ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskriptif Penelitian
Pada penelitian ini pengelohan data dilakukan dengan menggunakan fasilitas elektronik dengan menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS 19.0. Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah melakukan teknik penentuan sampel, yaitu dengan menggunakan judgement sampling atau sering disebut juga dengan purposive sampling. Sampel penelitian ini di peroleh dari majalah infobank dan juga Bank Indonesia, dengan kriteria sampel yang telah ditentukan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 51 bank yang peringkatnya di terbitkan oleh majalah infobank. Langkah berikutnya adalah meneliti laporan keuangan tahunan bank sampel, untuk memperoleh data yang diperlukan sehubung dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Selain itu juga diperlukan data yang menunjukkan peringkat tingkat kesehatan pada bank sampel melalui hasil analisis riset majalah infobank.
Berikut ini akan dijelaskan statistic deskriptif yaitu menjelaskan deskripsi data dari seluruh variabel yang akan dimasukkan dalam model penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen yaitu berupa peringkat bank, serta variabel independen berupa Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), Beban
Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR).
Tabel 4.1
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
TKS 255 1 4 3.37 .836 CAR 255 .0000 3.7768 .269434 .3077839 NPL 255 -.3390 .3200 .019538 .0440932 ROA 255 -.1229 .1504 .014419 .0226448 ROE 255 -1.6751 .7495 .069699 .2066453 NIM 255 -.0999 .1397 .058376 .0263239 BOPO 255 .0000 2.5373 .876516 .2186155 LDR 255 .0000 2.2097 .800849 .2185191 Valid N (listwise) 255 Sumber : data diolah
Berdasarkan tabel diatas diketahui masing-masing variabel independen memiliki 255 data dalam periode 2007-2011.
Pada variabel CAR nilai terkecil (minimum) adalah 0,00 dan nilai terbesar (maximum) adalah 3,7768 Sedangkan nilai rata-ratanya (mean) adalah 0,2694 dengan standar deviasi 0,307. Dilihat dari hasil statistik deskriptif ini terdapat bank yang mempunyai permodalan rendah dan ada yang mempunyai permodalan tertinggi diantara bank tersebut. Rata-rata bank swasta nasional devisa mempunyai permodalan yang baik yaitu di atas 0.008.
Pada variabel NPL nilai terkecil (minimum) adalah -0,3390 dan nilai terbesar (maximum) adalah 0,3200 sedangkan nilai rata-ratanya (mean) adalah 0,0195 dengan standar deviasi 0,0440. Pada hasil ini rata-rata bank NPL nya kurang baik karena lebih dari 0,005 berarti rata-rata bank dalam menyalurkan
terjadi karena bank dalam menjalankan prinsip kehati-hatian masih kurang sehingga membuat rata-rata bank dalam NPL ini lebih besar dari standar yang di tentukan. Di lihat dari nilai minimum NPL ini menilai ada bank yang dalam menjalani aktivitas kredit nya baik dan hati-hati dalam memberikan kredit sehingga tidak terjadi kredit macet.
Pada variabel ROA nilai terkecil (minimum) adalah -0.1229 dan nilai terbesar (maximum) adalah 0.1504 sedangkan nilai rata-ratanya (mean) adalah -0,0144 dengan standar deviasi 0,0226. Pada hasil ini rata-rata bank ROA nya tidak baik karena kurang dari 0,005 berarti rata-rata bank dalam memperoleh keuntungan yang dihasilkan oleh aset kurang baik. Di lihat dari nilai maksimal ROA terdapat bank yang dalam menjalani aktivitas dalam mengelola asetnya baik sehingga membuat bank dalam mendapatkan keuntungan semakin besar.
Pada variabel ROE nilai terkecil (minimum) adalah -1.6751 dan nilai terbesar (maximum) adalah 0,7495 sedangkan nilai rata-ratanya (mean) adalah -0,6969 dengan standar deviasi 0.2066. Pada hasil ini rata-rata bank ROA nya tidak baik karena kurang dari 0,005 berarti rata-rata bank dalam memperoleh keuntungan yang dihasilkan oleh modal inti setelah pajak kurang baik. Di lihat dari nilai maksimal ROE terdapat bank yang dalam menjalani aktivitas dalam mengelola ROE nya baik sehingga mendapatkan keuntungan yang besar dan dapat menghindari dari terjadinya status tidak sehat.
Pada variabel NIM nilai terkecil (minimum) adalah 0,0999 dan nilai terbesar (maximum) adalah 0,1397 sedangkan nilai rata-ratanya (mean) adalah
0,0583 dengan standar deviasi 0,0263. Di lihat dari nilai maksimal NIM terdapat bank yang dalam menjalani aktivitas dalam mendapatkan keuntungan dari bunga baik sehingga membuat bank dalam mendapatkan keuntungan semakin besar. Dari hasil minimal statistik deskriptif yang di hasil kan oleh bank-bank devisa untuk rasio NIM minimal nya diatas standar yang di tetapkan oleh BI 0,015, sehingga membuat rata-rata bank nasional devisa dalam menghasilkan pendapatan dari bunga sangat bagus
Pada variabel BOPO nilai terkecil (minimum) adalah 0,0000 dan nilai terbesar (maximum) adalah 2,5373 sedangkan nilai rata-ratanya (mean) adalah 0,8765 dengan standar deviasi 0,2186. Hasil yang di peroleh dari statistik deskriptif ini rata-rata bank swasta nasional devisa dalam mengelola sumber daya yang ada di perusahaan sangat baik. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata bank yang nilainya di bawah 0,94. Terdapat bank yang dalam mengelola sumber daya di perusahaan masih kurang maksimal sehingga terdapat hasil yang melebihi standar dari BI.
