BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Deskripsi Variabel Penelitian
4.3.1 Gambaran Mengenai sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah
Penerapan sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah harus sesuai dengan standar akuntansi keuangan pemeritah daerah yang telah disosialisasikan oleh pemerintah kepada karyawan atau staff bagian keuangan SKPD.
Kuesioner yang diberikan terdiri dari beberapa sub bagian yang tiap sub memiliki isi kandungan seperti kesesuaian sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah dengan sistem yang dibuat oleh pemerintah, prosedur pencatatan akuntansi yang dilakuakn berlaku secara umum, kemudian pembuatan laporan keuangan apakah sudah dilakukan secara periodik.
Untuk mengetahui jawaban dari para responden penulis menjabarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden pada tabel berikut :
Tabel 4.3
Kesesuaian Sistem Akuntansi Keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan
No Item Pertanyaan Alternatif Jawaban Mean
SS S KS TS STS
1 Sistem Akuntansi Keuangan pada Dinas ini Sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan F 17 28 0 0 0 4.3778 % 37.8 62.2 0 0 0 Akumulasi Jawaban F 17 28 0 0 0 4.3778 % 37.8 62.2 0 0 0
Sumber : Data primer yang telah diperoleh(SPSS,2015)
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menjawab setuju sebanyak 28 orang (62.2%), kemudian 17 orang (37.8%)
menjawab sangat setuju, dengan nilai rata-rata sebesar 4.3778 maka dapat diartikan bahwa tanggapan responden tentang kesesuaian sistem akuntansi keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan adalah sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah pada SKPD provinsi sumatera utara sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Tabel 4.4
Prosedur Pencatatan Akuntansi dengan Pencatatan Standar Akuntansi yang Berlaku Umum
No Item Pertanyaan Alternatif Jawaban Mean
SS S KS TS STS
1 Setiap transasksi keuangan pada dinas ini dilakukan dengan analisis transaksi / identifikasi transaksi
F 13 32 0 0 0
4.2889
% 28.9 71.1 0 0 0
2 Pada dinas ini dilaksanakan pengidentifikasian terhadap pencatatan
F 10 35 0 0 0
4.2222
% 22.2 77.8 0 0 0
3 Setiap transaksi keuangan pada dinas ini didukung oleh bukti transaksi
F 27 18 0 0 0
4.6000
% 60.0 40.0 0 0 0
4 Pada dinas ini semua transaksi keuangan dilakukan pencatatan secara kronologis
F 11 31 3 0 0
4.1778
% 24.4 68.9 6.7 0 0
5 Pada dinas ini dilakukan
pengklasifikasian terjadap transaksi yang terjadi F 18 26 1 0 0 4.3778 % 40.0 57.8 2.2 0 0 Akumulasi Jawaban F 79 142 4 0 0 4.3334 % 35.1 63.1 1.8 0 0
Sumber : Data primer yang telah diperoleh (SPSS,2015)
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menjawab setuju sebanyak 63.1%, kemudian sangat setuju 35.1%, disusul kurang setuju sebanyak 1.8%, dengan nilai rata-rata sebesar 4.3334 yang berarti bahwa responden sangat setuju dengan prosedur pencatatan akuntansi pada SKPD provinsi Sumatera, yang dapat diartikan bahwa prosedur pencatatan akuntansi
pada SKPD tingkat provinsi Sumatera Utara sudah dilaksanakan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum.
Tabel 4.5
Pembuatan Laporan Keuangan yang Dilaporkan secara Periodik
No Item Pertanyaan Alternatif Jawaban Mean
SS S KS TS STS
1 Pada dinas ini dilakukan klasifikasi atas transaksi sesuai dengan pos-pos semestinya
F 21 24 0 0 0
4.4667
% 46.7 53.3 0 0 0
2 Sistem pengendalian dilakukan dalam mengukur dan melaporkan pencatatan
F 17 26 2 0 0
4.3333
% 37.8 57.8 4.4 0 0
3 Pembuatan laporan keuangan
dilakukan setiap periode akuntansi
F 23 22 0 0 0
4.5111
% 51.1 48.9 0 0 0
4 Pelaporan laporan keuangan dilakukan secara konsisten dan periodik. F 26 19 0 0 0 4.5778 % 57.8 42.2 0 0 0 Akumulasi Jawaban F 87 91 2 0 0 4.4722 % 48.3 50.5 1.2 0 0
Sumber : Data primer yang telah diperoleh(SPSS,2015)
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa 50.5% responden setuju, 48.3% sangat setuju, dan 1.2% kurang setuju, dengan nilai rata-rata sebesar 4.4722 yang berarti bahwa pembuatan laporan keuangan yang dilaksanakan oleh SKPD provinsi Sumatera Utara telah dilaporkan secara periodik dengan baik.
