• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dimensi Proses dan Tata Kelola Penyelenggaraan

Perencanaan dan Pengorganisasian; (ii) Pengadaan dan Pembangunan; (iii) Penerapan dan Pengelolaan; (iv) Pengawasan dan Pengembangan;

3. Dimensi Sumber Daya Teknologi (Infrastruktur) yang terdiri dari berbagai komponen utama seperti: (i) Jaringan (network); (ii) Piranti Keras (hardware); (iii) Piranti Lunak (program/aplikasi); (iv) Informasi (dan database); (v) Sumber Daya Manusia;

4. Dimensi Komunitas atau Kelompok Masyarakat yang berperan sebagai pengguna, penyelenggara, penikmat, dan pelaksana TIK, dimana dalam sebuah kota/kabupaten, paling tidak terdapat 4 (empat) kelompok yang dimaksud, yaitu: (i) Pemerintah; (ii) Industri/Bisnis; (iii) Pendidikan; dan (iv) Konsumen; 5. Dimensi Keluaran dan Manfaat (Outcomes) yang merupakan hasil nyata atau

“value” yang diperoleh atau dinikmati masyarakat dengan telah diimplementasikannya beragam aplikasi TIK di kota/kabupaten yang bersangkutan.

Keseluruhan dimensi ini pada dasarnya saling berhubungan dan tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Pembentukan kota/kabupaten digital tidak dapat dilakukan hanya dengan cara memfokuskan diri pada pengembangan satu unsur atau dimensi saja, misalnya pada aspek infrastruktur, atau pemerintahan (e-government), atau pengembangan konten, dan lain-lain. Membangun sebuah kota/kabupaten berbasis TIK yang siap menghadapi era komunitas digital harus dilakukan secara holistik dan sistemik. Oleh karena itulah maka dalam perencanaan dan implementasinya, kelima dimensi ini harus mendapatkan perhatian yang sama – sehingga pembangunan yang terjadi dapat benar-benar bermanfaat dan berkesinambungan (baca: sustainable). Secara paradigmatik, berikut adalah kerangka pengembangan TIK untuk membangun kota/kabupaten digital secara holistik dan sistemik yang diharapkan menjadi panduan dan referensi utama bagi para pelaku dan pengambil keputusan pada kota/kabupaten di seluruh wilayah nusantara.

Gambar 3.1 Kerangka Pengembangan TIK Kabupaten dan Kota

Berdasarkan kerangka dimaksud, akan dikembangkan 100 (seratus) buah pertanyaan survey (kuesioner), dengan perincian jumlah pertanyaan/pernyataan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Dimensi Penilaian ICTPura 2011

Dimensi Sub-Dimensi Jumlah

Pertanyaan

1. Kebutuhan dan Keselarasan 7 (No. 1-7) 2. Proses dan Tata Kelola

Penyelengaraan

a. Perencanaan dan Pengorganisasian 10 (No. 8-17) b. Pengadaan dan Pembangunan 5 (No. 18-22) c. Penerapan dan Pengelolaan 5 (No. 23-27) d. Pengawasan dan Pengembangan 5 (No. 28-32) 3. Sumber Daya Teknologi a. Jaringan Infrastruktur 6 (No. 33-38) b. Piranti Keras dan Kanal Akses 6 (No. 39-44) c. Piranti Lunak Aplikasi dan Program 6 (No. 45-50) d. Data, Informasi, dan Pengetahuan 6 (No. 51-56) e. Sumber Daya Manusia 6 (No. 57-62) 4. Komunitas dan Kelompok

Masyarakat

a. Pemerintah 7 (No. 63-69) b. Industri/Bisnis 7 (No. 70-76) c. Pendidikan 7 (No. 77-83) d. Konsumen/Individu 7 (No. 84-90) 5. Keluaran dan Manfaat 10 (No.91-100)

Untuk mempermudah pengisian kuestioner dan penghitungan indeks, maka setiap pertanyaan/pernyataan harus dijawab dengan cara memilih satu dari 6 (enam) pilihan jawaban yang paling mendekati dengan kondisi sebenarnya (baca: multiple choice). Berikut adalah dua contoh pertanyaan/pernyataan dimaksud sebagai

gambaran mengenai jenis kuestioner yang akan disebarkan dalam survey nasional terkait:

Tabel 3.2 Contoh Dimensi Proses dan Tata Kelola Penyelenggaraan: Perencanaan

No.12 Apakah Pemerintah Kota/Kabupaten anda telah memiliki “IT Master Plan” atau Rencana Induk Pengembangan TIK ?

