BAB V PEMBAHASAN
5.4 Implementasi Keperawatan
Implementasi keperawatan merupakan catatan tentang tindakan yang diberikan kepada pasien. Pencatatan mencakup tindakan keperawatan yang diberikan baik secara mandiri maupun kolaboratif, serta pemenuhan kriteria hasil terhadap tindakan yang diberikan kepada klien (Hutahean, 2010).
Implementasi dalam mengurangi nyeri klien 1 dan klien 2 adalah mengkaji skala nyeri, melakukan pengkajian nyeri komprehensif, memberikan informasi mengenai nyeri, mengajarkan klien menggunakan teknik relaksasi, awasi atau memantau TTV, mengkolaborasikan dengan dokter dalam pemberian analgetik.
Pada kasus klien 1, sebelum dilakukan implementasi klien merasakan nyeri dengan skala 5 dan nyeri hilang timbul. Data objektif ekspresi wajah nampak merintih menahan nyeri dengan TD:120/80 mmHg, N : 82 kali/menitT : 38 OC. Setelah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam klien merasakan nyeri berkurang dengan skala 3 dan nyeri hilang timbul. Data objektifnya Ekspresi wajah pasien tampak rileks dengan TD : 120 / 60 mmHg, Nadi : 80x / menit, RR : 21x / menit, suhu : 36,9°C.
Pada kasus klien 2, sebelum dilakukan implementasin klien merasakan nyeri dengan skala 5 dan nyeri hilang timbul. Data objektif Ekspresi wajah
pasien merintih ketika bergerak TD : 120 / 90 mmHg, Nadi : 80x / menit, RR : 20x / menit, suhu : 38,7°C, Setelah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam klien merasakan nyeri berkurang dengan skala 4 dan nyeri hilang timbul.
Data objektifnya Ekspresi wajah pasien masih menahan nyeri TD : 120 / 70 mmHg, Nadi : 80x / mrenit, RR : 21x / menit, suhu : 37,0°C
Implementasi utama yang dilakukan penulis dalam menangani nyeri pada klien nifas normal atau post partum adalah Teknik Relaksasi nafas dalam.
Teknik Relaksasi merupakan metode yang efektif untuk mengurangi nyeri dengan cara nafas dalam dengan cara relaksasi membantu mengurangi tegangan otot, sehingga menurunkan intensitas nyeri atau meningkatkan toleransi nyeri, dengan cara mengajarkan pasien untuk menggunakan pernafasan abdomen berirama dan lambat enam sampai sembilan kali permenit, dan dapat mempertahankan irama yang lambat dan konstan ( Evi, 2013 ).
Implementasi yang penulis lakukan kepada klien 1 dan klien 2 yaitu Teknik Relaksasi. Sesuai pada jurnal yang berjudul “ Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Penurunan Nyeri Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Post Partum di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan” penulis mencoba mengurangi rasa nyeri yang dirasakan klien dengan Teknik Relaksasi Nafas Dalam. Hasil yang didapatkan dari klien 1 dan klien 2 setelah dilakukan Teknik Relaksasi pada hari kedua dan ketiga nyeri sudah berkurang atau menurun dan ekspresi klien tampak rileks.
5.5 Evaluasi Keperawatan
Tahap penilaian atau evaluasi adalah perbandingan yang sistematis dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilakukan dengan cara bersinambungan dengan melibatkan klien, keluarga, dan tenaga kesehatan lainnya. tujuan evaluasi adalah untuk melihat kemampuan klien dalam mencapai tujuan yang disesuaikan dengan kriteria hasil pada tahap perencanaan Metode yang digunakan adalah dengan SOAP (Subyektif, Obyektif, Analisis, Planning) (Setiadi, 2012 ).
