• Tidak ada hasil yang ditemukan

h~rta yang diperoleh suami selaku kepala rumah tangga, apabila harta tersebut diperoleh secara halal

maka terimalah dengan penuh rasa syukur serta hormat

dan penghargaan kepada suami, sebaliknya jika harta

tersebut diperoleh secara bathil janganlah diterima dan

hendaklah diperingatkan cara itu tidak benar, karena

akan menimbulkan kemadharatan baik yang segera

dirasakan di dunia atau nanti dirasakan di akhirat.

Hai seka/ian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al Baqarah: 168.)

Akibat dari makan harta dengan jalan bathil akan mempengaruhi akhlak dan keimanan keluarga bahkan siksaan neraka yang akan diterimanya .

• /. J ,, "" ,,,,, / ,,,,, /'"" , _:, -';,~

(...:--:~.J') f1)_,,_;dl9~~~~-._,·, ~ ~

Setiap daging yang tumbuh dari makan makanan yang tidak halal maka nerakalah yang patut menjadi tempatnya kelak di kemudian hari. (Al Hadits.)

Sementara itu pada ayat lain kita diperintahkan untuk menjauhi neraka baik bagi diri kita sendiri maupun keluarga kita.

r( :0\~ :<,,,,..-'.:\\!- ,;'~\ ':· n,,z,~

'./~~~~if J-,

--Hai orang-orang yang beriman, pe/iharalah dirimu dan anggota keluargamu dari api neraka. (Q.S. At-Tahrim: 6.)

Dengan demikian ibu rumah tangga di samping harus berupaya menolak harta perolehan suami yang tidak halal juga harus menasehatinya secara bijak.

b) Sikap dan tingkah laku ibu rumah tangga dalam membelanjakan ha~ta rumah tangga :

Hem

at.

Hemat artinya ibu dalam membelanjakan kebutuhan rumah tangga tidak terjadi besar pengeluaran dari pemasukan. Untuk itu ibu rumah tangga perlu mengadakan skala prioritas pengeluaran ... Upayakan dahu1u untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum (dhurury) di mana bila tidak dipenuhi akan mengakibatkan kesengsaraan jiwa seperti kebutuhan beras, lauk pauk yang mengandung gizi, pakaian minimal yang dapat menutupi aural dan dapat digunakan untuk sarana ibadah. Jika pemasukan masih memungkinkan baru memenuhi kebutuhan pokok (hajjy) yaitu kebutuhan untuk melengkapi kebutuhan minimum seperti dalam hal makan kebutuhan dhururynya adalah makan sekedarnya, maka kebutuhan hajjynya makan sampai kenyang. Jika kebutuhan hajjy dapat terpenuhi sementara anggaran masih memungkinkan baru memenuhi juga kebutuhan tahsini (pelengkap/penyempurna) seperti pakaian yang mutunya baik, beras yang berkua1itas baik, dan rekreasi yang bennanfaat. Jadi tidakla:h termasuk h.emat kalau ibu sibuk mengurusi dan membelanjakan harta untuk ulang tahun anak sementara untuk keperluan makan sehari-hari berikutnya mengalami kekurangan.

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, sesungguhnya pemboros ilu adalah saudara syailan dan syaitan itu adalah sangal ingkar kepada Tuhannya. (Q.S. Bany lsrail: 26-27.) Sederhana.

lbu rumah tangga sekalipun harta yang diperoleh dapat memenuhi ·kebutuhan baik dhurury, hajjy, maupun tahsini, namun Islam menganjurkan untuk hidup sederhana dalam penggunaannya. Artinya ibu dituntut dalam pembelanjaannya jangan sampai melebihi kebanyakan orang di sekitarnya, terlebih lagi bila memang ditujukan untuk bermegah-megah, menyombongkan diri dan berfoya-foya. Gunakanlah harta pemberian Allah pada tempatnya. Jika ada kelebihan bantukanlah kepada orang yang masih mengalami kekurangan.

l_.p'_,J}>;.'·'~>,-£;/- ~_;_;_; ~ ~:;~_; P.~ ~~~ )(

Makan dan minum serta berpakaian dan bersedekahlah kamu denga/J tidak berlebih-lebilzan dan diiringi dengan kesombongan. (H.R. Abu Daud dan Ahmad.)

