• Tidak ada hasil yang ditemukan

G. Ruang Lingkup Penelitian

4. Disiplin Belajar

Disiplin belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Kata disiplin berasal dari kata ”disciple” yang berarti belajar. Disiplin merupakan arahan untuk melatih dan membentuk seseorang melakukan sesuatu menjadi lebih baik. Disiplin adalah suatu proses yang dapat menumbuhkan perasaan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan tujuan secara obyektif, melalui kepatuhannya menjalankan peraturan.

Disiplin belajar adalah pernyataan sikap dan perbuatan siswa dalam melaksanakan kewajiban belajar secara sadar dan mentaati peraturan yang ada di lingkungan sekolah maupun di rumah serta suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses usaha yang dilakukan seseorang untuk dapat memperolah suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.

Dalam kehidupan manusia sehari-hari diwarnai oleh berbagai aktivitas, yang terkadang antara seseorang dengan lainnya tidak sama jenisnya. Tidak jarang

orang yang memiliki banyak aktivitas dapat melaksanakan semua dengan baik, dan tidak jarang pula orang yang hanya memiliki beberapa kegiatan saja tidak dapat melaksanakan dengan baik, bahkan mengorbankan salah satu kegiatan yang lain.

Disiplin yang dikehendaki tidak hanya muncul karena kesadaran, tetapi juga keterpaksaan. Disiplin yang muncul karena kesadaran disebabkan karena seseorang dengan sadar bahwa hanya dengan disiplinlah akan didapatkan

kesuksesan. Sedangkan disiplin karena paksaan biasanya dilakukan karena takut dikenakan sanksi hukum akibat pelanggaran peraturan.

Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan siswa dalam aktivitas belajarnya, semua tidak lepas dari cara mengatur waktu. Bagi seorang siswa disiplin di sekolah merupakan suatu keharusan karena disiplin mempunyai fungsi untuk membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajar dan dengan disiplin siswa juga memiliki kecakapan mengenai belajar. Disiplin ini menyangkut hal-hal sebagai berikut :

1. Disiplin siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar 2. Keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar 3. Kepatuhan siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah 4. Kebiasaan belajar siswa

Belajar merupakan suatu proses yang berlangsung seumur hidup bagi seorang dari keadaan tidak tahu. Dalam belajar harus terjadi perubahan baik tingkah laku, sikap dan cara berpikir. Dari keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok.

Menurut pengertian psikologis belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku.

Selanjutnya akan diuraikan pendapat para ahli tentang pengertian belajar. a. Slameto (2003:2) menyatakan “belajar adalah proses usaha yang dilakukan

seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.

b. W.S Winkel yang dikutip oleh Max Darsono (2000:4) berpendapat “belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap”.

Sesuai dengan kedua pendapat tentang pengertian belajar di atas terkandung pengertian bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan yang sengaja dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk memperoleh perubahan secara

menyeluruh dalam tingkah lakunya, sebagai hasil dari pengalamannya dalam interaksi dengan lingkungannya.

c. Menurut Hamalik (2001: 36) menyatakan “belajar ialah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar juga merupakan suatu bentuk pertumbuhan dalam diri seorang yang dinyatakan dalam cara-cara tingkah laku yang baru sebagai hasil dari pengalaman

Berdasarkan seluruh pengertian di atas diketahui bahwa yang dimaksud disiplin belajar adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.

Walgito (2008: 12) mengemukan disiplin belajar adalah ketaatan dan kepatuhan dalam melaksanakan aktivitas belajar sesuai aturannya untuk mencapai tujuan yang diharapkan, keterikatan antara disiplin belajar dengan hasil belajar sangat erat sehingga semakin berdisiplin dalam belajar semakin baik hasil yang dicapai. Menurut Rachman dalam Susilowati (2005: 18) menyatakan bahwa disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam diri.

Tu’u (2004: 37) mengatakan disiplin berperan penting dalam membentuk individu

yang berciri keunggulan. disiplin penting karena alasan berikut.

1. Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa dapat berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya, siswa kerap melanggar ketentuan sekolah pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya.

2. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah juga kelas, menjadi kurang

kondusif dalam melaksanakan proses kegiatan belajar. Secara positif, disiplin memberikan dukungan lingkungan yang tenang dan tertib dalam proses pembelajaran.

3. Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan, dan disiplin. Dengan demikian, anak-anak dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin.

4. Disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan, dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang.

4.1 Unsur-unsur Disiplin

Menurut Tulus Tu’u (2004:33) menyebutkan unsur-unsur Disiplin adalah sebagai berikut.

1) Mengikuti dan menaati peraturan, nilai dan hukun yang berlaku. 2) Pengikutan dan ketaatan tersebut terutama muncul karena adanya

kesadaran diri bahwa hal itu berguna bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Dapat juga muncul karena rasa takut, tekanan, paksaan dan dorongan dari luar dirinya.