Evaluasi yang dilakukan pada klien 1 selama 3x24 jam didapatkan hasil pada diagnosa nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik yaitu S : Pasien mengatakan nyeri berkurang P : Pasien mengatakan nyeri karena post partum, Q : Nyeri seperti tersayat – sayat, R : Nyeri dibagian luka jahitn di perineum, S : Skala nyeri 3, T : Nyeri hilang timbul, O : Ekspresi wajah pasien tampak rileks TD : 120 / 60 mmHg, Nadi : 80x / menit, RR : 21x / menit, suhu : 36,9°C, A : Masalah teratasi, P : Hentikan Intervensi
Evaluasi yang dilakukan pada klien 2 selama 3x24 jam didapatkan hasil pada diagnosa nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik yaitu S : Pasien mengatakan masih merasakan nyeri tetapi nyeri sudah berkurang, P : Pasien mengatakan nyeri karena post partum, Q : Nyeri seperti tersayat – sayat, R : Nyeri dibagian luka jahitan di perineum, S : Skala nyeri 4, T : Nyeri hilang timbul O : Ekspresi wajah pasien masih menahan nyeri TD : 120 / 70 mmHg, Nadi : 80x / menit, RR : 21x / menit, suhu : 37,0°C, A : Masalah teratasi sebagian, P: Lanjutkan Intervensi kaji skala nyeri, monitor TTV, ulangi teknik relaksasi.
Secara teori nyeri dikatakan berkurang apabila kriteria hasil terpenuhi.
Kriteria hasil ini antara lain pasien tidak mengeluh nyeri atau nyeri berkurang, tanda – tanda vital dalam batas normal, ekspresi wajah pasien tenang dan rileks(Evi, 2013 ).
Hal ini sesuai dengan jurnal yang berjudul “Pengaruh Teknik Relaksasi Terhadap Penurunan Nyeri Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Post Partum di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan” bahwa setelah dilakukan teknik relaksasi responden mengalami penurunan intensitas nyeri. Nyeri yang dirasakan pada awal pengkajian yang masih tinggi atau sedang setelah dilakukan teknik relaksasi menjadi ringan atau hilang.
79 6.1 Kesimpulan
Setelah penulis melaksanakan asuhan keperawatan kepada klien 1 dan klien 2, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut :
6.1.1 Pengkajian
Pada tahap pengkajian pada Ny. D dan Ny. L didapatkan data, keluhan utama pasien yaitu pasien mengalami nyeri pada luka post partum. P : Pasien mengatakan nyeri karena post partum Q : Nyeri seperti disayat – sayat, R : Nyeri dibagian luka jahitan, S : Skala nyeri 5, T : Nyeri hilang timbul. Data objektif : ekspresi wajah pasien merintih ketika duduk dan bergerak TTV : TD : 120 / 80 mmHg, Nadi : 82 x / menit, RR : 20x / menit, suhu : 38°C. Pada tahap pengkajian pada pasien 2 didapatkan data, keluhan utama pasien yaitu pasien mengalami nyeri pada luka post partum. P : Pasien mengatakan nyeri karena post partum, Q : Nyeri seperti disayat – sayat, R : Nyeri dibagian luka jahitan, S : Skala nyeri 5, T : Nyeri hilang timbul. Data objektif : ekspresi wajah pasien merintih ketika duduk dan bergerak TTV : TD : 120 / 90 mmHg, Nadi : 80 x / menit, RR : 20x / menit, suhu : 38,7°C
6.1.2 Prioritas diagnosa keperawatan
Prioritas diagnosa keperawatan pada kasus ini untuk klien 1 dan klien 2 adalah nyeri akut (000132) berhubungan dengan agen cidera fisik.
6.1.3 Intervensi keperawatan
Intervensi yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri klien 1 dan klien 2 adalah Kaji skala nyeri, lakukan pengkajian nyeri komprehensif, berikan informasi mengenai nyeri, ajarkan pasien menggunakan teknik relaksasi, memonitor TTV, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi analgesik.
