BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1.2 Deskriptif Variabel Penelitian
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diukur dengan
menggunakan skala Likert untuk menanyakan tanggapan responden atas pengaruh
variabel iklan KFC Pokkits terhadap keputusan pembelian konsumen KFC
Cabang Sun Plaza Medan.
Variabel iklan terdiri dari 7 pertanyaan, sedangkan variabel keputusan
pembelian terdiri dari 3 pertanyaan. Kuesioner penelitian ini dibagikan kepada 97
1. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Iklan Pokkits
Tabel 4.4
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Iklan No. Item STS TS KS S SS Total (%) Total Respon den F % F % F % F % F % 1 1 1 1 1 22 22,7 61 62,9 12 12,4 100 97 2 1 1 3 3,1 35 36,1 50 51,5 8 8,2 100 97 3 0 0 1 1 20 20,6 58 59,8 18 18,6 100 97 4 0 0 6 6,2 24 24,7 48 49,5 19 19,6 100 97 5 3 3,1 3 3,1 23 23,7 51 52,6 17 17,5 100 97 6 1 1 2 2,1 18 18,6 60 61,9 16 16,5 100 97 7 1 1 0 0 15 15,5 65 67 16 16,5 100 97
Sumber: Data Hasil Penelitian, 2013 (diolah)
Berdasarkan Tabel 4.4, dapat dilihat bahwa :
a. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 1 ( Cara Cinta Laura
menyantap produk KFC Pokkits membuat saya ingin mencoba) dari
kuesioner yang diisi responden dan di analisis diketahui bahwa 12 orang
(12,4%) menyatakan sangat setuju, 61 orang (62,9%) menyatakan setuju, 22
orang (22,7%) menyatakan kurang setuju, 1 orang (1%) menyatakan tidak
setuju dan 1 orang (1%) menyatakan sangat tidak setuju.
b. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 2 (Kata-kata yang digunakan
Cinta Laura dalam iklan KFC Pokkits jelas) dari kuesioner yang diisi
responden dan di analisis diketahui bahwa 8 orang (8,2%) menyatakan
sangat setuju, 50 orang (51,5%) menyatakan setuju, 35 orang (36,1%)
menyatakan kurang setuju, 3 orang (3,1%) menyatakan tidak setuju dan 1
c. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 3 (Rangkaian kalimat yang
disampaikan Cinta Laura dalam iklan (“Pokkits bikin hangout makin asik. Pas di kantong, praktis banget! Dengan topping fresh lettuce, crispy strips, cheddar cheese, dan mayo, dipadu dengan saus pineapple-mango. Pokkits, emang pas banget.”) membuat saya tertarik mencoba produk yang ditawarkan) dari kuesioner yang diisi responden dan di analisis diketahui
bahwa 18 orang (18,6%) menyatakan sangat setuju, 58 orang (59,8%)
menyatakan setuju, 20 orang (20,6%) menyatakan kurang setuju, 1 orang
(1%) menyatakan tidak setuju dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak
setuju.
d. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 4 (Model iklan (Cinta Laura)
tepat untuk mewakili Pokkits) dari kuesioner yang diisi responden dan di
analisis diketahui bahwa 19 orang (19,6%) menyatakan sangat setuju, 48
orang (49,5%) menyatakan setuju, 24 orang (24,7%) menyatakan kurang
setuju, 6 orang (6,2%) menyatakan tidak setuju dan tidak ada yang
menyatakan sangat tidak setuju.
e. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 5 (Model iklan yang
digunakan sangat populer) dari kuesioner yang diisi responden dan di analisis
diketahui bahwa 17 orang (17,5%) menyatakan sangat setuju, 51 orang
(52,6%) menyatakan setuju, 23 orang (23,7%) menyatakan kurang setuju, 3
orang (3,1%) menyatakan tidak setuju dan 3 orang (3%) menyatakan sangat
f. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 6 (Pesan iklan yang
disampaikan membuat saya penasaran terhadap Pokkits) dari kuesioner yang
diisi responden dan di analisis diketahui bahwa 16 orang (16,5%)
menyatakan sangat setuju, 60 orang (61,9%) menyatakan setuju, 18 orang
(18,6%) menyatakan kurang setuju, 2 orang (2,1%) menyatakan tidak setuju
dan 1 orang (1%) menyatakan sangat tidak setuju.
g. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 7 (Pesan iklan dapat
memperlihatkan kelebihan Pokkits) dari kuesioner yang diisi responden dan
di analisis diketahui bahwa 16 orang (16,5%) menyatakan sangat setuju, 65
orang (67%) menyatakan setuju, 18 orang (18,6%) menyatakan kurang setuju,
tidak ada yang menyatakan tidak setuju dan 1 orang (1%) menyatakan sangat
tidak setuju.
2. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian.
Tabel 4.5
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Keputusan Pembelian No. Item STS TS KS S SS Total (%) Total Respon den F % F % F % F % F % 8 0 0 1 1 24 24,7 60 61,9 12 12,4 100 97 9 5 5,2 21 21,6 49 50,5 19 19,6 3 3,1 100 97 10 1 1 10 10,3 29 29,9 48 49,5 9 9,3 100 97
Berdasarkan Tabel 4.5, dapat dilihat bahwa :
a. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 8 (Pokkits adalah kudapan
lezat yang cocok untuk bersantai sehingga saya tertarik membelinya) dari
kuesioner yang diisi responden dan di analisis diketahui bahwa 12 orang
(12,4%) menyatakan sangat setuju, 60 orang (61,9%) menyatakan setuju, 24
orang (24,7%) menyatakan kurang setuju, 1 orang (1%) menyatakan tidak
setuju dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju.
b. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 9 (Saya membeli Pokkits
karena melihat iklan Pokkits di televisi) dari kuesioner yang diisi responden
dan di analisis diketahui bahwa 3 orang (3,1%) menyatakan sangat setuju,
19 orang (19,6%) menyatakan setuju, 49 orang (50,5%) menyatakan kurang
setuju, 21 orang (21,6%) menyatakan tidak setuju dan 5 orang (5,2%)
menyatakan sangat tidak setuju.
c. Frekuensi jawaban responden tentang pertanyaan 10 (Saya lebih memilih
Pokkits dari KFC daripada makanan ringan dari merek lain) dari kuesioner
yang diisi responden dan di analisis diketahui bahwa 9 orang (9,3%)
menyatakan sangat setuju, 88 orang (49,5%) menyatakan setuju, 29 orang
(29,9%) menyatakan kurang setuju, 10 orang (10,3%) menyatakan tidak
setuju dan 1 orang (1%) menyatakan sangat tidak setuju.
4.2.2 Metode Analisis Data 4.2.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti
Data yang baik adalah data yang mempunyai pola seperti distribusi normal, yakni
distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan. Dengan adanya tes
normalitas, maka hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi.
1. Pendekatan Histogram
Untuk menguji normalitas data dapat dilihat dengan kurva normal. Kurva normal
yaitu kurva yang memiliki ciri-ciri khusus, salah satu diantaranya adalah bahwa
mean, mode, dan median pada tempat yang sama.
Sumber: Data Hasil Penelitian, 2013 (diolah, SPSS 17.00)
Gambar 4.2 Histogram
Gambar 4.2 menunjukkan bahwa variabel berdistribusi normal, hal ini
ditunjukkan oleh distribusi data yang tidak menceng ke kiri atau menceng ke
2. Pendekatan Grafik
Apabila plot dari keduanya berbentuk linear (dapat didekati oleh garis lurus),
maka hal ini merupakan indikasi bahwa residual menyebar normal. Bila pola-pola
titik yang terletak selain di ujung-ujung plot masih berbentuk linear, meskipun
ujung-ujung plot agak menyimpang dari garis lurus, dapat dikatakan bahwa
sebaran data (dalam hal ini residual) adalah menyebar normal.
Sumber: Data Hasil Penelitian, 2013 (diolah, SPSS 17.00)
Gambar 4.3
Normal P-Plot of Regression Standardized Residual
Pada Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa data-data atau titik-titik menyebar di
sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu,
berdasarkan Gambar 4.3 dapat diambil kesimpulan bahwa telah memenuhi uji
3. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov
Untuk memastikan apakah data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal,
maka dilakukan uji kolmogorov-smirnov (1 sample KS) dengan melihat data
residualnya apakah berdistribusi normal atau tidak.
