• Tidak ada hasil yang ditemukan

6. Sumber Penghasilan

4.2.2 Deskripsi Variabel Green Merketing sebagai Variabel X

Green marketing adalah sebagai respon pemasaran terhadap pengaruh lingkungan yang berasal dari perancangan, produksi, pengemasan, pelabelan, penggunaan, dan pembuangan barang atau jasa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 4 variabel operasional green marketing yaitu green product, green price, green promotion, dan green place untuk melihat jawaban responden atas pertanyaan-pertanyan di dalam varibel operasional tersebut dengan 4 pilihan jawaban responden.

1. Green Product

Green Product adalah produk yang tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, tidak boros sumber daya, tidak menghasilkan sampah berlebihan, dan tidak melibatkan kekejaman pada binatang. Suatu produk yang dirancang dan diproses dengan suatu cara untuk mengurangi efek-efek yang dapat mencemari lingkungan, baik dalam produksi, pendistribusian dan pengkonsumsiannya. Untuk mengetahui jawaban responden terdapat tiga pertanyaan tentang green product sebagai berikut:

Tabel 4.7

Mobil Toyota Agya Irit Dalam Menggunakan Bahan Bakar Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Irit Kurang Irit Irit Sangat Irit 3 11 69 17 3% 11% 69% 17% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.7 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden menyatakan bahwa Mobil Toyota Agya irit dalam menggunakan bahan bakar sebanyak 69 orang (69%). Banyaknya responden yang setuju bahwa Toyota agya irit dalam menggunakan bahan bakar karena sebagian besar konsumen menggunakan agya tipe baru, sedangkan responden yang menyatakan bahwa toyota agya kurang irit atau tidak irit disebabkan karena mereka menggunakan agya tipe lama dengan jenis mesin DOHC yang konsumsi bahan bakarnya lebih besar dibandingkan mesin VVT-i. Toyota agya tipe baru menggunakan mesin VVT-i pada tipe E dan G (1000 cc) dan dual VVT-i pada tipe G dan TRD (1200 cc) sehingga lebih irit dibandingkan dengan agya tipe lama (1000 cc) yang masih menggunakan mesin DOHC yang tergolong boros dalam menggunakan bahan bakar.

Mesin berteknologi VVT-i atau Variable Valve Timing with intelligence adalah mesin berteknologi variable valve timing, konsep mesin VVT-i adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian yang membuat konsumsi BBM menjadi lebih efisien serta kendaraan bermesin teknologi VVT-i sanggup menghasilkan tenaga yang besar sekalipun kapasitas cc

silinder mesin kecil. Sistem VVT-i hanya mengatur buka tutup katup masuk (intake), sedangkan dual VVT-i mengatur timing dua katup yakni intake dan exhaust (masuk dan keluar), sehingga waktu buka-tutup katup masuk dan keluar jadi lebih selalu sama. Cara kerja dua katup ini adalah mengurangi hambatan dari gas sisa pembakaran dalam mesin, ketika beban mesin dalam keadaan menengah, exhaust akan digeser untuk mendapatkan kontrol emisi dan efisiensi yang lebih baik, sedangkan saat beban kendaraan tinggi dengan kecepatan rendah maka katup exhaust akan membuka lebih lambat, katup intake juga dibuka lebih lama untuk memperoleh efisiensi, dengan penggunaan mesin dual VVT-i maka konsumsi bahan bakar lebih irit dan performa mesin lebih meningkat.

