Struktur Organisasi Terminal Petikemas Makassar
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
B. Deskripsi Variabel Penelitian
Variabel penelitian dalam skripsi terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Berikut deskripsi dari variabel penelitian yang dimaksud beserta indikatornya.
1. Human Relation yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hubungan manusia yang tidak sekedar berkomunikasi atau menyampaiakan pesan-[esan tertentu tetapi juga penuh mengandung unsur-unsur kejiwaan yang mendalam. Oleh karena itu untuk mengukur human relation maka digunakan indikator seperti yang ada pada tabel 5.4 sebagai berikut:
Tabel 5.4 Indikator dari human Relation
Indikator Aspek yang Digali
Hubungan rekan kerja
a. Saya berteman baik dengan semua karyawan
b. Saya selalu berusaha untuk saling membantu antara karyawan yang membutuhkan pertolongan
c. Saya menjalin komunikasi yang baik dengan sesama karyawan sehingga memungkinkan untuk saling mengerti, antusias dan sikap ramah tamah diantara karyawan
Hubungan dengan Atasan
a. Saya menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan atasan
b. Saya berusaha untuk menjalankan setiap komando dari atasan
c. Saya mengikuti aturan yang diberlakukan oleh atasan
Hubungan dengan Klien
a. Perusahaan berusaha untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan yang baik dengan klien
b. Perusahaan tidak membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan pada setiap klien yang ingin bekerjasama
c. Perusahaan menyelesaikan masalah dengan klien segera dengan tepat
Hubungan dengan Masyarakat
a. Perusahaan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat di lingkungan setempat
b. Perusahaan terlibat dalam aktivitas sosial dengan masyarakat setempat
c. Perusahaan memperhatikan dampak lingkungan terhadap masyarakat setempat
Sumber : Data Deskripsi Human Realtion
2. Total Quality Management yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sistem manajemen terintegrasi yang berfokus pada peningkatan kualitas sebagai strategi perusahaan, dan bertujuan pada kepuasan konsumen dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Oleh karena itu untuk mengukur total quality management maka digunakan indikator seperti yang ada pada tabel 5.5 sebagai berikut:
Tabel 5.5 Indikator dari Total Quality Management
Indikator Aspek yang Digali
Kepemimpinan
a. Atasan memberitahukan dengan jelas dan detail mengenai apa yang harus dikerjakan & diselesaikan dengan segera oleh karyawan
b. Atasan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mendiskusikan masalah yang terkait dengan pekerjaan c. Atasan ikut berpartisipasi bersama bawahan dalam upaya
menyelesaikan pekerjaan
Perencanaan Strategi
a. Saya mengetahui dan melaksanakan dengan baik strategi perusahaan yang telah direncanakan
b. Strategi saat ini yang diberlakukan oleh perusahaan telah dilaksanakan dengan baik oleh para karyawan
c. Perusahaan membuka peluang inovasi untuk pencapaian sasaran strategis perusahaan
Perberdayaan Karyawan
a. Dalam rangka meningkatkan sumber daya karyawan, perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti Pendidikan atau training yang ditanggung oleh perusahaan dan diberikan kepada karyawan yang berprestasi b. Perusahaan memberikan tunjangan kesehatan kepada setiap
karyawan
c. Perusahaan senantiasa memberikan reward atau penghagaan kepadda karyawan yang berprestasi
Proses Manajemen
a. Perusahaan mendesaian dan mengelola proses manajemen dengan efisien
b. Masih banyak proses kerja yang terlalu birokratis, tidak saling terkoordinasi dengan baik, dan justru menimbulkan banyak “persaingan” diantara berbagai unit kerja
c. Pelaksanakan kegiatan operasinal perusahaan menyusun program kerja yang terinci
Evaluasi
a. Perusahaan melakukan perbaikan terus-menerus pada semua bagian tanpa menunggu permasalahan muncul
