• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

3. Deskripsi Variabel Motivasi Ekstrinsik (X 2 )

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi ekstrinsik dimana terdiri dari empat variable yaitu kondisi kerja, hubungan kerja, gaji, status digunakan frekuensi dan presentase. Berdasarkan hasil perhitungan frekuensi dan presentase untuk mengukur adalah sebagai berikut :

a. Kondisi Kerja

Kondisi kerja adalah keadaan tempat kerja dimana kita kerja untuk menciptakan pekerjaan yang tenang,aman,dan nyaman.Untuk mengetahui pendapat responden mengenai kondisi kerja dapat di lihat pada tabel berikut :

Tabel 4.8. Deskripsi Indikator Kondisi Kerja

No Pernyataan SS S N TS STS Total

1

Mendapat fasilitas penunjang

sesuai dengan jabatan. 20 28 2 - - 50 Presentase (%) 40% 56% 4% - - 100% 2

Melaksanakan dan menguasai

petunjuk pelaksanaan kerja. 16 29 5 - - 50 Presentase (%) 32% 58% 10% - - 100% 3

Kondisi kerja pada kantor saya pada saat ini sangat

menyenangkan.

20 27 3 - - 50

Presentase (%) 40% 54% 6% - - 100%

4

Kondisi kerja pada kantor membuat pegawai terdorong untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.

17 30 3 - - 50

Presentase (%) 34% 60% 6% - - 100% 5

Pimpinan memberikan

kenyamanan kepada pegawai. 22 25 2 1 - 50 Presentase (%) 44% 50% 4% 2% - 100% Sumber : Data Primer Yang Diolah 2019

Berdasarkan table 4.8 dapat dikatakan pada pertanyaan pertama yang mengatakan “Mendapat fasilitas penunjang sesuai dengan jabatan..” Nilai

xvi

tertinggi yang didapatkan sebanyak 28 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 2 responden. Hasil ini sesuai dengan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti, dimana para pegawai mendapatkan fasilitas sesuai dengan tugas dan jabatan yang diberikan. Fasilitas berupa computer dan alat-alat kantor yang dapat memudahkan pekerjaan karyawan.

Pada indikator dengan pertanyaan kedua yang mengatakan “Melaksanakan dan menguasai petunjuk pelaksanaan kerja..” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 29 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 5 responden. Sebelum melakukan pekerjaan, para karyawan sudah mengetahui langkah apa yang akan mereka lakukan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Hal ini juga membuktikan bahwa para pekerja sudah dibekali dengan pengetahuan dasar tentang pekerjaan yang akan mereka lakukan, sehingga tiidak kesulitan dalam melaksanakan tugas dan bias menyelesaikannya dengan baik daan benar, serta tepat waktu.

Pada indikator dengan pertanyaan ketiga yang mengatakan “Kondisi kerja pada kantor saya pada saat ini sangat menyenangkan.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 27 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 3 responden. Suasana yang diciptakan oleh para karyawan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang bekerja pada ruangan yang sama. Hal ini dikarenakan, suasana yang nyaman akan memberikan efek ketenangan dan rasa senang kepada kryawan yang akan berimbas pada kinerjanya. Kondisi ini sesuai dengan observasi yang dilakukan oleh peneliti, dimana peneliti merasakan suasana kekeluargaan didalam satu ruagan dengan ruangan yang lain, komunikasi

xvii

terjalin dengan baik bukan hanya antar karyawan, tetapi atanra karyawan dan atasan pun cukup harmonis. Hal ini diharapkan mampu berimbas pada kinerja karyawan tersebut yang tidak merasa terbebani melakukan pekerjaan yang diberikan.

Pada indikator dengan pertanyaan keempat yang mengatakan “Kondisi kerja pada kantor membuat pegawai terdorong untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat..” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 30 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 3 responden. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan hasil yang telah dijelaskan sebelumnya, dimana suasana harmonis yang terjalin di dalam kantor membuat para karyawan menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar tanpa adanya beban yang dirasakan oleh karyawan terhadap tugas yang diberikan.