Pada variabel LDR nilai terkecil (minimum) adalah 0,0000 dan nilai terbesar (maximum) adalah 2.2097 sedangkan nilai rata-ratanya (mean) adalah 0,8008 dengan standar deviasi 0,2185. Rata-rata bank dalam mengelola rasio ini masih kurang baik, sehingga membuat bank dalam mendapatkan keuntungan di rasio ini masih belum baik. Dengan dilihat dari standar Bank Indonesia nilai minimum dan maksimum hasil dari aktivitas yang dilakukan bank swasta nasional devisa masih belum baik. Belum ada yang sesuai dengan standar Bank Indonesia
1. Peringkat Bank
Data peringkat tingkat kesehatan bank diperoleh dari majalah infobank selama kurun waktu 2007-2011. Data tingkat kesehatan bank ini mencakup Kategori Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup Baik(CB), Tidak Baik (TB). Adapun data tingkat kesehatan bank sebagai berikut :
Tabel 4.2 Peringkat Kesehatan Lanjutan Tabel 4.2
No Nama Perusahaan Tingkat Kesehatan Bank
2007 2008 2009 2010 2011
1 PT. Bank Andara, TB CB TB CB B
2 PT. Anglomas International Bank B B B B B
3 PT. Bank Artos Indonesia B B B B B
4 PT. Bank Bisnis International SB SB SB SB SB
5 PT. Bank Dipo International SB SB SB SB SB
6 PT. Bank Eksekutif Internasional CB TB CB TB TB
7 PT. Bank Fama International SB SB SB SB SB
8 PT. Bank Harda International CB CB B B B
9 PT. Bank Ina Perdana SB SB SB SB SB
10 PT. Bank Jasa Jakarta SB SB SB SB SB
11 PT. Bank kesejahteraan Ekonomi SB SB SB SB SB
12 PT. Bank Liman International SB B SB SB SB
13 PT. Bank Mayora B B B B B
14 PT. Bank Mitra Niaga CB B B B B
15 PT. bank Multi Arta Sentosa SB SB B B SB
16 PT. Prima Master Bank SB B SB B SB
17 PT. Bank Royal Indonesia B SB B B CB
18 PT. Bank Sahabat Putra Danarta B SB SB B B
19 PT. Bank Sinar Harapan Bali SB SB SB SB SB
20
PT. Bank Tabungan Pensiunan
National SB SB SB SB SB
21 PT. Bank Victoria International SB B B B B
22 PT. Bank Yudha Bakti B B B B B
23 PT. Bank Agroniaga CB CB CB CB B
24 PT. Bank Antar Daerah B B B B B
Lanjutan Tabel 4.2
No Nama Perusahaan Tingkat Kesehatan Bank
2007 2008 2009 2010 2011
26 PT. Bank Bukopin SB SB SB SB SB
27 PT. Bank Bumi Arta SB SB SB SB SB
28 PT. Bank Central Asia SB SB SB SB SB
29 PT. Bank CIMB Niaga SB SB SB SB SB
30 PT. Bank Danamon Indonesia SB SB SB SB SB
31 PT. Bank Ekonomi Raharja SB SB SB SB SB
32 PT. Bank Ganesha B CB B B B
33 PT. Bank Hana SB B B B B
34 PT. Bank Himpunan Saudara 1906 SB SB SB SB SB
35 PT. Bank ICBC BumiPutra B CB CB B TB
36 PT. Bank ICBC Indonesia CB B B B B
37 PT. Bank IFI TB TB TB CB CB
38 PT. Bank Index Selindo SB SB SB SB SB
39 PT. Bank International Indonesia SB SB SB SB SB
40 PT. Bank Maspion Indonesia SB SB SB SB SB
41 PT. Bank Mayapada Internasional B B B B B
42 PT. Bank Mega SB SB SB SB SB
43 PT. Bank Mestika Dharma SB SB SB SB SB
44 PT. Bank Metro Express SB SB SB SB SB
45 PT. Bank Nusantara Parahyangan B B B B B
46 PT. Bank OCBC NISP SB SB SB SB SB
47 PT. PAN Indonesia Bank SB SB SB SB SB
48 PT. Bank Permata SB SB SB SB SB
49 PT. Bank QNB Kesawan CB CB CB CB B
50 PT. Bank Sinarmas CB B SB SB SB
51 PT. Bank UOB Indonesia SB SB SB SB SB
Sumber : INFOBANK 2. Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan dapat diukur dengan menggunakan rasio CAMEL yang meliputi CAR, NPL, ROA, ROE, BOPO, NIM, LDR. Data-data dari rasio keuangan tersebut diperoleh dari laporan keuangan tahunan masing-masing perusahaan tersebut