Analisis Kehidupan Sosial Ekonomi
DESKRIPSI DAN INTREPERTASI DATA PENELITIAN 4.1 Kondisi demografis
4.5. Deskripsi Tingkat pendidikan keluargaBuruh Pabrik
Pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam penentuan lapangan pekerjaan yang ingin dimasukinya, karena ada beberapa lapangan pekerjaan yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang memiliki tingkat pendidikan tertentu.Untuk bekerja sebagai buruh di pabrik Jelly ternyata tidak diperlukan tingkat pendidikan tertentu. Bagi buruhberstatus sudah nikah berpendidikan SD dan tidak sekolah, sedangkan bagi yang berstatus belum kawin berpendidikan SMP DAN SMA. Hal
69
tersebut dikarenakan sebagian besar buruh tersebut berasal dari latar belakang yang tidak mampu sehingga akan mengalami kesulitan biaya melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.
No Nama Informan Hasil wawancara
1 BS Kalo ibu . Tingkat pendidikan terahir bu
susi sampai Sekolah Mnengah Atas (SMA).
Ibu dari tamat SMA ibu Bekerja di Pabrik dari tahun 2005. Sedangkan anak ibu . Kalo Anak-anak ibu semua sekolah dek yang satu kuliah di teknik kesehatan satu nya lagi masih SMP dek Alhamdulillah ada rezeki untuk biaya sekolah mereka biaya kan untuk lanjut lagi. Kalo anak ibu Masih SMA dek tapi belum tau apa lanjut untuk kuliah atau ngak
4 BT Ibuu cumin tamat Sekolah Dasar (SD).aja
dek. kareana ngak ada Biaya untuk sekolah. Kalo anak ibu ada tiga yang paling besar tamatan SMA dan yang kedua Tamatan SMA paling kecil Masih SMA dek
70
belum tamat. Karena ngak ada kalo mereka bekerja kan bias bantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan kan juga
5 BM Pendidikan terakhir saya sampai Sekolah
Menengah Atas(SMA). Karena biaya untuk kuliahn kan besar kan menjadi factor salah satu ibu ngak lanjut untuk kuliah. Kalo anak ibu ada dua yang satu tamatan SMA tetapi belum bekerja yang palng kecil Masih SMP dek belum
6 BR Pendidikan terakhir ibu sampai SMA saja
.Karena Keterbatasan Ekonomi jadi ibu ngak melanjutkan untuk kuliah. Kalo anak
adalah Sekolah Menengah Atas(SMA).
Karena keterbatasan uang untuk biaya pendidikan ibu ya bekerja aja dek. Untuk anak ibu sih kecil sih masih SD ibu masih mampu untuk menyekolahkan nya
8 DI Diana adalah salah satu pekerja pabrik
yang berposisi sebagai tempat Nata Motiv Jelly. Tingkat Pendidikan terakhir Bu samriah adalah Sekolah Menengah
71
Atas(SMA). Dan tidak dapat mencari pekerjaan lain karena keterbatasan pendidikan. Diana ingin selali melanjutkan Pendidikannya lebih tinggi akan tetapi factor ekonomi jga salah satu penghambat Diana untuk kuliah
9 RK Riko adalah salah satu pekerja pabrik
yang berposisi sebagai tempat Penjaga gudang. Tingkat Pendidikan terakhir Riko adalah Sekolah Menengah Atas(SMA).
Dan tidak dapat mencari pekerjaan lain karena keterbatasan pendidikan. Sebagai penjaga gudang pendidikan tidak terlalu dilihat dan hanya perlu melihat kapan masuk barang yang telah di tentukan.
10 BY Bang Yudo adalah salah satu pekerja
pabrik yang berposisi sebagai Supir Pabrik. Tingkat Pendidikan terakhir Bang Yudo adalah Sekolah Teknik Mesin(STM).
