Dial indicator
Data acuan Data acuan Data Alby Data Alby Data Tony Data Tony Data Fungki Data Fungki Data Guntur Data Guntur Data Ahmad Data Ahmad Data Sofyan Data SofyanGuntur_5 Guntur_5 5 5 674.200 674.200 1.304 1.304 0.583 0.583 (672.581, (672.581, 675.819) 675.819) -15.09-15.09 0.000 0.000 Sofyan_5 Sofyan_5 5 5 671.00 671.00 4.53 4.53 2.02 2.02 ( ( 665.38, 665.38, 676.62) 676.62) -5.93-5.93 0.004 0.004 Toni_5 Toni_5 5 5 672.800 672.800 0.837 0.837 0.374 0.374 (671.761, (671.761, 673.839) 673.839) -27.26-27.26 0.000 0.000 4.4.6.c.
4.4.6.c. One-way One-way ANOVA:ANOVA: Hipotesis
Hipotesis H
H11 : µ : µ 11= µ = µ 2=2= µ µ 33= µ = µ 44= µ = µ 55
H
H11 : salah satu pasangan µ : salah satu pasangan µ ada yang tidak samaada yang tidak sama Data dari mimitab:
Data dari mimitab:
Source Source DF DF SS SS MS MS F F PP A A 5 5 99,07 99,07 19,81 19,81 2,17 2,17 0,0910,091 Error Error 24 24 218,80 218,80 9,129,12 Total Total 29 29 317,87317,87 S S = = 3,019 3,019 R-Sq R-Sq = = 31,17% 31,17% R-Sq(adj) R-Sq(adj) = = 16,83%16,83%
Individual 95% CIs For Mean Based on Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev
Pooled StDev Level
Level N N Mean Mean StDev StDev ---+---+---+---+--- ---+---+---+---+---1 1 5 5 675,80 675,80 5,50 5,50 (---*---)(---*---) 2 2 5 5 673,40 673,40 0,89 0,89 (---*---)(---*---) 3 3 5 5 676,40 676,40 0,89 0,89 (---*---)(---*---) 4 4 5 5 674,20 674,20 1,30 1,30 (---*---)(---*---) 5 5 5 5 671,00 671,00 4,53 4,53 (---*---)(---*---) 6 6 5 5 672,80 672,80 0,84 0,84 (---*---)(---*---) ---+---+---+---+---669,0 672,0 675,0 678,0 669,0 672,0 675,0 678,0 Pooled StDev = 3,02 Pooled StDev = 3,02 4.4.6.d. Pembahasan
4.4.6.d. Pembahasan Dial IndikatorDial Indikator
Dari grafik di atas, data Alby menghasilkan grafik yang mendekati Dari grafik di atas, data Alby menghasilkan grafik yang mendekati garis lurus dimana namun nilainya masih jauh dari
garis lurus dimana namun nilainya masih jauh dari hasil pengukuran, beradahasil pengukuran, berada di bawah 675. Sedangkan data Tony naik turun secara fluktuatif dan juga di bawah 675. Sedangkan data Tony naik turun secara fluktuatif dan juga masih jauh dari hasil pengukuran, berada di bawah 675. Untuk grafik masih jauh dari hasil pengukuran, berada di bawah 675. Untuk grafik Fungki, sudah mulai mendekati garis lurus dan berada di atas nilai 675. Fungki, sudah mulai mendekati garis lurus dan berada di atas nilai 675. Grafik Guntur terlihat fluktuatif, beberapa nilai sudah berada di atas 675, Grafik Guntur terlihat fluktuatif, beberapa nilai sudah berada di atas 675,
680, namun terjadi penurunan yang sangat signfikan hingga hanya 665 saja. 680, namun terjadi penurunan yang sangat signfikan hingga hanya 665 saja. Terakhir, grafik Sofyan justru berada jauh di bawah tepatnya dibawah 670, Terakhir, grafik Sofyan justru berada jauh di bawah tepatnya dibawah 670, kemudian naik hingga mendekati 680.
kemudian naik hingga mendekati 680.
Dari grafik di atas, diantara kelima praktikan yang datanya paling Dari grafik di atas, diantara kelima praktikan yang datanya paling mendekati hasil sebenarnya atau bisa disebut paling akurat adalah grafik mendekati hasil sebenarnya atau bisa disebut paling akurat adalah grafik Fungki. Sedangkan yang paling jauh dari hasil sebenarnya adalah grafik Fungki. Sedangkan yang paling jauh dari hasil sebenarnya adalah grafik Sofyan yang nilainya berada di bawah 670. Untuk grafik yang paling teliti Sofyan yang nilainya berada di bawah 670. Untuk grafik yang paling teliti adalah grafik adalah milik Fungki. Terlihat tidak terjadi perubahan yang adalah grafik adalah milik Fungki. Terlihat tidak terjadi perubahan yang cukup signifikan pada setiap pengambilan datanya. Sedangkan grafik yang cukup signifikan pada setiap pengambilan datanya. Sedangkan grafik yang paling tidak teliti adalah grafik milik Guntur dimana terjadi perubahan nilai paling tidak teliti adalah grafik milik Guntur dimana terjadi perubahan nilai pada setiap pengambilan datanya.
pada setiap pengambilan datanya.