Tabel 4.8

Emisi Gas Buang Dari Mobil Toyota Agya Tidak Memiliki Dampak Buruk Bagi Lingkungan

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 7 12 54 27 7% 12% 54% 27% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden menyatakan setuju bahwa Emisi Gas Buang Dari Mobil Toyota Agya Tidak Memiliki Dampak Buruk Bagi Lingkungan sebanyak 54 orang. Banyaknya responden yang setuju bahwa emisi gas buang toyota tidak memiliki dampak buruk bagi lingkungan, karena sebagian besar konsumen menggunakan agya tipe baru. Toyota agya tipe baru menggunakan mesin VVT-i pada tipe E dan G (1000 cc) dan dual VVT-i pada tipe G dan TRD (1200 cc) yang emisi gas buangnya

rendah. Mesin berteknologi VVT-i atau Variable Valve Timing with intelligence adalah mesin berteknologi variable valve timing, konsep mesin VVT-i adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian sehingga tingkat emisi gas buang dapat diturunkan ke tingkat terendah. Cara kerja mesin dual VVT-i tidak jauh berbeda dengan mesin VVT-i, dual VVT-i mengatur timing dua katup yakni intake dan exhaust (masuk dan keluar), sehingga waktu buka-tutup katup masuk dan keluar jadi lebih selalu sama sehingga tingkat emisi gas buang lebih rendah dibandingkan dengan mesin VVT-i. Adanya responden yang menyatakan bahwa emisi gas buang Toyota agya memiliki dampak buruk bagi lingkungan disebabkan oleh anggapan mereka bahwa semua kendaraan bermotor memiliki dampak buruk yang besar pada lingkungan.

Tabel 4.9

Model (Bentuk, Ukuran, Warna) Mobil Toyota Agya Dapat Digolongkan Sebagai Produk Hijau

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 5 28 65 2 5% 28% 65% 2% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.9 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden menyatakan setuju bahwa Model (Bentuk, Ukuran, Warna) mobil toyota agya dapat digolongkan sebagai produk hijau sebanyak 65 orang (65%). Hal ini dikarenakan mobil agya memiliki kapasitas penumpang maksimal 5 orang walau mobil ini berukuran kecil, toyota Agya terasa lebar dengan dukungan 5

barang bawaan, toyota Agya juga menyediakan bagasi kecil dibelakang kursi baris kedua untuk menaruh barang bawaan sehingga rapi dan tetap nyaman, selain itu kabin toyota agya telah didesain hemat ruang (pemanfaatan ruang seefektif mungkin untuk memperbesar ruang kosong) serta berbagai kelengkaan interior dan eksterior mobil yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan konsumen. Toyota agya juga memiliki variasi warna yang menarik bagi konsumen yaitu white, silver metalic, black, gray metalic, red, yellow, dan blue metalic sehingga konsumen dapat memilih warna mobil yang sesuai dengan keinginannya sekaligus menyejukkan matanya. Adanya responden yang menyatakan kurang setuju dan tidak setuju disebabkan mereka membeli toyota agya karena harganya yang murah dan berbagai faktor pendukung lainnya, serta tidak didasarkan oleh model toyota agya yang dapat digolongkan sebagai produk hijau.

2. Green Price

Green price adalah Jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk hijau atau pelayanan hijau. Untuk mengetahui jawaban responden terdapat tiga pertanyaan tentang green price sebagai berikut:

Tabel 4.10

Harga Yang Ditawarkan Oleh Mobil Toyota Agya Sesuai Dengan Mutu Produk Yang Didapatkan

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Sesuai Kurang Sesuai Sesuai Sangat Sesuai 4 13 75 7 4% 13% 75% 7% Total 100 100%

Dari tabel 4.10 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden menyatakan sesuai bahwa harga yang ditawarkan oleh mobil Toyota Agya sesuai dengan mutu produk yang didapatkan sebanyak 75 orang.Hal ini dikarenakan dibandingkan produk sejenis lainnya, mobil Agya memiliki keunggulan sesuai dengan harga yang ditawarkan. Salah satu keunggulan agya adalah dapat melewati medan yang terjal walau tumpuan berada di roda depan seperti yang dimiliki oleh mobil sejenis lainnya, memiliki ABS (Anti break locking system) untuk menghindari mobil terbalik ketika dilakukan pengereman mendadak, selain itu berbagai kelengkapan interior dan eksterior lainnya bagi setiap jenis mobil agya yang selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang walau mobil memiliki harga yang murah. Adanya responden yang kurang setuju dan tidak setuju bahwa harga toyota agya sesuai dengan mutu yang didapatkan karena mereka memiliki harapan berbeda yang tidak sesuai dengan kualitas standar yang ditawarkan oleh toyota agya.