6.1.4 Implementasi Keperawatan
Asuhan Keperawatan pada pasien 1 dan pasien 2 dengan post partum di ruang Flamboyan RSUD Ungaran. Penulis telah melakukan implementasi berdasarkan perencanaan yang penulis rumuskan sebelumnya yaitu mengkaji skala nyeri, melakukan pengkajian nyeri komprensif, memberikan informasi mengenai nyeri, mengajarkan pasien menggunakan teknik relaksasi, memonitor TTV, melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi Analgesik ( ceftriaxone, asam mefenamat, dan amoxicilin )
6.1.4 Evaluasi keperawatan
Evaluasi tanggal 29 Mei 2017 pada pasien 1 didapatkan hasil Subyektif P : Pasien mengatakan nyeri karena post partum, Q : Nyeri seperti tersayat – sayat, R : Nyeri dibagian luka jahitan di perineum, S :
Skala nyeri 3, T : Nyeri hilang timbul, objektif : ekspresi wajah pasien tampak rileks TD : 120 / 60 mmHg, Nadi : 80x / menit, RR : 21x / menit, suhu : 36,9°C, Analisa masalah teratasi, Planning Hentikan Intervensi.
Evaluasi tanggal 31 Juni 2017 pada pasien 2 didapatkan hasil subyektif P : Pasien mengatakan nyeri karena post partum, Q : Nyeri seperti tersayat – sayat, R : Nyeri dibagian luka jahitan di perineum, S : Skala nyeri 4, T : Nyeri hilang timbul, objektif : ekspresi wajah pasien masih menahan nyeri TD : 120 / 70 mmHg, Nadi : 80x / menit, RR : 21x / menit, suhu : 37,0°C, Analisa masalah teratasi sebagian, planning lanjutkan Intervensi Mengkaji skala nyeri, memonitor TTV, mengulang teknik relaksasi
6.2 Saran
Setelah penulis melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan nifas normal akan memberikan usulan dan masukan yang positif khususnya dibidang kesehatan antara lain :
6.2.1 Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan ( Rumah sakit )
Rumah sakit dapat memberikan pelayanan kesehatan dan mempertahankan hubungan kerjasama baik antara tim kesehatan maupun dengan pasien , sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang optimal pada umumnya dan khususnya bagi pasien post partum
6.2.2 Bagi Tenaga Kesehatan Perawat
Hendaknya para perawat memiliki tanggung jawab dan ketrampilan yang baik dan selalu berkoordinasi dengan tim
kesehatan yang lain dalamm memberikan asuhan keperawatan khususnya pada pasien post partum, keluarga, perawat dan tim kesehatan lain mampu membantu dalam kesembuhan klien serta memenuhi kebutuhan dasarnya.
6.2.3 Bagi Institusi Pendidikan
Dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang lebih berkualitas sehingga dapat menghasilkan perawat yang profesional, terampil, inovatif dan bermutudalam memberikan asuhan keperawatansecara komprehensif berdasarkan ilmu dan kode etik keperawatan
DAFTAR PUSTAKA
.
Andarmoyo, S. 2013. Konsep Dan Proses Keperawatan Nyeri. Cetakan Pertama.
Ar-Ruzz Media. Jogjakarta.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : EGC.
Aspiani, reny yuli. 2017. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Maternitas : Aplikasi Nanda, Nic dan Noc. Jakarta : TIM 2017.
Astuti, H. P. 2012. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ibu I (Kehamilan). Yogyakarta : Rohima Press
Bulleck, et al. 2015. Nursing Intervention Clarification (NIC). Edisi 6 Eltevier.
Singapore
Dermawan, Kelana Kusuma. 2012. Metode Penelitian Keperawatan. Jakarta : CV.
Dina Dewi. 2011. Hubungan mobilisasi dini dengan kecepatan kesembuhan luka perineum pada ibu post partum di seluruh wilayah kerja puskesmas singosari kabupaten malang. Skripsi diterbitkan. Malang : Fakultaskedokteran – Universitas Brawijaya.
Dinkes jateng. 2016. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016.
Semarang.
Fauziah, Siti dan Sutejo. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Kehamilan Vol.1. jakarta : Kencana.
