b. Mewarnai Gambar
DI GOLGOTA 1=E 3/4 Waltz
s5 | j1k.1 1 2|j3k.3 3 j.3 |j2j 3 4 s7| 2 1 Di Gol-go-ta, di Gol-go-ta, Tu-han per-nah men-d’ri-ta Di Gol-go-ta, di Gol-go-ta, Ia ma--ti ba---gi ki---ta
j0s5|j1k.1 1 2| j3k.k 3 3 j.j 3|j2j 3 4 s7|2 1 Su---pa-ya di---le----pas-kan-Nya ki---ta ‘ni da-ri do-sa Ter--te--bus-lah s’ga-la do---sa dan ki--ta di am-pu-ni
j05|j5k.3 6 j.5| j5k k.4 4 j.4 |j4jk k.2 5 j.4|j4jk k.3 3 Ke--ma-ti----an di---tang-gung-Nya, di a----tas sa---lib ter-sik-sa Ya Tu--han Ye--sus Da---rah---Mu ter-tum-pah kar’-na do--sa--ku 5 | j1k.1 1 2|j3k.3 3 j.3 |j2j 3 4 s7| 2 1 || Di Gol-go-ta, di Gol-go-ta, Tu-han per-nah men-d’ri-ta Di Gol-go-ta, di Gol-go-ta, Ia ma--ti ba---gi ki---ta
Sumber: Special Songs for Kids. Hal. 53
E E A E E E B B E E B B F#m C#m F#m
Langkah Pertama
Menggali Pengalaman Kitab Suci
1. Pengamatan
Peserta didik memperhatikan gambar-gambar di dalam bukunya masing-masing dan menceritakan isi gambar-gambar itu.
2. Cerita atau Menonton Film Kisah Yesus disalib
Guru menceritakan kisah Yesus disalib dengan menarik (apabila sekolah memiliki fasilitas yang memadai, sebaiknya guru mengajak peserta didik untuk menonton film kisah Yesus disalib)
Yesus mengajar dan berbuat baik kepada orang banyak, sehingga orang Farisi dan tua-tua adat membenci-Nya. Mereka berusaha membunuh Yesus. Tetapi mereka tidak berani terang-terangan, karena takut orang banyak yang menjadi murid-Nya akan memberontak. Setelah tiga tahun Yesus mengajar, mereka berhasil membujuk Yudas Iskariot untuk mengkhianati Yesus dengan memberi imbalan uang. Pada saat Yesus selesai berdoa di Taman Getsemani, mereka menangkap Yesus dan membawanya ke pengadilan agama dan menghadap gubernur yang bernama Pilatus. Mereka mendesak Pilatus untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Dari luar gedung pengadilan mereka berteriak-teriak, “Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!”. Pilatus tidak menemukan kesalahan pada diri Yesus, tetapi ia menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus karena desakan orang banyak.
Orang-orang Farisi dan tua-tua adat sudah menyiapkan sebuah salib. Setelah Yesus dijatuhi hukuman mati dan diserahkan kepada mereka, maka mereka menyuruh Yesus memikul salib. Ia harus memikul salib dari kota Yerusalem menuju bukit Golgota. Sepanjang perjalanan Yesus diolok-olok dan dipukul para tentara yang mengawal-Nya.
Yesus jatuh berulang kali dan darah mengalir dari tubuh Yesus. Para tentara meminta seorang petani yang bernama Simon dari Kirene untuk membantu Yesus memikul salib. Para wanita yang mengikuti Yesus menangis melihat penderitaan Yesus. Tetapi Yesus menghibur mereka dan berkata, “Hai, puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu.” Diantara mereka ada seorang wanita yang bernama Veronika. Ia mendekati Yesus dan mengusap wajah Yesus dengan sehelai kain, ternyata wajah Yesus yang berlumuran darah tergambar pada kain itu.
Maria, ibu Yesus juga mengikuti puteranya dalam jalan salib itu. Hatinya sangat sedih melihat penderitaan Puteranya. Maria tak berdaya untuk menolong Puteranya, walaupun ia tahu Yesus tidak bersalah.
Yesus sampai di bukit Golgota. Para tentara membuka jubah Yesus. Mereka membaringkan-Nya di kayu salib, merentangkan kedua tangan-Nya, lalu dipaku pada kayu salib. setelah itu mereka mengangkat salib dan menanamnya ke dalam tanah, Yesus tergantung di kayu salib. Di samping kanan dan kiri salib Yesus ada dua orang penjahat tergantung disalibnya. Yesus tidak membenci orang yang menyalibkannya. Ia menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Mendengar itu para tua-tua datang mengejek Yesus,
biarlah Ia sekarang menyelamatkan diri-Nya sendiri.’ Tentara-tentara juga mengolok-olok Yesus. Seorang di antara kedua penjahat itu juga mengolok Yesus, “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami juga.” Tetapi yang di sebelah kanan Yesus berkata”Tidakkah engkau malu? Kita pantas dihukum karena kita memang bersalah, tetapi Dia tidak bersalah.” Kemudian ia berkata kepada Yesus,”Yesus, ingatlah saya jika Engkau kembali sebagai raja.” Yesus menoleh dan berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama Aku dalam Firdaus.”
Hari itu hari Jumat. Kira-kira jam dua belas siang, tiba-tiba hari menjadi gelap sampai jam tiga sore. Tiba-tiba tirai di bait Allah terbelah dua. Yesus berseru,”Aku haus!” Seorang tentara yang berdiri dekat salib mengambil sepotong kayu, kemudian menaruh bunga karang yang telah dicelupkan ke dalam cuka, menaruhnya di ujung kayu dan disodorkannya kepada Yesus. Yesus menolaknya. Ketika itu Yesus melihat Maria, ibu-Nya dan Yohanes murid yang dikasihi-Nya berdiri di kaki salib. Maka berkatalah Yesus, “Ibu, inilah anakmu.” Kemudian kepada Yohanes ia berkata,”Inilah, ibumu.” Setelah itu Ia menengadahkan wajah-Nya ke langit dan berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, Kuserahkan nyawa-Ku.” Sesudah berkata demikian kepala-Nya tertunduk dan menghembuskan nafas-Nya yang terakhir.
Salah seorang tentara yang melihat peristiwa itu berkata dengan suara lantang, “Sungguh orang ini Putra Allah!” semuanya ini disaksikan oleh orang-orang yang mengenal Yesus. (Bdk.Lukas 23:1-49)
Pendalaman
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya tentang isi dan pesan Kitab Suci di atas.
Peneguhan
Guru memberikan peneguhan berdasarkan pertanyaan dan jawaban peserta didik.
Yesus rela di salib agar manusia mendapat keselamatan. Yesus adalah Putra Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia. Yesus mencintai manusia walaupun harus wafat di kayu salib.