• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA

4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

4.1.1 Deskriptif Statistik Variabel Penelitian

Berdasarkan hasil deskripsi statistik pada Tabel 4.1 berikut ini akan

meliputi jumlah sampel (N), rata-rata sampel (mean), nilai maksimum, nilai

minimum serta standar deviasi masing-masing variabel.

Tabel 4.1 Deskriptif Statistik

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

DPR 76 ,02 4,40 ,5530 ,54040 ROA 76 ,00 ,42 ,1666 ,11378 Firm Size 76 24,85 32,66 28,3271 1,84522 DER 76 ,14 8,44 ,9117 1,09130 Cash Ratio 76 ,02 5,42 1,0276 1,18961 Valid N (listwise) 76

Sumber : Data diolah penulis (2012)

Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 4.1 diatas diketahui

bahwa rasio Dividend Payout Ratio (DPR) diperoleh rata-rata sebesar 0,5530.

Hal ini berarti bahwa rata-rata kebijakan pembagian dividen tunai adalah

sebesar 55,30% dari laba per lembar saham yang diperoleh perusahaan. Nilai

maximum sebesar 4,40yang berarti bahwa deviden tertinggi dari perusahaan

sampel dapat mencapai 440% dari laba per lembar saham yang diperoleh

perusahaan, sedangkan nilai minimum DPR adalah 2% dari laba per lembar

saham yang diperoleh. Perbandingan data tersebut sangat ekstrim jika dilihat

dari nilai maksimumnya dengan nilai rata-ratanya

Rasio profitabilitas Return On Asset (ROA)menunjukkan nilai rata-rata

sebesar 0,1666 Hal ini berarti bahwa rata-rata perusahaan sampel mampu

mendapatkan laba bersih sebesar 16,66% dari total asset yang dimiliki

berarti sampel terendah hanya mendapatkan laba bersih dari seluruh total

asset yang dimiliki sebesar 0,08% dan nilai maximum diketahui sebesar 42%.

Size yang merupakan Log natural dari Total Asset menunjukkan

rata-rata sebesar 28,3271. Sedangkan nilai maximumnya adalah 32,66 dan nilai

minimumnya 24,85.

Rasio Debt to Equity Ratio (DER) yang merupakan rasio total hutang

dengan total ekuitas perusahaan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,9117.

Hal ini berarti bahwa rata-rata perusahaan sampel memiliki hutang sebesar

0,9117 kali lebih besar dari modal sendiri (ekuitas) yang dimiliki perusahaan.

Nilai minimum dari DER adalah sebesar 0,14 yang berarti bahwa sampel

terendah hanya memiliki hutang sebesar 14% kali dari modal sendiri,

sedangkan nilai maximum DER sebesar 8,44 atau dimilikinya hutang sebesar

844% kali modal sendiri yang dimiliki perusahaan.

Cash Ratio (CR) menunjukkan rata-rata sebesar 1,0276. Hal ini berarti

rata-rata perusahaan sampel mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya

sebesar 1,0276 kali dari total asset yang dimiliki perusahaan dalam satu

periode. Nilai maximumnya sebesar 5,42 kali dari total asset dan nilai

minimumnya sebesar 0,02 kali dari total asset.

4.2 Pengujian Asumsi Klasik

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini,

sampel hasil perhitungan rata-rata rasio keuangan selama empat tahun tersebut

disajikan hasil pengujian asumsi klasik terhadap model regresi, yang meliputi uji

normalitas data, multikolinearitas, autokorelasi dan uji heteroskedastisitas.

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian

tersebut untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran terhadap asumsi-asumsi

klasik. Hasil pengujian yang baik adalah pengujian yang tidak melanggar empat

asumsi tersebut.

4.2.1 Uji Normalitas

Dari hasil pengolahan data pada tabel 4.2 dibawah ini, diperoleh

besarnya nilai Kolmogorov_Smirnov adalah 0,037 (DPR), 0,004 (ROA),

0,096 (Firm Size), 0,000 (DER), 0,001 (Cash Ratio). Nilai signifikan lebih

kecil dari 0,05 yang berarti data residual tersebut tidak berdistribusi normal.

Data yang terdistribusi normal hanya Firm Size sedangkan variabel lainya

menunjukkan data tidak terdistribusi normal. Data yang tidak berdistribusi

normal dapat disebabkan oleh keberadaan data yang outlier yang berarti ada

data yang memiliki nilai sangat menyimpang dari nilai data lainnya.

Data tidak terdistribusi normal disebabkan sampel yang digunakan

terdiri dari beberapa kelompok perusahaan yang berbeda sehingga data

mempunyai fluktasi data yang tidak stabil sehingga menimbulkan banyak

angka yang bias.

Menurut Erlina (2011: 100) ada beberapa cara yang dapat digunakan

• Lakukan Transformasi data ke bentuk lainnya.

• Lakukan trimming, yaitu membuang data yang outlier.