0 Tidak punya, karena Pemerintah Kota/Kabupaten tidak perduli akan keberadaannya

1 Tidak punya, karena Pemerintah Kota/Kabupaten belum memiliki dana/anggaran untuk membuatnya

2 Pernah punya beberapa tahun yang lalu, namun sudah cukup lama tidak dimutakhirkan (di-update)

3 Punya, dan baru saja dikembangkan 1-2 tahun yang lalu

4 Punya, baru saja dikembangkan 1-2 tahun yang lalu, dan senantiasa direvisi secara periodik paling tidak setahun sekali

5 Punya, baru saja dikembangkan 1-2 tahun yang lalu, senantiasa direvisi dan dimutakhirkan, serta dijadikan panduan baku dalam menyelenggarakan proyek TIK di kota/kabupaten

Tabel 3.3 Contoh Dimensi Komunitas: Pendidikan

No.33 Kurang lebih ada berapa jumlah SMK Informatika dan Perguruan Tinggi yang memiliki program studi komputer/informatika di kota/kabupaten tempat anda tinggal ?

0 Tidak ada sama sekali 1 Ada, kira-kira 1-5 institusi 2 Ada, kira-kira 6-10 institusi 3 Ada, kira-kira 11-25 institusi

4 Ada banyak, kira-kira antara 26-50 institusi 5 Ada banyak dan menjamur, lebih dari 50 institusi

Domain Kegiatan #2: Penghitungan Indeks ICT Pura

Indeks ICT Pura adalah suatu indikator atau alat ukur untuk menggambarkan serta mengilustrasikan tingkat kesiapan suatu kota/kabupaten dalam menghadapi atau beradopsi dengan lingkungan berbasis komunitas digital. Sesuai dengan referensi yang disampaikan oleh ITU dan WSIS, paradigma pengukuran indeks adalah seperti model yang digambarkan berikut ini.

Tentu saja paradigma ini bersifat umum, walaupun keempat komponen yang ada mencerminkan empat aspek utama dalam ekosistem TIK di sebuah kota/kabupaten. Untuk model penghitungan lebih detail akan sangat bergantung pada konteks, obyektif, dan ketersediaan data yang dimiliki. Terkait dengan ICT Pura, sejumlah prinsip penghitungan indeks yang diadopsi adalah sebagai berikut:

 ICT Use (Intensity) - Mengingat bahwa kota/kabupaten dipimpin oleh unsur pemerintah (dalam hal ini dikepalai oleh Walikota atau Bupati), dan seluruh keigatan dalam konteks kemasayrakatan akan sangat diwarnai dengan berbagai kebijakan, peraturan, dan berbagai keputusan dari pemerintah daerah, maka bobot yang terkait dengan peranan pemerintah dalam mengelola TIK di kotanya haruslah terbesar – paling tidak 40%;

 ICT Readiness (Infrastructure) - Mempertimbangkan bahwa ketersediaan infrastruktur TIK pada dasarnya adalah sebuah keputusan bisnis/industri penyedia jasa infrastruktur yang sangat dipengaruhi oleh peluang/potensi pasar di satu pihak dan keputusan pemerintah pusat di pihak lain, dan tidak mungkin aplikasi TIK akan berjalan tanpa keberadaan infrastruktur minimum, maka bobot untuk komponen ini paling tidak minimal 20%;

 ICT Capability (Skills) – Melihat bahwa sebuah kota/kabupaten hanya dapat berkembang jika memiliki sumber daya dan kemampuan yang cukup, dimana keseluruhannya sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunitas dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasi aset TIK yang dimiliki, maka untuk komponen ini perlu diberi bobot sekitar 25% maksimum; dan

 ICT Impact (Outcomes) – Mempelajari bahwa pada akhirnya, tidak ada gunanya membangun TIK jika masyarakat atau kota/kabupaten yang bersangkutan tidak memperoleh manfaat langsung dari keberadaannya, maka bobot untuk portofolio manfaat paling tidak adalah minimal 15%.

