• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

A. Diskripsi Data

1. Kondisi Studi Awal

Kondisi awal pada tahun pelajaran 2010/2011 rata rata hasil ulangan belum mencapai 67.Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran lompat jauh gaya jongkok siswa belum disukai siswa dikarenakan pembelajaranya masih monoton

Penelitian tindakan kelas ini berdasarkan jmlah pertemuan atau tatap muka dalam pembelajaran, dan mengutamakan kemampuan dan hasil kemajuan siswa setelah siswa mendapatkan tindakan, dalam hal ini pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui model pembelajaran bermain.Pembelajaran melalui model pembelajaran bermain ini sistimatikanya secara umum terdiri dari pendahuluan meliputi membariskan siswa,apersepsi,menyampaikan materi dan memimpin pemanasan.Berikutnya adalah kegiatan inti,kegiatan inti dalam penelitian ini terdiri dari permainan dan teknik melompat.Terahir adalah penutup.yang terdiri dari membariskan siswa,evaluasi pembelajaran,doa dan pembubaran.

Penyampaian materi pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui model pembelajaran bermain dengan cara guru menyampaikan atau menjelaskan materi sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran,siswa mendengarkan, memahami, kemudian mempraktekan.Koreksi atas kesalahan siswa dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung.Pemberian materi dilakukan oleh peneliti,guru bertugas sebagai pengamat ( observer ) pembelajaran dan dibantu oleh

critical friend . Data observer digunakan sebagai evaluasi kegiatan belajar mengajar antara peneliti,guru dan teman yang tidak berkepentingan dengan penelitian. Kekurangan di siklus pertama akan lebih di cermati sehingga tidak akan muncul lagi. Pada kondisi awal di peroleh nilai rata

commit to user

rata 58,1 ( lima puluh delapan koma satu ) Untuk lebih jelasnya dapat di simak melalui tabel di bawah ini

Tabel 1. Daftar Nilai Hasil Tes Studi Awal

Nilai Studi awal Keterangan

Jumlah Nilai 1046

Nilai rata rata 58,1

Nilai tertinggi 75 Nilai terendah 60 Jumlah tuntas 7 38,8% Jumlah belum tuntas 11 61,2 %

Tabel 2. Prosentase Studi Awal

Keterangan :

Hasil evaluasi pada kondisi awal menunjukan bahwa perolehan nilai tertinggi 75 ( tujuh puluh lima ) dan terendah 60 ( enam puluh ) sehingga rata rata nilai 58.1 (lima puluh delapan koma satu )

Perolehan hasil evaluasi yang masih dibawah KKM menggambarkan belum maksimal,karena cara penyampaian materi,anak kurang kreatif,sehingga perlu ditambah dengan pembelajaran bermain

2. Diskripsi Hasil Siklus I pertemuan 1 a. Perencanaan tidakan

Perencanaan di awali dengan berkonsultasi dengan guru penjas. Konsultasi ini meliputi penentuan waktu tindakan,kelas yang di gunakan untuk penelitian,perencanaan tindakan ( materi dan bermain ) dan pembuatan RPP.Penentuan waktu tindakan ini kaitanya dengan pelaksanaan tindakan,diperoleh kesepakatan pelaksanaan tindakan pada hari Senin,tanggal 4 April 2011,Langkah kelanjutanya menentukan kelas

61,2 38,8 0 10 20 30 40 50 60 70 studi awal belum tuntas tuntas

commit to user

yang diberi tindakan,diperoleh kesepakatan dengan guru kelas yang mau digunakan, yaitu kelas IV ini kaitanya dengan jadwal pembelajaran. Langkah selanjutnya adalah penentuan permainan yang akan di gunakan dan materi pembelajaran.Pemilihan permainan yang di gunakan di sesuaiakan dengan alat dan fasilitas sekolah. Penentuan meteri bersumber pada buku referensi . Setelah itu pembuatan RPP ( Rencana Peleksanaan Pembelajaran )yang memuat perencanaan pembelajaran yang akan di laksanakan. Persiapan yang terakhir mempersiapkan alat alat yang akan di gunakan dalam pembelajaran.antera lain yaitu : balon, gardus,rool meter,cangkul.

b. Tindakan

Siswa melakukan pemanasan Setelah pemanasan guru menjelaskan meteri.Penjelasan materi lompat jauh gaya jongkok melalui model pembelajaran bermain,