Pada indikator dengan pertanyaan kelima yang mengatakan “Pimpinan memberikan kenyamanan kepada pegawai.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 25 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden. Bukan hanya suasana yang harmonis antar karyawan yang terjalin, tetapi suasana yang harmonis pula dirasakan antar karyawan dengan atasan mereka. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti, dimana peneliti melihat terjalinnya komunikasi yang cukup baik dan keramahan atasan yang selalu menyapa para bawahannya, sehingga menciptakan suasana yang menyenangkan baik itu sesame karyawan maupun terhadap bawahan dan atasan.

xviii

Hubungan kerja adalah kaitan dengan pekerjaan yang kita miliki dan mampu kita selesaiakan dengan sendirinya.Untuk mengetahui pendapat responden mengenai hubungan kerja dapat di lihat pada tabel berikut :

Tabel 4.9. Deskripsi Indikator Hubungan Kerja

No Pernyataan SS S N TS STS Total

1

Mampu menciptakan sosialisasi

bergaul dengan rekan kerja` 24 25 1 - - 50 Presentase (%) 48% 50% 2% - - 100%

2

Hubungan kerja yang kurang baik dengan rekan kerja akan mempengaruhi dalam melakukan

pekerjaan..

23 22 5 1 - 50

Presentase (%) 46% 44% 10% 2% - 100% 3

Saya menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama rekan

kerja.

21 28 1 - - 50

Presentase (%) 42% 56% 2% - - 100% 4

Saya menjalin hubungan baik

dengan pimpinan. 30 19 1 - - 50 Presentase (%) 60% 38% 2% - - 100% 5

Hubungan kerja yang baik akan menyelesaikan pekerjaan dengan

cepat.

30 19 1 - - 50

Presentase (%) 60% 38% 2% - - 100% Sumber : Data Primer Yang Diolah 2019

Berdasarkan table 4.9 dapat dikatakan pada pertanyaan pertama yang mengatakan “Mampu menciptakan sosialisasi bergaul dengan rekan kerja..” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 25 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden. Hasil ini sesuai dengan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti, dimana para karyawan terlihat mampu menjalin komunikasi dengan baik antar sesama karyawan sehingga terjalinlah suasana yang cukup harmonis.

xix

Pada indikator dengan pertanyaan kedua yang mengatakan “Hubungan kerja yang kurang baik dengan rekan kerja akan mempengaruhi dalam melakukan pekerjaan...” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 23 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden .Kinerja karyawan sangat dipengaruhi dengan hubngan antar karyawan, sehingga amatlah sangat penting menjalin hubungan yang harmonis antara sesame karyawan dan juga kepada atasan. Hal ini terlihat pada kantor Badan Kepegawaian suasananya sangatlah harmonis sehingga dapat memberikan efek terhadap kinerja karyawan.

Pada indikator dengan pertanyaan ketiga yang mengatakan “Saya menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama rekan kerja.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 28 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden. Hasil ini sesuai dengan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti, dimana setiap karyawan sangat akrab dengan sesama karyawan. Hal ini menandakan bahwa karyawan sangat menjaga keharmonisan sehingga dapat terhindar dari konflik antar karyawan.

Pada indikator dengan pertanyaan keempat yang mengatakan “Saya menjalin hubungan baik dengan pimpinan.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 30 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden. Selain hubungan baik antara sesame karyawan, hubungan yang baik jua diperlihatkan terhadap atasan. Hal ini dibuktikan dengan para karyawan sesekali menjalin komunikasi dengan sedikit candaan sehingga atasan dan para karyawanpun tertawa. Ini memandakan bahwa atasan dan bawahan cukup ramah dan menjalin komunkasi dengan baik.

xx

Pada indikator dengan pertanyaan kelima yang mengatakan “Hubungan kerja yang baik akan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 30 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden. Menjalin komunikasi sama halnya menjalin kerja sama dengan para karyawan lainnya, hal ini dikarenakan adanya saling gotong royong antara karyawan dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Tidak hanya itu, suasana yang menyenangkan yang dirsakan oleh para karyawan akan menambah semangat untuk lebih baik dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. c. Gaji

Gaji adalah upah yang didapat dari hasil pekerjaan kita dan dapat dinikmati.Untuk mengetahui pendapat responden mengenai gaji dapat di lihat pada tabel berikut:

