• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

2. Deskriptif Proses Pembelajaran Remediasi

Proses pembelajaran remediasi dengan metode Think Pair Share dilakukan dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan pada hari Rabu tanggal 1 Mei 2013 di kelas X AP2 dengan jumlah siswa 36 untuk materi sistem persamaan linear dan penyelesaiannya. Pertemuan kedua dilakukan pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2013 dikelas yang sama X AP2 dengan jumlah siswa 36 untuk materi sistem pertidaksamaan linear dan penyelesaiannya. Pembelajaran yang dilakukan dengan mengikuti

0 5 10 15 20 25 No 1 No 2 No 3 No 4 No 5 No 6 B an yak ke sal ah an Soal Jenis kesalahan teknis Jenis kesalahan konsep

rencana pengajaran yang telah disiapkan dan saat pembelajaran berlangsung diamati perubahan konsep pada siswa.

a. Pertemuan pertama

Guru mengajar sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah dibuat. Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan melakukan presensi. Kemudian guru memulai dengan memberikan apersepsi kepada siswa dan pertanyaan motivasi, mengingatkan kembali materi yang sudah pernah diajarkan sebelumnya dan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan siswa. Hasil tanya jawab diketahui, siswa sudah mulai ingat akan materi yang telah diajarkan sebelumnya. Siswa dikelompokkan menjadi 6 kelompok kemudian guru memberikan pertanyaan pada siswa yang sudah dibentuk dalam kelompok tentang materi persamaan linear yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Soal yang diberikan guru adalah “Pak Adam membeli tiket masuk tempat rekreasi sebanyak 3 lembar untuk dewasa dan 2 lembar untuk anak-anak dengan harga Rp. 21.000,00. Sedangkan Pak Benny membeli tiket 2 lembar untuk dewasa dan 2 lembar untuk anak-anak dengan harga Rp. 16.000,00. Jika Pak Candra membeli 1 lembar tiket untuk dewasa dan 2 lembar untuk anak-anak, maka harus membayar dan jawaban siswa adalah”, kemudian guru meminta siswa untuk mengerjakan soal tersebut. Guru memberi kebebasan kepada siswa untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya, saat berdiskusi, guru membimbing siswa, setelah waktu dirasa cukup, guru menunjuk salah satu kelompok untuk menuliskan hasil jawabannya di papan tulis, kemudian mempresentasikannya di depan kelas. Jawaban siswa sangat beragam dan semua siswa sangat antusias untuk menjawab pertanyaan. Setelah guru membahas soal tersebut. Kemudian guru membagikan LKS kepada siswa sebagai bahan yang akan dipelajari dan meminta siswa untuk mempelajari materi yang tertera pada LKS. Setelah siswa mempelajari materi guru memberikan

kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang dipahami. Siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, banyak siswa yang bertanya dan kurang paham pada penyelesaian sistem persamaan linear dengan metode eliminasi. Sebelum guru menjelaskan materi yang kurang dipahami siswa tersebut, guru meminta siswa untuk memikirkannya kembali dan bertanya kepada siswa yang sudah paham. Guru menjelaskan sebagian materi yang kurang dipahami siswa agar tidak terjadi miskonsepsi atau kesalahan konsep yang berkelanjutan, kemudian guru membagikan soal pada masing-masing kelompok dan meminta siswa untuk berdiskusi memecahkan soal bersama-sama agar terjalin kerja sama dan tukar pikiran antar masing-masing anggota kelompok. Kemudian guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas dan kelompok lain bertugas untuk menanggapi atau memberi masukan.

Guru membimbing jalannya presentasi, apabila ada siswa yang salah dalam menyampaikan jawaban guru bertugas untuk meluruskannya agar tidak terjadi kesalahan konsep yang berlanjut. Dalam presentasi siswa dikelas, semua siswa sangat aktif dalam menanggapi masing-masing kelompok. Setelah presentasi selesai guru akan memberikan soal rebutan kelompok tetapi karena waktunya tidak cukup sehingga untuk soal rebutan kelompok tidak jadi diberikan. Kemudian guru bertanya pada siswa apakah masih ada yang belum dimengerti tentang materi sistem persamaan linear, ternyata semua siswa menjawab sudah paham semua, guru meminta siswa membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari dan guru memberikan penguatan tentang kesimpulan yang diberikan siswa. Guru menutup pelajaran dengan mengucap salam.