Kegiatan inti selama 50 menit

Proses pembelajaranya dengan melelui model pembelajaran bermain.Setiap siswa melekukan lompat jauh gaya jongkok dengan hasil sebagian besar belum memenuhi KKM Sehingga nanti akan dilanjutkan pada siklus II

c. Refleksi

Langkah selanjutnya setelah dilakukan observasi adalah refleksi dari tindakan yang dilakukan.Hambatan hambatan atau kendala yangdi temukan dalam proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui. model pembelajaran bermain yang banyak dialami oleh siswa adalah pada kesalahan pada saat awalan pada waktu meraih balon yang digantung dan bembelajaran bermainya sebaiknya ditambah.Hambatan hambatan tersebut diatasi oleh Guru selama proses pembelajaran berlangsung.Yaitu dengan cara melakukan koreksi terhadap siswa yan kesulitan dalam melakukan

commit to user

latihan atau gerakan.Sedangkan untuk siswa yang kurang tertib guru selalu memberikan teguran dan bimingan.

Untuk mengurangi hambatan hambatan ya muncul pada sat tindakan yang perama,peneliti merencanakan tindakan kedua diutamakan pada teknik awalan dan alat pembelajaran bermainya ditambah.Pendalaman teknik awalan pada bermain meraih balon yang digantung sikap awalan lebih ditegaskan sehingga gerakanya akan benar.Untuk teknik awalan mayoritas sudah paham,namun masih ada yang melakukan kesalahan,jadi di siklus kedua nanti masih akan diulang.

1. Diskripsi Siklus Ke I Pertemuan Ke 2

a. Perencanaan di siklus kedua ini diawali,dengan materi yang akan di laksanakan.Materi yang akan dilaksanakan ini kaitanya dengan pembelajaran model bermain yang akan dilakukan dan tehnik yang akan dilakukan.Dari hasil refleksi di siklus pertama diketahui bahwa guru yang kurang menekankan cara awalan dalam bermain meraih balon yang digantung,Khususnya pada sikap awal , awalan dan pada saat meraih balon yang digantung,jadi pada siklus kedua ini lebih ditekankan pada pada hal tersebut dan ditambah melompati dus satu,supaya permainan yang dilaksanakan lebih bermanfaat di siklus kedua ini.Kaitanya dengan materi pada teknik ke II,masih ada yang kesulitan,jadi pada siklus kedua ini teknik ke II awalan masih diulang,selanjutnya masuk keteknik selanjutnya

b. Tindakan

Pelaksanaan tindakan kedua ini pada hari senin,tanggal 11-April 2011.Pembelajaranya dimulai pada pukul 07.05 WIB.Hal ini dakarenakan berganti pakain dulu.Setelah keluar

commit to user

membariskan,menghitung,persensi dan memimpn berdoa.Siswa dibariskan empat saf, siswa putra disebelah kanan putri. Setelah itu guru menghitung jumlah siswa yang mengikuti pembelajaranya dari jumlah 18 siswa ternyata semua dapat mengikuti pemelajaranya Setelah itu guru memimpin pemanasan strecing dan dilanjutkan permainan,seperti pada siklus pertama.Kemudian guru menjelaskan tentang pemainan yang akan dilakukan dan teknik yang akan dilaksanakan.

Penjelasan guru mengenai permainan di titik beratkan pada sikap tumpuan.Baik dari sikap awalan ke sikap tumpuan ,ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki kesalahan pada tindakan pertama.Setelah itu guru menjelaskan tentang cara kita menumpu yang diawali dengan melompati gardus yang tumpuanya menggunakan dua kaki.Siswa memperhatikan guru dalam memberikan penjelasan.Waktu tang dugunakan dari membariskan sampai pemanasan memakan waktu 10 menit.

Permainan yang kedua,pelaksanaan tidak jauh berbeda dengan yang pertama,hanya saja permainan yang pertama di tambah

c. Observasi

Suasana kelas terlihat aktif,keaktifan ini terlihat pada saat siswa mengikuti permainan ( bermain ) sampai ke pembelajaran teknik.Siswa juga memperhatikan guru dengan seksama,ketika guru menjelaskan,memberi contoh dan ketika guru memberikan koreksi.Namun ada juga siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran,tapi dapat diatasi oleh guru dengan memberi perhatian pada siswa yang lebih.