Tabel berikut ini memperlihatkan pemetaan antara dimensi kuesioner (100 pertanyaan/pernyataan) dengan keempat komponen indeks yang telah dijelaskan di atas.

Tabel 3.4 Pemetaan antara Dimensi Kuesioner dengan Komponen Indeks

KOMPONEN INDEKS DIMENSI EKOSISTEM SUB-DIMENSI JUMLAH PERTANYAAN BOBOT

ICT Use 1. Kebutuhan dan

Keselarasan 7

40% 2. Proses dan Tata

Kelola Penyelenggaraan a. Perencanaan dan Pengorganisasian b. Pengadaan dan Pembangunan c. Penerapan dan Pengelolaan d. Pengawasan dan Pengembangan 25 4. Komunitas dan Kelompok Masyarakat a. Pemerintah 7

ICT Readiness 3. Sumber Daya

Teknologi a. Jaringan Infrastruktur b. Piranti Keras dan Kanal Akses

c. Piranti Lunak Program dan Aplikasi

d. Data, Informasi, dan Pengetahuan

24

20%

ICT Capability 3. Sumber Daya

Teknologi e. Sumber Daya Manusia 6

25% 4. Komunitas dan Kelompok Masyarakarat b. Industri/Bisnis c. Pendidikan d. Konsumen/Individu 21

ICT Impact 5. Keluaran dan Manfaat

10 15%

Dengan demikian, maka dapat dihitung secara langsung indeks ICT Pura dari kota/kabupaten yang bersangkutan dengan menggunakan rumusan sebagai berikut:

Indeks

ICT Pura

= NR

IU

*40% + NR

IR

*20% + NR

IC

*25% + NR

II

*15%

dimana:

NRIU = Nilai Rata-Rata Komponen ICT Usage NRIR = Nilai Rata-Rata Komponen ICT Readiness NRIC = Nilai Rata-Rata Komponen ICT Capability NRII = Nilai Rata-Rata Komponen ICT Impact

Sesuai dengan sistem “scoring” yang dipergunakan dalam kuesioner pemetaan, maka nilai Indeks ICT Pura akan berkisar antara 0 (terendah) hingga 5 (tertinggi). Adapun arti dari indeks tersebut adalah sebagai berikut:

0 = Kota/Kabupaten sama sekali tidak siap (I-mula) 1 = Kota/Kabupaten masih jauh dari siap (I-pratama)

2 = Kota/Kabupaten sudah hampir siap (I-muda)

3 = Kota/Kabupaten telah siap (I-madya)

4 = Kota/Kabupaten telah siap, dan mampu bersaing (I-utama) 5 = Kota/Kabupaten telah siap, dan terdepan dalam persaingan (I-paripurna)

Domain Kegiatan #3: Pemberian Apresiasi ICT Pura

Indonesia adalah negara yang sangat heterogen, terlihat dari beranekaragamnya suku dan budaya dari barat hingga ke timur. Sejarah bangsa dan negara yang sedemikian rupa telah menghasilkan sebuah NKRI yang terdiri dari daerah otonom yang memiliki situasi dan kondisi berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Oleh karena itulah maka dalam konteks pemberian penghargaan atau apresiasi ICT Pura, perlu dilakukan kategorisasi atau pengelompokkan kota/kabupaten agar memenuhi asas keadilan dan kesamarataan. Sesuai dengan masukan dari berbagai komponen pemerintahan dan masyarakat, maka keseluruhan kota/kabupaten akan dibagi menjadi 9 (sembilan)

kelompok berdasarkan 2 (dua) aspek utama, yaitu: (i) aspek jumlah penduduk1 – yang dibagi menjadi kota/kabupaten dengan penduduk padat, sedang, dan sedikit; dan (ii) aspek total pendapatan daerah2 – yang dibagi menjadi nilai pendapatan tinggi, sedang, dan rendah. Sebagai batasan atau “threshold”-nya adalah sebagai berikut:

 Aspek Jumlah Penduduk

o Banyak : di atas 1 juta penduduk

o Sedang : antara 500.000 hingga 1 juta penduduk o Sedikit : di bawah 500.000 penduduk

 Aspek Nilai Pendapatan

o Tinggi : pendapatan di atas 1 triliun

o Sedang : pendapatan antara 0.5-1 triliun rupiah o Rendah : pendapatan di bawah 0.5 triliun rupiah

Diharapkan dengan adanya kategorisasi ini, masing-masing kota/kabupaten akan dapat dikomparasi (baca: benchmark) berdasarkan populasinya. Pembagian ini selain selaras dengan yang biasa dipergunakan institusi pemerintah lainnya, juga dapat dipergunakan untuk mengetahui berada pada “divisi” mana masing-masing kota/kabupaten berada. Dengan kata lain, pada dasarnya kesembilan kategori yang ada merupakan gradasi atau spektrum dari GDP/kapita pada kota/kabupaten di Indonesia.

Gambar 3.3 Katagori Kabupaten dan Kota

Sesuai dengan rencana program yang ada, maka 3 (tiga) penghargaan akan diberikan pada masing-masing kategori, dimana peringkatnya bergantung pada nilai Indeks ICT Pura dari kota/kabupaten dimaksud. Disamping itu akan tersedia sejumlah apresiasi khusus (“merit award” atau “special mention”) bagi kota/kabupaten yang memiliki keunikan tersendiri, terkait dengan proses perencanaan, pembangunan, pengelolaan, dan pengembangan TIK di kota/kabupaten bersangkutan.

1 Diambil dari Badan Pusat Statistik tahun 2010.

Bagian

4

DAFTAR PERTANYAAN SURVEY

Informasi Umum Entitas ICT Pura (Basis Pengamatan) 1 Kota/Kabupaten : 2 Provinsi : 3 Nama Walikota/Gubernur : 4 Jumlah Penduduk : 5 Total Pendapatan : 6 Penanggung Jawab Survey : 7 Tanggal Pengisian Survey : 8 Alamat Website :

9 Alamat Email :

10 Nomor Kontak Telepon :

1. Dimensi Kebutuhan dan Keselarasan

No.1 Apakah anda mengetahui dan paham mengenai keberadaan

Inpres No.3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government ?

Responden: Pemda, DPRD

0 Tidak tahu dan tidak paham akan keberadaannya.

1 Tahu akan keberadaannya, namun tidak paham maksud dan tujuannya. 2 Tahu dan paham, dan telah dicoba diimplementasikan beberapa butir

instruksi terkait.

3 Tahu dan paham, dan seluruh butir instruksi telah dilaksanakan dengan baik.

4 Tahu dan paham, seluruh butir instruksi telah dilaksanakan dengan baik, dan dijadikan sebagai indikator kinerja pemerintah daerah.

5 Tahu dan paham, seluruh butir instruksi telah dilaksanakan dengan baik, keberhasilannya dijadikan indikator kinerja pemerintah daerah, dan telah banyak pemda daerah lain yang belajar dari sini.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.2 Apakah anda mengetahui akan keberadaan Dewan TIK Nasional dan memahami tugas pokok serta program-programnya ?

Responden: Pemda, DPRD

0 Tidak tahu dan tidak pernah mendengar akan keberadaannya.

1 Tahu akan keberadaannya, namun tidak tahu tugas pokok dan program-programnya.

2 Tahu akan keberadaan dan tugas pokoknya, dan pernah mendengar sekilas mengenai program-programnya.

3 Tahu akan keberadaan dan tugas pokoknya, dan memahami berbagai program-programnya.

langsung dalam beberapa program-programnya.

5 Tahu akan keberadaan dan tugas pokoknya, memahami dan terlibat langsung dengan semua program-programnya.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.3 Apakah anda merasa keberadaan teknologi informasi dan

komunikasi akan memberikan manfaat dan kontribusi signifikan bagi perkembangan daerah dimana anda berada ?

Responden: Pemda, DPRD

0 Tidak tahu.

1 Ya, keberadaannya akan memberikan kontribusi positif, namun tidak signifikan.

2 Ya, keberadaannya akan memberikan kontribusi positif, namun signifikan tidaknya tergantung dari sudut pandang yang dipergunakan. 3 Ya, keberadaannya memberikan kontribusi positif dan signifikan bagi

perkembangan daerah.

