BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Variabel
Dari data primer yang dikumpulkan pada industri kecil dan menengah (ayam potong, mebel, tahu, dan udang kering) di Kabupaten Pinrang dapat diperoleh deskripsi sebagai berikut :
a. Upah
Biaya upah yang dikeluarkan perusahaan meliputi: upah bulanan, upah lembur. Hasil penelitian di lapangan upah yang dikeluarkan oleh industri kecil pengolahan ikan hanya upah pokok dan tidak ada upah lembur. Deskripsi mengenai upah yang diberikan perusahaan untuk pengupahan setiap orang adalah sebagai berikut :
Tabel 4.4 Deskriptif Upah Pada Industri Kecil dan Menengah (Ayam Potong, Mebel, Tahu, Udang Kering) di Kabupaten Pinrang (Rp/Bulan) dari 79 Sampel
No Interval Upah Frekuensi Persentase
1 Rp 3.000.000 – Rp 3,500,000 2 3% 2 Rp 2,500,000 – Rp 2,900,000 3 4% 3 Rp 2,000,000 – Rp 2,400,000 7 9% 4 Rp 1,500,00 – Rp 1,900,000 28 36% 5 Rp 950,000 – Rp 1,400,000 39 50% Jumlah 79 100% Minimal Rp 950,000 Maksimal Rp 3,500,000
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan bahwa nilai upah yang dikeluarkan oleh pengusaha industri kecil dan menengah (ayam potong, mebel, tahu, dan udang kering) di Kabupaten Pinrang yang membayar upah Rp 950.000 – Rp 1.500.000 sebanyak 39 industri atau 50% , pengusaha yang mampu membayar total upah tenaga kerja Rp1.500.000 – Rp 2.000.000 sebanyak 28 industri atau 36%, pengusaha yang mampu membayar total upah tenaga kerja Rp2.000.000 – Rp 2.500.000 sebanyak 7 industri atau 9%, pengusaha yang mampu membayar total upah tenaga kerja Rp 2.500.000 – Rp 3.000.000 sebanyak 3 industri atau 4% dan pengusaha yang mampu membayar total upah tenaga kerja Rp3.000.000 – Rp 3.500.000 sebanyak 2 industri atau 3%.
Upah tenaga kerja pada usaha industri kecil dan menengah ini bervariasi antar pengolah. Upah ditentukan berdasarkan pengalaman dan jenis pekerjaan yang dilakukan dan mengingat kapasitas produksi untuk setiap pengolah tidak begitu besar. Yang mempengaruhi tingkat upah : Pendidikan dan ketrampilan kerja, kondisi pasar kerja (permintaan dan penawaran).
b. Nilai Produktivitas
Hasil dan jenis produksi yang dihasikan untuk masing-masing industri pengolahan berbeda-beda, ada yang tinggi ada juga yang rendah tergantung dari besar kecilnya industri dan jumlah permintaan akan barang tersebut. Dari data primer, dapat diperoleh deskripsi sebagai berikut:
Tabel 4.5 Industri Kecil dan Menengah Pengolahan Udang Kering di Kabupaten Pinrang
No Jenis Produksi Frekuensi Persentase
1 Pengeringan 33 100%
2 Pembekuan 0 0%
Jumlah 33 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dilihat dari tabel di atas menunjukkan banyaknya industri pengolahan udang kering untuk jenis produksi pengeringan sebanyak 33 responden, sedangkan pembekuan 0 responden,
Tabel 4.6 Industri Kecil dan Menengah Pengolahan Ayam Potong di Kabupaten Pinrang
No Jenis Produksi Frekuensi Persentase
1 Ternak 9 30%
2 Pemotongan dan pembersihan 21 70%
Jumlah 30 100%
Dilihat dari tabel di atas menunjukkan banyaknya industri pengolahan ayam potong untuk jenis produksi ternak sebanyak 9 responden, sedangkan untuk usaha bagian pemotongan dan pembersihan 21 responden.
