BAB II TINJAUANPUSTAKA
2.2. Konsep Asuhan Keperawatan
2.2.2 Diagnosa Keperawatan
Menurut Herdman (2015), diagnosa yang muncul pada pasien post partum spontan ( Nifas )adalah :
1. Nyeri akut (00132) berhubungan dengan Agen cidera fisik.
2. Resiko infeksi (00004) berhubungan dengan Trauma jaringan 3. Hambatan mobilitas fisik (00085) berhubungan dengan
Kelemahan umun
4. Defisiensi Pengetahuan (00126) berhubungan dengan Kurang pajanan
2.2.3 Rencana Keperawatan Masa Nifas
Menurut Herdman (2015), intervensi keperawatan yang muncul pada kasus post partum ( Nifas ) sebagai berikut :
1. Nyeri Akut (00132). b.d Agens cidera fisik
Tujuan (NOC) : Nyeri akut pada klien dapat teratasi.
a. Manajemen Nyeri(1843) b. Kontrol Nyeri (1605) Kriteria Hasil (NOC) :
a. Klien mampu mengontrol nyeri (dapat mengetahui penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan).
b. Klien melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri.
c. Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda-tanda nyeri).
d. Tanda-tanda vital dalam batas normal.
Tekanan darah :120/80 mmHg Nadi : 60-100x/menit Respirasi : 16-24x/menit Suhu : 36,5oC – 37,5oC
e. Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang.
Intervensi (NIC) :
a. Manajemen Nyeri (Paint Management) (1400)
1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
2) Observasi adanya petunjuk nonverbal mengenai ketidaknyamanan terutama pada orang yang tidak dapat berkomunikasi secara efektif.
3) Gunakan strategi komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri dan sampaikan penerimaan pasien terhadap nyeri.
4) Berikan informasi mengenai nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan dirasakan, dan antisipasi dari ketidaknyamanan akibat prosedur.
5) Kurangi atau eliminasi faktor-faktor yang dapat mencetuskan atau meningkatkan nyeri (misalnya ketakutan, kelelahan, keadaan monoton dan kurang pengetahuan).
6) Pilih dan lakukan penanganan nyeri (misalnya farmakologi, non farmakologi dan inter personal) untuk memfasilitasi penurunan nyeri, sesuai dengan kebutuhan.
7) Ajarkan penggunaan teknik non farmakologi (misalnya : teknik relaksasi nafas dalam, terapi musik, bimbingan antisipatif, akupressur, pijatan atau massase).
8) Kolaborasi dengan pasien, orang terdekat dan tim kesehatan lainnya untuk memilih dan mengimplementasikan tindakan penurun nyeri nonfarmakologi sesuai kebutuhan.
9) Pastikan pemberian analgesik atau strategi nonfarmakologi sebelum dilakukan prosedur yang menimbulkan nyeri.
10) Evaluasi keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri.
2. Resiko infeksi (00004) berhubungan dengan Trauma jaringan Tujuan (NOC) : Klien tidak terjadi resiko infeksi
a. Kontrol infeksi(1924) b. Status imunitas (0702)
c. Status Maternal : Intrapartum (2510) Kriteria Hasil (NOC) :
a. Tanda-tanda vital dalam batas normal
b. Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi misalnya : cairan ketuban tidak berbau busuk.
c. Mendeskripsikan proses penularan penyakit, faktor yang mempengaruhi penularan serta penatalaksanaannya.
d. Menunjukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi.
e. Jumlah leukosit dalam batas normal.
f. Menunjukkan perilaku hidup sehat.
Intervensi (NIC) :
a. Kontrol infeksi (6540)
1) Pantau tanda dan gejala infeksi (misalnya: suhu tubuh, denyut jantung, cairan ketuban yang berbau busuk, vulva udema, kelelahan).
2) Kaji faktor yang meningkatkan serangan infeksi (misalnya : usia lanjut, status imun menurun dan malnutrisi)
3) Pantau personal hygiene untuk perlindungan terhadap infeksi.
4) Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal.
5) Monitor sel darah putih (leukosit).
6) Anjurkan klien atau keluarga untuk menjaga personal hygiene dan melindungi tubuh terhadap infeksi.
7) Bersihkan lingkungan secara tepat setelah digunakan oleh klien lain.
8) Ganti peralatan klien setiap selesai tindakan.
9) Batasi jumlah pengunjung
10) Gunakan sabun untuk cuci tangan dan gunakan sarung tangan steril.
11) Lakukan perawatan vulva hygiene dan perawatan Luka.
12) Berikan terapi antibiotik bila perlu.
3. Hambatan mobilitas fisik (00085) berhubungan dengan Kelemahan umum
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam Intoleran Aktivitas dapat teratasi dengan
Kriteria hasil:
a) Aktifitas fisik meningkat.
b) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dan kemampuan dalam bergerak.
Intervensi :
Manajemen energi (0180)
Kaji kemampuan klien dalam melakukan mobilitas.
Terapi latihan ambulasi (0221)
a) Beri terapi ambulasi (tukar posisi) b) Kolaborasi dengan ahli fisioterapi.
Relaksasi otot progresif (1460)
Ajarkan teknik relaksasi otot progresif
4. Defisiensi Pengetahuan (00126) berhubungan dengan Kurang pajanan
Tujuan (NOC) : pengetahuan pasien dapat bertambah Kriteria Hasil (NOC) :
a. Pasien dan keluarga mampu melaksanakan prosedur yang dijelaskan secara benar.
b. Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang di jelaskan perawat.
Intervensi (NIC) :
1) Identifikasi tingkatkan pegetahuan pasien
2) Berikan Pendidikan Kesehatan sesuai tingkat pemahan pasien mengenai ASI eksklusif.
3) Anjurkan pasien untuk bertanya dan diskusi.
4) Kolaborasi dengan anggota keluarga untuk selalu mengingatkan pasien agar selalu menerapkan informasi yang sudah didapat.
2.2.4 Implementasi
Implementasi merupakan tindakan yang sesuai dengan yang telah direncanakan, mencakup tindakan mandiri dan kolaborasi.
Tindakan mandiri adalah tindakan keperawatan berdasarkan analisis dan kesimpulan perawat dan bukan atas petunjuk tenaga kesehatan lain. Tindakan kolaborasi adalah tindakan keperawatan yang didasarkan oleh hasil keputusan bersama dengan dokter atau petugas kesehatan lain (Mitayani, 2009).
2.2.5 Evaluasi
Evaluasi keperawatan merupakan hasil perkembangan ibu dengan berpedoman kepada hasil dengan tujuan yang hendak dicapai (Mitayani,2009). Evaluasi ada dua yaitu :
1. Evaluasi Formatif : Aktivitas dari proses keperawatan dan hasil kualitas pelayanan asuhan keperawatan.
2. Evaluasi Sumatif : Perubahan perilaku atau status kesehatan klien pada akhir asuhan keperawatan (Nursalam, 2008).
2.3 Konsep Nyeri 2.3.1 Definisi
Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan, bersifat sangat subyektif karena perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkatannya, dan hanya pada orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya ( Evi, 2013 )
Nyeri terjadi akibat adanya kerusakan jaringan yang nyata, nyeri yang demikian dinamakan nyeri akut yang dapat menghilang seiring dengan penyembuhan jaringan dan nyeri yang demikian sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
2.3.2 Klarifikasi
Menurut Andarmoyo 2013, nyeri dapat diklasifikasikan berdasarkan durasinya menjadi dua yaitu :
a. Nyeri Akut
Nyeri akut adalah nyeri yang terjadi setelah cidera akut, penyakit, atau intervensi bedah dan memiliki awitan yang cepat, dengan intensitas yang bervariasi (ringan sampai berat) dan berlangsung untuk waktu singkat.
b. NyeriKronis
Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermitten yang menetap sepanjang suatu periode waktu. Nyeri kronik berlangsung lama, intensitas yang bervariasi, dan biasanya 2.3.3 Komponen pengkajian
Komponen pengkajian analisis symptom meliputi (PQRST): P (Paliatif/Profocatif: yang menyebabkan timbulnya masalah), Q (Quality: kualitas nyeri yang dirasakan), R (Regio: lokasi nyeri), S (Severity: keparahan), T (Time: waktu) (Andarmoyo, 2013).