4 Ya, keberadaannya memberikan kontribusi positif dan signifikan bagi perkembangan daerah, bahkan dapat meningkatkan daya saing daerah jika direncanakan dan diterapkan dengan benar.

5 Ya, keberadaanya tidak hanya memberikan kontribusi positif dan signifikan bagi perkembangan ekonomi daerah, namun sanggup mentransformasikan situasi dan kondisi daerah ke arah modernisasi. Bukti

Pendukung Catatan Tambahan

No.4 Bagaimana anda menilai dukungan pemerintah pusat terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di daerah anda ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak ada dukungan yang nyata, hanya sebatas retorika belaka. 2 Ada dukungan secara nyata, namun kadarnya sangat terbatas. 3 Ada dukungan secara penuh dan nyata dalam berbagai bentuknya. 4 Dukungannya cukup tinggi, kontinyu, dan berkesinambungan dari

tahun ke tahun.

5 Dukungannya sangat tinggi, kontinyu, berkesinambungan, dan senantiasa meningkat dari tahun ke tahun.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.5 Bagaimana anda mengetahui peranan dan jenis teknologi informasi dan komunikasi apa yang tepat untuk diterapkan di daerah tempat anda berada ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Mengikuti daerah lain yang telah lebih dahulu menerapkannya.

2 Mencoba menebak atau mengira-ngira sendiri berdasarkan diskusi dan tukar pikiran dengan sejumlah pihak.

3 Melalui proses analisa dan pengkajian mengenai kebutuhan, potensi, dan peluang daerah untuk berkembang.

4 Mengikuti hasil analisa, kajian dan prioritas nasional yang telah didokumentasikan dalam berbagai bentuk dokumen strategis, seperti misalnya MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) atau referensi lainnya.

5 Menyelaraskan antara prioritas pembangunan nasional yang dinyatakan dalam berbagai dokumen formal dengan kebutuhan riil daerah untuk berkembang sesuai dengan potensi dan peluang yang dimilikinya.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.6 Menurut pendapat anda, apa peranan dan target utama

penerapan teknologi informasi dan komunikasi di daerah tempat anda berada ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Memfasilitasi proses komunikasi dan diseminasi informasi agar lebih cepat.

2 Memfasilitasi proses komunikasi dan diseminasi informasi agar lebih cepat serta meningkatkan kinerja operasional pelayanan publik.

3 Memfasilitasi proses komunikasi dan diseminasi informasi agar lebih cepat, meningkatkan kinerja operasional pelayanan publik, serta membantu proses pengambilan keputusan yang efektif.

4 Memfasilitasi proses komunikasi dan diseminasi informasi agar lebih cepat, meningkatkan kinerja operasional pelayanan publik, membantu proses pengambilan keputusan yang efektif, dan memastikan terjadinya proses yang transparan dan akuntabel.

5 Memfasilitasi proses komunikasi dan diseminasi informasi agar lebih cepat, meningkatkan kinerja operasional pelayanan publik, membantu proses pengambilan keputusan yang efektif, memastikan terjadinya proses yang transparan dan akuntabel, dan menciptakan berbagai inovasi produk dan jasa yang dibutuhkan daerah.

Bukti Pendukung Catatan

Tambahan

No.7 Menurut anda, seberapa mendesaknya diperlukan pembangunan

dan penerapan berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi di daerah tempat anda berada ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Perlu, namun tidak terlampau mendesak.

2 Perlu, cukup mendesak, namun tidak di semua sektor kehidupan. 3 Perlu dan mendesak pada berbagai sektor kehidupan bermasyarakat. 4 Perlu dan sangat mendesak mengingat keberhasilan pembangunan

daerah sangat tergantung dengannya.