Herdman, H & Kamitsuru, S. 2015. Diagnosa Keperawatan Definisi &
Klasifikasi 2015 – 2017. Jakarta : EGC.
Hidayat, Aziz Alimul. 2014. metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.
Indriyani dian. 2013. Aplikasi Konsep dan Teori Keperawatan Maternitas Postpartum dengan Kematian Janin. Ar-Ruzz Media : Jogjakarta.
Isro’in, Andarmoyo. 2012. Personal hygene konsep, proses dan aplikasi dalam praktik keperawatan. Graha Ilmu :Yogyakarta.
Marmi. 2017. Asuhan Kebianan pada Masa Nifas”Peuperium Care”. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Mitayani, 2009 .Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta : Salemba Medika.
Notoadmojo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Nur Imamah Evi, Tarmi dan Heny Ekawati. 2013. Pengaruh Teknik Relaksasi
Terhadap Penurunan Nyeri Luka Jahitan Perineum pada ibu post partum di Rumah Sakit Muhammdaiyah Lamongan. Vol.02, No.VI, Agst 2013
Nursalam. 2008. Proses dan Dokumentasi Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental keperawatan ( Konsep Proses dan Praktik ). Edisi 4. Jakarta : EGC
Prastowo, A. 2011. Metoede Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Ar – Ruzz Media.
Prawirohardjo, Sarwono. 2012. IlmuKebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Priharjo, R. 2007. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC Priharjo, R.2003. Perawatan nyeri. Jakarta. EGC.
Sari, R. N. 2012. Konsep Kebidanan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta : SalembaMedika.
Trans Info Media
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Mia Putrisari
Tempat, tanggal lahir : Sukoharjo,30 Mei 1996 Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat Rumah : Siring Rt 4/1 Sugihan, Bendosari. Sukoharjo Riwayat Pendidikan : TK 1 Sugihan
SD Negeri 1 Sugihan SMP Negeri 1 Bendosari SMA Negeri 1 Mojolaban Riwayat Pekerjaan : tidak ada
Riwayat Organisasi : tidak ada Publikasi : tidak ada
SURYA 1 Vol.02, No.VI, Agst 2013 Evi Nur Imamah*, Tarmi**, Heny Ekawati***
…………...……….…… …… . .….ABSTRAK…… … ...………. …… …… . .….
Teknik relaksasi merupakan salah satu cara non-farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum. Masalah penelitian adalah banyaknya ibu post partum yang mengalami nyeri setelah dilakukan penjahitan perineum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum.
Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah Pra-Eksperiment (One Group pratest-Postest Design), populasi ibu post partum dengan jahitan perineum di ruang sakinah RS Muhammadiyah Lamongan pada bulan Agustus dan September tahun 2009 berjumlah 53 orang tehnik sampling adalah Simple Random Sampling, jumlah sampel yang diinginkan peneliti berjumlah 20 orang, data diambil dengan menggunakan lembar observasi kemudian dianalisis sesuai dengan variable serta skalanya masing-masing, dari analisa tersebut kemudian dilakukan uji Wilcoxon Sign Rank Test.
Dari hasil penelitian diperoleh tingkatan nyeri ibu post partum dengan luka jahitan perineum sebelum dilakukan teknik relaksasi mengalami nyeri sedang sebanyak 17 orang atau 85%, setelah dilakukan teknik relaksasi nyeri berkurang menjadi ringan sebanyak 11 orang atau 55% dan tidak merasa nyeri sebanyak 9 orang atau 45%. Dari hasil penelitian diperoleh p=0,001 (p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum.
Setelah melihat hasil penelitian ini maka teknik relaksasi adalah salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu post partum dengan nyeri luka jahitan perineum.
Kata Kunci : Teknik Relaksasi, Nyeri Luka jahitan Perineum.