Tabel 4.11

Perusahaan Toyota Sering Memberikan Potongan Harga Pada Saat Pembelian Mobil Toyota Agya Serta Memberikan Potongan Harga

Perbaikan dan Sparepart Pada Bengkel Resmi Toyota Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Pernah Kurang Sering Sering Sangat Sering 21 39 38 2 21% 39% 38% 2% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.11 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden menyatakan bahwa perusahaan Toyota kurang sering memberikan

potongan harga pada saat pembelian mobil Toyota agya serta memberikan potongan harga perbaikan dan sparepart pada bengkel resmi Toyota dengan jumlah responden sebanyak 39 orang dan diikuti jawaban responden sering sebanyak 38 orang. Karena perusahaan Toyota merupakan perusahaan otomotif terbesar di Indonesia sehingga untuk menjaga reputasi perusahaan, Toyota memberikan potongan harga pada setiap pelanggan yang datang ke bengkel resmi Toyota, selain itu Toyota memberikan gratis biaya jasa melalui servis berkala s/d 50.000 km / 4 tahun. Mayoritas responden yang menyatakan bahwa toyota jarang memberikan potongan harga kepada konsumen disebakan karena mereka merasakan bahwa potongan yang diberikan oleh toyota masih kurang atau tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, selain itu kondisi pasar yang tidak tetap mempengaruhi pihak toyota dalam memberikan potongan.

Tabel 4.12

Mobil Toyota Agya Memiliki Harga Jual Kembali Yang Tinggi Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 22 39 34 5 22% 39% 34% 5% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.12 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden menyatakan kurang setuju bahwa mobil Toyota agya memiliki harga jual kembali yang tinggi dengan jumlah responden adalah 39 orang dan diikuti dengan jawaban responden setuju sebanyak 34 orang. Hal ini dikarenakan penentuan harga jual mobil bekas dipengaruhi faktor berikut: jarak tempuh,

perawatan berkala, dokumen legal, karat, warna eksterior, kondisi fisik mobil, modifikasi dan aksesoris, adanya 22 orang responden tidak setuju dan 39 orang kurang setuju disebabkan karena kondisi mobil tidak memenuhi faktor-faktor dalam penentuan harga mobil atau responden masih belum memahami harga jual mobil bekas agya di pasaran.

Adanya 34 orang responden yang setuju dan 5 orang responden sangat setuju bahwa toyota agya memiliki harga jual kembali yang tinggi disebabkan faktor-faktor berikut: memiliki dua sistem transmisi manual dan matic yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memilih jenis transmisi yang di inginkan, memiliki warna yang beragam sehingga pemilik dapat menjualnya kepada pembeli yang memiliki selera warna yang sama dengannya sehingga harga mobil tidak rendah, konsumsi bahan bakar sangat irit, fitur keamanan cukup lengkap, dashboard disusun dengan rapi, bagasi dan ruang kabin cukup luas walau ukuran mobil kecil karena desainer otomotif toyota mendesain mobil agya dengan sistem hemat ruang, mobil agya masih tergolong baru sehingga mobilnya masih jarang ditemukan di pasaran mobil bekas, mobil agya yang kehadirannya masih baru dipasaran otomotif memiliki kualitas dalam keadaan bekas dengan kondisi baik, servis gratis dan masih dalam bergaransi.

