• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahasiswa dapat mengerti dengan mudah dinamika dan alur sejarah peradaban Islam pada Dinasti Muwahidun.

Bahan dan alat

LCD, laptop, white-board, makalah, peta dan power point.

Langkah Kegiatan

1. Majulah kelompok yang bertugas di depan kelas.

2. Presentasikan makalah, sesuai tema dalam pembelajaran ini, Dinasti Muwahidun.

3. Pilihlah diantara mereka, seorang pemandu atau moderator dan seorang sekretaris.

4. Berikan kesempatan kepada para mahasiswa yang lain (baca: audiens) untuk bertanya dan atau mengkritisi makalah yang disampaikan.

5. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ataupun tanggapan dari para audiens tersebut, secara tepat dan cermat.

6. Berikan (dari dosen) klarifikasi atas berbagai pertanyaan yang muncul dalam alur diskusi tersebut!

Uraian Materi

DINASTI MUWAHIDUN

(515-667 H/1121-1269 M)

A. Pendahuluan

Dinasti Muwahidun ini merupakan salah satu dinasti dalam sejarah Islam di dunia walaupun berumur tidaklah panjang. Dinasti ini besar dan tumbuh dengan megah dan mengalami kejayaannya di kawasan Afrika Utara dan Spanyol. Nama dinasti ini dinisbahkan kepada Muhamamad bin Tumart dari kabilah Zanatah barbar, terletak di Maroko jauh bagian tenggara. Dinasti ini turut meramaikan sejarah peradaban dunia Islam sejak pada tahun 515-667 H/1121-1269 M.

Muhammad bin Tumart ini sebenarnya merupakan tokoh agama yang gemar berdakwah untuk menebarkan tentang ideologi tauhid sebagaimana pemahamannya. Lama-kelamaan ia mempunyai pengikut, dan pengikutnya ini dikenal dengan nama Muwahhidin. Ibnu Tumart sendiri bergelar al-Mahdi. Paham tauhid yang dia miliki, bagi para pengikutnya harus tetap disebarkan kepada masyarakat Islam yang ada agar supaya dakwah terus berjalan. Oleh karenanya, ketika Ibnu Tumart meninggal dunia, maka penyebarannya ajarannya dilanjutkan oleh murid kepercayaannya, Abdul Mukmin bin Ali.

Sebagai wadah perjuangannya, lalu Abdul Mukmin menyerang Murabitun pada tahun 541 H dan akhirnya berhasil menguasai kota Marrakech dengan mengusir orang-orang Murabitun dari Timur jauh dan kemudian berhasil merebut kekuasaanya. Inilah saatnya kemudian ia mendirikan dinasti Muwahidun.

Kekuatan perang yang dimilikinya juga lumayan canggih dan kuat, terutama kekuatannya benar-benar dahsyat pada masa periode anaknya< Abu Ya’kub bin Yusuf I. Pada tahun 567 H. Abu Ya’kub menyeberangi laut menuju Andalus dan menundukkan raja-raja Murabitun, seperti Ibu Mardais dan Ibnu Ganiyah.

Ketika Abu Ya’kub meninggal dunia pada tahun 580 H.lalu kepemimpinannya diteruskan oleh anaknya, Abu Yusuf Ya’kub al-Manshur. Dibwah kepemimpinannyalah, wilayah Muwahidun terbentang sangat luas. Abu yusuf juga brekali-kali menyeberangi laut menuju Andalus untek menyerang Spanyol. Akhirnya peperangan pu berakhir pada tahun 591 H, manakala Alfaonso VIII mengalami kekalahan telak. Perang ioni dikenal dengan perang Arak. Abu yusuf rupanya membalas kekalahan dalam perang Zalakah yang terjadi pada tahun 479 H.

