• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Diskripsi Permasalahan Penelitian

2. Diskripsi Siklus I

Tindakan siklus I dilaksanakan selama satu minggu yaitu pada tanggal 28 Januari dan 4 Februari 2011. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas siklus-siklus dan tiap siklus terdiri atas 4 tahapan. Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

1) Menyusun Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Matematika pokok bahasan pecahan menggunakan pendekatan RME

commit to user

yang disusun 2 kali pertemuan masing-masing 2 jam pelajaranan dan dilaksanakan dalam satu minggu dengan:

Standar Kompetensi (SK):

Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar (KD):

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan Indikator:

Kognitif

a) Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan sederhana.

b) Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan yang lebih kompleks.

Afektif

c) Bekerjasama dan berinteraksi dengan teman dalam satu kelompok saat melaksanakan diskusi.

d) Bekerjasama dengan teman satu kelompok untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan soal cerita.

Psikomotor

e) Menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan. f) Membangun pemahaman cara menyelesaikan soal cerita dengan

benar.

2) Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) dan lembar evaluasi

3) Menyiapkan alat peraga yang mendukung pembelajaran seperti blok pecahan

4) Membuat lembar observasi guru dan siswa dapat dilihat dalam lampiran. b. Tahap Pelaksanaan / Tindakan

Pada tahap pelaksanaan ini dilakukan dengan mengadakan pembelajaran sesuai dengan tahap perencanaan yaitu dalam satu siklus ada 2 kali pertemuan yang masing-masing 2 x 35 menit, sesuai dengan RPP yang telah disusun. Langkah kegiatan pembelajaran pada masing-masing pertemuan adalah sebagai berikut:

commit to user

1) Pertemuan Pertama

Pada pertemuan I materi yang diajarkan adalah operasi hitung pecahan dengan indikator menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan sederhana.

Kegiatan diawali dengan berdo’a bersama-sama kemudian

dilanjutkan presensi kehadiran siswa. Guru melakukan apersepsi dengan mengingat materi pelajaran yang lalu tentang pecahan. Guru menentukan masalah kontekstual yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan. Guru memberikan tanya jawab tentang pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan penjumlahan pecahan untuk mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran dengan Realistic Mathematics Education (RME). Siswa antusias untuk menjawab pertanyaan guru. Selanjutnya guru menginformasikan pada siswa bahwa pembelajaran kali ini akan dilaksanakan secara berkelompok dan dengan bantuan guru siswa dibagi menjadi beberapa kelompok secara heterogen. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu sesuai dengan indikator pada siklus I pertemuan 1. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan inti, perwakilan dari masing-masing kelompok

maju kedepan kelas dan mengambil lembar tugas “LKS I” beserta

media pembelajaran berupa blok pecahan. Siswa mengerjakan lembar

tugas “LKS I” dengan kelompoknya dengan memanfaatkan alat peraga

blok pecahan. Guru mengamati dan memberi bantuan jika siswa mengalami kesulitan. Setelah waktu yang ditentukan habis, guru bersama siswa membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah dikerjakan. Guru meminta wakil dari beberapa kelompok untuk menyajikan hasil temuan mereka di depan kelas dan siswa dari kelompok lain mengomentari hasil kerja temannya. Setelah itu guru mengarahkan siswa untuk memperoleh strategi terbaik dalam menyelesaikan masalah pada LKS I. Guru membagikan soal evaluasi

commit to user

“Tugas I” kepada masing- masing individu untuk mengetahui

penguasaan materi yang telah dipelajarinya.

Sebagai kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari. Siswa kemudian mengumpulkan hasil kerja kelompok dan individu. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada hal-hal yang kurang jelas. Sebagai tindak lanjut guru memberikan pekerjaan rumah. Guru menutup pembelajaran.

2) Pertemuan kedua

Pada pertemuan II materi yang diajarkan adalah operasi hitung pecahan dengan indikator menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengurangan pecahan sederhana.

Kegiatan diawali dengan berdo’a bersama-sama kemudian

dilanjutkan presensi kehadiran siswa. Guru melakukan apersepsi dengan mengingat materi pelajaran yang lalu tentang pecahan. Guru menentukan masalah kontekstual yang berkaitan dengan pengurangan pecahan. Guru memberikan tanya jawab tentang pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan pengurangan pecahan untuk mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran dengan Realistic Mathematics Education (RME). Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu sesuai dengan indikator pada siklus I pertemuan 2. Siswa memperhatikan penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan inti, guru meminta siswa untuk membentuk kelompok sesuai kelompok pada pembelajaran sebelumnya lalu perwakilan dari masing-masing kelompok maju kedepan kelas dan

mengambil lembar tugas “LKS II” beserta media pembelajaran berupa

blok pecahan. Siswa mengerjakan lembar tugas “LKS II” dengan

kelompoknya dengan memanfaatkan alat peraga blok pecahan. Guru mengamati dan memberi bantuan jika siswa mengalami kesulitan. Setelah waktu yang ditentukan habis, guru bersama siswa membahas

commit to user

hasil pekerjaan kelompok yang telah dikerjakan. Guru meminta wakil dari beberapa kelompok untuk menyajikan hasil temuan mereka di depan kelas dan siswa dari kelompok lain mengomentari hasil kerja temannya. Setelah itu guru mengarahkan siswa untuk memperoleh strategi terbaik dalam menyelesaikan masalah pada “LKS II”. Guru

membagikan soal evaluasi “Tugas II” kepada masing-masing individu

untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajarinya.