Dan tidak dapat mencari pekerjaan lain karena keterbatasan pendidikan. Sebagai
72
Supir Pabrik pendidikan tidak terlalu dilihat hanya saja perlu melengakpi surat izin mengemudi saja
11 BW Kalo ibu cuman tamat sampai Sekolah
Menengah Atas(SMA). Langsunh mencari pekerjaan. Untuk anak Alhamdulillah yang satu kulaih yang paling kecil masih SMA karena suami ibu bekerja kan jadi mampu la untuk menyekolah kan mereka
Tabel diatas menjelaskan tentang tinggat pendidikan buruh.Dari hasil wawancara, dengan buruh menjelaskan bahwa kondisi sosial masyarakat buruh pabrik jelly masih tertinggal,( Khusus pendidikan). . Buruh di Pabrik Jelly memiliki tingkat pendidikan SD hingga SMA. Ada beberapa factor lain Buruh memiliki tingkat pendidikan rendah yaitu memiliki kesadaran yang rendah tentang pentingnya pendidikan dan juga factor ekonomi dari masyarakat buruh tersebut.
Daftar Pendidikan Terakhir Informan Buruh Pabrik
1 BS SMA
2 BA SMA
3 BF SMA
4 BT SD
5 BY STM
6 BM SMA
73
7 BR SMA
8 BF SMA
9 DI SMA
10 RK SMA
11 BW SMA
Buruh dan Pekerja
Untuk aspek pendidikan, para Buruh memiliki pendidikan yang sangat rendah dan tertingal. Para buruh hanya tamatan SD himgga SMA. Sehingga mereka susah mencari pekerjaan yang layak. Sedangkan anak buruh memiliki pendidikan hingga mencapai SMA. karena kurang nya dukungan orang tua. pendidikan harus mempunyai motivasi dan dorongan orang tua agar anak-anaknya bersekolah kejenjang yang lebih tinggi. Anak para buruh lebih memilih bekerja sebagai buruh dibandingkan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi sebab mereka lebih senang bekerja untuk membantu ekonomi keluarga dan anak buruh tidak ada pilihian lebih baik membantu orang tuanya mencari nafkah atau membantu pekerjaan orang tua di banding bersekolah dan masih susah mengeluarkan biaya untuk sekolah anak-anaknya. Dari pada untuk biaya sekolah, lebih baik menggunakan uang untuk kebutuhan sehari-harinya saja. Akan tetapi salah satu buruh memiliki anak yang tidak memiliki pendidikan rendah di karenakan keluarga dari buruh tersebut mampu untuk membiayai kuliah anak mereka ke jenjang perkuliahan
74
Mandor
Mandor di pabrik tersebut memiliki 2 anak yang memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu sampai jenjang perguruan tinggi dan anak paling kecil memiliki jenjang pendidikanb hinggal sampai SMP walaupun mandor tersebut tidak memiliki jenjang pendidikan yang tinggi yang hanya tamat sampai SMA saja. Factor pendorong yang menjadi pendukung mampunya mandor tersebut mampu membiayai pendidikan anak yaitu memiliki ekonomi yang cukup memadai dan memiliki pendapatan yang cukup yaitu kurang lebih 3.000.000 perbulannya dan di bantu oleh suami mandor tersebut yang bekerja di pabrik juga.
Ditinjau dari aspek geografis Desa Manunggal kecamatan labuhan deli termasuk kota besar yang memiliki fasilitas pendidikan yang mumpuni akan tetapi aspek ekonomi buruh tentu berpengaruh terhadap pendidikan di tambah tidak da bantuan atau peringanan oleh pemerintah, tetap saja pendidikan membutuhkan biaya tersendiri. Tingkat pendidikan juga akan mempengaruhi jenis mata pencaharian yang akhirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan, pemenuhan kebutuhan pokok minimum dan juga biaya pendidikan para buruh. Dimana pendidikan sangat perlu karena akan membantu meningkatkan derajat keluarga. Apabila pendidikan rendah maka kemungkinan derajat keluarga pun rendah karena kurangnya skill atau
75
kemampuan seseorang mempengaruhi jenis pekerjaan sampingan yang akan diperoleh buruh.