Tabel 4.7 Industri Kecil dan Menengah Pengolahan Tahu di Kabupaten Pinrang
No Jenis Produksi Frekuensi Persentase
1 Tahu siap saji 2 20%
2 Tahu mentah 8 80%
Jumlah 10 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dilihat dari tabel di atas menunjukkan banyaknya industri pengolahan tahu untuk jenis produksi tahu siap saji sebanyak 2 responden, sedangkan untuk tahu mentah sebanyak 8 responden.
Tabel 4.8 Industri Kecil dan Menengah Pengolahan Mebel di Kabupaten Pinrang
No Jenis Produksi Frekuensi Persentase
1 Pemasaran 6 100%
Jumlah 6 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dilihat dari tabel di atas menunjukkan industri pengolahan mebel hanya untuk jenis produksi pemasaran sebanyak 6 responden. Berdasarkan keterangan di atas, menunjukkan bahwa jenis produk yang dihasilkan pada setiap industri beraneka ragam, biasanya mereka mempunyai keunggulan sendiri-sendiri dalam menghasilkan produknya.
c. Modal
Modal dalam hal ini diukur berdasarkan modal yang dikeluarkan oleh industri untuk membangun usaha pengolahan tahu, ayam potong, udang kering, dan mebel yang siap produksi. Ukuran dan kapasitas industri yang berbeda-beda, maka modal perusahaan pada industri pengolahan ini juga berbeda-beda. Deskripsi modal masing-masing perusahaan yang diukur dalam rupiah adalah sebagai berikut :
Tabel 4.9 Statistik Deskripsi Modal Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang dari 79 Sampel
No Interval Modal Frekuensi Persentase
1 Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000 5 7% 2 Rp 2.500.000 – Rp 2.900.000 7 9% 3 Rp 2.000.000 – Rp 2.400.000 26 39% 4 Rp 1.500.000 – Rp 1.900.000 26 39% 5 Rp 1.000.000 – Rp 1.400.000 15 19% Jumlah 79 100% Minimal Rp 1,000,000 Maksimal Rp 4,000,000
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Berdasarkan Tabel 4.9 menunjukkan bahwa nilai modal yang dikeluarkan oleh industri kecil dan menengah di Kabupaten Pinrang sebagai berikut: industri kecil dan menengah yang bermodal Rp 1.000.000 – Rp1.500.000 sebanyak 15 industri atau 19%, pengusaha industri kecil dan menengah yang bermodal Rp 1.150.000 – Rp2.000.000 sebanyak 26 industri atau 39%, pengusaha industri kecil dan menengah yang bermodal Rp2.000.000 – Rp2.500.000 sebanyak 26 industri atau 39%, pengusaha industri kecil dan menengah yang bermodal Rp
2.500.000 – Rp 3.000.000 sebanyak 7 industri atau 9% dan pengusaha industri kecil dan menengah yang bermodal Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000 sebanyak 5 industri atau 7%.
d. Penyerapan Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang terampil merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan. Penyerapan tenaga kerja merupakan jumlah riil dari tenaga kerja yang dikerjakan dalam suatu unit usaha. Dalam industri kecil dan menengah di Kabupaten Pinrang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 283 dari sampel 79 unit usaha.
1) Jenis Kelamin
Banyaknya tenaga kerja di Kabupaten Pinrang dapat dikelompokkan menurut jenis kelamin yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.10 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Ayam Potong Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-Laki 80 84%
2 Perempuan 15 16%
Jumlah 95 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dari Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kerja diusaha ayam potong perempuan lebih banyak yaitu 80 orang dengan persentase sebesar 84% sedangkan tenaga kerja laki-laki sebanyak 15 orang dengan persentase 16%.
Tabel 4.11 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Udang Kering Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-Laki 65 54%
2 Perempuan 55 46%
Jumlah 120 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dari Tabel 4.11 dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kerja diusaha udang kering untuk perempuan lebih sedikit yaitu 55 orang dengan persentase sebesar 54% sedangkan tenaga kerja laki-laki sebanyak 65 orang dengan persentase 46%.