2.4 Konsep Relaksasi Nafas dalam 2.4.1 Definisi
Teknik relaksasi merupakan salah satu cara non-farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum. Masalah penelitian adalah banyaknya ibu post partum yang mengalami nyeri setelah dilakukan penjahitan perineum. Tujuan penelitian ini untukn mengetahui pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum ( Evi, 2013).
2.4.2 Tujuan
Tujuan teknik relaksasi nafas dalam yang diberikan untuk mengetahui pengaruh teknik Relaksasi terhadap penurunan nyeri pada ibu post partum dengan luka jahitan perineum ( Evi, 2013 ) 2.4.3 Tahap Pemberian / langkah prosedur
1. Ciptakan lingkungan yang tenang
2. Usahakan tetap rileks dan tenang
3. Menarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru – paru dengan udara melalui hitungan 1,2,3
4. Perlahan – lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ekstremitas atas bawah rileks
5. Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
6. Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut secara perlahan – lahan
7. Membiarkan telapak tangan dan kaki rileks
8. Usahakan agar tetap konsetrasi / mata sambil terpejam 9. Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
10. Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
11. Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali.
12. Bila nyeri menjadi hebat, seseorang dapat bernafas secara dangkal dan cepat ( Priharjo, 2003 )
30 3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian pada Karya TulisI lmiah ini adalah laporan studi kasus. Laporan studi kasus yaitu cara atau teknik dalam pembuatan KTI yang dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiridari unit yang tunggal. Laporan studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian deskriptif ini merupakan penelitian yang benar – benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam situasi lapangan atau wilayah tertentu. Data yang terkumpu di klasifikasikan atau dikelompok – kelompokkan menurut jenis, sifat atau kondisinya, sesudah data lengkap maka dibuatlah kesimpulan (Arikunto,2010).
3.2 Batasan Istilah
Batasan istilah pada kasus ini adalah Asuhan Keperawatan pada klien nifas normal dengan nyeri akut di ruang flamboyan RSUD ungaran. Maka penulis hanya menjabarkan konsep Masa Nifas beserta asuhan keperawatan mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi yang disusun secara naratif.
3.3 Partisipan
Pada sub bab ini dideskripsikan tentang karakterisitik partisipan / kasus yang akan diteliti, unit partisipan dalam keperawatan pada umumnya adalah Pasien. Dalam penelitian studi kasus ini menggunakan partisipan dalam keperawatan umumnya yaitu 2 pasien dan keluarganya. Subyek yang
digunakan adalah 2 pasien nifas normal dengan masalah keperawatan dan diagnosa medis yang sama yaitu nyeri akut.
3.4 Lokasi dan Waktu penelitian
Lokasi menjelaskan tempat atau lokasi tersebut dilakukan (Notoadmojo,2012). Lokasi studi kasus ini dilaksanakan di RSUD Ungaran.
Waktu pelaksanaan merupakan waktu kapan kasus diambil yang telah ditentukan (Notoadmojo, 2012). Studi kasus ini dilaksanakan pada tanggal 22 Mei – 3 Juni 2017.
3.5 Pengumpulan Data
Menurut Hidayat, 2014 metode pengumpulan data yang digunakan dibagi menjadi tiga metode yaitu:
3.5.1 Wawancara
Penulis melakukan wawancara dalam pengkajian kepada pasien dalam metode wawancara ini, penulis menggunakan daftar pertanyaan instrumen berupa pengkajian asuhan keperawatan pada ibu post partum. Wawancara dilakukan penulis kepada pasien , keluarga, dan perawat untuk menggali informasi secara lebih detail.