Hasil dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung,sudah tergambar bahwa dengan adanya pembelajaran model bermain siswa lebih bersemangat ketika

commit to user

mengikuti pembelajaranya.Selain itu siswa terlihat lebih siap dalam mengikuti pembelajaran.Hal ini terlihat ketika guru memberikan tugas tugas,siswa berebut untuk melaksanakan,baik itu dalam permainan dan pada pembelajaran teknik.Kesalahan kesalahan uang dilakukan siswa pada saat melompat dengan gaya jongkok juga sudah berkurang,sehingga pembelajaran lebih baik dari pada siklus yang pertama

d. Refleksi

Proses pembelajaran pendidikan jasmani ( lompat jauh gaya jongkok) yang berlangsung ditemukan hambatan hambatan yang dialami oleh siswa.Hambatan tersebut diantaranya pada teknik menumpu dan saat melayang diudara.Tetapi hambatan hambatan tersebut dapat diatasi oleh guru selama selama proses pembelajaran berlangsung,dengan cara memberikan koreksi atas kesalahan siswa dan memberikan contoh gerakan yang benar.Hambatan yang lainya Kesalahan yang masih sering terjadi pada gerakan atau teknik keseluruhan,siswa masih ada yang kesulitan dalam melakukan teknik keseluruhan.Kesalahan siswa pada lompat jauh gaya jongkok masih belum terlihat atau belum benar.Untuk mengatasi hal tersebut,peneliti merencanakan siklus ketiga.Pada siklus ketiga, setelah permainan berlangsung ke teknik berikutnya yaitu saat melayang diudara dan dilanjutkan pada saat mendarat,Setelah itu dilanjutkan dengan penilaian guru yang bersangkutan untuk mengetahui hasil pembelajaran.

Alokasi waktu sudah cukup tepat atau efektif,dari kegiatan pendahuluan sampai penutup cukup efektif.Dalam siklus pertama pembelajaran dimulai pukul 07.00 untuk siklus kedua ini pembelajaranya juga dimulai pada pukul 07.00

commit to user

2. Hasil Belajar

Hasil yang di capai siswa dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1,sudah menunjukan kemajuan,hal ini dapat dilihat dari hasil kemampuan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok Siswa sudah menunjukan keaktifan yang cukup tinggi, dalam lompat jauh gaya jongkok

Tabel perolehan nilai siswa kelas IV setelah mengikuti pembelajaran pada siklus I

Tabel 3 Hasil tes pada siklus I

Nilai Studi Awal Siklus I

Belum tuntas 11 siswa atau 61,2 % 7 siswa atau 38,8 % Tuntas 7 siswa atau 38,8 % 11 siswa atau 61,2 %

Rata rata 58,1 64,8

Grafik Perolehan Hasil Siklus I

38,8 61,2 0 10 20 30 40 50 60 70 belmtuntas tuntas

commit to user

3. Diskripsi Siklus ke II Pertemuan Ke I a. Perencanaan

Perencanaan pada siklus kedua diawali dengan penentuan pada waktu tindakan kelas,diperoleh kesepakatan untuk melaksanakan siklus ketiga ini paga hari senin tanggal 18 April 2011.Setelah menentukan waktu tindakan dilanjutkan dengan materi dan pelaksanaan pengambilan nilai pada pertemuan yang ke 4 nanti

a. Tindakan

Pelaksanaan tindakan ketiga dilaksanakan pada hari senin tanggal 18 April 2011.Proses pembelajaran dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB,sampai pukul 08.10 WIB,di halaman SD Negeri 3 Kandangwangi Pelaksanaan tindakan ketiga ini menggunakan model pembelajaran bermain yaitu: Meraih balon yang digantung,kemudian melompat kedepan dengan melompati dus satu,dan melompat kedepan dengan melompati dus dua.Pembelajaran pendidikan jasmani dimulai pukl 07.00 WIB.Diawali dengan guru mengumpulkan siswa atau membariskan siswa.Setelah berbaris guru menghitung jumlah siswa,persensi,dan memimpin doa. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan materi.Kaitanya dengan gerakan yang di mulai dari sikap awalan,kemudian tumpuhan.terus sikap badan pada waktu diudara dan yang terakhir nanti sikap mendarat yang akan di praktikan dan pengambilan nilai yang terakhir pada siklus atau putaran ke IV. Siswa yang tadinya tidak bisa mengangkat tubuh dengan adanya bermain meraih balon,akhirnya siswa terlihat lebih bersemangat lagi.