• Lakukan winsorizing, yaitu mengubah nilai data outlier ke suatu nilai tertentu.

Tabel 4.2

Kolmogorov-Smirnov Test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

DPR ROA Firm Size DER Cash Ratio N 76 76 76 76 76

Normal Parametersa,b Mean ,5530 ,1666 28,3271 ,9117 1,0276

Std. Deviation ,54040 ,11378 1,84522 1,09130 1,18961 Most Extreme Differences Absolute ,162 ,203 ,141 ,240 ,232 Positive ,160 ,203 ,141 ,155 ,232 Negative -,162 -,086 -,081 -,240 -,198 Kolmogorov-Smirnov Z 1,412 1,767 1,232 2,090 2,021

Asymp. Sig. (2-tailed) ,037 ,004 ,096 ,000 ,001

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber : Data diolah penulis (2012)

Adanya variabel yang terdistribusi tidak normal tersebut (perubahan

Dividen Payout Ratio, perubahan Return On Asset, Debt to Equity Ratio dan

Cash Ratio) tersebut maka perlu dilakukan transform-Ln lalu dicari apakah

ada data yang outlier.Setelah data ditemukan maka dilakukan trimming oleh

karena itu jumlah sampel yang bejumlah 76 berkurang 2 menjadi 74,

bahwa model tidak berdistribusi normal. seperti terlihat pada Gambar 4.1

sebagai berikut:

Gambar 4.1 Grafik Histogram

Sumber : Data diolah penulis (2012)

Uji normalitas digunakan untuk mendeteksi apakah residual

terdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik

yang terdiri dari grafik histrogram dan grafik Normal Probanility Plot. Hasil

analisis dengan uji normalitas dari sampel perusahaan pada tahun 2008-2011

yang telah di lakukan transform-LN akan disajikan dalam gambar sebagai

Gambar 4.2 Grafik Histogram LN

Sumber : Data diolah penulis (2012)

Pada gambar 4.2 menunjukkan bahwa data distribusi normal karena

grafik histogram menunjukkan distribusi data mengikuti garis diagonal yang

tidak menceng (skewness) ke kiri maupun ke kanan. Dari grafik histogram

diatas model regresi cenderung membentuk kurva normal yang cembung

dengan angka standar deviasi mendekati satu yaitu sebesar 0,972 dan pada

normal probability plot mengikuti garis diagonal. Dari hasil ini bisa

Gambar 4.3

Grafik Normal P-PLOT LN

Sumber : Data diolah penulis (2012)

Pada gambar 4.3 menunjukkan grafik normal p-plot Ln menunjukan

titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mendekati

garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam model regresi

terdistribusi normal.

Untuk melengakapi dan menyakinkan bahwa data dalam model regresi

terdistribusi normal dilakukan uji statistik dengan melihat nilai Kolmogorov

Tabel 4.3

Kolmogorov-Smirnov Test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Ln_DPR Ln_ROA SIZE Ln_DER Ln_CR

N 74 74 74 74 74

Normal Parametersa,b Mean -,9544 -2,0396 28,3458 -,5563 -,7419

Std. Deviation ,81684 ,75952 1,86672 ,83019 1,39445 Most Extreme Differences Absolute ,129 ,129 ,134 ,100 ,115 Positive ,088 ,074 ,134 ,087 ,093 Negative -,129 -,129 -,079 -,100 -,115 Kolmogorov-Smirnov Z 1,111 1,109 1,155 ,860 ,992

Asymp. Sig. (2-tailed) ,169 ,171 ,139 ,451 ,278

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber : Data diolah penulis (2012)

Dari Tabel uji Kolmogrov-Smirnov dapat dilihat bahwa angka

signifikansi uji kolmogrov-smirnov jauh diatas nilai signifikan 0,05 sehingga

dapat disimpulkan bahwa model regresi terdistribusi secara normal. Untuk

mengubah nilai residual agar berdistribusi normal, penulis melakukan

transformasi data ke model logaritma natural (Ln).

4.2.2 Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model

regresi ditemukan adanya kolerasi antara variabel independen. Untuk

mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dalam suatu model regresi

dapat diketahui dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF)

Tabel 4.4 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -5,411 1,765 -3,067 ,003 Ln_ROA ,098 ,130 ,091 ,752 ,454 ,821 1,217 SIZE ,155 ,056 ,355 2,786 ,007 ,736 1,358 Ln_DER -,214 ,163 -,217 -1,308 ,195 ,435 2,298 Ln_CR -,176 ,088 -,300 -1,994 ,050 ,528 1,894 a. Dependent Variable: Ln_DPR

Sumber : Data diolah penulis (2012)

Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4.4 menunjukkan bahwa semua

variabel yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tolerance yang lebih

dari 0,1 dan nilai VIF yang kurang dari 10. Hal ini berarti bahwa

variabel-variabel penelitian tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas dalam

model regresi.

Dokumen terkait