3.5.2 Observasi dan pemeriksaan fisik 1) Observasi
Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara, observasi pada Post partum antara lain :
1. Tanda-tanda vital 2. Pemeriksaan head to toe 3. Pemeriksaan payudara
4. Observasi luka pada post partum 5. Observasi tanda-tanda resiko infeksi 2) Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dapat dilakukan melalui empat teknik, yaitu inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi (IPPA). Pemeriksaan ini tertuju pada pemeriksaan abdomen pasien post partum terutama pada luka post partum.
Penjelasan mengenai teknik-teknik pemeriksaan fisik tersebut adalah sebagai berikut :
a) Inspeksi
Inspeksi merupakan proses observasi yang dilakukan secara sistematik. Inspeksi dilakukan dengan dengan menggunakan indra penglihatan, pendengaran dan penciuman sebagai alat untuk mengumpulkan data. Inspeksi di mulai dari awal berinteraksi dengan klien dan diteruskan pada pemeriksaan selanjutnya. Penerangan yang cukup sangat diperlukan agar perawat dapat membedakan luka jahitan perineum warna, bentuk, dan kebersihan tubuh. Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi ukuran tubuh, bentuk, warna kulit,
bentuk tubuh, serta porsi dan kesimetrisan tubuh. Pada proses inspeksi perawat harus membandingkan bagian tubuh yang normal dengan bagian tubuh yang abnormal .
b) Palpasi
Palpasi merupakan teknik pemeriksaan yang menggunakan indra peraba. Tangan dan jari-jari adalah instrumen yang sensitif dan dapat digunakan untuk pengumpulan data tentang suhu, turgor, bentuk, kelembapan, vibrasi, dan ukuran .
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan selama melakukan palpasi :
(1) Ciptakan lingkungan yang kondisif, nyaman dan santai.
(2) Tangan perawat harus dalam keadaan yang kering dan hangat serta kuku jari-jari harus dipotong rapi dan pendek . c) Perkusi
Perkusi merupakan teknik pemeriksaan dengan mengetuk-ngetukkan jari perawat (sebagai alat untuk menghasilkan suara) kebagian tubuh klien yang akan dikaji untuk membandingkan bagian yang kiri dengan yang kanan. Perkusi bertujuan untuk mengidenfikasi lokasi, ukuran, bentuk dan konsistensi jaringan.
Suara-suara yang akan ditemui perkusi : (1) Sonor : Suara perkusi jaringan normal.
(2) Pekak : Suara perkusi jaringan padat yang terdapat jika ada cairan rongga pleura, perkusi daerah jantung, dan perkusi daerah hepar .
(3) Redup : Suara perkusi jaringan yang lebih padat atau konsolidasi paru-paru seperti pneumonia .
(4) Hipersonor atau tympani : Suara perkusi pada daerah yang mempunyai rongga-rongga kosong seperti pada daerah caverna-caverna paru dan klien dengan asma kronik. Pada klien yang mempunyai bentuk dada Barrel-chest akan terdengar seperti ketukan pada benda-benda kosong dan bergema.
d) Auskultasi
Auskultasi merupakan teknik pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi yang dihasilkan oleh tubuh.
Ada empat ciri-ciri bunyi yang perlu dikaji dengan auskultasi, yaitu :
(1) Pitch (bunyi yang tinggi ke rendah).
(2) Keras ( bunyi yang halus ke keras).
(3) Kualitas (menguat sampai melemah).
(4) Lama (pendek, menengah, panjang ).
Penulis melakukan pemeriksaan fisik sesuai IPPA sesuai teori diatas.
3.5.3 Studi dokumentasi
Penulis melakukan, studi dokumentasi dengan cara melihat status pasien dan hasil laboratorium.
3.6 Uji Keabsahan Data
Uji keabsahan data dimaksudkan untuk menguji kualitas data / informasi yang diperoleh sehingga menhasilkan data dengan validitas tinggi. Uji keabsahan mempunyai dua fungsi yaitu melaksanakan pemeriksaan sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuan dapat dipercaya, dan memperlihatkan derajat kepercayaan hasil – hasil penemuan dengan jalan pembuktian terhadap ganda yang sedang diteliti (Prastowo, 2011).
Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi dari tiga sumber data yaitu klien, perawat, dan keluarga klien yang berkaitan dengan masalah yang diteliti yaitu pada pasien yang mengalami Nifas Normal di RSUD Ungaran.
3.7 Analisa Data
Setelah melakukan asuhan keperawatan akan dilakukan analisa data dengan metode membandingkan antara tindakan yang dilakukan dengan jurnal penelitian dan teori didalam buku.
Dalam penelitian ini analisis data dilakukan sejak peneliti di lapangan, sewatu pengumpulan data sampai dengan semua data terkumpul.
Analisa data dilakukan dengan cara mengemukakan fakta, selanjutnya membandingkan dengan teori yang ada dan selanjutnya dituangkan dalam opini pembahasan. Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban-jawaban yang diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah.
Teknik analisis digunakan dengan cara observasi oleh peneliti dan studi
dokumentasi yang menghasilkan data untuk selanjutnya diinterpretasikan dan dibandingkan teori yang ada sebagai bahan urutan untuk memberikan rekomendasi dalam intervensi tersebut. Langkah-langkah dalam analisis data adalah sebagi berikut :
1) Pengumpulan Data
Pengkajian post partum kepada pasien yang berisi keadaan umum, kesadaran, berat badan, tinngi badan, riwayat persalinan, pemeriksaan payudara, pemeriksaan REEDA, pemeriksaan lokhea dan pemeriksaan abdomen.
Pengumpulan data yaitu mengumpulkan data di lokasi studi kasus dengan melakukan observasi wawancara dan dokumentasi dengan menentukan stategi pengumpulan data yang dipandang tepat dan untuk menentukan fokus serta pendalaman data pada proses pengumpulan data berikutnya (Sugiyono, 2012).
2) Mereduksi Data
Hasil pengkajian didapatkan keluhan utama pada ke 2 pasien adalah nyeri pada luka post partum.
Mereduksi data merupakan cara dimana peneliti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema polanya, sehingga data lebih mudah dikendalikan (Sugiyono, 2012). Dalam studi kasus ini mereduksi data yang dimaksud adalah data hasil wawancara yang terkumpul dalm bentuk catatan lapangan dijadikan satu dalam bentuk transkrip dan
dikelompokkan menjadi data subjektif dan objektif, dan dianalisis dan ditegakan diagnosa keperawatan berdasarkan hasil.
3) Penyajian Data
Setelah data dikelompokkan penyajian data dilakukan dengan table, dan teks naratif. Kerahasiaan dari klien dijamin dengan jalan mengaburkan identitas dari klien.
4) Kesimpulan
Menurut Sugiyono (2012) kesimpulan dalam penelitian kulitatif yang diharapkan adalah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada atau berupa gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum jelas sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Penarikan kesimpulan ini dilakukan dengan melihat tujuan khusus yang sudah dirumuskan. Data yang dikumpulkan terkait dengan data-data pengkajian, diagnosis, perencanaan, tindakan, dan evaluasi.
38 4.1. Gambaran Lokasi Pengambilan Data
Studi kasus ini dilaksanakan di RSUD Ungaran khususnya di ruang Flamboyan. Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran adalah rumah sakit umum daerah milik pemerintah daerah kabupaten semarang, yang mempunyai tugas melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanankan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan.
