METODOLOGI PENELITIAN
C. Diskripsi Hasil Siklus II
Dalam hasil siklus II terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi.
a. Perencanaan
Perencanaan tindaklan siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu hari Senin 11 Mei 2009 dan Jumat 15 Mei 2009.
Tahap perencanaan siklus II meliputi kegiatan sebagai berikut : 1. Peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk
materi menyusun kalimat berdasarkan unsur kalimat subyek, predikat dan obyek.
2. Peneliti mempersiapkan media pembelajaran berupa gambar dan pias kata.
3. Peneliti menyusun instrument penelitian yang berupa tes dan non tes. Instrument tes di nilai dari hasil pekerjaan siswa. Sedangkan non tes dinilai berdasarkan pedoman observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati keaktifan, kreatifitas selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu pada hari Senin 11 Mei 2009 dan Jumat 15 Mei 2009.
Dalam kegiatan ini peneliti menyampaikan materi menyusun kalimat bahasa Indonesia berdasarkan unsur kalimat subyek, predikat dan obyek.
Urutan Pelaksanaan Tindakan Siklus II sebagai berikut :
1. Kegiatan belajar mengajar diawali dengan tanya jawab untuk mengingatkan materi yang telah disampaikan.
2. Peneliti menjelaskan secara sekilas materi pada hari ini.
4. Peneliti meminta perwakilan kelompok untuk mengambil gambar. 5. Peneliti meminta menyusun kalimat berdasarkan gambar yang di
lihatnya.
6. Setelah selesai kegiatan tersebut dilanjutkan dengan membaca kalimat yang telah disusun.
7. Peneliti memberikan rived pada kelompok yang dapat mengerjakan dengan benar.
8. Peneliti dan siswa melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang telah di lakukan pada hari ini.
9. Peneliti memberikan tugas kepada semua siswa sebagai tugas individu.
c. Pengamatan
Peneliti mengamati jalannya proses pembelajaran. Dari kegiatan ini peneliti mencatat bahwa proses pembelajaran bahasa Indonesia berjalan dengan baik. Siswa kelihatan aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kebanyakan siswa sudah mampu menyusun kalimat.
Adapun data hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut :
1. Terdapat 5 siswa (100%) yang aktif dalam proses pembelajaran. 2. Terdapat 4 siswa (80%) yang kreatif dalam proses pembelajaran. 3. Terdapat 4 siswa (80%) yang mampu menyusun akata secara acak
41
41
Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel dan grafik dibawah ini : Tabel : 5
Hasil Pengamatan Siklus II
Aspek pengamatan
Jumlah Siswa yang melakukan > 70% benar
Jumlah Siswa Prosentase Ket 1 Keaktifan dalam proses
pembelajaran 5 100%
2 Kreatifitas dalam menyusun
kalimat 4 80%
3 Kemampuan menyusun kata
acak menjadi kalimat yang benar 4 80% Tabel 6
Nilai Hasil Tes Kemampuan Menyusun Kalimat Bahasa Indonesia Siklus II
No Nama Nilai KKM 1. Ari Prasetyo 7 6 2. Tanjung Danang 8 6 3. Andik Wanuri 6 6 4. Muh. Gufron 7 6 5. Prasetyo 7 6 Grafik 3 Nilai Hasil Siklus I1
0 1 2 3 4 5 6 7 8
d. Refleksi
Pada kegiatan siklus II dapat terlihat bahwa kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia siswa sudah meningkat. Peneliti sudah berhasil membangkitkan keaktifan dan kekreatifan siswa dalam pembelajaran.
Peningkatan indicator individu ini dapat dilihat dari nilai siswa pada tes yang di lakukan pada siklus I dan II.
D. PEMBAHASAN
Subyek penelitian ini adalah anak tunagrahita ringan kelas IV SLB –C Bagaskara Sragen tahun ajaran 2008/2009. Di dalam mengajar saya menemukan kesulitan anak dalam mnyusun kalimat Bahasa Indonesia terbukti dengan nilai awal rendah yaitu rata-rata 5,4.
