• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISENTRI AMUBA, DISENTRI BASILER Kompetensi: 04

jenis-jenis antihistamin, antacids, kortikosteroid atau aplikasi-aplikasi yang sejenis dimaksudkan untuk menenangkan luka yang menyakitkan, contohnya analgesik seperti parasetamol dan

60. DISENTRI AMUBA, DISENTRI BASILER Kompetensi: 04

Laporan Penyakit : 0103 ICD X : A06 a. Definisi

Disentri merupakan gangguan peradangan usus terutama usus besar yang menyebabkan diare berat yang mengandung lendir atau darah pada feses.

b. Penyebab

1. Disentri amuba disebabkan oleh : Entamoeba histolytica. Mengakibatkan diare yang cukup parah, ditandai dengan diare berdarah, disertai lendir dan nyeri pada dubur pada saat buang air besar (tenesmus), selanjutnya disebut amubiasis. Amuba tersebut hidup di kolon, menyebabkan radang akut dan kronik yang disebut amubiasis intestinal. Bila tidak diobati amubiasis intestinal akan menjalar ke luar usus dan menyebabkan amubiasis ekstra-intestinal.Pada umumnya menyerang anak-anak dibawah 5 tahun.

2. Disentri Basiler merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Shigella (Shigellosis), Escherichia coli enteroinvassive (EIEC), Salmonella, Campylobacter jejuni (terutama pada bayi). Infeksi ini menyebabkan terjadinya diare cair atau disentri dan biasanya disertai rasa nyeri saat mengeluarkan feses.

c. Gambaran Klinis Disentri Amuba:

1) Masa inkubasi rata-rata 2-4 minggu.

2) Amubiasis kolon akut atau disentri amuba memberikan gejala sindroma disentri yang merupakan kumpulan gejala yang terdiri atas feses berlendir dan berdarah, tenesmus anus, nyeri perut dan kadang-kadang disertai demam.

3) Pada amubiasis kronik pasien mengeluh nyeri perut dan diare yang diselingi konstipasi. 4) Pada amubiasis ekstraintestinalis kadang ditemukan riwayat amubiasis usus.

5) Pasien amubiasis hati biasanya demam, hati membesar disertai nyeri tekan abdomen terutama di daerah kanan atas, berkeringat, tidak nafsu makan, berat badan turun dan ikterus.

6) Amubiasis kutis dan perinealis menyebabkan ulkus yang tepinya bergaung, sedangkan amubiasis vaginalis menimbulkan leukore dengan bercak darah dan lendir.

Disentri Basiler:

1. Masa inkubasi pendek (1-3 hari)

2. Secara klasik, shigelosis timbul dengangejala adanya nyeri abdomen, demam, BAB berdarah dan berlendir.

3. Gejala awal terdiri dari demam, nyeri abdomen dan diare cair tanpa darah, kemudian feses berdarah setelah 3-5 hari kemudian.

4. Pada masa laten, atau beberapa hari kemudian, jumlah tinja meningkat, tinja kurang encer tapi sering mengandung lender dan darah.

5. Tiap gerakan usus disertai dengan “mengedan” dan tenesmus(spasme rectum), yang menyebabkan nyeri berut bagian bawah.

6. Muntah-muntah. 7. Anoreksia.

d. Diagnosis

Ditemukannya darah dan lendir pada tinja. Leukosit di tinja menunjukkan 70% penyebab diare adalah bakteri dan 90% adalah diare disentri karena leukosit di tinja memiliki sensitivitas dan positive predictive value cukup tinggi untuk diare disentri. Pada Amubiasis kolon akut: menemukan E.histolytica bentuk histolitika dalam feses cair.

e. Penatalaksanaan

Prinsip penatalaksanaan diare adalah :

1). Mengatasi Dehidrasi, dengan pemberian oralit

2). Pemberian Zink selama 10 hari untuk anak <6 bln 10mg dan > 6 bulan 20 mg. 3). Pemberian antibiotik:

Disentri Amuba: Metronidazol merupakan obat pilihan untuk amubiasis usus maupun amubiasis ekstraintestinalis.

a) Dosis dewasa: 500–750 mg tiap 8 jam selama 7 – 10 hari. b) Dosis anak 1 tahun: 7,5 mg/kgBB tiap 8 jam, selama 7–10 hari.

Amubiasis ekstraintestinalis memerlukan pengobatan yang lebih lama. Oleh karena itu perlu dirujuk.