PENDAHULUAN. …… . … … . Proses persalinan adalah keadaan yang fisiologis yang akan dialami oleh ibu bersalin, Dari proses persalinan pervaginam perlukaan jalan lahir sering terjadi. Jenis perlukaan ringan berupa luka lecet, dan yang berat berupa suatu robekan. Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pervaginam baik itu robekan yang di sengaja dengan episiotomi maupun robekan secara spontan akibat dari persalinan, robekan perineum ada yang perlu tindakan penjahitan ada yang tidak perlu. Dari jahitan perineum tadi pasti menimbulkan rasa nyeri (Chapman,
wa
Vicky, 2006:265). 70% nita yang pervaginam sedikit banyak melahirkan
mengalami trauma perineal, kebanyakan morbiditas maternal setelah trauma perineal tetap tidak dilaporkan ke profesional kesehatan (Chapman, Vicky, 2006:444).
Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan, bersifat sangat subyektif karena perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkatannya, dan hanya pada orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya (Uliyah, 2006:126).
SURYA 2 Vol.02, No.VI, Agst 2013 Lamongan adalah rumah sakit rujukan, jadi
kebanyakan pasien yang partus spontan pervaginam dilakukan episiotomy. Survey awal yang dilakukan pada 10 responden ibu post partum dengan jahitan perineum di Lamongan Muhammadiyah
Rumah Sakit
yang tidak melakukan teknik relaksasi mengalami nyeri luka jahitan perineum yaitu sebanyak 5 orang atau 50% mengalami nyeri berat 3 orang atau 30% nyeri sedang dan 2 orang atau 20% mengalami nyeri ringan.
Dari data tersebut diatas masih banyak ibu post partum yang mengalami nyeri.
Masalah nyeri perineum post partum tidak hanya pada nyeri itu sendiri, tetapi juga mengenai efeknya pada hubungan wanita dengan orang yang dekat dengannya.
Awalnya ini dikaitkan dengan kemampuan wanita agar cukup berelaksasi untuk menyusui dan kemudian pemulihan aktifitas seksualnya (Mander, 2003:225). Pada ibu post partum yang mengalami rasa nyeri bisa mendukung terjadinya stress yang akan meningkatkan keletihan (Mubarak, 2007:72)
Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meringankan nyeri adalah metode pengendalian nyeri non-Farmakologis adalah dengan teknik relaksasi, teknik yang lain seperti massage, distraksi, kompres hangat, imagori, hypnosis,acupressure, yoga, therapy aroma, dll. Untuk mengurangi rasa nyeri ada banyak cara tetapi peneliti disini hanya menggunakan teknik relaksasi. Relaksasi merupakan metode yang efektif untuk mengurangi nyeri dengan cara nafas dalam dengan cara relaksasi membantu mengurangi tegangan otot, sehingga menurunkan intensitas nyeri atau meningkatkan toleransi nyeri, dengan cara mengajarkan pasien untuk menggunakan pernafasan abdomen berirama dan lambat enam sampai sembilan kali permenit, dan dapat mempertahankan irama yang lambat dan konstan(Mander, 2003:149).
Dalam keadaan kaya akan oksigen yang bersih diharapkan metabolisme didalam tubuh akan berjalan dengan baik dan otak akan relaksasi sehingga impuls nyeri yang diterima akan diolah dengan baik dan diterjemahkan dengan persepsi nyeri yang berkurang.
berhubungan dengan peredaan rasa nyeri tetapi juga berhubungan dengan istirahat dan tidur serta dapat juga menurunkan ketegangan atau stress. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengukur pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan nyeri pada ibu post partum dengan luka jahitan perineum.
METODE PENELITIAN.… … .…
yang digunakan Desain penelitian
adalah Pra - Eksperiment atau One Group Pratest-Postest Design yaitu kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi kemudian diobservasi lagi setelah intervensi (Nursalam,2003:56). Dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik Relaksasi terhadap penurunan nyeri pada ibu post partum dengan luka jahitan perineum di RS Muhammadiyah lamongan Kabupaten Lamongan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2009
HASIL.PENELITIAN … 1. Data Umum
1) Gambaran Umum Tempat Penelitian Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan merupakan salah satu RS di Lamongan dan merupakan RS rujukan yang berada di Jl.