Kegiatan selanjutnya adalah siswandisuruh melompat menurut absen dari gerakan awalan tumpuan,mendarat.

b. Observasi.

Suasana kelas terlihat aktif,keaktifan ini terlihat pada saat siswa mengikuti games ( bermain ),sampai ke pembelajaran teknik.Siswa juga

commit to user

memperhatikan guru dengan saksama,ketika guru

menjelaskan,memberikan contoh dan ketika guru memberikan koreksi. Hasil dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung sudah tergambar bahwa dengan adanya model pembelajaran bermain,siswa lebih bersemangat ketika mengikuti pembelajaran,selain itu siswa terlihat lebih siap dalam mengikuti pembelajaran.Hal ini terlihat ketika guru memberikan tugas tugas,siswa berebut untuk melaksanakan,baik itu dalam permainan dan pada pembelajaran teknik.Kesalahan kesalahan yang dilakukan siswa pada siswa melompat dengan gaya jongkok sudah berkurang,sehingga pembelajaran lebih baik dari siklus sebelumnya

c. Refleksi

Proses pembelajaran pendidikan jasmani ( lompat jauh )yang berlangsung ditemukan hambatan hambatan yang dialami oleh siswa.Hambatan tersebut diantaranya pada teknik saat melayang diudara.dari hambatan tersebut dapat diatasi oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,dengan cara memberikan koreksi atas kesalahan siswa dan memberikan contoh lompatan yang benar.Hambatan yang lainya terkait dengan siswa yang kurang aktif atau malas,guru memberikan perhatian yan lebih,namun jumlahnya tidak terlalu banyak masih dalam batas kewajaran,dan semuanya ini bisa diatasi

Alokasi waktu sudah cukup tepat atau efektif,dari kegiatan pendahuluan sampai penutup cukup efektif

4. Hasil Belajar

Hasil yang dicapai siswa dalam peleksanaan pembelajaran pada siklus I sudah menunjukan kemajuan,hal ini dapat dilihat dari hasil kemampuan lompat jauh gaya jongkok setelah melakukan pembelajaran melelui model bermain

commit to user

5. Siklus Ke II Pertemuan ke 4

a. Perencanaan

Perencanaan dalam siklus keempat diawali dengan penentuan waktu tindakan kelas.diperoleh kesepakatan untuk melaksanakan siklus keempat ini pada hari senin tanggal 27.April 2011.Setelah menentukan waktu tindakan selanjutnya berkonsultasi dengan guru penjas kaitanya dengan materi dan pelaksanaan pengambilan nilai.Penentuan materi pembelajaran baik dari permainan dan materi yang akan dilaksanakan.Setelah itu pelaksanan penilain,penilaian dilakukan oleh guru penjas. Selanjutnya adalah pembuatan angket,pembuatan angket tanggapan siswa tentang pembelajaran lompat jauh dengan model pembelajaran bermain.

b. Tindakan

Pelaksanaan tindakan keempat dilaksanakan pada hari selasa,tanggal 27 April 2011.Proses pembelajaran dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB.sampai pukul 08.10 WIB.Di halaman sekolah SD Negeri 3 Kandangwangi.Pelaksanaan tindakan keempat menggunakan alat 4 balon yang digantung,kemudan dus satu,dan menggunakan dus ditumpuk 2 sebagai sasaran permainan.Pembelajaran pendidikan jasmani dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan guru mengumpulkan siswa atu membariskan siswa. dilanjutkan dengan menanyakan siswa yang tidak masuk atau tidak mengikuti pelajaran.dari jumlah 18 siswa seluruhnya dapat mengikuti pembelajaran

Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan materi,kaitanya dengan gerakan lompat jauh gaya jongkok dan pengambilan

commit to user

nilai.Waktu yang diperlukan dari membariskan siswa sampai penjelasan materi kurang lebih lima menit.Setelah itu dilanjutkan