Tabel 4.2

Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Tahap 1

Pendahuluan

3. Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan melakukan presensi. 4. Guru menjelaskan

kompetensi, materi yang akan diajarkan (sistem persamaan linear) dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa

5. Guru memulai dengan memberikan apersepsi kepada siswa dan pertanyaan motivasi, mengingatkan kembali materi yang sudah pernah diajarkan sebelumnya dan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan siswa.

6. Guru menginformasikan tentang metode pembelajaran yang akan digunakan yaitu metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share 7. Guru membagi Siswa

dalam beberapa kelompok dengan masing-masing

kelompok terdiri dari 6 orang

Tahap 2 Think

1. Guru membagikan LKS kemudian meminta siswa untuk mempelajari bahan yang tertera pada LKS.

2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi yang belum dimengerti. 3. Guru meminta siswa

untuk berfikir (Think) terlebih dahulu tentang materi yang belum dimengerti sebelum guru menjelaskan materi yang kurang dipahami siswa.

Tahap 3 Pair

1. Guru membagikan soal dan meminta siswa untuk mengerjakannya, meminta siswa berfikir (Think) mengenai pemecahannya.

2. Guru meminta siswa berpasangan (Pair) untuk mendiskusikan hasil pemikiran mereka. Hal ini dimaksudkan agar terjalin kerja sama dan tukar pikiran antar masing-masing anggota kelompok.

Tahp 4 Share

1. Guru membimbing jalannya diskusi.

2. Guru meminta sebagian dari pasangan untuk berbagi (Share) mengenai hasil diskusi mereka ke depan kelas. 3. Guru memberikan

kesempatan kepada pasangan yang lain untuk memberikan tanggapan.

Penutup 1. Guru bersama siswa

bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui mengenai materi sistem persamaan linear. 2. Guru meminta siswa

untuk membuat kesimpulan tentang materi sistem persamaan linear yang telah dipelajari dan memberikan penguatan pada siswa.

3. Guru menutup pelajaran kemudian mengucapkan salam.

Hasil Pengamatan

Pengamatan yang dilakukan oleh guru pada saat awal, pertengahan hingga akhir pembelajaran, dalam mengerjakan soal sistem persamaan linear yang diberikan siswa mengalami kemajuan pada tiap tahap pembelajaran, sebagian besar proses penyelesaian siswa dalam mengerjakan soal sudah benar, ini menunjukan bahwa siswa sudah memahami apa yang seharusnya siswa lakukan untuk memperoleh jawaban yang benar.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembelajaran remediasi dengan menggunakan metode Think Pair Share dapat memperbaiki kesalahan siswa dalam mengerjakan soal sistem persamaan linear.

b. Pertemuan kedua

Pertemuan kedua guru menjelaskan materi tentang sistem pertidaksamaan linear. Seperti pertemuan yang pertama guru melakukan pembelajaran remediasi dengan menggunakan metode Think Pair Share. Siswa dikelompokkan menjadi 6 kelompok kemudian guru memberikan pertanyaan pada siswa yang sudah dibentuk dalam kelompok tentang materi sistem pertidaksamaan linear yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Soal yang diberikan guru adalah “Seorang pedagang membawa uang untuk belanja barang dagangan sebesar 6 juta rupiah. Barang yang akan dibeli adalah buah apel dan buah mangga. Berdasarkan data penjualan tahun sebelumnya, pedagang menghendaki untuk membeli banyaknya apel dua kali lipat banyaknya mangga”, guru meminta siswa untuk membuat model matematikanya. Hampir masing-masing siswa dapat mengerjakannya tetapi ada sebagian siswa yang masih kesulitan. Guru membahas soal tersebut agar semua siswa paham tentang soal cerita yang berhubungan dengan pertidaksamaan linear. Setelah guru

