencanaan dan SIK. 3) Mengkoordinir kegiatan kepegawaian dan umum.

4) Mengkoordinir keuangan rawat jalan, Askes, SOP dan JPS. 5) Mengadakan koordinasi dengan koordinator lainnya.

6) Bertanggungjawab terhadap pengendalian pelayanan pendaftaran termasuk rekam medis.

7) Melaporkan segala bentuk kegiatan kepada kepala puskesmas secara rutin.

8) Meningkatkan motivasi kerja di lingkungan Tata Usaha (TU). Tugas pokok Koordinator Pelayanan Klinis, antara lain :

1) Mengkoordinir semua pelaksanaan pelaksanaan klinis di puskesmas.

2) Bertanggungjawab terhadap kelancaran pelayanan kesehatan di BP Umum, BP Gigi, BP KIA, Laboratorium dan Farmasi. 3) Mengkoordinir pembuatan laporan bulanan.

4) Mengkoordinir ketertiban pengisian buku administrasi di masing-masing BP dan unit penunjang.

5) Melaporkan segala bentuk kegiatan kepada kepala puskesmas secara intensif.

6) Mengadakan koordinasi dengan koordinator lain.

7) Meningkatkan motivasi kerja di lingkungan pelayanan klinis. 8) Memberikan pelimpahan wewenang bila diperlukan.

Tugas pokok Koordinator Pelayanan Masyarakat, antara lain :

1) Mengkoordinir pelayanan kesehatan masyarakat agar pekerjaan bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang ada.

2) Mengadakan koordinasi lintas sektoral baik ditingkat desa/tingkat kecamatan.

3) Mengkoordinir pembuatan laporan. 4) Penanggungjawab DBD.

5) Penanggungjawab Survilend di masyarakat. 6) Mengadakan koordinasi dengan koordinator lain.

7) Melaporkan segala bentuk kegiatan kepada kepala puskesmas secara intensif.

8) Meningkatkan motivasi kerja di lingkungan pelayanan kesehatan masyarakat.

9) Memberikan pelimpahan wewenang bila diperlukan. Fungsi Puskesmas yaitu :

1) Pusat pengembangan kesehatan masyarakat dengan mendorong masyarakat mengenal masalah dan mengatasi secara dini dan swadaya.

2) Pusat pembinaan kesehatan masyarakat dengan memberi bimbingan kepada masyarakat pemanfaatan SDM/SDA yang ada.

3) Pusat pelayanan kesehatan dasar masyarakat dengan bekerja sama dengan sektor lain.

Dokumen terkait