5 Perlu dan sangat mendesak karena merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan di seluruh sektor kehidupan bermasyarakat.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

2. Dimensi Proses dan Tata Kelola Penyelenggaraan

2.a. Aspek Perencanaan dan Pengorganisasian

No.8 Apakah terdapat dokumen Rencana Induk Pengembangan

Teknologi Informasi dan Komunikasi di daerah anda (misalnya: IT Master Plan, IT Strategic Plan, atau IT Blue print) ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak ada, namun sudah terdapat inisiatif untuk segera menyusunnya. 2 Ada, namun tidak dimutakhirkan karena sudah dibuat cukup lama. 3 Ada, dan senantiasa diperbaharui secara periodik dari tahun ke tahun. 4 Ada, dan senantiasa diperbaharui secara periodik dari tahun ke tahun,

dan telah dikomunikasikan serta disosialisasikan dengan baik ke seluruh jajaran organisasi dan segenap pemangku kepentingan.

5 Ada, dan senantiasa diperbaharui secara periodik dari tahun ke tahun, dan telah dikomunikasikan serta disosialisasikan dengan baik ke seluruh jajaran organisasi dan segenap pemangku kepentingan, serta dievaluasi/diaudit efektivitas keberadaannya.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.9 Apakah IT Masterplan atau IT Strategic Plan yang dimiliki tersebut benar-benar dipergunakan sebagai panduan atau acuan dalam menyelenggarakan berbagai proyek teknologi informasi dan komunikasi di daerah ?

0 Tidak tahu.

1 Tidak, hanya disimpan di lemari sebagai arsip.

2 Ya, namun hanya sebagian kecil saja proyek yang mengacu pada dokumen ini.

3 Ya, rata-rata proyek mengacu pada dokumen ini. 4 Ya, sebagian besar proyek mengacu pada dokumen ini.

5 Ya, semua proyek mengacu pada dokumen ini; jika ada proyek yang tidak masuk, maka menjadi bahan masukan untuk merevisi dokumen yang ada.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.10 Apakah ada unit organisasi khusus dalam struktur pemerintah daerah yang bertanggung jawab mengelola teknologi informasi dan komunikasi ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak ada, karena kebanyakan hanya bersifat ad-hoc atau aktivitas berbasis proyek.

2 Ada, namun tergabung dalam sebuah unit yang memiliki beberapa tupoksi lain selain mengelola teknologi informasi dan komunikasi. 3 Ada, dimana unit ini secara khusus memiliki tupoksi mengelola

teknologi informasi dan komunikasi, dan tiga tingkat di bawah walikota/bupati.

4 Ada, dimana unit ini secara khusus memiliki tupoksi mengelola teknologi informasi dan komunikasi, dan berada dua tingkat di bawah walikota/bupati.

5 Ada, dimana unit ini secara khusus memiliki tupoksi mengelola teknologi informasi dan komunikasi, dan berada langsung satu tingkat di bawah walikota/bupati.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.11 Apakah daerah memiliki dokumen cetak biru atau “blue print”

Arsitektur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang

dibergunakan sebagai panduan teknis ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak ada, namun sudah terdapat inisiatif untuk segera menyusunnya. 2 Ada, namun tidak dimutakhirkan karena sudah dibuat cukup lama. 3 Ada, dan senantiasa diperbaharui secara periodik dari tahun ke tahun. 4 Ada, dan senantiasa diperbaharui secara periodik dari tahun ke tahun,

dan telah dikomunikasikan serta disosialisasikan dengan baik ke seluruh jajaran organisasi dan segenap pemangku kepentingan.

5 Ada, dan senantiasa diperbaharui secara periodik dari tahun ke tahun, dan telah dikomunikasikan serta disosialisasikan dengan baik ke seluruh jajaran organisasi dan segenap pemangku kepentingan, serta dievaluasi/diaudit efektivitas keberadaannya.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.12 Apakah dokumen arsitektur ini dipergunakan sebagai panduan teknis pembangunan teknologi informasi dan komunikasi di daerah ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak, hanya disimpan di lemari sebagai arsip.

2 Ya, namun hanya sebagian kecil saja inisiatif pembangunan teknologi informasi dan komunikasi yang mengacu pada rancngan arsitektur ini. 3 Ya, rata-rata inisiatif pembangunan teknologi informasi dan

komunikasi mengacu pada rancangan arsitektur ini.