Tabel 4.6
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 97
Normal Parametersa,,b Mean .0000000 Std. Deviation 1.48508023 Most Extreme Differences Absolute .057
Positive .057
Negative -.050
Kolmogorov-Smirnov Z .564
Asymp. Sig. (2-tailed) .908
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber: Data Hasil Penelitian, 2013 (diolah, SPSS 17.00 )
Pengambilan Keputusan:
a. Pada tabel 4.6 terlihat bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,908 dan di
atas nilai signifikan (0,05). Dengan kata lain variabel residual berdistribusi
normal.
b. Nilai Kolmogorov-Smirnov Z lebih kecil dari 1,97 berarti tidak ada perbedaan
antara distribusi teoritik dan distribusi empiric atau dengan kata lain data
4.2.2.2 Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi digunakan untuk melihat pengaruh satu variabel
independen (X) terhadap satu variabel dependen (Y). Dalam hal ini melihat
pengaruh iklan televisi Pokkits terhadap keputusan pembelian. Analisis regresi
linear sederhana dalam penelitian ini diproses dengan menggunakan program
SPSS versi 17.00. Tabel 4.7 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.159 1.289 2.451 .016 Iklan .267 .048 .499 5.619 .000 a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber: Data Hasil Penelitian, 2013 (diolah, SPSS 17.00)
Berdasarkan Tabel 4.7, diperoleh model persamaan regresi linear sederhana
sebagai berikut:
Y = 3,157 + 0,267X
a. Konstanta sebesar 3,157 menyatakan bahwa jika tidak ada faktor iklan maka
keputusan pembelian tetap ada sebesar 3,157.
b. Koefisien regresi X (iklan) = 0,267 menyatakan bahwa setiap peningkatan pada
variabel iklan akan meningkatkan keputusan pembelian pada konsumen KFC
Pada tabel di atas terlihat nilai signifikansi adalah 0,000 (lebih kecil dari
0,05) berarti iklan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian.
4.2.2.3 Uji Hipotesis
4.2.2.3.1 Uji secara signifikansi (Uji t)
Uji t atau uji secara signifikansi yaitu membuktikan hipotesis awal tentang
pengaruh iklan televisi sebagai variabel bebas terhadap keputusan pembelian
sebagai variabel terikat. Dasar pengambilan keputusan dapat dengan tiga cara:
4. Dengan membandingkan t hitung dan t tabel.
c. Apabila thitung ≥ ttabel, maka ada pengaruh antara variabel X masing-masing dengan variabel Y (H0 ditolak dan Ha diterima)
d. Apabila thitung < ttabel, maka tidak ada pengaruh antara variabel X masing-masing dengan variabel Y (H0 diterima dan Ha ditolak)
5. Dengan menggunakan angka signifikasi.
c. Apabila angka signifikasi ≤ 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. d. Apabila angka signifikasi > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. 6. Membuat kesimpulan
c. Bila (P value ) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variable independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen.
d. Bila (P value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel independen secara parsial tidak mempengaruhi variabel dependen.
Dari Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa, dimana penyebut (df) = n-k = 97 – 2 =
95, ttabel 0,05 (95) = 1,66. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel iklan televisi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, hal ini
terlihat dari nilai signifikansi (0.000) lebih kecil dari 0,05.
4.2.2.3.2 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika Koefisien Determinasi (R2) semakin besar (mendekati satu) menunjukkan semakin baik kemampuan X menerangkan Y. Dimana 0 < R2< 1. sebaliknya, jika Koefisien Determinasi (R2) semakin kecil (mendekati nol), maka akan dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas adalah kecil terhadap variabel terikat. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Tabel 4.8 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .499a .249 .242 1.49288 a. Predictors: (Constant), Iklan
b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. R = 0,499 berarti hubungan antara Iklan Pokkits terhadap Keputusan
Pembelian Konsumen KFC Cabang Sun Plaza Medan sebesar 49,9%.
Artinya hubungannya cukup erat.
b. Adjusted R Square sebesar 0,242 berarti Iklan Televisi Pokkits mempengaruhi keputusan pembelian konsumen sebesar 24,2% dan sisanya
75,8% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini. Faktor-faktor lain tersebut seperti setting iklan, warna, jadwal pemasangan iklan, harga, kebutuhan konsumen, dan adanya
keinginan dari diri sendiri.