Disentri Basiler:

a). Kotrimoksasol (trimetoprim 160mg dan sulfametoksasol 800mg) 2x 1tab/hari. b). Siprofloksasin 2x500mg sehari selama 5-7 hari.

f. KIE

1) Tujuan terapi: membunuh parasit.

2) Efek samping terapi: metronidazol dapat menyebabkan mual. Jika timbul gejala tersebut maka pasien dapat menghubungi dokter Puskesmas untuk mendapatkan obat antimual.

3) Pencegahan:

4) Pencegahan meliputi perbaikan kesehatan lingkungan dan higiene perorangan, desinfeksi sayur dan buah-buahan yang diduga kurang bersih.

5) Pengidap kista tidak boleh bekerja di bidang penyiapan makanan dan minuman. 61. Hemorrhoid Grade 1/2

Definisi

Hemorrhoid merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus. Di Amerika, 50% populasi usia 50an menderita wasir. Dan diperkirakan sekitar 50- 85% populasi dunia akan mengalami gejala wasir pada periode tertentu dalam hidupnya.

Penyebab

Penyebab terjadinya wasir bermacam-macam. Wasir dapat diturunkan secara genetik, atau karena memang lemahnya pembuluh darah vena di rektum atau anus, atau juga dapat disebabkan karena terlalu sering dan kuat mengedan (kesulitan buang air besar atau diare). Duduk yang terlalu lama juga dapat menyebabkan terjadinya wasir. Hipertensi (darah tinggi), obesitas (kegemukan), dan gaya hidup yang malas (tidak aktif) juga merupakan salah satu pencetus terjadinya wasir. Konsumsi alkohol dan kopi dalam jumlah banyak dan sering juga merupakan salah satu faktor pencetus. Alkohol dapat menyebabkan penyakit hati yang pada akhirnya akan menimbulkan penyumbatan aliran pembuluh darah pada rektum atau anus, sedangkan mengkonsumsi terlalu banyak kopi dapat menyebabkan

hipertensi. Keadaan dehidrasi (kekurangan cairan) dapat juga menjadi faktor penyebab. Dehidrasi dapat menyebabkan tinja yang keras dan kesulitan buang air besar. Kekurangan vitamin E merupakan faktor yang lainnya.

Tipe dan Gejala

Hemorrhoid dibagi menjadi 2 tipe : *) Hemorrhoid eksterna

Merupakan wasir yang timbul pada daerah yang dinamakan anal verge, yaitu daerah ujung dari anal kanal (anus). Wasir jenis ini dapat terlihat dari luar tanpa menggunakan alat apa-apa. Biasanya akan menimbulkan keluhan nyeri. Dapat terjadi pembengkakan dan iritasi. Jika terjadi iritasi, gejala yang ditimbulkan adalah berupa gatal. Wasir jenis ini rentan terhadap trombosis (penggumpalan darah). Jika pembuluh darah vena pecah yang mengalami kelainan pecah, maka penggumpalan darah akan terjadi sehingga akan menimbulkan keluhan nyeri yang lebih hebat.

*) Hemorrhoid interna

Merupakan wasir yang muncul didalam rektum. Biasanya wasir jenis ini tidak nyeri. Jadi kebanyakan orang tidak menyadari jika mempunyai wasir ini. Perdarahan dapat timbul jika mengalami iritasi. Perdarahan yang terjadi bersifat menetes. Jika wasir jenis ini tidak ditangani, maka akan menjadi prolapsed and strangulated hemorrhoids.

 Prolapsed hemorrhoid adalah wasir yang “nongol” keluar dari rektum.

 Strangulated hemorrhoid merupakan suatu keadaan terjepitnya prolapsed hemorrhoid karena otot disekitar anus berkontraksi. Hal ini menyebabkan terperangkapnya wasir dan terhentinya

sekali.

Hemorrhoid interna dapat dikelompokkan menjadi :

 Grade I : wasir tidak keluar dari rektum

 Grade II : wasir prolaps (keluar dari rektum) pada saat mengedan, namun dapat masuk kembali secara spontan

 Grade III : wasir prolaps saat mengedan, namun tidak dapat masuk kembali secara spontan, harus secara manual (didorong kembali dengan tangan)

 Grade IV : wasir mengalami prolaps namun tidak dapat dimasukkan kembali Pemeriksaan Tambahan

Setelah dokter melakukan pemeriksaan secara fisik (dengan melihat apakah ada wasir yang prolaps), maka setelah itu akan dilakukan pemeriksaan colok dubur guna meraba wasir yang letaknya didalam. Konfirmasi secara visual dari wasir dapat dilakukan dengan tehnik anuskopi, yaitu dengan memasukkan suatu alat yang dinamakan anuskop (suatu tabung panjang yang diujungnya terpasang lampu) melalui anus sehingga memungkinkan dokter melihat secara langsung wasir yang letaknya didalam (hemorrhoid interna). Untuk pemeriksaan lebih lanjut (menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti polip, infeksi usus, atau tumor), sigmoidoskopi atau kolonoskopi dapat dilakukan. Pada sigmoidoskopi, sekitar 60 cm dari usus besar dapat terlihat. Sedangkan dengan kolonoskopi, seluruh usus dapat terlihat.