3) Sebagai alat pendidikan untuk mempengaruhi, mengubah, membina, dan membentuk perilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan atau diajarkan.

4) Hukuman yang diberikan bagi yang melanggar ketentuan yang berlaku, dalam rangka mendidik, melatih, mengendalikan dan memperbaiki tingkah laku.

5) Peraturan-peraturan yang berlaku sebagai pedoman dan ukuran perilaku. 4.2 Fungsi Disiplin

Fungsi disiplin menurut Tu’u (2004: 38)sebagai berikut. 1. Menata kehidupan bersama.

Mengatur tata kehidupan manusia, dalam kelompok tertentu atau dalam masyarakat. Dengan begitu, hubungan antara individu satu dengan yang lain menjadi baik dan lancar.

2. Membangun kepribadian.

Lingkungan yang berdisiplin baik sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Apalagi seseorang siswa yang sedang tumbuh kepribadiannya, tentu lingkungan sekolah yan tertib, teratur, tenang, tentram sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik.

3. Melatih kepribadian.

Sikap, perilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin tidak terbentuk serta dalam waktu singkat. Namun, terbentuk emlalui satu proses yang membutuhkan waktu panjang. Salah satu proses untuk membentuk kepribadian tersebut dilakukan dengan melalui latihan.

4. Pemaksaan.

Disiplin dapat terjadi karena dorongan kesadaran diri. Disiplin dengan motif kesadaran diri ini lebih baik dan kuat. Dengan melakukan kepatuhan dan ketaatan atas kesadaran diri, bermanfaat bagi kebaikan dan kemajuan diri. Sebaliknya, disiplin dapat pula terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar.

5. Hukuman.

Tata tertib sekolah biasanya berisi hal-hal positif yang harus dilakukan oleh setiap siswa. Sisi lainnya berisi sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. Ancaman sanksi atau hukuman sengat penting karena dapat memberikan dorongan dan kekuatan bagi siswa untuk mentaati dan mematuhinya. Tanpa adanya ancaman hukuman atau sanksi, dorongan ketaatan dan kepatuhan dapat deperlemah. Motivasi untuk hidup mengikuti aturan yang berlaku menjadi lemah.

6. Menciptakan lingkungan yang kondusif.

Disiplin sekolah berfungsi untuk mendukung terlaksananya proses dan kegiatan pendidikan agar berjalan lancar. Hal itu dicapai dengan merancang peraturan sekolah, yakni peraturan bagi guru-guru, dan bagi para siswa, serta peraturan lain yang dianggap perlu.kemudian diimplementasikan secara konsisten dan konsekuen. Dengan demikian, seolah menjadi lingkungan pendidikan yang aman, tenang, tentram, tertib, dan teratur. Lingkungan seperti ini adalah lingkungan yang kondusif bagi pendidikan.

4.3 Disiplin belajar di sekolah

Disiplin belajar di sekolah adalah keseluruhan sikap dan perbuatan siswa yang timbul dari kesadaran dirinya untuk belajar, dengan mentaati dan melaksanakan sebagai siswa dalam berbagai kegiatan belajarnya di sekolah, sesuai dengan peraturan yang ada. Didukung dengan adanya kemampuan guru, fasilitas, sarana dan prasarana sekolah. Siswa sebagai input dalam suatu proses pendidikan perlu selalu aktif mengikuti berbagai kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sikap disiplin belajar perlu ditimbulkan pada diri siswa, sehingga hal tersebut dapat membawapengaruh yang baik dalam usaha pencapaian hasil belajarnya. Ada beberapa macam disiplin belajar yang hendaknya dilakukan oleh para siswa dalam

kegiatan belajarnya di sekolah sesuai dengan pendapat Slameto, (2003: 27) yang mengatakan perilaku disiplin belajar siswa di sekolah dapat dibedakan menjadi enam macam sebagai berikut.

1. Disiplin siswa dalam masuk sekolah. 2. Disiplin siswa dalam mengerjakan tugas. 3. Disiplin siswa alam mengerjakan tugas.

4. Disipilin siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah. 5. Disiplin siswa dalam mentaati tata tertib di sekolah. 6. Disiplin belajar di rumah.

Pendapat di atas membuktikan jika siswa disiplin sekolah dalam kegiatan atau proses belajar, maka siswa akan mendapatkan hasil yang optimal. Begitu

sebaliknya, jika siswa tidak disiplin dalam kegiatan atau proses belajar di sekolah maupun di rumah, maka hasil yang akan dicapai tidak maksimal. Terlepas dengan adanya aturan atau tata tertib yang ada, pelanggaran disiplin pun kerap terjadi. Pelanggaran disiplin terjadi karena sikap dan perbuatan guru yang kurang bijak dalam persiapan belajar. Guru tidak mampu menguasai kelas dan menarik perhatian siswa pada proses kegiatan belajar. Lalu sikap dari perbuatan siswa yang kurang terpuji karena problem dalam diri serta lingkungan sekolah yang kurang kondusif untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Dokumen terkait