Abu Yusuf Mansur wafat pada tahun 595 H, yang kemudian digantikan oleh sang anak, Nashir Lidinillah Muhammad. Pada periodenya, dinasti ini mengalami kemunduran. Dia sempat berperang melawan Spanyol berkali-kali, akan tetapi selalu kalah. Kekalahan paling telak terjadi pada tahun 609 H, yang kemudian terkenal dengan nama perang Uqab.

Diantara penyebab runtuhnya dinasti Muwahhidun di Andalusia adalah pemerintahan tidak dijalankan oleh para pemimpin dan tidak

membuat ibu kota. Hal itu membuat bangsa Spanyol dengan mudah menguasai Andalus kembali, meski setelah beberapa generasi. Kekuasaan Muslimin pun semakin berkurang, sampai akhirnya hanya menguasai provinsi Granada. Penyebab hal tersebut adalah adanya perebutan kekuasaan. Pemerintahan Bani Ahmad di Granada sebenarnya sudah begitu lama berkuasa, lebih dari satu abad. Kekuasaan mereka musnah dan berakhir karena pengkhianatan raja terakhir mereka yang bertempur bersama raja Spanyol untuk menyerang saudara-saudaranya dari raja Thawaif.

Demikianlah berakhirnya kekuasaan bangsa Arab Islam di Semenanjung Iberia pada tahun 897 H/1492 M. Bani Marin menguasai Dinasti Muawahidun pada tahun 668 H. pada periode raja terakhir Muwahidun, yaitu Idris yang bergelar Abu Dawus.1

Selain faktor-faktor yang tersebut di atas, -dalam pandangan Hitti- kejatuhan Dinasti Murabitun ini juga masih diwarnai dengan kentalnya nilai-nilai barbar yang tersisa di dalam mental mereka, diataranya adalah seperti kemalasan, korupsi, dan oligarki militer yang lama-lama menuju ke arah disintegrasi dan kejatuhan dinasti. Masyarakat barbar secara mendasar mempunyai sifat-sifat dan perilaku kasar, kebiasaan hidup di gurun yang serba keterbatasan dalam kehidupannya memilikin dampak yang signifikan dalam pembentukan mentalnya. Mereka mayoritas memiliki fisik yang kuat namun kasar, dan ketika mereka menikmati kehidupan yang serba ada, mewah dan mudah rupanya membawa dampak yang negative, diantaranya adalah kemalasan.2 Dimana pada saat dengan kondisi fisik dan mental yang lemah semacam itulah, sesungguhnya para lawan-lawannya dengan mudah untuk mengalahkan mereka. Ketidakberdayaan dan lemahnya semangat adalah turut menjadi pendukung yang tidak bisa kita abaikan dalam menganalisa tentang terjadinya keruntuhan dinasti ini.

Rangkuman:

1. Embrio berdirinya Dinasti Muwahidun ini adalah berasal dari gerakan tauhid yang disebarkan oleh para tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya, terutama oleh tokohnya yang terkenal yang bernama Muhammad bin Tumart.

2. Usia dinasti Muwahidun ini lumayan pendek, yakni berdirinya sejak tahun 515 /1121 H sampai 667/1269 M.

3. Sebenarnya perhatian para khalifah Muwahidun di Spanyol adalah berperang melawan orang-orang Nasrani, yang disebut dengan perang suci. Akan tetapi upaya-upaya tersebut tidak pernah tercapai dengan sukses alias kalah.

4. Masih melekatnya nilai-nilai mental barbar yang dimiliki oleh para pemimpin dan masyarakatnya, sehingga kondisi tersebut dapat memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi eksistensi Dinasti Muwahidun. Bahkan cenderung mempercepat ke arah kemunduran dan kehancuran dinasti ini.

Latihan:

Jawablah pertanyaan-pertanyaan penting di bawah ini!

1. Jelaskan latar belakang sejarah berdirinya Dinasti Muwahidun?

2. Sebutkan peranan para khalifah dalam membesarkan dan membangun Dinasti Muwahidun!

3. Kemajuan apa saja yang telah dicapai oleh Dinasti Muwahidun ini? 4. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan Dinasti Muawahidun