METODE PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosakarya Offset
Akhmad Sudrajad. (2010). Definisi Pendidikan Menurut UU No. 20 Tahun
2003. Diakses dari
https://akhmadsudrajad.wordpress.com/2010/12/04/definisi- pendidikan-definisi-pendidikan-menurut-uu-no-tahun-2003-tentang-sisdiknas/. Pada tanggal 1 Oktober 2015, jam 20.30 WIB. Asri Budiningsih. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta
Astri Setyawati. (2014). “Pengaruh Metode Role Playing Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V SD Negeri Panjatan Kulon Progo”. Skripsi.
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
Darmansyah. (2010). Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor. Jakarta: Bumi Aksara
Djago Tarigan.(1997). Pengembangan Ketrampilan Berbicara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Fuada Hasan. (2008). Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Henry Guntur Tarigan. (2008). Berbicara Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa. Bandung: Percetakan Angkasa
Hamzah B. Uno. (2007). Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara Isnainar. (2013). “Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas XI
SMA Negeri 4 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2012-2013 Dengan
Pendekatan Komunikatif”. Tesis. Diakses dari
Httprepository.unib.ac.id851552I,II,III,2-13-isn.FI.pdf. Pada tanggal 26 November 2015, jam 21.47 WIB.
John W. Osborne. (1993). Kiat berbicara di depan umum untuk eksekutif: jalan menuju keberhasilan. Terjemahan Walfred Andre. Jakarta: PT Bumi Aksara
Joko Santoso & Anwar Efendi. (2005). Aku Mampu Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Surabaya: SIC
101
Nur Anisa Noviana. (2014). Jenjang Pendidikan Formal di Indonesia Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Diakses dari ilmu-pendidikan.net/pendidikan/peraturan/jenjang-pendidikan-formal-di-indonesia-uu-sisdiknas-2003. Pada tanggal 29 Maret 2015, jam 22.15 WIB
Main Sufanti. (2010). Strategi Pengajaran Bahasa & Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka
Miftahul Huda. (2014). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Mudini & Salamat Purba. (2009). Pembelajaran Berbicara. Diakses dari www.slideshare.net/NAsuprawoto/pembelajaran-berbicara. Pada tanggal 26 November 2015, jam 23.00 WIB.
Nasution. (2005). Metode Research. Jakarta: PT Bumi Aksara
Oemar Hamalik. (2005). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara Ria. (2014) . Pengertian Berbicara menurut Para Ahli. Diakses dari
http://www.trigonalmedia.com/2014/12/pengertian-berbicara-menurut-para-ahli.html. Pada tanggal 26 November 2015, jam 21.47 WIB
Roestiyah. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Sa’bani. (2009). “Pembelajaran Keterampilan Berbicara di SMP Negeri 3 Salatiga”. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Diakses dari http://eprints.uns.ac.id/9421/1/80842207200909581.pdf. Pada tanggal 7 Bulan Mei 2015, jam 21.50 WIB
Saleh Abbas. (2006). Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang Efektif di Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Soenardi, Djiwandono. (2011). Tes Bahasa: Pegangan Bagi Pengajar Bahasa. Malang: Indeks.
Sudjana. (2005). Metode Dan Teknik Pembelajaran Partisipasif. Bandung: Falah Production
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta
102
Suryosubroto. (1977). Proses Belajar-mengajar di Sekolah. Jakarta: PT RINEKA CIPTA
Syamsuddin. (1997). Studi Wacana Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Umi Khoirotun. (2012). “Efektivitas Metode Role Playing Dalam Pembelajaran PAI Pada Anak Usia Pra-Sekolah Studi Kasus di TK ABA Plus AlFirdaus, Pandowoharjo, Sleman”. Skripsi. Diakses dari digilib.uin-suka.ac.id/10371/1/BABI, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf. Pada 26 November 2015, jam 23.17 WIB.
Wina Sanjaya. (2007). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Fajar Interpratama Offset
Yani Zuhriyah. (2012). “Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Pada Anak Kelompok B Darul Athfal (DA) Cokroaminoto 01 Benda Banjarnegara”. Skripsi.
Universitas Negeri Yogyakarta
Yusuf Syamsu dan Nani M Sugandi. (2011). Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Fajar Interpratama Offset
Zainal Aqib. (2013). Model- Model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: PENERBIT YRAMA WIDYA
103
111
119
Lampiran 3. Hasil Pengujian SPSS
Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variances nilai_pretest
Levene Statistic df1 df2 Sig.
.038 1 30 .847
Test of Homogeneity of Variances nilai_postest
Levene Statistic df1 df2 Sig.
.038 1 30 .847
Uji Normalitas Uji Normalitas Nilai Pretest
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
pre_ekperimen pre_kontrol
N 17 15
Normal Parametersa Mean 56.0000 56.2667
Std. Deviation 3.16228 3.19523
Most Extreme Differences Absolute .206 .212
Positive .206 .200
Negative -.206 -.212
Kolmogorov-Smirnov Z .849 .821
Asymp. Sig. (2-tailed) .467 .510
Uji Normalitas Nilai Posttest
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
pos_ekperimen pos_kontrol
N 17 15
Normal Parametersa Mean 84.0000 80.2667
Std. Deviation 3.16228 3.19523
Most Extreme Differences Absolute .206 .212
Positive .206 .200
Negative -.206 -.212
Kolmogorov-Smirnov Z .849 .821
120 Uji Hipotesis Pertama
Independent Samples Test
Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Differenc e Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper n i l a i Equal variances assumed .038 .847 3.316 30 .002 3.73333 1.12569 1.43437 6.03229 Equal variances not assumed 3.314 29.425 .002 3.73333 1.12644 1.43095 6.03572 Group Statistics
kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
nilai ekperimen 17 84.0000 3.16228 .76696
kontrol
121
Uji Hipotesis Kedua
Group Statistics
kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
gain eksp 17 28.0000 5.09902 1.23669
kont 15 24.0000 5.45108 1.40746
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upp er g ai n Equal variances assumed .001 .976 2.144 30 .040 4.00000 1.86555 .19005 7.80 995 Equal variances not assumed 2.135 28.893 .041 4.00000 1.87360 .16745 7.83 255
122
125
Lampiran 5. Dialog/Skenario Role Playing
Lembar Dialog Kelas Eksperimen Kelompok Tradisional ANDE-ANDE LUMUT
Alkisah disebuah Negara yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Tinggalah seorang pangeran yang hidup serba kecukupan. Pangeran tersebut adalah putra mahkota yang akan menggantikan tahta berikutnya.
Akan tetap pangeran tadi tidak puas dengan kehidupn yang serba kecukupan. Dia ingin mengembar menyusuri hutan demi hutan. Mencari jati diri dan pengalaman hidup. Maka disitulah dimulai awal perjalanan hidup dan menemukan pendamping hidupnya, dia menemukan istri yang baik hati dan rupawan.
Dua orang pemuda, berjalan menyusuri hutan yang lebat. Melihat sekelilingnya, mungkin ada binatang atau burung yang bisa di buru. Seorang pemuda tampan dengan pengawalnya. Pemuda itu sebenarnya adalah Pangeran yang mengembara untuk mencari jati diri.
(keterangan: Dua orang berjalan waspada melihat keatas dan kebawah, mencari binatang buruan)
Pangeran : “Jo… bejo… kamu dimana jo…. Jo…”
Bejo : “Pangeran…. Pangeran…. Kamu dimana pangeran….”
(keterangan: berjalan mundur…. Kemudian bertabrakan bersama, sampai gelimbungan).
Pangeran : “aduh… kamu itu.. hati-hati dong….”
Bejo : “hehehe.maaf pangeraN tidak tahu jika dibelakang ada pangeran…”
Pangeran : “ Sini sini Jo…. Aku mau cerita.”
Bejo : “Ada apa pangeran….”
(keterangan: dua orang duduk bersama dan bercerita)
Pangeran : “Kok tidak ada binatang ya hari ini….”
Bejo : “Iya pangeran sepi banget…!!!”
(Keterangan : Pangeran dan pengawalnya berdiri, Kaget melihat ada orang di hadapan mereka)
126
Bejo : “Saya tidak tahu pangeran.”
Pangeran : “Maaf bu… boleh saya bertanya?”
(keterangan: Yang ditanya diam, tidak menjawab, sibuk dengan kayu bakarnya)
Pangeran : “Kulanuwun… bu….”
(keterangan: Pangeran mendekat pada mbok rondo, tiba-tiba mbok rondo kaget melihat pangeran)
Mbok rondo dadapan : “waladalah…. Siapa kamu..”
Pangeran : “Saya pengembara bu… maaf ini desa apa?”
Mbok rondo dadapan : “Ini desa dadapan nak… kamu sedang apa disini?”
Pangeran : “Saya sedang mengembara bu, tapi tersesat tidak tahu
jalan”
Mbok rondo dadapan : “Wah.. ya udah… ikut saya saja, kamu akan saya jadikan
anak angkat gimana?”
Pangeran : “Wah.. iya bu saya mau”
Mbok rondo dadapan : “mulai sekarang kamu jadi anakku, namamu jadi ande-ande lumut…!!!”
(keterangan: Pangeran bersama dengan pengawal dan mbok rondo pergi menuju rumahnya)
Di pagi yang cerah Mbok rondo kleting berkumpul dengan para putri-putrinya. Putri-putri mbok rondo sangat cantik-cantik, mereka adalah keliting merah, kleting biru dan kleting hijau dan salah seorang anak tirinya bernama kleting kuning.
Mbok rondo sangat cinta dan sayang kepada anak-anaknya tetapi berbeda dengan kleting kuning, sebagai anak tiri dia sangat dibedakan kasih sayangnya. Kleting kuning disuruh menyapu, membersihkan rumah dan bekerja di lading. Sungguh kasihan kleting kuning.
(keterangan: datanglah kleting kuning membawa sapu, menyapu dan mengepel lantai. Duduk di pojok ruangan. Tak lama datang mbok rondo mengawasi kleting kuning. Disusul sodaranya kelting merah, biru dan hijau berjalan menuju mbok rondo)
127
Kleting-kleting : “Ya. Mbok…”
Mbok rondo : “Gini nak… ada berita yang sangat penting sekali…”
Kleting merah : “Berita apa to mbok… (dewasa)”
Kleting biru : “ iya mbok.. kok keliahatan penting banget kayak presiden aja”
Kleting Hijau : “ iya ada apa sih mbok”
Mbok rondo kleting : “kamu tahu kan… mbok rondo dadapan itu punya anak
yang sangat tampan sekali, namanya ande-ande lumut.”
Kleting-keleting : “Owh… ande-ande lumut…. Tampan…. Boleh dong”
Mbok rondo kleting : “ iya… nanti mbok akan dandani kalian jadi putri-putri yang cantik, sapa tahu salah satu dari kalian ada
yang dipilih”
Kleting-kleting : “Iya mbok.. kami mau”
Mbok rondo kleting : “iya udah.. sekarang kedalam sana, siap-siap”
Kleting-kleting : “Iya mbok….”
(keterangan: kleting merah, biru, hijau meninggalkan mbok rondo dan masuk kerumah)
Tak lama kemudian, kleting kuning yang dari tadi hanya mendengar percakapan saudaranya, menuju mbok rondo dan berdialog.
Kleting Kuning : “Mbok… kulo bade matur…”
Mbok rondo kleting : “Matur opo….? Apa kamu udah selesai nyapu?”
Kleting kuning : “Sudah mbok…, gini mbok… saya juga ingin melamar
jadi istrinya ande-ande lumut seperti kakak-kakak kleting yang lain.”
Mbok rondo kletling : “ Owh gt… ya udah gpp. Sini kamu aku dandani juga, Mbok rondo Kleting : “ Udah skarang kamu cuci kuali di sungai. Dan kerjakan
tugasmu”
128
Mbok rondo Kleting : “Hahaha… mudah-mudahan yang diterima oleh ande-ande lumut adalah salah satu anak-anaku, bukan kleting kuning”
Kleting kuning, menerima apa yang dialaminya dengan sabar, apa yang ditugaskan mbok rondo diterimanya dengan lapang dada.
Kleting kuning setiap hari bekerja membersihkan rumah dan bekerja diladang, tanpa rasa lelah dan keluh kesah. Walau dia diperlakukan kasar oleh mbok rondo kleting. Hanya dia dan Alloh saja yang tahu betapa sedihnya dirinya. Dia berharap, Alloh akan memberikan ganjaran yang lebih baik untuknya.
Kleting Kuning : “Duh… kayak gini penderitaan hidupku.. semoga aku tabah menjalaninya”
Suara Ghaib : “Hai… gadis cantik”
Kleting kuning : “Siapa itu”
Suara Ghaib : “Kamu jangan takut.. aku sifat baik yang ada dalam
dirimu”
Kleting kuning : “Mau apa kamu?”
Suara Ghaib : “Aku akan memberimu sebuah pusaka… terimalah… semoga
pusaka ini kelak akan berguna bagimu. Ini namnya Jimat
Kalimosodo. Terimalah… gadis baik”
Kleting kuning : “Iya.. terimakasih…”
Disebuah suangai yang airnya deras, disitulah Yuyu Kangkang hidup. Dia yang menguasai suangi itu. Dialah si Yuyu kangkang yang licik.
(keterangan: Yuyu kangkang sang penjaga sungai sedang mondar-mandir mengawasi jika ada orang datang).
Yuyu kangkang : “Hohohoho…. Godong waru ko bolong-bolong… bocah
ayu ko moblong-moblong”
(keterangan: kemudian datang Kleting Merah, biru dan hijau menuju pinggir sungai)
Kleting merah : “Wah…sungainya banjir”
Kleting biru : “Iya mbakyu… gimana kita akan menyeberang”
129
Kleting merah : “Wah… iya.. kita minta tolong yuyu kangkang aja ya”
Kleting biru dan hijau : “Iya… mbakyu.. yuk”
Kleting merah : “Yuyu kangkang… yuyu kangkang”
Yuyu kangkang : “Hahaha… ada apa bocah manis-manis”
Kleting merah : “Yuyu kangkang. aku minta tolong disebrangkan lewat
sungai ini”
Yuyu kangkang : “Wah,itu berat sekali, bahaya sungainya… aku minta
imbalan”
Kleting merah : “Imbalannya apa to… uang?? Wah kamu itu mata duitan”
Kleting biru dan hijau : “Iya nih… yuyu kangkang mata duitan”
Yuyu kangkang : “Tidak… duit mah aku gak doyan…. Hahaha”
Kleting-kleting : “Prett….”
Yuyu kangkang : “Imbalannya adalah menggandeng tangamu”
Kleting merah : “Ya udah jika gitu”
(keterangan: yuyu kangkang menyebrangkan kleting merah. Biru dan hijau bergantian)
Yuyu kangkang : “Wah… senang sekali aku dapat memegang tangan
gadis-gadis cantik ini”
(keterangan: datanglah kleting kuning akan menyebrang)
Yuyu Kangkang : “Hohoho.. itu apa.. baunya tidak enak… wajahnya jelek”
Kleting Kuning : “Wah… kok banjir to…. Gimana aku bisa menyebrang, itu ada Yuyu Kangkang. Yuyu kangkang… tolong
sebrangkan saya melewati sungai ini”
Yuyu kangkan : “Hahaha… tidak mau”
Kleting kuning : “Nanti aku kasih uang”
Yuyu kangkang : “Tidak mau… sudah sana pergi.. jangan disini.. dasar orang
jelek”
Kleting Kuning : “alah… kamu kok jahat to Yuyu kangkang” (keterangan: Kleting kuning mengeluarkan tongkatnya)
Kleting kuning : “Ya udah jika itu maumu… aku akan buat sungai ini menjadi
130
Tiba-tiba sungai itu kering, yuyu kangkang kesakitan dan pergi jauh. Kemudian kleting kuning bisa berjalan menyeberang sungai menuju rumah mbok rondo dadapan, rumah si ande-ande lumut.
Disebuh desa bernama Dadapan, mbok rondo sedang menyapu rumah, dirumah itulah si Ande-ande lumut sedang mengaji di sebuah surau. Menunggu belahan hatinya yang di janjikan Tuhan untuknya.
(keterangan: Mbok rondo sedang menyapu halaman rumah, tiba-tiba datang rombongan gadis-gadis cantik, kleting merah, biru dan hijau)
Kleting-kleting : “Assalamu’alaikum…”
Mbok rondo dadapan : “Wa’alaikumsalam, siapa ya…”
Kleting merah : “Saya mbok…Kleting Merah”
Kleting biru : “Saya kleting biru…”
Kleting Hijau : “Saya kleting hijau mbok…”
Mbok rondo dadapan : “wah.. gadis-gadis cantik… mau apa ini…”
Kleting-kleting : “Kami mau melamar Ande-ande lumut mbok…”
Mbok rondo dadapan : “Owh.. mau melamar ande-ande lumut… sebentar ya…
saya katakana ke ande-ande lumut”
Mbok rondo dadapan : Putraku si ande-ande lumut, temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi… putrine Ngger sing ayu rupane..
kleting abang iku kang dadi asmane”
Ande-ande Lumut : “Duh ibu… kulo mboten purun… aduh ibu … kulo mboten medun… najan ayu sisane si yuyu kangkang”
Mbok rondo dadapan : “Wah… ora gelem ki nduk”
Kleting biru : “Cobi kulo mbok”
Mbok rondo dadapan : “Putraku si ande-ande lumut.. temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi… putrine Ngger sing ayu rupane..
kleting biru iku kang dadi asmane”
Ande-ande Lumut : “Duh ibu… kulo mboten purun… aduh ibu … kulo mboten medun… najan ayu sisane si yuyu kangkang.”
Mbok rondo dadapan : “Wah… ora gelem ki nduk”
131
Mbok rondo dadapan : “Putraku si ande-ande lumut.. temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi… putrine Ngger sing ayu rupane..
kleting ijo iku kang dadi asmane”
Ande-ande Lumut : “Duh ibu… kulo mboten purun… aduh ibu … kulo
mboten medun… najan ayu sisane si yuyu kangkang”
Mbok rondo dadapan : wah… ora glem kabeh kae…
Tidak lama kemudian, datanglah Kleting Kuning, dari kejauhan sudah tercium bau yang tidak enak, wajahnya coreng moreng karena debu.
(keterangan : datanglah Kleting Kuning menuju mbok rondo)
Kleting kuning : “Assalamu’alaikum…”
Mbok rondo dadapan : “Wa’alaikumsalam… sopo iku ya…”
Kleting kuning : “Saya Kleting kuning mbok, ingin melamar Ande-ande
lumut”
Mbok rondo dadapan : “Opo.. arep nglamar anakku??? Gak salah to…”
Kleting merah : “La iyo… wajahmu jelek baumu tidak enak gt, aku aja
ditolak… apa lagi kamu”
Kleting Kuning : “Di coba dulu mbok…”
Mbok rondo dadapan : “Putraku si ande-ande lumut.. temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi… putrine kang olo rupane.. kleting
kuning iku kang dadi asmane”
Ande-ande Lumut : “Aduh ibu… kulo inggih purun… dalem putro inggih bade medun, najan olo meniko kang putro… suwun.”
Mbok rondo dadapan : “Lo… apa tidak salah to ande-ande lumut”
Ande-ande Lumut : “Tidak ibu… ini adalahpilihan saya”
Mbok rondo dadapan : “Owh.. jika gitu pilihanmu ya terserah.”
Ande-ande lumut : “Ibu.. saya akan mengatakan suatu hal.”
Mok rondo dadapan : “Apa itu???”
Ande-ande lumut : “Ibu… sebenarnya saya adalah seorang Pangeran yang
sedang mengembara, untuk mencari pengalaman
hidup.”
132
Kleting-kleting : “What……???? Pangeran…??? Ah….. tidak….???” (keterangan; kleting-kleting pingsan)
Akhirnya, Kleting kuning menjadi istri Ande-ande lumut, wajahnya yang jelek dan bau berubah menjadi putri yang cantik, sesungguhnya dia adalah Putri Sekartaji. Dan Ande-ande lumut, kini menjadi Raja mewarisi kerajaan ayahnya. Pangeran dan Kleting kuning, hidup bahagia selamanya.
133
Lembar Dialog Kelas Eksperimen Kelompok Modern ARTI SAHABAT
Bintang yang setia pada malaj, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini. Seperti itulah persahabatan, selalu setia tanpa diminta, saling mengerti tanpa harus memohon. Tak ada satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa persahabatan, persahabatan adalah kisah terindah yang tak terlupakan bagi setiap insan yang pernah merasakannya.
Luna, Satriya, Olive, Bondan, Meta dan Andi sedang duduk bergerombol bersama. Mereka saling bercengkeramah dan bernyanyi bersama, saling menjahili satu sama lain, sungguh seperti keluarga yang harmonis.
Alexa : “idiiih.. suara pas-pasan aja kok mau nyanyi! Diam aja deh mendingan (
dengan wajah menghina)”.
Bondan :” eh suka-suka dong! Kayak suara kamu aja yang paling enak, KD kalah
cempreng tuh !”
Semua anak di tempat itu tertawa keras, kecuali alexa yang rautnya berubah menjadi tak karuan. Bondan dan kawan-kawannya pun melanjutkan obrolan mereka lagi tanpa menghiraukan alexa.
Alexa :” (pergi meninggalkan tempat tempat dengan wajah berlipat)”
Bondan: “hmmm,, sory ya friend, aku balik duluan ya, ada janji mau latihan,
maklum mau ada konser amal kecil-kecilan gitu”
Meta : ”duh sibuknya, yaudah buruan berangkat, ati-ati ya (sambil
melambaikan tangan”.