Artinya apa yang diperoleh sekarang janganlah dihabiskan sekarang juga tetapi harus dipikirkan untuk masa yang akan datang balk di dunia dengan cara menabung, dijadikan modal/investasi kegiatan-kegiatan produktif maupun di akhirat kelak dengan cara membantu fakir miskin, sanak saudara, tetangga, disumbangkan untuk kegiatan sosial keagamaan seperti pengajian, masjid, sekolah, madrasah dan yatim piatu.

Hai orang-orang yang beriman, bertalcwalah kepada Allah dan hendaklah setiap dirimu memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok ( akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang lcamu kerjakan. (Q.S. Al Hasr:

18.)

Menghindari berhutang.

Ibu rumah tangga dalam menata penggunaan harta rumah tangga di samping harus hemat, sederhana dan berorientasi ke depan juga menghindari berhutang. Hal tersebut menuntut ibu meng~tur pembelanjaan dana minimal berimbang dengan pemasukannya, sehingga terhindar dari berhutang. Bahkan kalau memungkinkan ibu rumah tangga dapat menyisihkan sedikit demi sedikit dari uang belanjanya untuk tabungan, maka apabila ada keperluan mendadak di luar dugaan dapat diatasi tanpa berhutang.

;'4

.,.,s , .... ,, ... ...,.., ....

.14' ... ~\ "'•"(<.

Cu.,lr.'.t,.,). --i~~ .il»J~~ ~

4j .... \,;

~ ..u:, ~ ~~

Hati-hatilah lcamu dalam berhutang, sesungguhnya hutang itu mendatanglcan kerisauan (masgul) di malam hari dan menyebablcan kehinaan pada siang hari.

Dalam kehidupan keluarga sekarang ini banyak penawaran kredit mulai dari kebutuhan pokok minimal

sampai pada kebutuhan tambahan baik yang bersifat konsumtif maupun produktif. Dalam hal ini ibu rumati tangga sebaiknya dapat menahan diri dan lebih baik membudayakan menabung yang pada gilirannya nanti setelah terkumpul sedikit demi sedikit dapat digunakan memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Karena kalau ibu terbiasa kredit tanpa disadari bahwa keterikatan dengan cara hidup demikian tinggi, sementara barang yang dikredit sudah rusak atau hilang sedangkan hutangnya masih terus diangsur.

Dalam keadaan mendesak kredit dapat dilakukan, demikian juga kredit benda yang bernilai investasi (produktif) dapat d itempuh debgan perhitungan yang seksama. Namun demikian, kredit jangan melebihi kewajaran yang mengakibatkan belanja kebutuhan sehari-hari mengalami kesulitan.

c) Sikap dan tingkah laku ibu rumah tangga dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Penggunaan dana dilakukan dengan perencanaan secara rasional disiplin. Buatlah pos-pos pengeluaran secara ketat, perketat pada pos pengeluaran yang bersifat konsumtif, dan beri prioritas pada pos pengeluaran yang bersifat produktif. Perencanaan rasional selalu menggunakan jumlah pengeluaran berimbang dengan pemasukan dan selalu ada pos cadangan yang dipersiapkan untuk mengatasi keperluan tak terduga.

Di samping itu ada juga dana tabungan. Kalau perencanaan rasional digunakan secara ketat berarti ibu telah menerapkan hidup sederhana, hemat dan sekaligus telah meningkatkan ekonomi keluarga,

karena melalui cara tersebut berarti setiap bulannya sudah ada tabungan atau penambahan modal untuk meningkatkan pendapatan pada bulan berikutnya.

Untuk perencanaan rasional ibu rumah tangga perlu mempertimbangkan petunjuk hukama berikut ini.

.

/.

/\.,.... "' •"J /,,/ .,~"" ~/o/.

/

l~--

\..:>--~ \J \ ~\ :.. . ~

~ - ,,,,.;.. """' . /' '.Y ,,;.. - ~ _,

Kekayaanku bukan terletak karena banyak harta (pendapatan), tetapi karena sedikit hajatku (pengeluaran).

Jadi sekalipun pendapatan satu hari sejuta rupiah kalau pengeluarannya sejuta maka dia setiap harinya selalu merasa miskin. Sebaliknya walaupun penghasilannya seribu rupiah setiap harinya tetapi pengeluarannya diatur secara rasional setiap hari hanya tujuh ratus rupiah. maka setiap hari dia merasa kaya, karena selalu ada cadangan.

Kerja menambah meningkatkan ekonomi keluarga.

lbu rumah tangga dapat bekerja baik di luar maupun di rumahnya sendiri guna membantu meningkatkan ekonomi keluarga yang pada dasamya menjadi tanggung jawab suami. lbu dengan segala kemampuan dan keterampilannya dapat membantu mcringankan beban yang dipikul suami, terlebih bila kemampuan suami dalam mencari nafkah terbatas, sehingga kebutuban hidup sering tidak dapat dipenuhinya secara wajar.

Tidakl.ah seorang memakan makanan yang lebih balk daripada hasil kerjanya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Allah Daud suka makan dari hasil kerjanya sendiri. (H.R. Bukhari.)

Kerja di rumah yang dapat menambah peningkatan ekonomi keluarga yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki ibu, seperti kerajinan tangan berupa menyulam, menganyam maupun lainnya. Hal tersebut dianjurkan Islam melalui hadits Nabi: o / e ~..:C

/

•J /. /• ,,,, .J•/

. '"J . -:. \ \ ·· .. . j

~'

o r · \ \ -. \ · . /--; ,,,, ,.,,,,,,.,,, ,,,

r...:rr~

.,..

l

~ J -V. \ <°~

_:,>

(-...JJ;. \ oJ ,l..J)

Sebaik-baik permainan/pekerjaan seorang wanita muslimah di dalam rum:ahnya adalah memintal/

menenun. (H.R. Abu Nua ·1m.)

Sedangkan bagi ibu rumah tangga memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat mengisi bursa kerja di luar rumah, maka dia dapat melakukan pekerjaan tersebut.

j /

.?-: ~ /~~_,,,,,..,,/,,.,,./

t L->~'•'.J..,) ~~~_,l.'~l...H.;t- ~J'c:/:J .... Dan barangs_iapa yang mengusahakan /cebutuhan hidupnya sendiri sehingga ia dapat menutupi ketergantungannya kepada orang lain1 maka ia itu tergolong dalam jihad. (H.R. lbnu Asakir.)

Bahkan Islam sangat menghargai usaha seseorang tennasuk usaha ibu rumah tangga untuk mencukupi kebutuhan hidupnya atau kehidupan keluarganya, sekalipun harus keluar rumah, masuk hutan mencari kayu bakar kemudian menjualnya.

Pekerjaan itu lebih mulia daripada menunggu dan mengharapkan belas kasih orang lain.

b';:. . / ~... ..

't:; \,,

J\J' \ ~ ~.-t , ,,,._ .... ~_,

"1

~~

\;-:

"=~

Sesungguhnya seseorang yang mengambil tal~ lalu pcrgi ke gunung untuk mendapat seikat kayu bakar dan menjualnya sehingga dengan demikian Allah SWT menutup mukanya (menutup malunya) itu lebih bailc daripada ia meminta /cepada orang lain baik mere/ca itu memberi atau menolaknya (H.R. Bukhari.)

Namun, bagi ibu rumah tangga yang bekerja di luar perlu memperhatikan petunjuk-petunjuk agama agar di samping dia dapat meringankan kebutuhan ekonomi keluarga, juga dapat meningkatkan keharmonisan, kerukunan dan kelestarian rumah tangganya sebagai berikut:

(a) Musyawarahkan dahulu dengan suami apakah jenis, waktu, tempat dan penghasilannya dapat meningkatkan keharmonisan, kerukunan dan dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi. Hindari pekerjaan yang justru menimbulkan fitnah dan kerusakan.

(b) Mengatur waktu sehingga tidak mengorbankan

tugasnya sebagai ibu rumah tangga termasuk mengasuh anak.

(c) Jenis pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan dan keterampilan ibu serta tidak menimbulkan fitnah yang mengakibatkan kecemburuan suami atau keluarga. .

(d) Tempat kerjanya pasti, kalau dapat diupayakan agar berdekatan rumah sehingga ibu tidak membuang waktu di perjalanan dan sewaktu-waktu mudah untuk dihubungi.

(e) Penghasalannya halal dan dapat membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga.

2) Menata Makanan.

Hal-hal yang perlu ditata oleh ibu rumah tangga dalam masalah makanan mencakup:

a) Penataan cara memperoleh makanan dan minuman.

Harta benda terutama sekali berupa makanan dan minuman dalam rumah tangga yang diperoleh suami atau anggota keluarga lainnya, harus diperoleh dengan cara yang halal dn dilarang memperolehnya dengan cara yang bathil. Harta benda yang diperoleh dengan cara yang bathil itu pada dasarnya bukan harta bend any a.

.. !~~ . (~ ~ /~ ..-.-:

~, C\: ,L;.J') ... ~c..t:YJ-o.)

..

~./

Hai orang-orang yang beriman, janganlah lcamu sating mema/can harta sesamamu dengan jalan yang bath#, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan su/ca sama su/ca di antara kamu. (Q.S. An Nisa•: 29.)

Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan yang bathil dan (janganlah) /camu m:emba wa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa padahal lcamu mengetahui. (Q.S. Al Baqarah: 188.)

lbu rumah langga harus mengontrol harta-harta yang diterima, karena jangan sampai tergolong rumah tangga tidak memperhatikan lagi makanan dan minumannya apa diperoleh dengan cara halal atau

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bersabda: "Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana orang tiada peduli lagi apa yang diambilnya dari harta yang halal atau yang ha ram". (H.R. Bukhari.)

Makan makanan yang haram atau yang diperoleh melalui cara yang b_athil, .di samping akan merusak akhlak keluarga juga mengakibatkan doanya tidak dikabulkan Allah:

Hai Saad perbaikilah makananmu niscaya Allah akan menjadikan kamu orang makbul doanya. Demi AllaJ:z yang jiwa Muhammad yang ada dalam kekuasaan-Nya sesungguhnya seseorang yang perutnya diduga keras memakan makanan yang haram maka Allah tidak a/can mengabulkan doanya selama 40 hari. Dan siapa saja yang dagingnya tumbuh dari makanan hak orang lain dan riba maka api neraka utama baginya. (Al Hadits.)

b) Penataan jenis makanan dan minuman.

Dalam penataan jenis makanan dan minuman, maka ibu rumah tangga harus memilih makanan yang bergizi, bersih dan halal dimakan baik berupa makanan yang mengenyangkan, lauk. pauk, sayur-sayuran dan buah-buahan begitu juga minuman. Hindari minuman dan makanan yang merusak pertumbuhan tubuh, pikiran dan agama.

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (bergizi)

dari apa yang Allah telah ri.zlcikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (Q.S. Al Maidah: 88.)

Adapun segala jenis makanan yang baik bagi pertumbuhan tubuh (bergizi), pertumbuhan akal (tidak memabukkan) dan bagi agama (tidak jelas-jelas dilarang agama) semuanya itu halal untuk dimakan.

Begitu juga sebaliknya semua makanan dan minuman yang tidak baik bagi perkembangan akal, tubuh dan agama, maka jenis makanan tersebut tergolong haram untuk dimakan.

/ -,. • / , J , -' ""

I._,:,

~-'

j ' -' ,

l ~ __::~>>'' J :. :' Ll &~;,f:J

...;.-

!J>f. \ ~ J . . .

.•. dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang burulc ... (Q.S. Al A 'raf: 157.)

Di samping memilih makanan yang halal, bergizi dan bersih juga yang harus dipertimbangkan dari segi harganya yang terjangkau. Banyak sekali jenis makanan yang harganya murah namun dilihat dari zat yang dikandungnya cukup baik (bergizi) seperti sayur-sayuran berwama hijau, tempe, tahu, ikan dan telur.

Jadi ibu rumah tangga jangan beranggapan makanan yang baik itu karena harganya mahal, yang dijadikan dasar pertimbangannya adalah kandungan gizinya.

Untuk itu ibu rumah tangga perlu mengetahui dan mendalami ilmu gizi sehingga Iebih tepat menentukan jenis makanan yang dipilih.

Penetapan jenis makanan sehari-hari yang dapal

memenuhi kebutuhan tubuh dan akal terdiri dari makanan yang mengandung zat tenaga terdapat dalam jenis makanan biji-bijian seperti nasi, jagung dan gandum. Zat pembangun seperti dalam lauk-pauk, dan zat pengatur yang terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Jenis makanan inilah yang dimaksud dalam Islam makanan Halalan Thayyiba.

c) Penataan menu dan penghidangan makanan.

Adapun yang harus diperhatikan ibu rumah tangga dalam menata menu dan hidangan makanan keluarga adalah selera keluarga dan naluri manusiawinya yang selalu ingin ada perubahan menu.

lbu diharapkan dapat meinancing dan menumbuhkan nafsu makan keluarga. Karena kalau masakan yang memenuhi selera anggota keluarga hari ini belum tentu dapat memenuhi selera mereka pada besok harinya. Untuk itu, diharapkan agar hidangan dan penyusunan menu masakan setiap hari diadakan perubahan. Untuk itu ibu rumah tangga dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan menyajikan masakan yang bervariasi.

d) Menciptakan suasana dan etika makan yang Islami.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ibu rumah tangga untuk menciptakan suasana makan Islami antara lain:

• Mencuci tangan sebelum dan sesudah IJlakan:

~~\ ~ ~_. ~

'J '',

'•\~ "'l,: '•'f ~I, • _. : \ ) . : .. ~'

,J .U ~ . (. ~ ,,.. I !.f'-'..) .) ~ _.J '.! ~ ...r'..J ...J

J-I.- • .- •'·

,.r, -'...J,:i

'•I.,\\

f&S-._;..J'-'"-''~;:'''u) o~ •_,.-~'J . • ·~J"

Dari Salman r. a. Rasulullah bersabda: "Keberkatan makan itu mencuci tangan sebelum dan sesudahnya ".

(H.R. Abu Daud.)

• Sebelum dan sesudah makan berdoa.

Doa sebelum makan.

Ya Allah, berkatilah apa-apa yang telah Allah rizkikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari api neraka.

Doa sesudah makan .

.

~-

~· '·'-\.\~:..' ,~\f::"',."',,.'9_., ~,

,,,,., - __ ._, \J ' ... ....,,. '~ v , , -I! jJ J.)..)

:.. r."'z,

Segaifi puji bagi Allah yang telah memberi kami ma/can kenyang dan menjadikan kami orang-orang yang beriman.

Makan dengan tangan kanan .

:J~

.

.u~. ~, , • J / ' ! ... ~'-'/1, ,,,, ,,,_:, ('V-~~~...)JJ/;'Y:. I~....)"-"/.

/ .. "' JS'

( ( -~-~.1) ~~

... -,,,

Bahwa seorang laki-laki ma/can dengan iangan /Clrznya di hadapan Rasulullah, lantas R_asululla!z menyuruhnya ma/can dengan tangan kanan. (H.R. Muslim.)

Tidak mencela hidangan yang disajikan .

. fi1#t'•' ·:._:':i\,.

,-,~j'tf1•'1!. '· -; ... , < ....

~

J

~ ~

.

f . ...,,,- ~ -;->t.c. v e Los-..u>I ~ o ,.r-_,,Ja..:J~ .:,r , ~,,, ',,, (. -i')(I .I ...

(rl-'.1->.-\r.>'•'N)

..u_,:;

.a..f.J...!' '.~\

"'

Dari Abu }furairah r.a. berkata: Sekali-kali Nabi tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan, jika beliau suka dimak.annya dan jik.a beliau tidak suka ditinggalkannya. (H.R. Bukhari dan Muslim.)

Tatkala makan bila terdapat hidangan yang kurang berselera makannya janganlah mencclanya, karcna keluarga sudah bcrsusah payah memasak dan mcnyajikannya.

Makan harus dikunyah dahulu dan tidak tergcsa-gesa .

"j' ,,,

'{."~\

J. ,,, _

~:\:j" ~in ~.t ~

...

~

...

~,, .X.J>-'~~~D

....

--:~r.

1

'~ ""'

"'v

~;

..

~~

g:

Beliau memperkecil suap, mengunyah dengan baik, dan tid.ak. menambah suap kecuali kalau makanan yang ada di mulut beliau sudah tertelan habis. (Al-Hadits.)

• Makan secara berjama'ah.

Sahabat bertanya kepada Ra.sulullah: "Ya Ra.sululllah, sesungguhnya kaml ma/can tetapi kaml tidak kenyang".

Jawab Rasul barangka/i /camu makan secara berpisah-pisah. Mereka menjawab betul ya Rasulullah. Sabda Rasul, justru itu makanlah kamu secara berjamaah (bersama) dan sebutlah nama Allah niscaya kamu dapat berkah. (H.R. Abu Daud dari Wahsyi bin Harb.) Muslim harus berupaya makan secara bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga, janganlah makan secara bergiliran, seperti laki-laki dahulu baru perempuan, atau bapak ibu dahulu baru anak-anak seterusnya baru pembantu.

Makan tidak berlebihan.

Makanlah dan minumlah tetapi jangan berlebihan sebab Dia tidak suka pada orang yang melewati batas .... (Q.S. Al A 11raf: 31.) .

Makan berlebihan dapat menimbulkan pekerjaan lambung tidak normal, pencernaan tidak teratur dan fermentasi zat-zat makanan tidak sempurna. Oleh sebab itu Rasulullah SAW menasehatkan untuk tidak makan kecuali bila sudah lapar dan makanpun tidak sampai kenyang.

Kami adalah bangsa yang tidak makan kalau tidak lapar dan Jcalau kami makan tidak sampai /cenyang.

(Al Hadits.)

Makanan diupayakan dalam keadaan tertutup, sehingga terhindar dari hinggapan laJat dan debu.

Tutuplah piring-piring makananmu dan sebutlah nama Allak ... , dan sumbatlah bejana-bejana minumanmu

dan sebutlah nama Allak ... (Al Hadits.) 3) Menata Busana Keluarga.

Wanita sebagai ibu rumah tangga dituntut mampu menata pakaian anggota keluarga baik dirinya sendiri, anak, suami maupun anggota keluarga lainnya yang berada dalam tanggungan mereka. Yang perlu diperhatikan ibu dalam pengaturan pakaian keluarga adalah:

a) Fungsi pakaian.

Fungsi dari pakaian adalah untuk menutup aurat dan perhiasan.

j )"1"'

,_,_~ ~ ~_,µi_p..s_.,~~~~

U,. "'~ "lA • "" ~ ' ' ' ,/\ !<~~\~

IJ

""r~\-:

...,.-

.{.J

.

... "' le,:_:,~')~~~

...

"'

.

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian indah untuk perhiasan.

Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.... (Q.S.

Al A 'raf: 26.)