2) Umur
Banyaknya tenaga kerja di Kabupaten Pinrang dapat dikelompokkan menurut umur yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.12 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Ayam Potong Berdasarkan Tingkatan Umur Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Umur Frekuensi Persentase
1 > 35 tahun 20 21%
2 31-35 tahun 27 29%
3 25-30 tahun 40 42%
4 < 25 tahun 8 8%
Jumlah 95 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dari Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kerja berdasarkan tingkatan umur yaitu tenaga kerja yang berumur <25 tahun sebanyak 8 orang dengan persentase sebesar 8%, tenaga kerja yang berumur 25 – 30 tahun sebanyak 40 orang dengan persentase sebesar 42%, tenaga kerja yang berumur 31 – 35 tahun sebanyak 27 orang dengan persentase sebesar 29%,
sedangkan tenaga kerja yang berumur > 35 tahun sebanyak 20 orang dengan persentase 21%.
Tabel 4.13 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Udang Kering Berdasarkan Tingkatan Umur Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Umur Frekuensi Persentase
1 > 40 tahun 45 37%
2 36-40 tahun 44 37%
3 25-35 tahun 20 17%
4 < 25 tahun 11 9%
Jumlah 120 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dari Tabel 4.13 dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kerja berdasarkan tingkatan umur yaitu tenaga kerja yang berumur <25 tahun sebanyak 11 orang dengan persentase sebesar 9%, tenaga kerja yang berumur 25 – 35 tahun sebanyak 20 orang dengan persentase sebesar 17%, tenaga kerja yang berumur 36 – 40 tahun sebanyak 44 orang dengan persentase sebesar 37%, sedangkan tenaga kerja yang berumur > 40 tahun sebanyak 45 orang dengan persentase 37%.
Tabel 4.14 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Tahu Berdasarkan Tingkatan Umur Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Umur Frekuensi Persentase
1 > 40 tahun 6 13%
2 36-40 tahun 13 28%
3 25-35 tahun 19 41%
4 < 25 tahun 8 17%
Jumlah 46 100%
Dari Tabel 4.14 dapat dicermati bahwa jumlah tenaga kerja berdasarkan tingkatan umur yaitu tenaga kerja yang berumur <25 tahun sebanyak 8 orang dengan persentase sebesar 17%, tenaga kerja yang berumur 25 – 35 tahun sebanyak 19 orang dengan presentasi sebesar 41%, tenaga kerja yang berumur 36 – 40 tahun sebanyak 13 orang dengan persentase sebesar 28%, sedangkan tenaga kerja yang berumur > 40 tahun sebanyak 6 orang dengan persentase 13%.
Tabel 4.15 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Mebel Berdasarkan Tingkatan Umur Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Umur Frekuensi Persentase
1 > 35 tahun 11 50%
2 25 – 34 tahun 9 40%
3 18 – 24 Tahun 2 10%
Jumlah 22 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dari Tabel 4.15 dapat dicermati bahwa jumlah tenaga kerja berdasarkan tingkatan umur yaitu tenaga kerja yang berumur 18-24 tahun sebanyak 2 orang dengan persentase sebesar 0,1%, tenaga kerja yang berumur 25 – 34 tahun sebanyak 9 orang dengan persentase sebesar 0,4%, tenaga kerja yang berumur > 35 tahun sebanyak 11 orang dengan persentase sebesar 0,5%.
Tabel 4.16 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Tahu Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-Laki 37 80%
2 Perempuan 9 20%
Jumlah 46 100%
Dari Tabel 4.16 dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kerja diusaha tahu, perempuan lebih sedikit yaitu 9 orang dengan presentasi sebesar 20% sedangkan tenaga kerja laki-laki sebanyak 37 orang dengan presentasi 80%.
Tabel 4.17 Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Mebel Bedasarkan Jenis Kelamin Pada Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pinrang
No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
1 Laki-Laki 20 90%
2 Perempuan 2 10%
Jumlah 22 100%
Sumber : Data Primer yang Diolah, Tahun 2020.
Dari Tabel 4.17 dapat dilihat bahwa jumlah tenaga kerja diusaha mebel, perempuan lebih sedikit yaitu 2 orang dengan persentase sebesar 10% sedangkan tenaga kerja laki-laki sebanyak 20 orang dengan persentase 90%.