Tabel 4.10. Deskripsi Indikator Gaji

No Pernyataan SS S N TS STS Total

1 Gaji diberikan tepat waktu. 27 22 1 - - 50 Presentase (%) 54% 44% 2% - - 100% 2

Gaji dapat menjadi motivasi

dalam bekerja. 33 15 - 2 - 50 Presentase (%) 66% 30% - 4% - 100% 3

Kantor saya memberikan gaji yang sesuai dengan beban

pekerjaan

26 24 - - - 50

Presentase (%) 52% 48% - - - 100% 4

Gaji yang diberikan sesuai dengan

jabatan. 27 21 2 - - 50

Presentase (%) 54% 42% 4% - - 100% 5

Gaji dapat meningkatkan motivasi

kerja pegawai. 36 14 - - - 50 Presentase (%) 72% 28% - - - 100% Sumber : Data Primer Yang Diolah 2019

xxi

Berdasarkan table 4.10 dapat dikatakan pada pertanyaan pertama yang mengatakan “Gaji diberikan tepat waktu..” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 27 responden dan Nilai terendah responden yang didapatkan sebanyak 1 responden. Motivasi kerja muncul juga salah satu faktornya yaitu persoalan gaji. Gaji yang cukup dan tepat waktu dalam penyalurannya pun secara tidak langsung akan memberikan motivasi kepada keryawan untuk memperbaiki kinerja dihari berikutnya. Sebaliknya apabila gaji yang diberikan oleh perusahaan tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh karyawan, serta lambat dalam pemberian gaji akan membuat karyawan malas untuk bekerja, hal ini akan berakibat pada kinerja karyawan itu sendiri dan tentunya akan memberikan kerugian kepada perusahaan. Pada indikator dengan pertanyaan kedua yang mengatakan “Gaji dapat menjadi motivasi dalam bekerja..” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 33 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 2 responden. Tidak dapat dipungkiri bila gaji merupakan salah satu yang membuat para karyawan termotivasi dalam bekerja. Hal ini dikarenakan jasa yang dikeluarkan oleh karyawan dibayarkan sesuai dengan aoa yang dikerjakan. Sehingga hal ini akan memberikan motivasi buat karyawan untuk melakukan pekrjaannya dengan baik.

Pada indikator dengan pertanyaan ketiga yang mengatakan “Kantor saya memberikan gaji yang sesuai dengan beban pekerjaan.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 26 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 24 responden. Tidak jauh berbeda dengan hasil yang telah dijelaskan pada pertanyaan sebelumnya, Dimana gaji haruslah sesuai dengan apa yang telah dikerjakan oleh karyawan, sehingg dapat memberikan motivasi kepada karyawan

xxii

dan akan berefek pada kinerja karyawan itu sendiri. Hasil ini sesuai dengan observasi langsung yang dilakukan oleh karyawan dinama karyawan tidak terlihat puas dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan tentunya, mereka gaji sesuai dengan beban pekerjaan serta jabata yang diberikan kepada keryawan.

Pada indikator dengan pertanyaan keempat yang mengatakan “Gaji yang diberikan sesuai dengan jabatan.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 27 resonden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 2 responden. Sesuai dengan hasil yang telah dijelaskan pada pertanyaan sebelumnya bahwa gaji haruslah susuai dengan apa yang telah karyawan kerjakan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak memuaskan seperti gaji tidak cukup.

Pada indikator dengan pertanyaan kelima yang mengatakan “Gaji dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 36 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 14 responden. Sangatlah betul jika gaji dikatakan dapat meningkatkan motivasi dalam bekerja, dikarenakan dengan adanya gaji karywan merasa dihargai dan diakui kinerjanya. Sehingga sangatlah fatal jika sebiah perusahaan maupun perusahaan pemerintah jika tidak memberikan gaji sesuai dengan jabatan yang dibebankan oleh karyawan.

