2. Petugas Loket Pelayanan :
B. Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil :
1. Pemohon mengisi Formulir Pelaporan Perubahan nama dengan melampirkan persyaratan sebagai mana yang telah di tentukan. 2. Pemohon menanda tangani Formulir Pelaporan Perubahan nama
dan menyerahkan kepada Petugas Pelayanan di Dinas. 3. Mengisi Surat Pernyataan Perubahan Akta.
4. Permohon membayar Biaya Akta Perubahan sesuai dengan Perda yang berlaku.
5. Permohon menerima resi dari Petugas Pelayanan sebagi Buklti Pelaporan Akta Perubahan.
B. Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil :
1. Petugas pelayanan menerima berkas Permohonan Perubahan Nama dari Pemohon.
2. Petugas Pelayanan meneliti Pengisian Formulir dan kelengkapan persyaratan Permohonan Perubahan nama yang di ajukan oleh pemohon.
3. Petugas pelayanan memberi resi kepada pemohon sebagai tanda bukti telah di terima kelengkapan perubahan Akte Perubahan nama. 4. Petugas Operator melakukan Perubahan Data ke dalam Data Base
Kependudukan terhadap perubahan nama dimaksud.
5. Petugas Operator menerbitkan Kutipan Akta Perubahan nama.
6. Bendahara penerima menerima Biaya Penerbitan Akta Perubahan nama sesuai Perda yang berlaku.
7. Bendahara penerima mencatat dan menyerahkan seluruh penerimaan Biaya Akta Perubahan ke Kas Daerah.
8. Kepala Seksi / Kepala Bidang membuat catatan pinggir pada Register Akta Catatan Sipil dan Kutipan Akta Catatan Sipil.
9. Kepala Seksi / Kepala Bidang menarik kembali Kutipan Akta Catatan Sipil yang akan di rubah dari pemohon.
10. Kepala Seksi / Kepala Bidang memaraf Kutipan Akta Perubahan nama setelah terlebih dahulu di lakukan penelitian terhadap persyaratan dan Formulir Isian yang telah di lakukan oleh pemohon. 11. Kepala Bidang mengajukan Perubahan Kutipan Akta Perubahan
nama beserta seluruh berkas dan persyaratan kepada Kepala Dinas. 12. Kepala Seksi / Bidang menyerahkan Kutipan Akta Perubahan nama
kepada pemohon yang selesai di tanda tangani oleh Kepala Dinas dan menarik kembali resi dari pemohon.
13. Kepala Dinas menerima berkas dan menanda tangani Kutipan Akta Perubahan nama.
1. Persyaratan :
a. Salinan Keputusan Presiden mengenai perubahan status kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia atau.
b. Salinan Keputusan Menteri yang bidang tugasnya meliputi urusan Kewarga Negaraan.
c. Kutipan Akta Catatan Sipil yang akan di lakukan perubahan status. d. Kutipan Akta Perkawinan bagi yang sudah kawin / menikah.
e. Foto Copy KK dan KTP. 2. Tata Cara
A. Penduduk
1. Pemohon mengisi Formulir Permohonan perubahan status Kewarga Negaraan dengan melampirkan persyaratan yang telah di tentukan.
2. Pemohon menanda tangani Formulir dan menyerahkan berkas permohonan beserta seluruh persyaratan yang di tentukan kepada Petugas Pelayanan di Dinas.
3. Pemohon menerima Resi dari petugas pelayanan sebagai bukti pelaporan perubahan status Kewarga Negaraan.
4. Membayar biaya cetak perubahan status Kewarga Negaraan.
B. Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil :
1. Petugas pelayanan menerima berkas permohonan perubahan status Kewarga Negaraan dari pemohon.
2. Petugas pelayanan meneliti pengisian Formulir dan kelengkapan persyaratan, yang di ajukan oleh pemohon.
3. Petugas pelayanan memberi resi kepada pemohon sebagai tanda bukti telah diterima kelengkapan Perubahan Putusan Status Kewarga Negaraan.