4 Ya, sebagian besar inisiatif pembangunan teknologi informasi dan komunikasi mengacu pada rancangan arsitektur ini.

5 Ya, semua inisiaitf pembangunan teknologi informasi dan komunikasi mengacu pada rancangan arsitektur ini; jika ada yang menyimpang, dijadikan bahan masukan untuk merevisi dan memperbaiki rancangan arsitektur yang ada.

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.13 Apakah terdapat dokumen yang jelas dan detail terkait dengan fungsi kunci, deskripsi pekerjaan, serta SOP (Standard Operating Procedure) dari proses pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak ada, semuanya berjalan secara naluri dan kebiasaan.

2 Ada, dipergunakan sebagai panduan kerja, namun tidak pernah dikaji maupun dimutakhirkan.

3 Ada, dipergunakan sebagai panduan kerja, dan senantiasa dimutakhirkan sesuai dengan perbaikan.

4 Ada, dipergunakan sebagai panduan kerja, senantiasa dimutakhirkan sesuai dengan perbaikan, dan dipakai sebagai basis evaluasi kinerja. 5 Ada, dipergunakan sebagai panduan kerja, senantiasa dimutakhirkan

sesuai dengan perbaikan, dipakai sebagai basis evaluasi kinerja dan penentuan remunerasi berdasarkan beban kerja dan tanggung jawab. Bukti

Catatan Tambahan

No.14 Apakah terdapat satu atau beberapa standar (misalnya: tipe aplikasi, fitur/spesifikasi piranti keras, manajemen pengelolaan, pengkodean data/informasi, dsb.) terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi yang diadopsi ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak ada sama sekali.

2 Ada, kadang-kadang dipergunakan, kadang-kadang tidak. 3 Ada, dipergunakan secara konsisten sebagai basis pengelolaan.

4 Ada, dipergunakan secara konsisten sebagai basis pengelolaan, dan dikembangkan secara kontinyu dan berkesinambungan.

5 Ada, dipergunakan secara konsisten sebagai basis pengelolaan, dikembangkan secara kontinyu dan berkesinambungan, dan dievaluasi/diaudit kepatuhan adopsinya (surveillance).

Bukti Pendukung Catatan Tambahan

No.15 Dalam melaksanakan berbagai proyek teknologi informasi,

apakah dimiliki sebuah mekanisme baku dan standar manajemen pengelolaan proyek dimaksud (misalnya: Project Management) ?

Responden: Pemda

0 Tidak tahu.

1 Tidak ada, namun sudah dipikirkan untuk menyusunnya. 2 Ada, namun belum secara konsisten diadopsi sepenuhnya.

3 Ada, dan dijadikan sebagai acuan baku pelaksanaan manajemen proyek teknologi informasi.

4 Ada, dipergunakan sebagai acuan baku pelaksanaan manajemen proyek teknologi informasi, dan dijadikan basis evaluasi kinerja pemerintah daerah.

5 Ada, dipergunakan sebagai acuan baku pelaksanaan manajemen proyek teknologi informasi, dijadikan basis evaluasi kinerja daerah, dan senantiasa dikembangkan/direvisi mekanisme baku dimaksud. Bukti

Pendukung Catatan Tambahan

No.16 Apakah telah dimiliki kerangka dan mekanisme yang

dipergunakan sebagai basis penghitungan cost-benefit dari setiap program, proyek, atau inisiatif investasi pengembangan teknologi informasi dan komunikasi yang diusulkan ?

Responden: Pemda

1 Tidak ada, namun sudah dipikirkan untuk menyusunnya.

2 Ada, namun belum secara konsisten dipergunakan dalam proses justifikasi investasi.

3 Ada, dan dijadikan acuan standar

4 Ada, dipergunakan sebagai acuan baku pelaksanaan manajemen proyek teknologi informasi, dan dijadikan basis evaluasi kinerja pemerintah daerah.

5 Ada, dipergunakan sebagai acuan baku pelaksanaan manajemen proyek teknologi informasi, dijadikan basis evaluasi kinerja daerah, dan senantiasa dikembangkan/direvisi mekanisme baku dimaksud. Bukti

Pendukung Catatan Tambahan

No.17 Apakah pemerintah daerah memiliki program sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat ?

Dokumen terkait