3. Green Promotion

Green place adalah upaya untuk mengarahkan seseorang agar dapat mengenal produk perusahaan berwawasan lingkungan, lalu memahaminya, berubah sikap, menyukai, yakin, kemudian akhirnya membeli, dan selalu ingat akan produk tersebut. Untuk mengetahui jawaban responden terdapat tiga pertanyaan tentang green promotionsebagai berikut:

Tabel 4.13

Toyota Agya Menggunakan Promosi Yang Menggambarkan Kepedulian Perusahaan Pada Lingkungan

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 6 28 58 8 6% 28% 58% 8% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.13 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden yang paling banyak adalah menyatakan setuju bahwa Toyota agya menggunakan promosi yang menggambarkan kepedulian perusahaan pada lingkungan dengan jumlah 58 orang. Toyota yang merupakan produsen dari toyota agya menggunakan promosi yang menggambarkan kepedulian pada lingkungan dengan ikut ambil bagian dalam program pemerintah terkait produksi mobil murah ramah lingkungan sehingga dapat menciptkan sudut pandang positif bagi masyarakat bahwa toyota peduli lingkungan, dalam pameran otomotif nasional perusahaan toyota mendominasi warna booth dengan warna hijau yang menggambarkan kepedulian dan dukungan toyota dalam mengembangkan dan menerapkan pola hidup hijau, serta kegiatan Toyota Eco Youth (TEY) yaitu kompetisi bagi tingkat sekolah lanjutan atas (SLTA) untuk berlomba menciptakan inovasi dalam menanggapi isu pencemaran lingkungan. Adanya responden yang kurang dan tidak setuju disebabkan mereka belum mengetahui tentang promosi hijau yang dilakukan oleh toyota.

Tabel 4.14

Istilah Low Cost Green Car Sudah Mampu Menjelaskan Bahwa Produsen Mobil Toyota Agya Peduli Pada Lingkungan

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 6 26 61 7 6% 26% 61% 7% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.14 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden yang paling banyak menyatakan setuju bahwa Istilah Low Cost Green Car sudah mampu menjelaskan bahwa produsen mobil toyota agya peduli pada lingkungan dengan jumlah responden sebanyak 61 orang. Toyota agya adalah salah satu jenis mobil yang di produksi oleh toyota dengan jenis low cost green car. Istilah low cost green car memiliki arti mobil murah ramah lingkungan, jadi melalui istilah tersebut konsumen dapat mengetahui bahwa perusahaan toyotapeduli pada lingkungan melalui pembuatan dan penjualan mobil toyota agya yang murah dan ramah lingkungan. Adanya responden yang kurang dan tidak setuju disebabkan karena pihak Toyota masih belum sepenuhnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait kelebihan produk yang mereka tawarkan.

Tabel 4.15

Produsen Toyota Agya Terlibat Pada Aktivitas Peduli Lingkungan Sebagai Salah Satu Strategi Promosi Hijau

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Terlibat Kurang Terlibat Terlibat Sangat Terlibat 6 43 46 4 6% 43% 46% 4% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.15 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban produsen Toyota agya terlibat pada aktivitas peduli lingkungan sebagai salah satu strategi promosi hijau, mayoritas responden jawaban yang paling banyak menyatakan terlibat sebesar 46 orang. Toyota yang merupakan produsen dari toyota agya sering terlibat pada aktivitas peduli lingkungan sebagai berikut: penyelamatan sumber daya air melalui penanaman dan edukasi manajemen air kepada para siswa serta komunitas sekitar di Gunung Loji Sanggabuana – Karawang, pengembangan keanekaragaman hayati melalui konservasi penyu melalui aktivitas donasi , edukasi melalui program pencerahan pengetahuan seputar penyu kepada seluruh stakeholder yang ada di Ujung Genteng mengenai pentingnya menjaga populasi penyu, melakukan penanaman pepohonan di berbagai wilayah Indonesia dalam aktivitas CSR bertema ”Toyota Forest” yang telah memberikan manfaat positif berupa keberadaan rumah burung yang tesebar di hutan toyota, penghematan energi dan penggunaan energi baru dan terbarukan denganmendukung sistem generator elektrik oleh siswa SMK di Karawang, mempelopori pencegahan polusi, mengembangkan pengolahan sampah terpadu. Sementara sebanyak 43 orang (43%) responden menyatakan bahwa Toyota

kurang terlibat dalam aktivitas peduli lingkungan. Hal ini dikarenakan kurang meratanya aktivitas peduli lingkungan yang dilakukan oleh Toyota di Indonesia khususnya di kota Medan.