d. Status

Status adalah pangkat yang dimiliki dalam suatu pekerjaan dan mampu kita tanggung jawabkan status yang telah diberikan.Untuk mengetahui pendapat responden mengenai status dapat di lihat pada tabel berikut :

xxiii

Berdasarkan table 4.11 dapat dikatakan pada pertanyaan pertama yang mengatakan “Kantor memberikan kesempatan bagi pegawainya untuk mengembangkan potensi sehingga lebih maju..” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 35 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 15 responden. Berdasarkan observasi langsung yang peneliti lakukan bahwa atasan memberikan ruang bagi bawahannya untuk memberikan kritik maupun saran kepada perusahaan, sehingga itu dapat menjadi masukan yng baik kepada perusahaan. Pihak perusahaan juga memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk meningkatkan kinerja mereka sehingga dapat di promosikan untuk menjabati sebuah jabatan yang lebih tinggi.

Tabel 4.11. Deskripsi Indikator Status

No Pernyataan SS S N TS STS Total

1

Kantor memberikan kesempatan bagi pegawainya untuk mengembangkan potensi sehingga

lebih maju.

15 35 - - - 50

Presentase (%) 30% 70% - - - 100% 2

Pembagian kerja yang jelas dari

pimpinan,. 16 34 - - - 50

Presentase (%) 32% 68% - - - 100% 3

Saya memiliki status dan bekerja sesuai dengan status yang saya

miliki.

11 35 3 1 - 50

Presentase (%) 22% 70% 6% 2% - 100% 4

Pimpinan memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan

pegawai.

15 33 1 1 - 50

Presentase (%) 30% 66% 2% 2% - 100% 5

Status pekerjaan menjadi motivasi

pada pegawai. 14 35 1 - - 50

Presentase (%) 28% 70% 2% - - 100% Sumber : Data Primer Yang Diolah 2019

Pada indikator dengan pertanyaan kedua yang mengatakan “Pembagian kerja yang jelas dari pimpinan.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 34 responden

xxiv

dan Nilai terendah yang didapatkan 16 responden. Setiap tugas yang diberikan oleh atasan sangat jelas dan sesuai dengan jabatan yang diberikan. Hal ini sesuai dengan hasil observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti dimana sebelum tasan memberikan tugas, para karyawan sudah terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dan arahan-arahan mengenai pekerjaan yang akan mereka lakukan.

Pada indikator dengan pertanyaan ketiga yang mengatakan “Saya memiliki status dan bekerja sesuai dengan status yang saya miliki.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 35 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden. Pekerjaan yang diberikan haruslah sesuai dengan bidang dan jabatan karyawan itu sendiri agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjaannya. Hasil ini sesuai dengan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti dimana peneliti melihat tugas yang diberikan oleh atasan sudah sesuai dengan jabatan masing-masing karyawan.

Pada indikator dengan pertanyaan keempat yang mengatakan “Pimpinan memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan pegawai.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 33 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden. Selain jabatan, atasan juga harus memperhatikan kemampuan para karyawannya dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Hal ini sangatlah penting guna menghindari adanya kesalah dalam bekerja, jika dilihat kurang perusaan atasan berkewajiban untuk membimbing bawahannya dengan memberikan pelatihan sesuai dengan bidang yang akan dia tempati selama bekerja diperusahaan.

xxv

Pada indikator dengan pertanyaan kelima yang mengatakan “Status pekerjaan menjadi motivasi pada pegawai.” Nilai tertinggi yang didapatkan sebanyak 35 responden dan Nilai terendah yang didapatkan sebanyak 1 responden.

Jumlah skor responden

Indikator = X 100 = jumlah skorperolehan Jumlah skor ideal

4.400

Kinerja = X100 % =34,14 % atau 34 % 12.888

Berdasarkan hasil penjumlahan secara keseluruhan variabel X2 indikator Motivasi ekstrinsik (Kondisi kerja, hubungan kerja, gaji, status)Terhadap kinerja pegawai di Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Maros di dapatkan nilai rata-rata 34 %, nilai tersebut di dapatkan dari jumlah skor responden di bagi jumlah skor ideal di kali 100%. Hasil dari rata-rata tersebut yaitu dapat di simpulkan bahwa pengaruh motivasi ekstrinsik (Kondisi kerja, hubungan kerja, gaji, status) Terhadap kinerja pegawai di Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Maros masuk dalam kategori “tinggi”.

Dokumen terkait