4. Petugas Operator melakukan Perubahan Status Kewarga Negaraan ke dalam Data Base Kependudukan.
5. Petugas Operator melakukan Penerbitan Kutipan Akte Perubahan Status Kewarga Negaraan.
6. Bendahara penerima menerima biaya cetak Kutipan Akta Perubahan Status.
7. Bendahara penerima mencatat dan menyetor seluruh biaya ke Kas Daerah.
8. Kepala Seksi / Kepala Bidang meneliti kembali berkas dan persyaratan perubahan Status Kewarga Negaraan dan memaraf Kutipan Akta Perubahan Status Kewarga Negaraan.
9. Kepala Bidang melanjutkan berkas permohonan dan Kutipan Akta Perubahan status kepada Kepala Dinas Kependudukan.
10. Kepala Seksi / Kepala Bidang membuat catatan pinggir pada Register Akta Catatan Sipil dan Kutipan Akta Catatan Sipil.
11. Kepala Seksi menyerahkan Kutipan Perubahan status Kewarga Negaraan kepada pemohon.
12. Kepala Bidang mengajukan Permohonan Kutipan Akta Perubahan Status Kewarga Negaraan beserta persyaratan yang di tentukan kepada Kepala Dinas Kependudukan.
13. Kepala Dinas menerima berkas dan persyaratan dan selanjutnya menanda tangani Kutipan Akta perubahan Status Kewarga Negaraan.
X. Pelayanan Pelaporan Akta Kutipan II
1.Persyaratan :
a. Akta Catatan Sipil yang musnah, Cacat, Hilang dan Rusak. b. Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian.
c. Ijazah bagi yang memiliki.
a. Penduduk
1. Pemohon mengisi Formulir Pelaporan Akta Kutipan II dengan melampirkan persyaratan sebagaimana yang telah di tentukan.
2. Pemohon menanda tangani Formulir Pelaporan Akta Kutipan II dan menyerahkan kepada petugas pelayanan di Dinas.
3. Pemohon membayar Retribusi Biaya Akta Kutipan II sesuai dengan Perda yang berlaku.
4. Pemohon menerima rsi sebagai tanda telah melakukan permohonan Penerbitan Akta Kutipan II.
b. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil :
1. Petugas pelayanan menerima berkas Permohonan Akta Kutipan II dari Pemohon.
2. Petugas pelayanan meneliti pengisian Formulir dan kelengkapan persyaratan terhadap Permohonan Akta Kutipan II.
3. Petugas pelayanan memberi resi kepada pemohon sebagai bukti telah di terima berkas permohonan Akta Kutipan II.
4. Bendahara penerima menerima biaya retribusi penerbitan Akta Kutipan II sesuai Perda yang berlaku.
5. Bendahara penerima mencatat seluruh penerima biaya Akta Kutipan II dan menyetor ke Kas Daerah melalui Bank Pembangunan Daerah. 6. Petugas Operator melakukan Pengimputan Data Akta Kutipan II ke
dalam Data Base Kependudukan.
7. Petugas Operator mencetak Out Put Kutipan Akta II dan menyerahkan kepada Kepala Seksi.
8. Kepala Seksi meneliti seluruh berkas dan persyaratan Kutipan Akta II serta hasil pencetakan Out Put Akta Kutipan II.
9. Kepala Seksi membubuhi paraf terhadap hasil pencetakan Out Put Kutipan Akta II untuk selanjutnya di serahkan kepada Kepala Bidang Akta.
10. Kepala Seksi menarik kembali Akta Kutipan II yang lama.
11. Kepala Seksi menyerahkan kepada pemohon Akta Kutipan II dan resi tanda terima dari pemohon.
12. Kepala Bidang Akta meneliti seluruh persyaratan dan berkas serta hasil Out Put Akta Kutipan II.
13. Kepala Bidang Akta membubuhi paraf pada Buku Register dan Akta Kutipan II untuk selanjutnya di serahkan kepada Kepala Dinas.
14. Kepala Bidang Akta melakukan Catatan Pinggir pada Buku Register Akte Kutipan II.
15. Kepala Dinas menerima berkas Akta Kutipan II untuk di tanda tangani.