Dengan adanya nilai yang rendah saya merenung bagaimana agar nilai anak menjadi baik, akhirnya saya menemukan solusi yaitu dengan media gambar. Media gambar adalah hasil potretan dari berbagai peristiwa/kejadian, objek yang dituangkan dalam gambar. Media gambar dapat membangkitkan motivasi belajar, proses pembelajaran menjadi jelas dan menarik.
Kemudian saya laksanakan pada siklus I dengan menggunakan media gambar, ternyata dengan menggunakan media gambar nilai anak dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia menjadi meningkat tetapi belum memperoleh nilai yang baik sehingga perlu perbaikan pada siklus II.
Pada siklus II nilai siswa dalam menyusun kalimat bahasa Indonesia meningkat terbukti dengan nilai siklus I rata-rata 6 meningkat pada siklus II rata-rata 7. Dengan demikian nilai kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia meningkat, dan telah mencapai indikator kinerja.
Kelebihan
Dilihat dari hasil penelitian terdapat kelebihan antara lain:
43
43
b. Siswa kreatif dalam menyusun kalimat Bahasa Indonesia
c. Siswa mau menyusun kalimat Bahasa Indonesia dengan baik, dengan bimbingan guru.
Kelemahan
Dilihat dari hasil penelitian terdapat kelemahan antara lain:
a. Ketika guru menjelaskan materi pelajaran ada siswa yang ramai dan tidak memperhatikan pelajaran dari guru
b. Siswa belum berani dalam mengemukakan pendapatnya
Tabel : 7
Rekapitulasi Data Hasil Pengamatan Siklus I dan Siklus II
Aspek Pengamatan
Jumlah Siswa Yang Melakukan > 70% Benar
Siklus I Siklus II
Jumlah
Siswa Presentase
Jumlah
Siswa Presentase 1 Keaktifan Dalam Proses
Pembelajaran 3 60% 5 100%
2 Kreatifitas Dalam
Menyusun Kalimat 2 40% 4 80%
3
Kemampuan Menyusun Kata Acak Menjadi Kalimat Yang Benar
2 40% 4 80%
Dari tabel di atas dapat dilihat perkembangan siswa selama dua siklus. Pada siklus I siswa yang aktif dalam proses pembelajaran dari 60% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 100%. Untuk kreatifitas siswa dalam menyusun kalimat pada siklus I hanya 40% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 80%, sedangkan kemampuan menyusun kata acak menjadi kalimat pada siklus I dari 40% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 80%.
Tabel 8
Rekapitulasi Nilai Awal, Siklus I dan Siklus II
No Nama Nilai Awal Nilai Siklus 1 Nilai Siklus 2
1. Ari Prasetyo 6 6 7
2. Tanjung Danang 6 7 8
3. Andik Wanuri 5 6 6
4. Muh. Gufron 5 5 7
5. Prasetyo 5 6 7
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat perkembangan nilai siswa dari awal, nilai siklus I dan nilai siklus II. Dari nilai awal dapat dilihat kemampuan siswa masih rendah di bawah KKM. Kemampuan pada siklus I nilai siswa meningkat namun hasilnya masih minimal. Dan pada siklus II nilai kemampuan menyusun kalimat Bahasa Indonesia meningkat dibandingkan dengan siklus I.
Grafik 4
Rekapitulasi Nilai Awal, Siklus I, Siklus II 0
2 4 6 8
Nilai Awal Siklus I Siklus II
Ari Prasetyo Tanjung Danang Andik Wanuri
45
45
Dari tabel dan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyusun kalimat Bahasa Indonesia siswa pada nilai awal masih rendah terbukti hasil nilai di bawah standart KKM. Sedangkan pada siklus I nilai siswa meningkat tetapi belum memperoleh nilai yang baik, sehingga perlu perbaikan siklus II. Dalam siklus II ini nilai siswa sudah dapat mencapai target, ketercapaian indikator kinerja. Dengan demikian indikator kinerja benar-benar tercapai.