Jaksa Agung Suprapto 76 Lamongan dan terletak dipinggiran kota. Gedung utama terdiri dari 3 lantai dan gedung lainnya terdiri dari 2 lantai. Pelayanan terdiri dari rawat inap dan rawat jalan.
Rawat jalan terdiri dari IGD (Instalasi p
Gawat Darurat), oliklinik, klinik sup kesehatan dan pelayanan
spesialis
masyarakat. Poliklinik terdiri dari klinik umum, klinik penyakit dalam, klinik anak, klinik kebidanan, klinik bedah, klinik jantung, klinik syaraf, klinik gigi dan mulut, klinik kulit dan kelamin, klinik paru, klinik mata, klinik THT, klinik alternatif, klinik rehap medik, general check up. Klinik sub spesialis terdapat bedah urologi, bedah orthopedi, bedah digestif, bedah onkologi, bedah anak, bedah syaraf, bedah kepala leher, laktasi, kecantikan. Pelayanan kesehatan Masyarakat terdapat home care, usaha kesehatan sekolah, PKMRS, klub diabetes mellitus, bincang
SURYA 3 Vol.02, No.VI, Agst 2013 rutin atau persemester.
Rawat inap terdiri dari ruang marwah, shofa, sakinah, zam-zam, roudhoh, multazam, ICU dan jumlah tempat tidur sejumlah 150 tempat tidur. Jumlah sumber daya manusia terdiri dari tenaga medis terdiri dari dokter, bidan dan perawat. Dan paramedis non perawat, non medis, jumlah SDI 403 orang
Penunjang medis terdiri dari apotik, laboratorium klinik, instalasi gizi, optik, ECHO-Kardiografi, Instalasi pemeliharaan sarana, pemulasaran jenazah dan ambulance, radiologi terdapat X-Ray, CT Scant dan USG.
Penunjang umum terdiri dari perpustakaan, penampungan air atau reservoir, incenerator, laundry, sterilisasi central, instalasi pengolahan air limbah, ruang pertemuan umum, ruang komite medis, SIRS, warung telekomunikasi, mini market, pelayanan KBIH Labbaik atau kelompok bimbingan ibadah haji.
RS Muhammadiyah Lamongan terakreditasi KARS Depkes 12 pelayanan izin operasional dari Depkes YM.02.04.2.1102 (10 Juli 2002-10 Juli 2007).
Status akreditasi lulus penuh. Rencana RS Muhammadiyah jangka pendek pelayanan MRE atau Medikal Record Elektronic.
2) Karakteristik Responden
Jumlah ibu post partum yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 20 orang, karakteristik ibu bersalin dalam penelitian ini meliputi umur, pendidikan, pekerjaan.
(1) Umur Ibu
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur di R. Sakinah RS Muhammadiyah Lamongan Pada Tahun 2009
No Umur Jumlah Prosentase
1 < 20 tahun 1 5
2 20 – 30 tahun 12 60
3 > 30 tahun 7 35
Total 20 100
Berdasarkan data di atas menunjukkan sebagian besar ibu post partum berumur 20 – 30 tahun yaitu sebanyak 12 orang atau 60%
dan sebagian berumur > 30 tahun yaitu sebanyak 7 orang atau 35% dan hanya
1 orang atau 5%.
(2) Pendidikan Responden
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan di R.
Sakinah RS Muhammadiyah Lamongan Pada Tahun 2009 No Pendidikan Jumlah Prosentase
1 SD 0 0
2 SLTP 5 25
3 SLTA 11 55
4 DIII/PT 4 20
Total 20 100
Berdasarkan data di atas menunjukkan sebagian besar ibu post partum berpendidikan SLTP yaitu sebanyak 5 orang atau 25% dan sabagian kecil berpendidikan DIII/PT yaitu sebanyak 4 orang atau 20%.
(3) Pekerjaan Responden
Tabel 3. Distribusi Responden Pekerjaan di R.