Penatalaksanaan 1. Terapi pengobatan

Tidak ada obat yang dapat mengobati wasir. Yang paling penting adalah untuk melakukan pencegahan (dijelaskan dibawah) terhadap timbulnya wasir. Namun wasir kita menimbulkan rasa nyeri, dapat diberikan obat penghilang nyeri yang dimasukkan melalui anus. Selain itu juga dapat digunakan krim penghilang rasa sakit, namun harus hati-hati terhadap krim yang mengandung steroid karena justru dapat memicu timbulnya serangan nyeri.

Terapi medik diberikan pada penderita hemorroid derajat 1 atau 2 (1,2,3,4,5). Manipulasi diit dan mengatur kebiasaan.

Diit tinggi serat,bila perlu diberikan supplemen serat,atau obat yang memperlunak feses(bulk forming cathartic).Menghindarkan mengedan berlama-lama pada saat defekasi.Menghindarkan diare karena akan menimbulkan iritasi mukosa yang mungkin menimbulkan ekaserbasi penyakit.

Obat antiinflammasi seperti steroid topikal jangka pendek dapat diberikan untuk mengurangi udem jaringan karena inflammasi.Antiinflammasi ini biasanya digabungkan dengan anestesi lokal,vasokonstriktor,lubricant,emollient dan zat pembersih perianal.Obat- obat ini tidak akan berpengaruh terhadap hemorroidnya sendiri,tetapi akan mengurangi inflammasi,rasa nyeri/tidak enak dan rasa gatal.Penggunaan steroid ini bermanfaat pada saat ekaserbasi akut dari hemorroid karena bekerja sebagai antiinflammasi,antipruritus dan vasokonstriktor.Walaupun demikian pemakaian jangka panjang malah menjadi tidak baik karena menimbulkan atrofi kulit perianal yang merupakan predisposisi terjadinya infeksi.Demikian pula obat yang mengandung anestesi lokal perlu diberikan secara hati- hati karena sering menimbulkan reaksi buruk terhadap kulit/mukosa.

Sitz bath ( bagian anus direndam di waskom/ember dengan air hangat + permanganas kalikus) sangat bermanfaat karena ada efek memberiesihkan perianal.

Obat flebotonik seperti Daflon atau preparat rutacea dapat meningkatkan tonus vena sehingga mengurangi kongesti.Daflon merupakan obat yang dapat meningkatkan dan

memperlama efek noradrenalin pada pembuluh darah.Penelitian double blind placebo- controlled dari Daflon ternyata memberikan manfaat untuk terapi hemorroid baik pada keadaan non akut maupun pada saat ekaserbasi akut.Dosis pada saat akut yaitu 3 x 1000 mg selama 4 hari dilanjutkan 2 x 1000 mg selama 3 hari(6).Te rnyata pengobatan dengan cara tersebut lebih baik dari plasebo.Penelitian lain pada hemorroid non akut dengan dosis 2 x 500 mg selama 2 bulan hasilnya kelompok yang diobati lebih baik dari plasebo(7). Obat ini dikatakan aman bahkan pada wanita hamil sekalipun(8).

2. Terapi operatif (hemorroid gr 3 & 4)

Jika wasir yang kita alami tidak sembuh-sembuh dengan perubahan pola hidup, maka sebaiknya dilakukan tindakan operatif dirujuk ke Rumah Sakit.

Pencegahan

 Pencegahan untuk wasir meliputi

 Minum banyak air, makan makanan yang mengandung banyak serat (buah, sayuran, sereal, suplemen serat, dll) sekitar 20-25 gram sehari

 Olahraga

 Mengurangi mengedan

 Menghindari penggunaan laksatif (perangsang buang air besar)

 Membatasi mengedan sewaktu buang air besar.

 Penggunaan celana dalam yang ketat dapat mencetuskan terjadinya wasir dan dapat mengiritasi wasir yang sudah ada.

 Penggunaan jamban jongkok juga sebaiknya dihindari.

62. SISTITIS AKUT