Berdasarkan hasil One Sample T, nilai mean yang paling Berdasarkan hasil One Sample T, nilai mean yang paling mendekati adalah milik Fungki dengan 676,4 sedangkan untuk yang paling mendekati adalah milik Fungki dengan 676,4 sedangkan untuk yang paling jauh dari sebenarnya adalah milik Sofyan dengan nilai 671. Untuk jauh dari sebenarnya adalah milik Sofyan dengan nilai 671. Untuk
pengukuran yang paling presisi yang ditunjukkan oleh nilai S. Deviasi pengukuran yang paling presisi yang ditunjukkan oleh nilai S. Deviasi paling kecil adalah milik Tony dengan 0,837 sedangkan yang paling tidak paling kecil adalah milik Tony dengan 0,837 sedangkan yang paling tidak presisi adalah milik Ahmad dengan nilai 5,5. Sedangkan untuk nilai P value, presisi adalah milik Ahmad dengan nilai 5,5. Sedangkan untuk nilai P value, tidak ada yang > Ho
tidak ada yang > Ho gagal ditolak, sehingga hasil pengukuran tidak ada yanggagal ditolak, sehingga hasil pengukuran tidak ada yang mendekati nilai acuan. Untuk nilai SE Mean, yang paling besar terdapat eror mendekati nilai acuan. Untuk nilai SE Mean, yang paling besar terdapat eror adalah Ahmad dengan nilai 2,46
adalah Ahmad dengan nilai 2,46 sedangkasedangkan yang n yang paling sedikit terdapat erorpaling sedikit terdapat eror adalah Tony dengan 0,374.
adalah Tony dengan 0,374.
Kesalahan yang terjadi pada pengukuran dial indicator disebabkan Kesalahan yang terjadi pada pengukuran dial indicator disebabkan adanya kesalahan dalam menggeser benda ukur (terlalu cepat dalam adanya kesalahan dalam menggeser benda ukur (terlalu cepat dalam menggeser), pembacaan yang tidak lurus sehingga menyebabkan kesalahan menggeser), pembacaan yang tidak lurus sehingga menyebabkan kesalahan pengukuran.
BAB V BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 KESIMPULAN V.1 KESIMPULAN 1. Jangka Sorong 1. Jangka Sorong a. D luar a. D luar
Pengukuran D luar yang paling akurat adalah Alby, paling tidak Pengukuran D luar yang paling akurat adalah Alby, paling tidak akurat ialah Guntur. Paling teliti adalah Alby, sedangkan paling akurat ialah Guntur. Paling teliti adalah Alby, sedangkan paling tidak teliti adalah Ahmad. Nilai mean yang mendekati nilai acuan tidak teliti adalah Ahmad. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Alby, paling jauh adalah Guntur. Standar deviasi terkecil adalah Alby, paling jauh adalah Guntur. Standar deviasi terkecil adalah Alby, paling besar yaitu Ahmad. Untuk P-Value, semua adalah Alby, paling besar yaitu Ahmad. Untuk P-Value, semua jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Ahmad, jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Ahmad,
sedangkan Alby yang paling kecil. sedangkan Alby yang paling kecil. b. D dalam
b. D dalam
Pengukuran D dalam semua praktikan tidak ada yang akurat.. Pengukuran D dalam semua praktikan tidak ada yang akurat.. Paling teliti adalah Ahmad, sedangkan paling tidak teliti adalah Paling teliti adalah Ahmad, sedangkan paling tidak teliti adalah Fungki. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Alby dan Fungki. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Alby dan Tony, paling jauh adalah Guntur. Standar deviasi terkecil adalah Tony, paling jauh adalah Guntur. Standar deviasi terkecil adalah Ahmad, paling besar yaitu Fungky. Untuk P-Value, semua jauh Ahmad, paling besar yaitu Fungky. Untuk P-Value, semua jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Guntur, dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Guntur, sedangkan Ahmad yang paling kecil.
sedangkan Ahmad yang paling kecil. c.