4.3.2 Gambaran Mengenai Kualitas Laporan Keuangan
Mengenai Kualitas laporan keuangan dapat dianggap baik apabila laporan keuangan tersebut telah mememnuhi kriteria yang telah ditetapkan handal, relevan, dapat dibandingkan dan dapat dipahami. Untuk mengetahui apakah SKPD provinsi sumatera utara sudah termasuk kedalam golongan kualitas yang baik atau tidak baik, dapat kita lihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6
Laporan Keuangan harus Handal, Relevan, Dapat Dipahami dan Dibandingkan
No Item Pertanyaan Alternatif Jawaban Mean
SS S KS TS STS
1 Laporan keuangan menyediakan informasi yang dapat mengoreksi aktifitas keuangan di masa lalu.
F 16 23 6 0 0
4.2222
% 35.6 51.1 13.3 0 0
2 Laporan Keuangan menyediakan
informasi yang mampu memprediksi masa yang akan datang
F 6 33 6 0 0
4.0000
% 13.3 73.3 13.3 0 0
3 Penyajian/penerbitan laporan
keuangan tepat waktu sesuai periode akuntansi
F 17 22 6 0 0
4.2444
% 37.8 48.9 13.3 0 0
4 Laporan keuangan menghasilkan
informasi yang lengkap mencakup semua informasi yang dibutuhkan guna pengambilan keputusan
F 24 21 0 0 0
4.5333
% 53.3 46.7 0 0 0
5 Laporan keuangan menghasilkan
informasi yang wajar dan jujur sesuai transaksi dan peristiwa keuangan lainnya yang seharusnya di sajikan
F 20 22 3 0 0
4.3778
% 44.4 48.9 6.7 0 0
6 Informasi laporan keuangan apabila diuji oleh pihak berbeda akan mewujudkan simpulan yang berbeda
F 1 15 19 10 0
3.1556
% 2.2 33.3 42.2 22.2 0
7 Informasi laporan keuangan
berpihak pada kebutuhan pihak tertentu
F 16 21 4 4 0
3.0889
% 35.6 46.7 8.9 8.9 0
8 Laporan keuangan menghasilkan
informasi yang dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya
F 9 31 5 0 0
4.0889
% 20.0 68.9 11.1 0 0
9 Laporan keuangan menghasilkan
informasi yang dapat dibandingkan dengan entitas lain yang menerapkan kebijakan akuntansi yang sama
F 15 25 5 0 0
4.2222
% 33.3 55.6 11.1 0 0
10 Informasi dari laporan keuangan yang dihasilkan dapat dipahami dengan jelas
F 29 16 0 0 0
4.6444
% 64.4 35.6 0 0 0
11 Laporan keuangan yang dihasilkan oleh instansi sudah disajikan dalam bentuk dan istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna F 17 27 1 0 0 4.3556 % 37.8 60.0 2.2 0 0 Akumulasi Jawaban F 170 256 55 14 0 4.0848 % 34.3 51.7 11.1 2.9 0
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa 51.7% responden setuju, 34.3% responden sangat setuju, 11.1% responden kurang setuju, dan 2.9% tidak setuju, dengan nilai rata-rata sebesar 4.0848 yang dapat diartikan bahwa responden sudah setuju secara keseluruhan pelaporan keuangan sudah handal, relevan, dapat dipahami dan dibandingkan, sehingga dapat diketahui bahwa pelaporan keuangan sudah memenuhi kriteria handal, relevan, dapat dipahami dan dapat dibandingkan.
4.3.3 Analisis Jawaban Responden
Pada bagian ini akan disajikan hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada responden sebagai sumber data utama dalam penelitian ini, selain upaya perolehan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka untuk melengkapi data utama. Kuisioner terdiri dari 21 butir pernyataan dengan perincian 10 butir pernyataan mengenai sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah dan 11 butir pernyataan mengenai kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Metode yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data pada penelitian ini adalah pengujian validitas dan reliabilitas serta analisis korelasi Rank Spearman dan pengujian hipotesis untuk pengambilan keputusan.
Opsinya untuk menentukan bobot dari setiap jawaban yang diberikan responden akan diberikan skor (nilai) pada setiap jawaban yaitu arah pernyataan untuk pernyataan positif akan diberi skor 5-4-3-2-1 dengan menggunakan skala likert yang dapat dilihat sebagai berikut:
1. Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah dan Kualitas Laporan Keuangan
Skor 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS) Skor 4 untuk jawaban Setuju (S)
Skor 3 untuk jawaban Kurang Setuju (KS) Skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS)
Skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS)
4.3.4 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum data hasil penelitian dianalisis lebih lanjut, terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya untuk menguji apakah alat ukur yang digunakan berupa butir item pernyataan yang diajukan kepada responden telah mengukur secara cermat dan tepat apa yang ingin diukur pada penelitian ini.