b. Perusahaan melakukan audit terhadap pertaruran dan strategi perusahaan yang masih belum sempurna
c. Perusahaan menggunakan hasil ealuasi untuk membuat keputusan
Sumber : Data Deskripsi Total Quality Management
3. Produktivitas Kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan menghasilkan barang dan jasadari berbagai sumberdaya atau faktor produksi
yang digunakan untukmeningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dihasilkan dalamsuatu perusahaan. Oleh karena itu untuk mengukur total quality management maka digunakan indikator seperti yang ada pada tabel 5.6 sebagai berikut:
Tabel 5.6 Indikator dari Produktivitas Kerja
Indikator Aspek yang Digali
Kuantitas Kerja
a. Jumlah kesalahan kerja yang saya lakukan akan mempengaruhi penilaian pekerjaan yang dibuat atasan b. Apabila tugas kantor yang diberikan kepada saya mengalami
keterlambatan atau tidak mencapai target yang telah ditentukan maka saya akan mendapat teguran
c. Hasil tugas kantor yang saya kerjakan melebihi jumlah rata-rata yang telah ditentukan
Kualitas Kerja
a. Saya bekerja sesuai dengan skala prioritas
b. Dalam menyelesaikan tugas kantor, saya memperhatikan kualitas atau mutu dari tugas yang diberikan
c. Untuk mencapai hasil kerja yang baik, saya sangat meperhatikan ketelitian dalam mengerjakan tugas kantor
Ketepatan Waktu
a. Saya siap berada di tempat kerja selama jam kerja berlangsung, baik dan atau tidak ada tugas
b. Saya datang dan pulang kerja sesuai dengan jam kerja yang ditentukan
c. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas kantor tepat pada waktunya
Sumber : Data Deskripsi Produktivitas Kerja C. Hasil Penelitian
1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Item pada Variabel Human Relation
Data yang terkumpul melalui angket selanjutnya dianalisis untuk menguji validitas dan reliabilitas setiap item dari angket yang diberikan. Adapun dasar pengambilan keputusan valid atau tidaknya setiap item pertanyaan dalam angket adalah sebagai berikut:
a. Koefisien r hitung (koefisien korelasi) harus positif dan lebih besar dari r tabel (Product Moment Pearson).
b. Nilai r hitung untuk masing-masing butir pertanyaan bisa dilihat langsung pada output uji validitas pada kolom Corrected Item-Total Correlation pada tabel Item-Total Statistics.
c. Besarnya nilai r tabel diperoleh dari tabel daftar nilai kritis Product Moment Pearson dengan menentukan df (Degree of Freedom) = n – 2. Pada penelitian ini sampel berjumlah 62, dengan demikian dapat dihitung df = 62 – 2 = 60. Berdasarkan tabel r dengan signifikansi 10 % apabila df = 60, maka diperoleh r tabel = 0,211.
Adapun hasil analisis data menggunakan IBM SPSS disajikan dalam tabel 5.7 berikut ini.
Tabel 5.7 Hasil Uji Validitas Data pada Variabel Human Relation
Variabel Item Corrected item total correlation (r hitung)
Sumber : Hasil Olah Data IBM SPSS
Berdasarkan tabel 5.7 terlihat bahwa hasil uji validitas pada semua item pertanyaan pada variabel human relation yang digunakan dalam angket
dinyatakan valid karena r hitung> r tabel.Hal ini berarti bahwa semua pertanyaan telah teruji validitasnya.
Adapun item-item pada angket human relation yang telah diuji validitasnya selanjutnya dilakukan uji reliabilitas item dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha (α ),dimana suatu instrumen dapat dikatakan reliabel (handal) bila memeliki α > 0,6 . Adapun hasil olahan data mengenai reliabilitas data pada variabel human relation dapat dilihat pada tabel 5.8.
Tabel 5.8 Hasil Uji Reliabilitas Data pada Human Relation
Variabel Item Cronbach’s alpha R standar Ket
X1 (human
Sumber : Hasil Olah Data IBM SPSS
Dari tabel 5.8 dapat diketahui bahwa hasil analisis reliabilitas data pada variabel human relation dengan menggunakan teknik cronbach alpha untuk setiap item pertanyaan pada variabel penelitian lebih besar dari 0,6 dan berkisar pada 0.722 – 0.732.