Berdasarkan
Sakinah RS Muhammadiyah Lamongan Pada Tahun 2009 No Pekerjaan Jumlah Prosentase
1 Ibu Rumah Tangga 5 25
2 Swasta 9 45
3 Wiraswasta 5 25
4 PNS 1 5
Total 20 100
Berdasarkan data di atas meninjukkan sebagian besar ibu post partum bekerja swasta yaitu sebanyak 9 orang atau 45% dan bekerja sebagai wiraswasta dan ibu rumah tangga @ sebanyak 5 orang atau 25% dan hanya sebagian kecil yang bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) yaitu 1 orang atau 5%.
2. Data Khusus
Dalam penelitian ini akan disajikan berdasarkan partum
post distribusi ibu
nyeri luka jahitan perineum tingkatan
dilakukan teknik relaksasi dan sebelum
setelah dilakukan teknik relaksasi, selanjutnya menganalisis perbedaan tingkat
SURYA 4 Vol.02, No.VI, Agst 2013 partum dengan perlakuan teknik relaksasi.
1) Tingkatan nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum sebelum dilakukan teknik relaksasi di Ruang Sakinah RS Muhammmadiyah Lamongan
Tabel 4. Distribusi Frekwensi Tingkatan Nyeri Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Post Partum Sebelum Dilakukan Teknik Relaksasi di R.
Sakinah RS Muhammadiyah Lamongan Pada Tahun 2009 No Tingkatan Nyeri Jumlah Prosentase
1 Nyeri Ringan 0 0
2 Nyeri Sedang 17 85
3 Nyeri Berat 3 15
Total 20 100
Dari tabel 4 di atas didapatkan bahwa sebagian besar ibu post partum dengan luka mengalami nyeri jahitan perineum yang
sebelum dilakukan teknik relaksasi mengalami nyeri sedang sebanyak 17 orang atau 85% dan hanya sebagian kecil yang mengalaminyeri berat yaitu sebanyak 3 orang atau 15%.
2) Tingkatan nyeri ibu post partum dengan luka jahitan perineum setelah dilakukan teknik relaksasi di Ruang Sakinah RS Muhammmadiyah Lamongan
Tabel 5. Distribusi Frekwensi Tingkatan Nyeri Luka Jahitan Perineum Pada Ibu Post Partum Setelah Dilakukan Teknik Relaksasi di R.
Sakinah RS Muhammadiyah Lamongan Pada Tahun 2009 No Tingkatan Nyeri Jumlah Prosentase
1 Tidak Nyeri 9 45
2 Nyeri Ringan 11 55
3 Nyeri Sedang 0 0
Total 20 100
Dari tabel 5 di atas di dapatkan bahwa sebagian besar ibu post partum dengan luka
relaksasi merasa tidak nyeri sebanyak 9 orang atau 45% dan mengalami nyeri ringan sebanyak 11 orang atau 55%.
3) Uji statistik perbedaan tingkatan nyeri luka jahitan perineum pada ibu post
Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh data berupa tingkatan nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum, data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui adakah perbedaan tingkat nyeri luka jahitan perineum pada ibu post partum sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan teknik relaksasi. Untuk menganalisa perbedaan tingkatan nyeri ibu post partum tersebut maka dilakukan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test.
Hasil uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test tentang perbedaan tingkatan nyeri ibu post partum sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan teknik relaksasi dapat dilihat pada berikut :
Tabel 6. Perbedaan Tingkatan Nyeri Ibu Post Partum Dengan Perlakuan Teknik Relaksasi di R. Sakinah RSM Lamongan Tahun 2009
No Tingkatan Nyeri Jumlah Prosentase 1 Tingkatan Nyeri
berkurang 20 100
2 Tingkatan Nyeri
Tetap 0 0
P (Sign) 0,001
Berdasarkan data dari tabel 6 diatas, dapat diketahui bahwa hasil uji statistik
Berdasarkan data dari tabel 6 diatas, dapat diketahui bahwa hasil uji statistik