Kegiatan selanjutnya adalah pendalaman materi,lompat jauh gaya jongkok yang dimulai dari awalan ,tumpuan,saat melayang diudara,dan dilanjutkan dengan gerakan mendarat.Guru memberikan contoh semua gerakan yang dimulai dari gerakan awalan,tumpuan,saat melayang diudara.dan pada waktu mendarat.Siswa melakukan satu persatu sesuai dengan urut absen.Siswa dalam mendengarkan,melihat contoh garakan dan melaksanakan tugas yang di berikan oleh guru,terlihat serius dan bersemangat ketika melaksanakan tugas yang diberikan dari guru.Alokasi waktu yang diperlukan kurang lebih 10 menit,dalam rentang waktu ini para siswa cukup banyak melakukan atau mendapat kesempatan selanjutnya adalah penlaian.

Penilaian dilakukan oleh guru penjas,dalam penilaian siswa mendapat dua kali kesempatan.Guru memanggil semua siswa sejumlah 18 siswa untuk melaksanakan tes, ini berdasarkan urut absen,nomor urut absen mulai dari nomor urut absen yang paling kecil.dalam pelaksanaan siswa melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok sesuai dengan materi yang telah diajarkan.Nilai yang diberikan sebagai nilai akhir yaitu nilai yang terbaik dari dua kali kesempatan.

c. Refleksi

Setelah dilakukan pengamatan dan evaluasi,maka langkah selanjutnya adalah refleksi dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lompat jauh gaya jongkok yang berlangsung ditemukan kesalahan kesalahan yang dilakukan siswa, antara lain siswa putri yang kurang mampu melaksnakan tes.walaupun demikian dalam melaksanakan tes tersebut siswa putri sungguh sungguh dan penuh semangat dalam melaksanakan tes.Keadaan yang tidak jauh

commit to user

berbeda,siswa putra yang mampu malakukan tes dengan baik atau mampu melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok dengan benar. Terlihat berlomba lomba untuk menentukan siapa yang terbaik. Dari hasil evaluasi atau tes tersebut dapat dinyatakan bahwa tindakan yang dilakukan sudah tepat dan tidak perlu lagi dilakukan tindakan .

3. Hasil belajar.

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II hasil yang dicapai siswa sudah cukup memuaskan,hal ini dapat dilihat hasil kemampuan dan nilai lompat jauh gaya jongkok

Hasil pada penilaian tersebut tertera pada tabel berikut:

Tabel 4. Hasil tes pada siklus I dan Siklus II

Nilai Siklus I Siklus II

Belum tuntas 7 siswa atau 38,8 % 2 siswa atau 11,2 % Tuntas 11 siswa atau 61,2 % 16 siswa atau 88,8 %

Rata rata 64,8 11,2 %

Tabel 5. Daftar nilai hasil tes dari Studi Awal,Siklus I,Siklus II

Nilai Studi awal Siklus I Siklus II

Belum

tuntas 11 siswa,atau 61,2 % 7 siswa atau 38,8 % 2 siswa atau 11,2 %

Tuntas 7 siswa atau 38,8 % 11 siswa atau 61,2

% 16 siswa atau 88,8 %

Rata

commit to user

Tabel 3 diatas pada studi awal keberhasilan hanya 38.8 %,nilai rata rata hanya 58,1,Pada siklus I meningkat menjadi 61,1%,dengan nilai rata rata 64.8,sedang pada siklus II peningkatan sangat menggembirakan baik tingkat ketuntasan maupun nilai,yaitu 88.8% dengan nilai rata rata 71,5.Untuk lebih jelas lagi dapat dilihat pada grafik berikut ini :

Setelah penilaian selesai,kemudian guru membariskan Siswa,menghitung,selanjutnya doa dan pembubaran.Pembelajaran berakhir pukul 08.10 WIB.