c. KedalamanKedalaman
Pengukuran kedalaman yang paling akurat adalah Tony, yang Pengukuran kedalaman yang paling akurat adalah Tony, yang paling tidak akurat adalah Fungky. Paling teliti adalah Tony, paling tidak akurat adalah Fungky. Paling teliti adalah Tony, sedangkan paling tidak teliti adalah Guntur. Nilai mean yang sedangkan paling tidak teliti adalah Guntur. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Alby, paling jauh adalah Fungky dan mendekati nilai acuan adalah Alby, paling jauh adalah Fungky dan Sofyan. Standar deviasi terkecil adalah Tony dan Sofyan, paling Sofyan. Standar deviasi terkecil adalah Tony dan Sofyan, paling besar yaitu Guntur. Untuk P-Value, Alby, Fungky, dan Sofyan besar yaitu Guntur. Untuk P-Value, Alby, Fungky, dan Sofyan jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Alby, jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Alby,
2. Mikrometer 2. Mikrometer Pengukuran denga
Pengukuran dengan mikrometer Sofyan n mikrometer Sofyan yang paling akurat, Ahmadyang paling akurat, Ahmad dan Guntur yang paling tidak akurat. Paling teliti adalah Ahmad dan Guntur yang paling tidak akurat. Paling teliti adalah Ahmad dan Guntur, sedangkan paling tidak teliti adalah Alby, Fungki, dan dan Guntur, sedangkan paling tidak teliti adalah Alby, Fungki, dan Tony. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Sofyan, Tony. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Sofyan, paling jauh adalah Ahmad dan Guntur. Standar deviasi terkecil paling jauh adalah Ahmad dan Guntur. Standar deviasi terkecil adalah Ahmad dan Guntur, paling besar yaitu Alby, Fungki, dan adalah Ahmad dan Guntur, paling besar yaitu Alby, Fungki, dan Tony. Untuk P-Value, Ahmad dan Guntur jauh dari nilai acuan. SE Tony. Untuk P-Value, Ahmad dan Guntur jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Alby, Fungky, dan Tony, sedangkan Mean yang paling error adalah Alby, Fungky, dan Tony, sedangkan Ahmad dan Guntur yang paling kecil.
Ahmad dan Guntur yang paling kecil.
3. Bevel Protactor 3. Bevel Protactor
Pengukuran dengan Bevel Protactor yang paling akurat adalah Pengukuran dengan Bevel Protactor yang paling akurat adalah Tony. Paling teliti adalah Tony. Nilai mean yang mendekati nilai Tony. Paling teliti adalah Tony. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Tony. Standar deviasi terkecil
acuan adalah Tony. Standar deviasi terkecil adalah Alby, Tony, danadalah Alby, Tony, dan Sofyan. Untuk P-Value, Alby dan Sofyan jauh dari nilai acuan. SE Sofyan. Untuk P-Value, Alby dan Sofyan jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling kecil error adalah Alb
Mean yang paling kecil error adalah Alby, Sofyan, dan Tony.y, Sofyan, dan Tony.
4. Dial Indicator 4. Dial Indicator
Pengukuran dengan Dial Indicator yang paling akurat adalah Pengukuran dengan Dial Indicator yang paling akurat adalah Fungky, yang paling tidak akurat adalah Sofyan. Paling teliti Fungky, yang paling tidak akurat adalah Sofyan. Paling teliti adalah Fungky, sedangkan paling tidak teliti adalah Guntur. Nilai adalah Fungky, sedangkan paling tidak teliti adalah Guntur. Nilai mean yang mendekati nilai acuan adalah Fungky, paling jauh mean yang mendekati nilai acuan adalah Fungky, paling jauh adalah Sofyan. Standar deviasi terkecil adalah Tony, paling besar adalah Sofyan. Standar deviasi terkecil adalah Tony, paling besar yaitu Ahmad. Untuk P-Value, semua praktikan jauh dari nilai yaitu Ahmad. Untuk P-Value, semua praktikan jauh dari nilai acuan. SE Mean yang paling error adalah Ahmad, sedangkan Tony acuan. SE Mean yang paling error adalah Ahmad, sedangkan Tony yang paling kecil.
yang paling kecil.
4.
4. Kesalahan pengukuran pada praktikum ini disebabkan oleh beberapaKesalahan pengukuran pada praktikum ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu untuk pengukuran dengan jangka sorong, pemegangan yang hal, yaitu untuk pengukuran dengan jangka sorong, pemegangan yang
tidak tepat dan pembacaan yang tidak lurus mengakibatkan terjadinya tidak tepat dan pembacaan yang tidak lurus mengakibatkan terjadinya kesalahan pembacaan. Untuk pengukuran dengan mikrometer, kesalahan pembacaan. Untuk pengukuran dengan mikrometer, kesalahan penguncian saat mengukur dan pembacaan yang tidak cermat kesalahan penguncian saat mengukur dan pembacaan yang tidak cermat yang menjadi penyebab kesalahan. Untuk pengukuran dengan bevel yang menjadi penyebab kesalahan. Untuk pengukuran dengan bevel protactor, penempelan benda ukur dan alat ukur yang tidak teliti protactor, penempelan benda ukur dan alat ukur yang tidak teliti sehingga terdapat rongga diantara keduanya serta garis-garis pada alat sehingga terdapat rongga diantara keduanya serta garis-garis pada alat ukur yang terlalu kecil membuat terjadi kesalahan pengukuran. ukur yang terlalu kecil membuat terjadi kesalahan pengukuran. Sedangkan, untuk pengukuran dengan dial indicator, cara menggeser Sedangkan, untuk pengukuran dengan dial indicator, cara menggeser benda ukur yang terlalu cepat serta adanya goncangan pada meja benda ukur yang terlalu cepat serta adanya goncangan pada meja membuat terjadinya kesalahan pengukuran.