4. Green Place

Green place adalah Kegiatan pemasaran yang berfungsi untuk memperlancar arus penyampaian produk hijau dari produsen ke konsumen. Untuk mengetahui jawaban responden terdapat tiga pertanyaan tentang green place sebagai berikut:

Tabel 4.16

Showroom Toyota Agya Mudah Dijangkau Oleh Konsumen

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 2 14 66 18 2% 14% 66% 18% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.16 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas responden yang paling banyak menyatakan setuju bahwa Showroom Toyota Agya mudah dijangkau oleh konsumen. Toyota didukung oleh sales outlet dan layanan purna jual (servis and sparepart) yang tersebar di seluruh Indonesia, terdapat tujuh showroom toyota yang menjual mobil agya yang tersebar di kota Medan dan sekitarnya. Tujuh showroom tersebut terdapat di Amplas, Binjai, Sisingamangaraja, Gatot Subroto, Pancing, Krakatau, dan marelan.Dapat disimpulkan bahwa showroom Toyota agya banyak dibuka di Kota Medan, sehingga para konsumen mudah untuk menemukan showroom. Sementara adanya

responden yang kurang setuju dan tidak setuju disebabkan karena rumah responden memiliki jarak yang jauh dari tujuh showroom yang terdapat di Kota Medan.

Tabel 4.17

Tata Ruang Showroom Mobil Toyota Agya Bernuansa Hijau Dan Memiliki Tingkat Kenyamanan Yang Tinggi

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 9 29 49 13 9% 29% 49% 13% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.17 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas jawaban responden dengan pernyataan tata ruang showroom mobil toyota agya bernuansa hijau dan memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi adalah setuju sebesar 49 orang atau 49 %. Sistem tata ruang showroom memiliki standar khusus yang diterapkan oleh perusahaan toyota yaitu memiliki ruang tamu, ruang diskusi, ruang bermain anak, serta beberapa showroom menambahkan sistem tata ruang sesuai dengan kebutuhan. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan Toyota Agya lebih mementingkan kenyamanan para konsumennya. Sementara terdapat 29% responden dengan keterangan kurang setuju dan sebanyak 9% dengan keterangan tidak setuju, hal tersebut terjadi karena adanya polusi udara yang membuat responden tidak nyaman.

Tabel 4.18

Sistem Penjualan Pada Showroom Mobil Toyota Agya Ramah Terhadap Konsumen

Kategori Jumlah Responden Persentase Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju 2 15 68 15 2% 15% 68% 15% Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2017)

Dari tabel 4.18 dapat diketahui bahwa dari distribusi jawaban, mayoritas jawaban responden dengan pernyataan sistem penjualan pada showroom mobil toyota agya ramah terhadap konsumenadalah setuju sebesar 68 orang atau 68 %. Toyota yang merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual mobil agya menerapkan budaya “FIRST” dalam setiap proses kegiatanya, FIRST merupakan singkatan dari Focus on costumer, Integrity, Respon one another, Strife for excelent, Team work, sehingga melalui penerapan budaya ini konsumen puas oleh keramahan sistem penjualan di setiap showroom toyota agya yang dijumpainya. 4.2.3 Deskripsi Variabel Keputusan Pembelian sebagai Variabel Y

Keputusan pembelian yaitu proses pemecahan masalah yang diarahkan pada sasaran. Pemecahan masalah konsumen sebenarnyan merupakan suatu aliran tindakan timbal balik yang berkesinambungan di antara faktor lingkungan, proses kognitif dan afektif, serta tindakan perilaku. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 5 variabel operasional keputusan pembelianyaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, perilaku

pasca pembelian untuk melihat jawaban responden atas pertanyaan-pertanyan di dalam varibel operasional tersebut dengan 4 pilihan jawaban responden.

Dokumen terkait