Gambar 20 neraca digital Gambar 21 Refractometer gambar 22 pH meter
Gambar 24 Mortar Gambar 25.Pipet dan Gambar 26 Penetrometer dan Cawan petri gelas ukur
Gambar 27 Spectrometer
Sumber cahaya LS-1 Tungsten Halogen
Lampiran 13. Standarisasi Nasional Indonesia dari Google
Jam bu bij i m erupakan buah pent ing di I ndonesia, dan m em iliki pasar yang jelas m ulai dari pasar t radisional hingga superm arket m odern. Hal ini m enunjukkan kom oditas j am bu bij i sudah dikonsum si secara m erata dan m em iliki daya saing dibandingkan kom oditas buah lain. Dalam rangka m eningkat kan daya saing t ersebut m aka buah j am bu bij i yang dihasilkan harus m em enuhi st andard yang diterim a konsum en secara luas, baik di pasar dalam negeri m aupun pasar global.
Rancangan Standar Nasional I ndonesia ( SNI ) Jam bu bij i (Psidium guaj ava L.) disusun
dan dirum uskan oleh Panit ia Teknis 65- 03: Pert anian. RSNI Jam bu bij i (Psidium
guaj ava L.) ini dibuat berdasarkan deskripsi variet as yang sudah dilepas dan
diharm oniskan dengan form at st andar global CODEX STAN 215- 1999 FOR GUAVAS.
St andar ini t elah dibahas dalam rapat - rapat t eknis dan t erakhir dirum uskan dalam rapat konsensus nasional di Bogor pada t anggal 20-21 Septem ber 2007 yang dihadiri oleh wakil- wakil dari produsen, konsum en, asosiasi, balai penelit ian, perguruan t inggi, serta instansi pem erint ah t erkait .
Rancangan Standar Nasional I ndonesia ( SNI ) Jam bu bij i (Psidium guaj ava L.) disusun
dengan harapan produk buah j am bu bij i I ndonesia m em iliki st andar yang dapat dit erim a pasar global yang pada gilirannya akan m eningkat kan daya saing buah j am bu bij i.
Ja m bu b ij i (Psid ium g u a j av a L.)
1 Ruang lingkup
Jam bu Bij i yang t erm asuk st andard ini adalah variet as- varietas kom ersial j am bu bij i
(Psidium guaj ava L.) dari fam ili Myrt aceae yang dipasarkan unt uk konsum si segar
setelah penanganan dan pengem asan. Jam bu bij i unt uk kebut uhan indust ri/ olahan t idak term asuk dalam standar ini.
St andar ini m enet apkan persyarat an unt uk ruang lingkup, ist ilah dan definisi, acuan norm at if, ketentuan t ent ang m utu, ket ent uan tentang ukuran, ketent uan tentang t oleransi, ket ent uan tentang keragaan, penandaan dan pelabelan, kontam inasi, higienis, sert a m etode analisis dan pengam bilan contoh pada buah j am bu bij i (Psidium guaj ava L.) .
2 I st ilah dan definisi
2 .1 . u t u h
buah sem purna t idak cacat yang m em pengaruhi keragaan um um
2 .2 . t a m p ilan se g ar
keadaan fisik buah yang t idak m enunj ukkan keriput akibat berkurangnya kandungan air
2 .3
p ad a t , k e ny a l a t a u ”firm ”
buah t idak m em ar akibat bent uran
2 .4
la y ak k onsu m si, t id ak b usuk a t a u r usak
buah t idak busuk atau rusak
2 .5 b e rsih
buah bebas dari kot oran, residu pest isida dan sisa bagian tanam an lain
2 .6
b eb a s d ar i h am a a t a u p e ny ak it
buah t idak m em bawa ham a dan penyakit dan/ atau m engalam i kerusakan yang diakibat kan oleh ham a dan penyakit
2 .7
b eb a s d ar i k e ru sak a n a k ib a t p er ub a h a n suh u y an g ek st r im
buah bebas dari kerusakan akibat perubahan suhu yang m encolok dalam penyim panan
2 .8
b eb a s d ar i a rom a d a n r a sa a sin g
buah bebas dari arom a dan rasa selain arom a dan rasa khas jam bu bij i
2 .9
p e ngk e lasa n
penggolongan buah berdasarkan m ut u/ kualit as at au ukuran dengan
m em pert im bangkan t oleransi yang ditentukan
2 .1 0
k od e uk u r a n
penggolongan buah berdasarkan bobot buah sesuai dengan jenis at au varietas 3 Acuan norm at if
SK Ment eri Pertanian No. 516/ Kpt s/ PD.210/ 10/ 2003 m engenai pelepasan variet as j am bu bij i;
SK Ment eri Pertanian No. 17/ Kpt s/ PD.210 / 10/ 2003 m engenai pelepasan variet as j am bu bij i;
SK Ment eri Pertanian No. 271/ Kpt s/ SR.120/ 7/ 2005 m engenai pelepasan varietas j am bu bij i;
CAC/ RCP 44- 1995;
CAC/ RPC 1- 1969. Rev. 3- 1997, CAC/ GL 21- 1997;
CODEX STAN 215- 1999;
CODEX STAN 1- 1985, Rev. 2- 1999;
Codex about Sam pling and Analysis Method, Volum e 13. 4 Ket ent uan m engenai m utu
4 .1 Pe rsy ar a t a n m in im um
4 .1 .1 Unt uk sem ua kelas buah, persyaratan m inim um yang harus dipenuhi ant ara
lain adalah :
- ut uh;
- penam pilan segar;
- padat ;
- layak dikonsum si, t idak busuk at au rusak;
- bersih, bebas dari benda- benda asing;
- bebas dari m em ar yang m enyebabkan perubahan rasa dan penam pilan;
- bebas dari ham a dan/ at au penyakit ;
- bebas dari kerusakan akibat serangan ham a dan/ at au penyakit kecuali akibat dari
fact or lingkungan yang t idak dapat dihindarkan tetapi t idak m em pengaruhi penam pilan um um produk;
- bebas dari kelem baban eksternal yang abnorm al, kecuali kondensasi sesaat
setelah pem indahan dari tem pat penyim panan dingin;
- bebas dari arom a dan rasa asing.
4 .1 .2 Jam bu bij i harus dipanen dengan hat i- hat i dan telah m encapai t ingkat
kem at angan yang tepat sesuai dengan kriteria variet as, sert a daerah tem pat t um buhnya. Tingkat perkem bangan dan kondisi buah jam bu bij i pada saat panen harus dapat :
- sam pai di pasar yang dituj u dalam kondisi yang diinginkan.
4 .2 Klasifik asi
Jam bu bij i unt uk konsum si segar digolongkan dalam 3 ( t iga) kelas kualit as sepert i berikut :
4 .2 .1 Ke las sup e r
Jam bu bij i pada kelas ini harus berkualit as super. Jam bu bij i harus sesuai dengan karakt erist ik variet as. Jam bu bij i harus bebas dari cacat kecuali cacat yang sangat kecil pada perm ukaan yang t idak m em pengaruhi penam pilan secara um um , kualit as, kualit as sim pan dan keberadaan produk dalam kem asan.
4 .2 .2 Ke las A
Jam bu bij i pada kelas ini harus berkualit as baik dan berkarakt er sesuai dengan variet as. Cacat yang sangat kecil pada buah m asih diperbolehkan sej auh t idak m em pengaruhi penam pilan um um , kualit as, kualitas sim pan dan keberadaan produk dalam kem asan. Beberapa penyim pangan yang m asih diperbolehkan adalah :
- sedikit penyim pangan pada bentuk dan warna;
- cacat sedikit pada kulit buah sepert i t ergores at au kerusakan m ekanis lainnya
sepert i t erpapar sinar m atahari.
Tot al area yang cacat t idak lebih dari 5% dari luas t otal seluruh perm ukaan buah. Penyim pangan pada kulit buah t idak boleh m em pengaruhi daging buah.
4 .2 .3 Ke las B
Jam bu bij i pada kelas ini adalah jam bu bij i yang t idak m em enuhi persyarat an unt uk kelas yang lebih t inggi nam un m asih m em enuhi persyaratan m inim um (poin 4.1). Penyim pangan yang m asih diperbolehkan sejauh m asih m em pertahankan karakter pent ing kualit as, kualit as sim pan dan penam pilan produk, adalah :
- penyim pangan pada bent uk dan warna;
- cacat pada kulit akibat tergores dan kerusakan lain sepert i t erpapar sinar m atahari.
Tot al area yang cacat t idak lebih dari 10% dari luas tot al seluruh perm ukaan buah. Penyim pangan pada kulit buah t idak boleh m em pengaruhi daging buah.
5 Ket ent uan m engenai ukuran
Ukuran dit ent ukan berdasarkan bobot at au diam eter m aksim um buah yang diukur secara m elint ang, sesuai dengan t abel 1 dn tabel 2.
Tabel 1 Klasifikasi berdasarkan bobot buah Kod e Uk u r a n* Bobot ( gr a m ) 1 > 450 2 351 – 450 3 251 – 350 4 201 – 250 5 151 – 200 6 101 – 150 7 61 – 100 8 35 – 60 9 < 35
Ket : * ) m engacu kepada deskripsi varietas
Ta b e l 2 Klasifik asi b e rd asa rk a n d iam e t e r bu a h Kod e u k u r a n D ia m e t er ( m m ) 1 > 100 2 96 – 100 3 86 – 95 4 76 – 85 5 66 – 75 6 54 – 65 7 43 – 53 8 30 – 42 9 < 30
6 Ket ent uan m engenai t oleransi
Toleransi dalam hal kualit as dan ukuran m asih dim ungkinkan dalam set iap kem asan unt uk produk yang t idak m em enuhi syarat yang ditetapkan untuk set iap kelas.
6 .1 Tole r a nsi m u t u
6 .1 .1 Ke la s su pe r
Lim a persen dari j um lah atau bobot jam bu bij i boleh t idak m em enuhi ketent uan kelas super t etapi m asih t erm asuk dalam kelas A atau m asih berasal dalam batas t oleransi kelas tersebut .
6 .1 .2 Ke las A
Sepuluh persen dari j um lah at au bobot jam bu bij i boleh t idak m em enuhi ketent uan kelas A t et api m asih term asuk dalam kelas B atau m asih berasal dalam batas t oleransi kelas tersebut .
6 .1 .3 Ke las B
Sepuluh persen dari j um lah at au bobot jam bu bij i boleh t idak m em enuhi ketent uan kelas B at au persyaratan m inim um (point 4.1) , dengan pengecualian buah yang sudah
dipengaruhi oleh pem busukan at au kerusakan lain yang m enyebabkan t idak layak dikonsum si.
6 .2 Tole r a nsi uk u r an
Unt uk sem ua kelas, bat as t oleransi yang diperbolehkan adalah 10 % berdasarkan j um lah at au bobot, tet api berada tepat di atas at au di bawah kisaran ukuran yang dit ent ukan pada t abel ket ent uan m engenai ukuran ( bagian 3) .
7 ket entuan m engenai keragaan
7 .1 Kese r ag a m an
I si set iap kem asan harus seragam dan hanya berisi j am bu bij i dari kawasan, variet as/ t ipe kom ersial, kualit as dan ukuran yang sam a. Bagian isi yang t am pak dari kem asan harus m encerm inkan keseluruhan isi kem asan.
7 .2 Pe ng e m asa n
Jam bu bij i harus dikem as dengan cara yang dapat m elindungi buah dengan baik. Bahan yang digunakan di dalam kem asan harus baru ( term asuk bahan daur ulang yang sesuai unt uk m akanan), bersih dan m enj aga kualit as unt uk m encegah kerusakan eksternal m aupun internal produk. Penggunaan bahan-bahan terut am a kert as at au label spesifikasi produk yang dicetak m asih dim ungkinkan dengan m enggunakan t inta at au lem yang t idak beracun. Jam bu bij i dikem as dalam kontainer sesuai dengan rekom endasi int ernasional untuk pengem asan dan pengangkutan buah t ropika segar dan sayuran (CAC/ RCP 44- 1995) .
7 .2 .1 Ke m asa n
Kem asan harus m em enuhi syarat kualit as, higienis, vent ilasi, dan ketahanan untuk m enj am in kesesuaian penanganan, pengangkut an, dist ribusi, dan m enj aga kualitas. Kem asan harus bebas dari bahan dan bau asing.
8 Penandaan dan pelabelan
8 .1 Ke m asa n k onsu m en
Kem asan harus m em enuhi st andar kem asan CODEX STAN 1- 1985 Rev. 2- 1999 m engenai Standar um um pelabelan m akanan dalam kem asan. Apabila isi kem asan t idak tam pak dari luar, m aka kem asan harus diberi label yang berisi inform asi m engenai nam a buah dan dit ulis sebagai nam a varietas.
8 .2 Ke m asa n bu k an e ce r an
Set iap kem asan dalam kontainer harus m enggunakan tulisan pada sisi yang sam a, m udah dibaca dan t idak dapat dihapus, sert a dapat dilihat dari luar at au harus dit unj ukkan pada dokum en yang m enyertai barang. Unt uk produk yang diangkut dalam bentuk curah, label harus dit unj ukkan pada dokum en yang m enyert ai produk.
8 .2 .1 I d e n t ifik a si
8 .2 .2 N a m a p rod uk
Nam a buah apabila isi kem asan t idak tam pak dari luar. Nam a variet as/ t ipe kom ersial ( opsional) .
8 .2 .3 Asa l pr od uk
Asal negara dan bila diperlukan nam a kabupaten at au kawasan t em pat buah dihasilkan.
8.2.4 I dent ifikasi kom ersial
- kelas;
- ukuran [ kode ukuran atau bobot ( gram ) at au diam eter ( m m ) m inim um at au
m aksim um ;
- bobot bersih ( opsional) .
8 .2 .5 Pem e r ik sa a n r e sm i ( opsion a l)
9 Kont am inan
9 .1 Log a m b er a t
Jam bu bij i harus m em enuhi syarat keam anan sesuai dengan ketentuan residu m aksim um logam berat yang ditet apkan oleh badan yang berwenang.
9 .2 Re sidu p e stisid a
Jam bu bij i harus m em enuhi syarat residu m aksim um pest isida yang dit et apkan oleh
inst it usi yang berwenang.
10 Higienis
1 0 .1 Jam bu bij i dianj urkan unt uk m em enuhi syarat higienis sesuai Prinsip Dasar
Higienis Makanan (CAC/ RCP 1- 1969, Rev. 3- 1997) at au ketent uan lainnya yang relevan.
1 0 .2 Jam bu bij i harus m em enuhi syarat m ikrobiologi sesuai dengan ketent uan
st andar m ikrobiologi untuk m akanan (CAC/ GL 21- 1997) atau ketentuan lainnya yang relevan.
11 Met ode analisis dan pengam bilan cont oh
Metode analisis dan pengam bilan cont oh yang digunakan dalam ket ent uan ini harus m em enuhi syarat sesuai dengan ketent uan yang dit etapkan oleh Codex m engenai m etode analisis dan pengam bilan cont oh, volum e 13.