membuat terjadinya kesalahan pengukuran.
V.2 SARAN
V.2 SARAN
1. Jadwal praktikum dibuat lebih fleksibel agar tidak mengganggu 1. Jadwal praktikum dibuat lebih fleksibel agar tidak mengganggu kuliah praktikan maupun asisten.
kuliah praktikan maupun asisten.
2. Dijadwalkan dengan baik asisten yang hadir waktu praktikum 2. Dijadwalkan dengan baik asisten yang hadir waktu praktikum agar tidak terjadi penundaan praktikum dengan alasan tidak ada agar tidak terjadi penundaan praktikum dengan alasan tidak ada asisten.
DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.
Gambar 2.1 Mikrometer………...………31 Mikrometer………...………3
Gambar 2. Gambar 2.2 Jangka Sorong………...………...………42 Jangka Sorong………...………...………4
Gambar 2. Gambar 2.3 Dial Indicator………...………...………..……53 Dial Indicator………...………...………..……5
Gambar 2. Gambar 2.4 Bevel Protaktor…………...………...………..……64 Bevel Protaktor…………...………...………..……6
Gambar 4.1 Hasil Pengukuran D luar dengan Gambar 4.1 Hasil Pengukuran D luar dengan Jangka Sorong………...18Jangka Sorong………...18
Gambar 4.2 Hasil Pengukuran D dalam dengan Jangka Sorong………21
Gambar 4.2 Hasil Pengukuran D dalam dengan Jangka Sorong………21
Gambar 4.3 Hasil Pengukuran Kedalaman dengan Jangka Sorong………...
Gambar 4.3 Hasil Pengukuran Kedalaman dengan Jangka Sorong………...2424 Gambar 4.4 Hasil Pengukuran D luar dengan Mikrometer….………...27
Gambar 4.4 Hasil Pengukuran D luar dengan Mikrometer….………...27
Gambar 4.5 Hasil Gambar 4.5 Hasil PengukuranPengukuran sudut dengan Bevel Protaktor………...30sudut dengan Bevel Protaktor………...30 Gambar
DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Data Pengukuran D Luar
Tabel 4.1 Data Pengukuran D Luar………14………14 Tabel 4.2 Data Pengukuran D
Tabel 4.2 Data Pengukuran D dalam……….14dalam……….14 Tabel 4.3 Data Pengukuran
Tabel 4.3 Data Pengukuran Kedalaman……….15Kedalaman……….15 Tabel 4.4 Data Pengukuran
Tabel 4.4 Data Pengukuran Mikrometer………15Mikrometer………15 Tabel 4.5 Data Pengukuran
Tabel 4.5 Data Pengukuran Bevel Protaktor…………..………15Bevel Protaktor…………..………15 Tabel 4.6 Data Pengukuran
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRAK BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN………...…1…1 I.1. Latar Belakang
I.1. Latar Belakang………...1………...1 I.2. Rumusan Masalah
I.2. Rumusan Masalah………...………...1………...………...1 1.3.Tujuan Percobaan 1.3.Tujuan Percobaan………...………...11 1.4. Batasan Masalah 1.4. Batasan Masalah………22 1.5. Manfaat 1.5. Manfaat………...………...2...2 1.6. Sistematika Laporan 1.6. Sistematika Laporan………..………..22 BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI………...………...33 II.1. Pengukuran
II.1. Pengukuran………...3………...3 II.1.1. Mikrometer
II.1.1. Mikrometer………3………3 II.1.2. Jangka Sorong
II.1.2. Jangka Sorong………3………3 II.1.3. Dial Indikator
II.1.3. Dial Indikator……….3……….3 II.1.4. Bevel Protaktor
II.1.4. Bevel Protaktor………..5………..5 II.2. Sifat
II.2. Sifat – – Sifat Alat UkurSifat Alat Ukur………..6………..6 II.3. Faktor
II.3. Faktor Kesalahan PengukuranKesalahan Pengukuran………..9………..9 BAB III METODOLOGI PERCOBAAN
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN