BAB III. KEGIATAN DI INDUSTRI FARMASI
3.2 Tinjauan Kebagian-bagian Lain
3.2.1 Direktorat Keuangan dan Sumber Daya Manusia
Pada Direktorat Keuangan dan Sumber Daya Manusia, terdapat 6 bidang yang masing-masing bidang dipimpin oleh seorang manajer, yaitu :
a. Bidang Teknologi Informasi
Bidang Teknologi Informasi bertanggung jawab dalam penyelenggaraan sistem pengolahan data berbasis teknologi informasi, pengembangan aplikasi sistem dan teknologi informasi, dan pemeliharaan hardware dan jaringan.
Mulai tahun 2003 PT. Indofarma Tbk. memakai sistem ERP (Enterprise
Resourt Planning), dimana semua data terintegrasi dalam satu sistem sehingga
memudahkan dalam koordinasi dengan berbagai bidang dalam perusahaan.
b. Bidang Akuntansi
Bidang Akuntansi bertugas dalam hal verifikasi pengeluaran, pencatatan
transaksi keuangan, perhitungan harga pokok produksi, dan budgeting.
c. Bidang Keuangan
Bidang Keuangan bertanggungjawab dalam pengendalian Pajak dan
Asuransi, serta Treasury.
d. Bidang Rendal Keuangan
Bidang Rendal Keuangan bertanggung jawab dalam pengendalian anggaran dan pelaporan manajemen.
e. Bidang SDM
Berdasarkan data bidang SDM, karyawan PT. Indofarma (Persero) Tbk. baik karyawan tetap maupun karyawan ikatan kerja waktu tertentu (IKWT) jumlahnya adalah lebih dari 900 orang. Perusahaan mempunyai program pelatihan kerja yang teratur dalam bentuk seminar, kursus, pengiriman karyawan berprestasi ke perguruan tinggi terbaik di dalam dan di luar negeri. Bidang SDM ini menangani tentang Industrial Relation, People Development, HR System, Compensation & Benefits
f. Bidang Office Support
Bidang ini bertanggungjawab dalam pelayanan operasional, pelayanan rumah tangga serta K3 dan AMDAL.
Bagian ini meliputi : kopama, poliklinik dan apotek, program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL), dan keselamatan dan kesehatan kerja dan analisis mengenai dampak lingkungan (K3 dan Amdal). LK3 langsung bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Diperlukan kewaspadaan terhadap keselamatan kerja dan kesehatan kerja serta menganalisis dampak lingkungan di lingkungan kerja, sehingga kecelakaan dalam kerja bisa dihindarkan atau diminimalkan. Dalam upaya untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan suatu tindakan-tindakan nyata untuk menciptakan kondisi kerja yang aman dan sehat yang jauh dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Bidang ini juga bertanggung jawab atas penyediaan kebutuhan sarana produksi yang meliputi listrik, sistem pengaturan udara dan air. Untuk mendukung proses produksi PT. Indofarma Tbk. menggunakan sumber kelistrikan dari PLN dan generator milik PT. Indofarma Tbk., sistem AHU
untuk pengaturan udara, sistem pengolahan air (Water treatment), laundry,
dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain itu bidang ini juga
membawahi bidang utilities, perawatan dan pemeliharaan, tata udara, air dan
listrik .
1) Sistem Pengolahan Air
PT. Indofarma mempunyai lima sumur artesis sebagai sumber air. Kelima sumur tersebut memiliki kedalaman +150 m, air melalui proses
wats treatment. Air ini digunakan untuk seluruh kegiatan di industri
2) Sistem Air Handling Unit (AHU)
Sistem AHU adalah suatu sistem pengendalian udara yang masuk dan keluar ruangan produksi. Sistem ini mengatur suhu, tekanan, kelembaban dan kebersihan udara. Sistem ini berfungsi :
a) Mencegah kontaminasi dalam proses pembuatan obat
b) Mengatur tekanan, suhu dan kelembaban relatif ruangan
3) Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL)
Limbah yang dihasilkan oleh PT. Indofarma berupa limbah cair, padat dan gas. Untuk menjaga kelestarian lingkungan maka limbah tersebut harus ditangani dengan sebaik-baiknya. IPAL berfungsi untuk mencegah pencemaran lingkungan oleh produksi. Berikut penanganan limbah berdasarkan jenisnya :
a) Limbah Padat
Limbah padat berupa drum-drum kosong, tong-tong plastik, kertas,
karton bekas, kayu-kayu bekas, powder hasil tangkapan dust collector
engine, filter yang kotor, botol-botol pecah, dan lain-lain. Sebelum
dimasukkan dalam proses selanjutnya limbah tersebut dipilah-pilah, sebagian dibakar di incenerator dan didaur ulang oleh pihak kedua diluar pabrik. Pihak luar tersebut adalah PPLI (Perusahaan Pamunah limbah Industri). Pihak luar yang legal adalah suatu perusahaan/institusi yang telah mendapat izin dari Kementriaan Lingkungan Hidup, misalnya Dinas Kebersihan Bagian Pengelolaan Limbah B3 DKI dan PPLI yang berlokasi di Rawa Bebek, Bekasi. Sedangkan yang dibakar adalah semua jenis
limbah padat yang sudah terkontaminasi dengan bahan baku atau proses produksi, seperti plastik, karton, kemasan primer dan sebagainya. Limbah padat yang masih dapat didaur ulang diserahkan penanganannya pada koperasi pegawai Indofarma.