4.3.4.1 Hasil Uji Validitas
Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang dirancang dalam bentuk kuesioner benar-benar dapat menjalankan fungsinya. Dalam pengujian validitas bertujuan untuk mengetahui apakah pernyataan yang telah diterapkan dalam kuisioner dapat mengukur variabel yang telah ada. Pengujian validitas ini dilakukan dengan mengkorelasi skor jawaban responden dari setiap pertanyaan. Nilai R hitung dibandingkan dengan R tabel, apabila R hitung > R tabel maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut valid. Berdasarkan uji validitas yang dilakukan terhadap pertanyaan kuisioner dari variabel sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah adalah sebagai berikut:
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Variabel Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah Butir Pernyataan R hitung R tabel Keterangan
1 0.527 0.361 Valid 2 0.636 0.361 Valid 3 0.453 0.361 Valid 4 0.669 0.361 Valid 5 0.515 0.361 Valid 6 0.744 0.361 Valid 7 0.626 0.361 Valid 8 0.581 0.361 Valid 9 0.465 0.361 Valid 10 0.615 0.361 Valid
Sumber : Data primer yang telah diperoleh
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Butir Pernyataan R hitung R tabel Keterangan
1 0.446 0.361 Valid 2 0.546 0.361 Valid 3 0.539 0.361 Valid 4 0.508 0.361 Valid 5 0.471 0.361 Valid 6 0.477 0.361 Valid 7 0.658 0.361 Valid 8 0.519 0.361 Valid 9 0.382 0.361 Valid 10 0.674 0.361 Valid 11 0.566 0.361 Valid
Sumber : Data primer yang telah diperoleh(SPSS,2015)
Berdasarkan Tabel 4.7 dan 4.8 mengenai uji validitas dapat diketahui bahwa seluruh pernyataan telah valid, sehingga dapat dilanjuykan dengan uji reliabilitas.
4.3.4.2 Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan suatu ukuran kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan pertanyaan yang merupakan suatu variable dan disusun dalam satu bentuk kuisioner. Uji
reliabilitas dapat dilakukan bersama-sama terhadap seluruh butir pertanyaan untuk lebih dari satu variabel.
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach’s
Alpha N of items
X 0.867 10
Y 0.831 11
Sumber : Data primer yang telah diperoleh(SPSS,2015)
Berdasarkan hasil uji reliabilitas diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha telah memenuhi standar > 0.80, yakni 0.831 dan 0.867 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel telah lulus uji reliabilitas.
4.3.5 Analisis Koefisien Korelasi Rank Spearman
Analisis ini mengukur bagaimana hubungan dan arahnya variabel independen dengan variabel dependen. Kedua variabel tersebut diukur dalam skala ordinal.
Tabel 4.10
Analisis Koefisien Korelasi Rank Spearman Correlations X Y Spearman's rho X Correlation Coefficient 1.000 .442** Sig. (2-tailed) . .002 N 45 45 Y Correlation Coefficient .442** 1.000 Sig. (2-tailed) .002 . N 45 45
Sumber : Data primer yang telah diperoleh(SPSS,2015)
Berdasarkan Tabel 4.10 diketahui nilai koefisien korelasi Rank Spearman sebesar 0.442, nilai koefisien ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel independen yakni Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah dan variabel dependen yakni Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah memiliki hubungan yang
sedang dimana hasil berada di antara 0.400 < 0.442 < 0.599, serta nilai positif menunjukkan bahwa apabila Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah mengalami peningkatan, maka Kualitas Laporan keuangan Pemerintah Daerah juga akan mengalami peningkatan.
4.3.6 Analisis Koefisien Determinasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen yakni Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah terhadap variabel dependen yakni Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Koefisien Determinasi ini dihitung dengan:
Hasil tersebut menunjukkan bahwa 19.5% Kualitas Laporan keuangan Pemerintah Daerah dipengaruhi oleh Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah, kemudian 80.5% sisanya dipengaruhi oleh variiabel lain di luar model penelitian ini.
4.3.7 Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui apakah Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah berpengaruh secara signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan, maka dapat dilakukan suatu perbandingan antara thitung dengan ttabel yang terdapat dalam tabel
distribusi t. Adapun taraf nyata yang digunakan adalah α = 0,05 dengan derajat
Pengujian hipotesis ini menggunakan model statistik uji t, untuk mengetahui thitung
dapat menggunakan rumus sebagai berikut :
dan untuk pengujian ttabel diperoleh sebagai berikut:
= 1.6810
2. Jika thitung≥ ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan antara sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah dengan kualitas laporan keuangan.
3. Jika thitung < ttabel maka Ho tidak dapat ditolak dan Ha ditolak. Artinya tidak ada hubungan antara sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah kualitas laporan keuangan.
Dari hasil pengujian thitung diatas didapat nilai 3.2321 dimana ttabel 1.6810,
sehingga thitung 3.2321 > 1.6810 ttabel dengan kata lain dapat ditarik kesimpulan
bahwa ada hubungan anatara sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah dengan kualitas laporan keuangan, yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.