Olive : aku ke toilet dulu ya? (bergegas ke toilet meninggalkan anak-anak yang lain)
Luna :” eh, haus nih, minum es kayaknya seger nih”.
Satrya : “ oh iya, es seger nih, yuadah biar aku sama andi yang beli es ke kantin, kalian tunggu disini aja”.
Andi : yaudah ayuk berangkat, tunggu sebentar ya (merangkul satrya pergi kekantin meninggalkan Meta dan Luna)
134
Meta : “ Na,,sebenarnya aku punya rahasia, tapi nggak tahu mau cerita sama
siapa, tapi aku udah nggak bisa nyembunyiin ini semua. Kamu bisa
nggak jaga rahasiaku”`
Luna : “ rahasia? Cerita aja Ta, kita kan temenan udah lama. Lagian aku udah siap kok jadi pendengar yang baik (berusaha meyakinkan Meta)
Tanpa mereka sadari, Satrya dan Andi telah kembali dari kantin dan Olive juga suda kembali dari toilet, Mereka terkejut mendengar ucapan Meta.
Meta : “Aku suka sama Bondan Na”.
Satrya : “hah?! Meta suka sama Bondan? (berkata lirih dengan memandang
Andi yang sedang berjalan bersama menghampiri Meta dan Luna) Luna : “ Eh kalian Sudah pada balik?”`
Olive : “ Ta, serius kamu suka sama Bondan ?”
Meta : “ hmmm,,ngomong apa sih kamu liv? (pura-pura tidak tahu)
Olive : “ Halah..!! nggak usah bohong deh, aku denger kok! (dengan nada agak tinggi)”
Andi :” kamu bener suka sama Bondan Ta?”.
Luna : “sudah, sudah. Kalian, kalian salah denger kali? (berusaha menengahi) Olive : “ Ta, kayaknya kamu juga harus tau Aku suka sama Bodan udah ama
banget, kamu nggak boleh giut dong! Kayak nggak ada yang lain aja?!(marah-marah)”
Meta : “ohh jadi gitu ya? Berarti kamu tuh yang ngrebut gebetan temen sendiri, kamu aja yang naksir sama cowok lain sana, ngapain nyuruh-nyuruh
aku?(balik marah)”
Luna :” sudah kalian jangan bertengkar (berusaha melerai)
Andi : “ Kita tuh udah temenan lama, jangan sampai semua rusak Cuma karena masalah sepele seperti ini!”
Olive : ( meninggalkan temen-temannya dan pergi menyendiri)
Sialnya orang yang membenci Bondan mengetahui perkara ini. Alexa memanfaatkan keadaan ini utuk menghancurkan persahabatan mereka berlima. Olive : “(duduk termenung, sendiri dan terdiam)”.
135
Alexa : “ ehm, kok diam disini sendirian si? Ada masalah ya? ( berusaha
menarik simpati olive)”.
Olive : “katanya sahabat masa harus naksir cowok yang sama! Bete banget kan?!”.
Alexa : “sabar aja deh, mending sementara nggak usah temenan sama mereka
deh. Nanti kan jadi saingan yang nggak sehat. Gini aja, mending mulai sekarang kamu gabung sama aku, nanti aku akan bantu kamu nglahin si
Meta itu.”
Olive :” owh gitu ya, okkey deh aku gabung sama kamu, tapi janji ya bantuin aku buat dapetin Bondan.”
Alexa : “siaaaapp”
Olive hanya tersenyum, entah benar atau tidak keputusanya ini, dia tidakbegitu peduli saat itu. Keesokan harinya Satrya menceritakan semua yang terjadi kemarin antara Meta dan Olive, sekejap terkejutlah bondan mendengar semua itu.
Satrya : “ menurutku kamu harus cepat bikin keputusan. Kasih kepastian buat
mereka berdua. Aku nggak mau mereka bertengkar terllu lama.”
Bondan pun berusaha menemui Meta dan Olive hari itu juga. Namun sayang, hanya Meta yang mau meneriman keputusan Bondan, sedangkan Olive lebih memilih menghindarinya.
Bondan : “ Ta, Satrya sudah ceritain semua ke aku tentang kemarin. Bener kamu suka sama aku?(berusaha mmeastikan).”
Meta : Satrya nggak bohong kok soal yang kemarin itu.”
Bondan : “ Gini Ta, sebelumnya aku minta maaf, soalnya gara-gara aku kamu jadi bertengkar sama Olive. Bukannya apa-apa, tapi dalam waktu dekat