4.2 Pengkajian
4.2.1 Identitas Klien
Identitas Klien Klien 1 Klien 2
Tanggal pengkajian 27.05.2017 29.05.2017 Taanggal masuk RS 27.05.2017 29.05.2017
Nama Ny.D Ny.L
Alamat Jl. Maospati Raya 14 Rt 04/08
Gebusan Rt 4/2 Bregas
Umur 29 Tahun 18 Tahun
No. RM 575587 287777
Agama Islam Islam
Pendidikan SMA SMP
Pekerjaan IRT IRT
Suku Bangsa Jawa Jawa
Diagnosa Post. Partum spontan Post. Partum spontan
Dokter Dr.A Dr.A
4.2.2 Identitas Penanggung Jawab
Identitas Klien 1 Klien 2
Nama Tn.R Tn.S
Alamat Jl. Maospati Raya 14 Gebusan rt 4/2
rt 04/08 Bregas
Umur 30 Tahun 20 Tahun
Agama Islam Islam
Pendidikan D3 SMA
Hub. dengan klien Suami Suami
4.2.3 Riwayat Kesehatan
Riwayat Klien 1 Klien 2
Keluhan utama
Ny. D mengatakan nyeri pada luka jahitan di perineum
Ny. L mengatakan nyeri pada luka jahitan di
UNGARAN dengan
keluhan pasien
mengatakan kencang – kencang sejak sore keluar lendir darah dari jalan lahir dengan riwayat obstetri G₁P₀A₀ dengan kehamilan 38 Minggu. Kemudian dipindahkan ke ruangan VK RSUD UNGARAN untuk dilakukan observasi dan tindakan lebih lanjutdan pasien terpasang infus RL.
Kemudian dikaji pada hari Sabtu jam 17.00 WIB hari ke nol post partum. P : Pasien mengatakan masih nyeri karena terdapat luka jahitan di perineum. Q : nyeri seperti di sayat – sayat. R : nyeri dibagian area luka jahitan. S : hari Senin, 29 Mei 2017 pukul 12.15 WIB di bawa ke IGD RSUD
UNGARAN dengan
keluhan pasien
mengatakan sering merasakan kencang – kencang dari subuh dan sekitar jam 10.45 keluar lendir darah dari jalan lahir dengan riwayat obstetri G₁P₀A₀ dengan kehamilan 37 minggu.
Kemudian dipindahkan keruangan VK RSUD
UNGARAN untuk
dilakukan observasi dan tindakan lebih lanjut.
Kemudian dikaji hari Senin jam 18.43 WIB hari ke nol post partum.
P : Pasien mengatakan nyeri karena terdapat luka jahitan di
Riwayat penyakit dahulu
Ny. D mengatakan
belum pernah
mengalami persalinan, penyakit kritis atau dirawat di rumah sakit.
Ny. L mengatakan belum pernah dirawat di rumah sakit.
Riwayat penyakit keluarga
Ny. D mengatakan dalam keluarganya tidak memiliki penyakit menurun. Misal : DM, Hepatitis, Asma dan lain – lain.
Ny. L mengatakan dalam keluarganya tidak memiliki penyakit menurun. Misal : Asma, DM, hepatitis dan lain – lain..
4.2.4 Riwayat Obstetri
Riwayat Klien 1 Klien 2 Riwayat kehamilan Ny.D mengatakan
selama kehamilan pernah melakukan Ante Natal Care
Ny.L mengatakan selama kehamilan pernah melakukan Ante Natal Care (ANC) tetapi tidak rutin di Puskesmas terdekat. Berat badan : 53 kg dan tinggi badan : 155 cm
Riwayat persalinan Ny. D mengatakan Ny. L mengatakan
baru pertama kali melahirkan pada tanggal 27 Mei 2017 jam 13.55 wib
baru pertama kali melahirkan pada tanggal 29 Mei 2017 jam 14.45 wib.
Anak 1 Perempuan,
persalinan spontan, ditolong oleh dokter dan masih hidup, terjadi robekan perineum sehingga dilakukan
penjahitan.
Perempuan,
persalinan spontan ditolong oleh dokter dan masih hidup, terjadi robekan perineum sehingga dilakukan
penjahitan Kebutuhan dasar manusia
Pola Nutrisi dan dapat menghabiskan 1 porsi piring dan 1 menghabiskan 1 porsi piring dan 1 menghabiskan 1 porsi piring dan 1 gelas air putih. Ny.L tidak ada keluhan.
Selama dirawat: dapat menghabiskan 1 porsi piring dan 1 gelas putih. Ny.L tidak ada keluhan.
Pola eliminasi Sebelum dirawat:
Ny.D BAB 1 x sehari, konsistensi
Cair, warna sehari, konsistensi
Cair, warna
bening, tidak ada keluhan
Selama dirawat:
Ny.D belum BAB tidak ada keluhan.
Ny D BAK 5-6 x sehari, urine cair, kuning bening, keluhan nyeri.
bening, tidak ada keluhan
Selama dirawat:
Ny.L belum BAB, tidak ada keluhan.
Ny.L BAK 5-6 x sehari, urine cair, kuning bening, keluhan nyeri
Analisa keseimbangan cairan per hari
Input : ± 5.700 cc melakukan semua aktivitas secara mandiri
Selama dirawat:
Ny. D melakukan aktifitas secara : Dibantu orang lain : mandi, berpakaian, mobilitas di atas melakukan semua aktivitas secara mandiri.
Selama dirawat:
Ny. L melakukan aktifitas secara : Mandiri : makan dan minum dan ROM, berpakaian, mobilitas diatas tempat tidur, berpindah
Dibantu orang lain : Mandi, toileting.
Pola Istirahat tidur Sebelum dirawat:
Ny.D tidur siang selama 2-3 jam, tidur malam 7-8
jam, tidak
menggunakan pengantar tidur, tidak ada keluhan.
Selama dirawat:
Ny.D tidur siang selama 1-2 jam, tidur malam 8 jam, tidak menggunakan pengantar tidur, tidak ada keluhan.
Sebelum dirawat: pengantar tidur, tidak ada keluhan.
Selama dirawat:
Ny.L tidur siang selama 1 jam, tidur malam 8 jam, tidak menggunakan pengantar tidur, tidak ada keluhan.
Keadaan Mental Adaptasi Psikologis
- Perubahan -Ny. D masih -Ny L masih
psikososial Ibu terhadap bayi :
berperilaku
tergantung dengan orang lain saat mengurus bayinya - Ny. D lemas namun lega setelah persalinan, terlihat bahagia karena bayinya lahir dengan selamat dan tidak cacat.
- Ny. D belum terbiasa merawat bayinya, ia belajar mrawat bayinya dari perawat, bidan dan ibunya.
- Ny. D bahagia anak pertamanya dengan jenis kelamin perempuan telah lahir dengan normal dan sehat.
berperilaku
tergantung dengan orang lain saat mengurus bayinya.
- Ny. L lemas namun lega setelah persalinan, terlihat bahagia karena bayinya lahir dengan selamat dan tidak cacat.
- Ny. L belum terbiasa merawat bayinya dan ia tidak mau memberi ASI kepada anaknya.
- Ny. L bahagia anak pertamanya dengan jenis kelamin perempuan telah lahir dengan normal dan sehat.
4.2.5 Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan Klien 1 Klien 2
Kepala Mesochepal. Mesochepal.
Muka Oval, tidak pucat Oval, tidak pucat
polip, bersih, tidak ada gangguan penciuman
bersih, tidak ada gangguan penciuman
Mulut Bersih Bersih
Telinga Simetris, tidak ada gangguan pendengaran, tidak ada serumen, bersih.
Simetris, tidak ada gangguan pendengaran, tidak ada serumen, bersih.
Leher Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.
Dada
Inspeksi IC tidak nampak, tidak ada jejas atau lesi.
IC tidak nampak, tidak ada jejas atau lesi.
Palpasi Tidak ada nyeri tekan. Tidak ada nyeri tekan.
Perkusi Sonor Sonor
Auskultasi Vesikuler. Vesikuler.
Abdomen
Inspeksi Tidak ada luka. Tidak ada luka.
Auskultasi Bising usus 8 kali/menit
Bising usus 8 kali/menit Palpasi 3 jari dibawah pusat 3 jari dibawah pusat
Perkusi Thympani Thympani
Involusi uterus
Baik Baik
Fundus uterus
Fundus uterus