Dengan demikian ibu dalam mengatur pakaian harus dapat memilih pakaian yang dapat menutup aurat sekaligus memperindah pandangan orang. Untuk itu tidak perlu pakaian yang mahal, karena pakaian yang harganya murahpun bila ibu terampil memilih motif dan corak serta modenya dapat memperindah orang yang memakainya.

b). eara berbusana.

lbu rumah tangga perlu memperhatikan cara berbusana keluarga. Bersyukurlah kepada Allah tatkala memakai busana baru dengan cara berdoa tatkala memakainya dengan lafal doa berikut:

Segala puji bagi Allah yang telah menyelubungi aku dengan pakaian ini, sehingga aku dapat menutup aul"atku dan karenanya dapat memperindah dalam kehidupanku. (H.R. Tarmizi dari Umar r.a.)

Berpakaian yang serapi mungkin sehingga indah dipandang dan menambah keanggunan yang memakainya.

Dan rapikanlah pakaianmu, sehingga engkau berada di tengah-tengah manusia bagaikan tahi lalat menghias

wajah seseorang. Sesungguhnya Allah ti.dale menyukai kekejian baik dalam p~rkataan maupun pergunji.ngan (H.R. Abu Daud.)

Terlebih lagi tatkala mau ibadah (kc mesjid).

Hai anakAdam, pakailah palcai.anmu yang indah setiap (memasuki) mesjid ... (Q.S. Al A •raf: 31.)

Berpakaian pakaian yang bcrsih sehingga kesehatan tubuh tidak terganggu, enak dipakai dan indah dipandang. Jika pakaian kotor hcndaknya segera dicuci.

""'

~

-'/"" ..1.:'"" ","

6-"' - ,,,. "~ ~ - "'·, ,, •-'. ,, /, , •.

~-' ~_;,

_,

~'.:...-

\-'

~

r

~

:_,

..t:r-~F~~ ~ ~,c..J

( )"""

~

0 \ .!J )

Cucilah pakaianmu, potonglah rambutmu, gosoklah gigimu, berhiaslah kamu, bersihlcanlah dirimu. . . . (H.R. Asa/cir.)

4). Menata Rumah.

Rumah merupakan sarana pokok dalam membina keluarga yang diidam-idamkan. Rumah berfungsi sebagai tempat kediaman keluarga harus diupayakan oleh ibu agar tetap menarik anggota kcluarga untuk betah dan tenang

tinggal di dalamnya...., ')

( .\.:~'). ~~~~~&;%~~~

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumah ked.iaman sebagai tempat lcetenangan (Q.S. An Nahl: 80.)

41

Untuk menata rumah agar tetap berfungsi sebagai tempat ketenangan kcluarga, bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal tersebut memerlukan perhatian khusus dan rasa estetika, menuntut pengalaman dan kemahiran, seni menempatkan peralatan rumah tangga, pengaturan hiasan dinding, dekorasi, tata letak, tata wama di ruang tidur, ruang tamu, ruang dapur, ruang makan, sampai pada halaman rumah dan WC sangat mempengaruhi nilai estetika keluarga. Perubahan letak dan pertukaran tempat perabot dan perlengkapan rumah, merupakan langkah yang harus ditata ibu sehingga tidak membosankan. Karena bagaimanapun indahnya meletakkan sesuatu jika tidak mengalami perubahan letaknya akan menimbulkan kejenuhan dan kebosanan. Sehingga tidak ada rasa estetikanya lagi yang pada akhirnya mengurangi rasa keindahan dan ketenangan keluarga .

( (...-.o

0

l~.J)

.... t

r:: :L1

.P "",,,,,_ .,,,,. ,.., ..,,

(.) ~ - 16 ~ ~ \ ':' '

. .

""-~·

u,....

Sesungguhnya Allah itu indah. Dia menyenangi keindahan.

(H.R. Mu.slim.)

Di samping keindahan rumah yang harus diperhatikan oleh ibu rumah tangga dalam rangka mcwujudkan rumah sakinah, juga tidak kalah pentingnya adalah kebersihan rumah itu sendiri.