membahas soal tersebut, guru membagikan LKS kepada siswa sebagai bahan yang akan dipelajari dan meminta siswa untuk mempelajari materi yang tertera pada LKS. Setelah siswa mempelajari materi guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang kurang dipahami. Sebagian siswa bertanya dan kurang paham pada sifat-sifat pertidaksamaan dan dalam menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear. Sebelum guru menjelaskan materi yang kurang dipahami siswa tersebut, guru meminta siswa untuk memikirkannya kembali dan bertanya kepada siswa yang sudah paham. Guru menjelaskan sebagian materi yang kurang dipahami siswa agar tidak terjadi miskonsepsi atau kesalahan konsep yang berkelanjutan. Setelah itu guru membagikan soal pada masing-masing kelompok dan meminta siswa untuk berdiskusi memecahkan bersama-sama agar terjalin kerja sama dan tukar pikiran antar masing-masing anggota kelompok. Kemudian guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka didepan kelas dan kelompok lain bertugas untuk menanggapi atau memberi masukan. Guru membimbing jalannya presentasi, apabila ada siswa yang salah dalam menyampaikan jawaban guru bertugas untuk meluruskannya agar tidak terjadi miskonsepsi pada siswa. Kemudian setelah semua kelompok presentasi guru bertanya pada siswa apakah masih ada yang belum dimengerti tentang materi sistem pertidaksamaan linear, ternyata semua siswa menjawab sudah paham. Selanjutnya guru meminta siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari dan guru memberikan penguatan tentang kesimpulan yang diberikan siswa. Guru menutup pelajaran dengan mengucap salam.

Tabel 4.2

Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Tahap 1

Pendahuluan

1. Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dan melakukan presensi. 2. Guru menjelaskan

kompetensi, materi yang akan diajarkan (sistem pertidaksamaan linear)

dan tujuan

pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa 3. Guru memulai dengan

memberikan apersepsi kepada siswa dan pertanyaan motivasi, mengingatkan kembali materi yang sudah pernah diajarkan sebelumnya dan dilanjutkan dengan tanya jawab dengan siswa.

4. Guru menginformasikan tentang metode pembelajaran yang akan digunakan yaitu metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share 5. Guru membagi Siswa

dalam beberapa kelompok dengan masing-masing

kelompok terdiri dari 6 orang

Tahap 2 Think

1. Guru membagikan LKS kemudian meminta siswa untuk mempelajari bahan yang tertera pada LKS.

2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi yang belum dimengerti. 3. Guru meminta siswa

untuk berfikir (Think) terlebih dahulu tentang materi yang belum dimengerti sebelum guru menjelaskan materi yang kurang dipahami siswa.

Tahap 3 Pair

1. Guru membagikan soal dan meminta siswa untuk mengerjakannya, meminta siswa berfikir (Think) mengenai pemecahannya.

2. Guru meminta siswa berpasangan (Pair) untuk mendiskusikan hasil pemikiran mereka. Hal ini dimaksudkan agar terjalin kerja sama dan tukar pikiran antar masing-masing anggota kelompok. Tahap 4 Share 1. Guru membimbing jalannya diskusi.

2. Guru meminta sebagian dari pasangan untuk berbagi (Share) mengenai hasil diskusi mereka ke depan kelas. 3. Guru memberikan

kesempatan kepada pasangan yang lain untuk memberikan tanggapan.

Penutup 1. Guru bersama siswa bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui mengenai materi pertidaksamaan linear.

2. Guru meminta siswa untuk membuat kesimpulan tentang materi sistem pertidaksamaan linear yang telah dipelajari dan memberikan penguatan pada siswa.

3. Guru menutup pelajaran kemudian mengucapkan salam.

Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada pertemuan pertama dan kedua, siswa sudah mengalami kemajuan dalam memahami dan menganalisa soal, mereka juga kritis dalam berpikir, siswa juga sudah memahami dan mengerti apa yang seharusnya mereka lakukan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, langkah-langkah penyelesainnya juga sudah runtut dan benar, ini menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran remediasi dengan menggunakan metode Think Pair Share dapat memperbaiki kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan dan pertidaksamaan linear.

Dokumen terkait