2. Analisis Validitas dan Reliabilitas Item pada Variabel Total Quality Management
Selanjutnya analisis validitas data item angket pada variabel total quality management dengan menggunakan IBM SPSS dapat dilihat pada tabel 5.9 berikut ini.
Tabel 5.9 Hasil Uji Validitas Data pada Variabel Total Quality Management
Variabel Item Corrected item total correlation (r hitung)
Sumber : Hasil Olah Data IBM SPSS
Berdasarkan tabel 5.9 terlihat bahwa hasil uji validitas pada semua item pertanyaan pada variabel total quality management yang digunakan dalam angket dinyatakan valid karena r hitung > r tabel. Hal ini berarti bahwa semua pertanyaan telah teruji validitasnya.
Adapun item-item pada angket total quality management yang telah diuji validitasnya selanjutnya dilakukan uji reliabilitas item dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha (α ),dimana suatu instrumen dapat dikatakan reliabel (handal) bila memeliki α > 0,6 . Adapun hasil olahan data mengenai reliabilitas data pada variabel human relation dapat dilihat pada tabel 5.10.
Tabel 5.10 Hasil Uji Reliabilitas Data pada Total Quality Management
Variabel Item Cronbach’s alpha R standar Ket
X2 (total
Sumber : Hasil Olah Data IBM SPSS
Dari tabel 5.10 dapat diketahui bahwa hasil analisis reliabilitas data pada variabel human relation dengan menggunakan teknik cronbach alpha untuk setiap item pertanyaan pada variabel penelitian lebih besar dari 0,6 dan berkisar pada 0.727 – 0.740.
3. Analisis Validitas dan Reliabilitas Item pada Variabel Produktivitas Kerja Analisis validitas data item angket pada variabel produktivitas kerja dengan menggunakan IBM SPSS dapat dilihat pada tabel 5.11 berikut ini:
Tabel 5.11 Hasil Uji Validitas Data pada Variabel Produktivitas Kerja
Variabel Item Corrected item total correlation (r hitung)
Sumber : Hasil Olah Data IBM SPSS
Berdasarkan tabel 5.11 terlihat bahwa hasil uji validitas pada semua item pertanyaan pada variabel produktivitas kerja yang digunakan dalam angket dinyatakan valid karena r hitung> r tabel.Hal ini berarti bahwa semua pertanyaan telah teruji validitasnya.
Adapun item-item pada angket produktivitas kerja yang telah diuji validitasnya selanjutnya dilakukan uji reliabilitas item dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha (α ),dimana suatu instrumen dapat dikatakan reliabel (handal) bila memeliki α > 0,6 . Adapun hasil olahan data mengenai reliabilitas data pada variabel human relation dapat dilihat pada tabel 5.12.
Tabel 5.12 Hasil Uji Reliabilitas Data pada Produktivitas Kerja
Variabel Item Cronbach’s alpha R standar Ket
(produktivitasY
Sumber : Hasil Olah Data IBM SPSS
Dari tabel 5.12 dapat diketahui bahwa hasil analisis reliabilitas data pada variabel human relation dengan menggunakan teknik cronbach alpha untuk setiap item pertanyaan pada variabel penelitian lebih besar dari 0,6 dan berkisar pada 0.720 – 0.752.
4. Hasil Analisis Regresi
Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 5.13 sebagai berikut ini.
Tabel 5.13 Hasil Analisis Regresi dengan Menggunakan IBM SPSS Coefficientsa
1 (Constant) 22,429 7,083 3,167 ,002
X1_Human_Relation ,335 ,156 ,279 2,149 ,036
X2_TQM ,248 ,093 ,066 1,511 ,061
a. Dependent Variable: Y_Produktivitas_Kerja
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 5.13 diatas, maka persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Y = 22,429 + 0.335X1 + 0.248X2 +
5. Hasil Pengujian Hipotesis
Selanjutnya dilakukan uji hipotesis, dengan menggunakan uji t (uji parsial) dan uji F (Uji simultan). Adapun uji t dan uji F yang dimaksud dapat dijelaskan sebagai berikut ini.
a. Uji-t (Uji parsial)
Untuk melihat besarnya nilai thitung dapat dilihat pada tabel 5.13 yang merupakan hasil pengolahan data dengan menggunakan IBM SPSS yang menunjukkan besarnya nilai thitunguntuk masing-masing variabel independen.