/ /

_.~ ~

, '"'

~

"

~

l.:..'

~

, , ..

Dia Bersih, Dia suka yang bersih-bersih; Dia Mulia, Dia

s_uka

yang muUa-mulia; Dia Dermawan, Dia suka yang dermawan-dermawan. J ustru itu bersihkanlah halaman rumah kamu jangan sampai kamu menyerupai orang-orang Yahudi. (H.R. Tarmizi.)

Dalam memilih hiasan-hiasan dinding sebaiknya ibu rumah tangga muslim jangan hanya memperhalikan nilai estetikanya saja telapi harus dlpilih juga yang mengandung nilai pendidikan dan agama seperti kaligrafi ayat-ayat Al Qur'an, keindahan alam dan lain sebagainya.

3. Wanita Sebagai Isteri.

Wanita sebagai isteri yang mendampingi suami, lidak kalah pentingnya dengan peranan isteri sebagai ibu rumah tangga. Apabila isteri mampu melaksanakan peranannya sesuai dengan garis-garis yang ditetapkan oleh agama, maka dalam Islam dinyatakan bahwa ia telah melaksanakan berbagai kegiatan ibadah yang akan mengantarkannya ke arah kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat kelak.

Melaksanakan tugas sebagai isteri akan banyak menemui suka dan dukanya, banyak ujian dan cobaan di samping banyak pula kesenangan dan kebahagiaannya. Namun tiada kepuasan dan kebahagiaan bagi seorang isteri, apabila ia belum dapal melaksanakan tugas sebaik-baiknya sebagai isteri yang merupakan ibadah kepada Allah SWT. Beberapa hadits berikut ini dapat dijadikan sebagai pedoman sekaligus sebagai bahan motivasi kaum wanita dalam melaksanakan peranannya sebagai isteri pendamping suami.

Tiada keberuntungan bagi seseorang yang beriman sesudah bertaqwa kepada Allah yang lebih dari mempunyai seorang isteri yang shalehah yang apabila diperintah (suaminya)

'

dipatuhinya, apabila (suami) memandang kepadanya ma/ca ia menyenangkan (hati suaminya), apabila d,iberi pembagian (nafkah) maka ia menerimanya dengan senang hati dan apabila suaminya bepergian ia senantiasa menjaga diri dan hartanya. (Hadits riwayat lbnu Majah dari Abu Umamah.)

Dalam hadits yang lain Nabi bersabda:

~.J' <""'""'-'""1'""':'-'-' "":"""-"=~""-'"'"i":,.."·"d=/ u'1 ... /

,..,,,,,.,h/

.,~[b1;...,.a..) - - • I ...;Io.)~ ~ aL,A=L! ,,,,. ~~...i.) ~ . c.) ,,,. '°~\ D~~L:4..l ,, '/ l.:..~ ,j

... ,,,,. •

-~

,, /

,_,,~

,,,,,,,,,, ; t /

( uA:.-J•

o'.:...,) /~ c ...

A.:

... ._.. ,~....(!,,;, v..J'-"'..J.,. ,\ ~ u\ I -J'-" a,",...~\,.::, ~/

" / / ,,,,. .,

Ada empat faktor kebahagiaan seseorang, yaitu apabila seseorang mempunyai isteri yang shalehah, mempunyai anak·

anak yang baik, memiliki pergaulan hidup dengan orang·

orang yang baik (shaleh) serta memiliki sumber penghidupan di negerinya sendiri. (Hadits riwayat Dailami.)

Kedua hadits di atas memberi pedoman kepada kaum wanita untuk mencapai sukses melaksanakan tugas sebagai isteri dalam rumah tangga, yaitu hendaknya setiap wanita mampu menjadikan dirinya sebagai seorang yang shaleh yang

bersedia melaksanakan ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh agama. Dalam kaitannya dengan peranan wanita sebagai

bersedia melaksanakan ketentuan-ketentuan yang digariskan oleh agama. Dalam kaitannya dengan peranan wanita sebagai

Dokumen terkait