B. Pembahasan

B. Analisis Data dan Pembahasan

Peneliti tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lompat jauh gaya jongkok dengan melalui model bermain dapat meningkatkan semangat siswa,keaktifan siswa, kegembiraan siswa dan susunan kelaspun menjadi lebih baik,sehingga tujuan pembelajaran pun akan mudah tercapai dengan optimal.Dalam hal ini penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran ( lompat jauh gaya jongkok ) 61,2 38,8 11,2 38,8 61,2 88,8 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

studi awal siklus I siklus II

belum tuntas

commit to user

Pemberian permainan dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok ini sebagai variasi dari pembelajaran lompat jauh gaya jongkok,namuntidak mengurangi nilai niali yang terkandung dalam pembelajaran seperti rasa percaya diri,tanggung jawab,keseriusan dan yang lainya.Permainan dalam hal ini sebagai pendekatan kearah teknik atau mendukung teknik yang akan dilaksanakan ( lompat jauh gaya jongkok ).Sehingga lompat jauh dapat menjadi alat gerak atau memacu siswa untuk bergerak dapat optimal,bukan sebaliknya siswa menjadi malas begitu melihat atau melaksanakan pembelajaran dengan materi lompat jauh gaya jongkok

Tabel 1 menunjukan nilai kemampuan siswa dalam melaksanakan pembelajaran studi awal lompat jauh gaya jongkok.Dari tabel tersebut diketahui bahwa nilai rata rata untuk siswa putra dan siswa putri masih di bawah KKM ,sedangkan batas nilai ketuntasan dalam pembelajaran adalah 67

Tabel 2 menunjukan hasil tes lompat jauh gaya jongkok pada siklus ke I dan nilai hasil tes lompat jauh gaya jongkok. Tabel 3 menunjukan hasil tes lompat jauh gaya jongkok

pada siklus ke II

Tabel 4 menunjukan hasil tes lompat jauh gaya jongkok dari studi awal kemudiab Siklus I dan siklus II

Berdasarkan tabel diatas,dapat dilihat perbandinganya antara pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan melelui model pembelajaran bermain,dan tidak menggunakan model pembelajaran bermain,tabel I di atas menunjukan nilai pada studi awal pada pembelajaran lompat jauh gaya jongkok permainanya belum maksimal, sedangkan pada siklus I bulan april 2011 pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan model bermain lebih kelihatan hsilnya yang cukup meningkat.., sedangkan pada siklus II bulan april 2011 pembelajaran lompat jauh gaya jongkok

commit to user

dengan model bermain lebih kelihatan hsilnya yang cukup bagus,.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam penguasaan materi dalam hal ini lompat jauh gaya jongkok mengalami peningkatan setelah mendapatkan model pembelajaran bermain dari sebelum pembelajaran lompat jauh gaya jongkok tanpa model pembelajaran bermain.

Pembelajaran pendidikan jasmani secara umum tidak hanya mengacu pada nilai semata,tetapi yang paling penting proses pembelajaranya.Dalam proses pembelajaran ini guru harus membuat siswa kemampuanya harue meningkat ,senang dan aktif,dalam mengikuti pembelajaran,sehingga kebugaran dan kesehatan siswa dapat meningkat.Berdasarkan proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui model bermain berhasil.

Pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan melalui model bermain mendapatkan tanggapan yang baik dari siswa,ini tergambar dari hasil nilai lompat jauh dengan melalui model pembelajaran bermain.Alasan terbanyak adalah permainan yang digunakan sebagai pendekatan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menarik.Alasan berikutnya adalah pembelajaran lebih

bervariasi,sehingga tidak membosankan.Urutan

berikutnya,beralasan bahwa penyampai materi oleh guru cukup jelas.Alasan keempat terbanyak yaitu,siswa tidak kesulitan dalam mengikuti permainan.Alasan kelima terbanyak yaitu,siswa tidak terlalu kesulitan dalam belajar teknik.Alasan keenam yaitu,tes yang diujikan sesuai dengan materi yang telah diajarkan.Sedankan urutan ketujuh beralasan bahwa,suasan di lapangan menyenangkan dan penguasaan materi oleh guru cukup baik.

Pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lompat jauh gaya jongkok dengan melalui model bermain.dibandingkan pembelajaran nomor atletik lainya,siswa menyatakan senang alasan terbanyak yaitun pembelajaran lebih menarik karena adanya unsur

commit to user

permainan didalamnya.Alasan lainya siswa tidak merasa kesulitan dalam belajar teknik dan tidak merasa bosan.

Pendapat dan harapan siswa tentang pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lompat jauh gaya jongkok melalui model bermain,siswa lebih senang dengan pembelajaran dengan yang ada unsur bermainya,pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui model bermain,lebih mudah dipahami,penjelasan guru cukup jelas dan siswa merasa dapat melaksanakan tes dengan baik.

commit to user BAB V

Dokumen terkait