b) Limbah Cair
Untuk menangani limbah cair di Indofarma dipisah atas 3 bagian, yaitu :
i. Sewer System Instalation
Upaya pengolahan limbah cair yang telah dilakukan ialah dengan memisahkan saluran pembuangan, antara buangan produksi dengan limbah cair dari sanitasi/domestik dan air hujan, sehingga masing-masing menempati satu saluran khusus.
Untuk limbah cair yang berasal dari pencucian alat-alat dan ruang produksi obat, sisa produksi dan sisa pereaksi kimia pada kegiatan QC yang mengandung zat-zat yang bersifat toksik dan mengandung antibiotik dialirkan melalui saluran khusus sebelum diolah pada satu unit IPAL.
Khusus untuk produksi -laktam sebelum dialirkan ke IPAL,
dilakukan pre-threatment terlebih dahulu yang meliputi :
1. Air cucian mesin dari proses produksi -laktam dikumpulkan
pada drum yang telah disediakan.
2. Dilakukan penambahan NaOH sambil diaduk sampai diperoleh
3. Larutan tersebut didiamkan selama 2x24 jam.
4. Kemudian pada larutan diatas ditambahkan H2SO4 sambil
dikocok sampai diperoleh pH netral.
5. Larutan dengan pH netral tersebut dialirkan ker saluran limbah
yang telah disediakan menuju IPAL.
ii. Sanitary System Instalation (Saluran Air Limbah Rumah Tangga)
Air yang berasal dari kamar mandi termasuk kloset dimasukkan kedalam septic tank untuk mengendapkan kotoran yang berupa partikel padat dan airnya dialirkan kerembesan yang terletak di belakang pabrik.
iii. Drainase System Instalation (Saluran Air Hujan)
Air hujan yang turun di lokasi pabrik dialirkan melalui
inspection fit agar partikel padatnya, seperti tanah, pasir dan
lumpur dapat tertampung, sebelum air tersebut dialirkan ke sungai kebelakang pabrik.
c) Limbah Gas
Upaya pengelolaan yang dilakukan untuk menangani limbah gas dan partikulat dari hasil pembakaran solar diboiler ialah dengan menyalurkan melalui ceroobong asap sebanyak 2 buah. Untuk gas buang dan partiker hasil pembakaran sebuah obat dilakukan upaya pengelolaan pada
incenerator menggunakan satu buah burner (alat pembakar). Temperatur
pembakaran dikontrol dengan pengaturan laju limbah konstan dan diatur melalui satu buah mesin pengotrol. Udara untuk proses pembakaran diatur
berdasarkan laju alir limbah, kemudian aliran gas diemisi kan ke udar luar melalui cerobong gas yang mempunyai ketinggian 7 m dari permukaan tanah, dengan suhu burner 500-600 °C dan suhu cerobong sekitar 350 °C. Suhu pembakaran dapat mencapai 900 °C. Pengelolaan debu yang timbul pada pembuatan obat jadi dilakukan melalui sistem AHU. Pada prinsipnya sistem ini mengatur sirkulasi udara disetiap ruangan produksi melalui fan-fan yang dapat menyedot debu-debu yang berterbangan untuk dipisahkan atau disaring dalam beberapa konteplar dust box yang terletak diruangan teratas dari berbagai macam serbuk obat ditampung dalam kantong-kantong plastik sebelum dibakar pada unit incenerator. Khusus untuk debu yang berasal dari -laktam dilakukan penyaringan debu dalam ruangan tersendiri. Udara hasil penyedotan dibuang ke udara bebas melaui cerobong dengan ketinggian 2 m dari atap.
Bidang usaha dari PT. Indofarma Tbk. adalah menufaktur (produk
farmasi dan herbal, serta makanan bayi), toll manufacturing, dan distribusi
(produk farmasi dan alat kesehatan). Sumber pendapatan PT. Indofarma Tbk. berasal dari penjualan produk sendiri dan produk pihak lain, penjualan jasa
toll manufacturing, serta hasil investasi dan jasa giro.