Dari tabel 5.13 dapat dijelaskan bahwa nilai thitung untuk X1 adalah 2.149
> 1.300, jadi dapat disimpulkan bahwa variabel X1 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel X1 mempunyai hubungan yang searah denganY. Sedangkan untuk variabel X2 diperoleh nilai thitung= 1.511 > 1.300, jadi dapat disimpulkan pula bahwa variabel X2 memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel X2 mempunyai hubungan yang searah dengan Y.
b. Uji-F (Uji simultan)
Uji F adalah uji hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Untuk melihat hasil uji F dapat disajikan dalam tabel 5.14 sebagai berikut ini.
Tabel 5.14 Hasil Analisis Uji F/ Uji Anova
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 84,309 2 42,154 3,030 ,056b
Residual 820,788 59 13,912
Total 905,097 61
a. Dependent Variable: Y_Produktivitas_Kerja
b. Predictors: (Constant), X2_TQM, X1_Human_Relation
Dari tabel 5.14 diatas diperoleh nilai sig = 0.056 < = 0.10, hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat atau human relation dan total quality management berpengaruh terhadap produktivitas kerja.
D. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan melibatkan 62 responden pada PT. Pelindo IV (Persero) Cabang Petikemas Makassar dengan instrumen penelitian berupa angket dengan menggunakan skala likert untuk mengukur variabel human relation sebanyak 9 item, variabel total quality management 15 item, dan variabel produktivitas kerja karyawan 9 item. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas diketahui seluruh item dari masing-masing variabel adalah valid dan reliabel.
Adapun hasil analisis regresi menunjukkan bahwa konstanta sebesar 22,429 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai dari X1 dan X2, maka produktivitas kerja karyawan sebesar 22,429. Selanjutnya koefisien X1 = 0,335 menunjukkan bahwa human relation (X1) berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja (Y).
Artinya jika human relation ditingkatkan, maka akan mengalamai peningkatan produktivitas kerja sebesar 0,335. Adapun koefisien X2 = 0,248 menunjukkan bahwa total quality management (X2) berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja (Y). Artinya jika total quality management ditingkatkan, maka akan mengalamai peningkatan produktivitas kerja sebesar 0,048.
Berdasarkan hasil analisis regresi di atas menunjukkan bahwa semua variabel penelitian yaitu human relation dan total quality management memiliki pengaruh yang positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Hal ini berarti bahwa apabila semua variabel ditingkatkan maka produktivitas kerja karyawan juga mengalami peningkatan.
Selanjutnya hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel human relation dan total quality management memiliki hubungan yang searah dan positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Sedangkan analisis uji F menunjukkan bahwa human relation dan total quality management berpengaruh secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja karyawan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Dwiyanti, 2015: 61) dengan judul Pengaruh Kompensasi, Linkungan Kerja dan Human Relation Terhadap Motivasi Kerja yang Relevan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Morich Indo Fashion Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, lingkungan kerja dan human relation berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan produktivitas kerja.
Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Sallis, 2011: 65) dengan judul Implikasi Praktek TQM terhadap
daya saing, kepuasan konsumen, dan kinerja bisnis pada perusahaan manufaktur di kota Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktek TQM yang baik dapat meningkatkan daya saing, kepuasan konsumen, dan kinerja bisnis.
Penelitian berikutnya berikutnya yang dilakukan oleh (Arsyad, 2006: 76) yang meneliti mengenai elemen-elemen TQM yang dijadikan sebagai system penghargaan kualitas, melakukan uji hubungan antara faktor elemen TQM yang dipilih terhadap factor kinerja. Kinerja dalam penelitian mereka dilihat dari kepuasan pelanggan, moral pekerja, produktivitas, kualitas output dan deliverynya.
Mereka menyimpulkan faktor elemen TQM mempengaruhi kinerja.
BAB VI