Sebagai kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari. Siswa kemudian mengumpulkan hasil kerja kelompok dan individu. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada hal-hal yang kurang jelas. Sebagai tindak lanjut guru memberikan pekerjaan rumah. Guru menutup pembelajaran.

c. Observasi

Observasi tindakan dilakukan oleh observer pada saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran Matematika dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Observasi ini difokuskan pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan yang dilakukan guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu berupa lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan dokumentasi dengan foto dan video. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai kesesuaian pelaksanaan pembelajaran Matematika materi soal cerita pecahan dengan menerapkan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun serta untuk mengetahui seberapa besar pembelajaran Matematika yang dilaksanakan menghasilkan perubahan pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita.

1) Hasil observasi bagi guru

Berikut ini tabel hasil observasi guru pada pembelajaran Matematika dengan pendekatan Realistic Mathematics Education

commit to user

(RME) pada siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2 berdasarkan lampiran 7 dan lampiran 9 dapat ditunjukkan pada Tabel 3 sebagai berikut :

Tabel 3. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I

No Kategori Keterampilan Mengajar

Skor Rata -Rata I II 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Membuka Pelajaran   3

2. Kejelasan dan sistematika penyampaian

materi   2,5

3. Pengelolaan kelas   2

4. Penggunaan Bahasa   2

5. Ketepatan dan daya tarik media   3

6. Kemampuan menggunakan pendekatan

RME   2

7. Penggunaan strategi bertanya   2,5

8. Pemberian umpan balik   2

9. Penguasaan bahan ajar   2,5

10. Tuntutan pencapaian/ ketercapaian

kompetensi siswa.   2

11. Ketepatan strategi pembelajaran   3

12. Menutup pelajaran   3

Total skor 28 31

Rata-rata Skor (Total Skor : 12) 2,3 2,58

Nilai rata – rata skor aktivitas guru = 2,4 ( cukup ) Keterangan :

1 = kurang 2 = cukup 3 = baik 4 = baik sekali

Dari Tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa pada pertemuan pertama dan kedua guru masih belum bisa mengelola kelas dengan baik, dalam menyampaikan materi cukup jelas, bahasa yang digunakan sudah cukup baik, penerapan pendekatan RME dalam pembelajaran sudah cukup berjalan dengan baik, sudah menggunakan media yang cukup menarik perhatian siswa, guru sudah menguasai bahan ajar dengan baik, pemberian umpan balik sudah cukup baik, penggunaan strategi belajar

commit to user

dan keterampilan menutup pelajaran sudah cukup baik, rata – rata keterampilan guru pada siklus I ini cukup.

2) Hasil observasi bagi siswa

Berikut ini tabel hasil observasi aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Matematika dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2 berdasarkan lampiran 8 dan lampiran 10 dapat ditunjukkan pada Tabel 4 sebagai berikut :

Tabel 4. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I

No Uraian Tindakan Skor Rata -Rata I II 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Perhatian siswa terhadap pembelajaran

yang disampaikan guru.

  3

2. Kemauan untuk menerima pelajaran.   3

3. Keterlibat siswa dalam kegiatan pembelajaran.

  2,5

4. Keaktifan siswa dalam memanfaatkan media yang digunakan.

  2

5. Hasrat untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat.

  3

6. Kerjasama antar siswa dalam proses pembelajaran.

  2,5

7. Kesungguhan siswa mengerjakan tugas individu maupun kelompok.

  2,5

8. Kemauan untuk menerapkan hasil pelajaran.

  3

9. Keaktifan untuk membuat kesimpulan pelajaran.

  3

10. Kesungguhan siswa dalam mengerjakan evaluasi.

  3

Total skor 27 28

Rata-rata Skor (Total Skor : 10) 2,7 2,8

Nilai rata – rata skor aktivitas belajar siswa = 2,7 ( cukup ) Keterangan :

commit to user

Dari Tabel 4 di atas dapat dilihat bahwa pada pertemuan pertama siswa sudah memperhatikan pelajaran yang disampaikan guru dengan baik, siswa menerima pelajaran yang disampaikan guru dan sudah cukup terlibat dalam pembelajaran, siswa sudah cukup aktif dalam memanfaatkan media pembelajaran, bertanya kepada guru bila ada materi/tugas yang kurang jelas, siswa telah bekerjasama dengan teman saat diskusi kelompok, siswa sudah cukup baik dalam membuat kesimpulan pembelajaran, siswa sudah baik dalam mengerjakan soal evaluasi.

Pada pertemuan kedua aktivitas belajar siswa jauh lebih baik dari pertemuan pertama, perhatian siswa terhadap pelajaran yang disampaikan guru sudah baik, siswa menerima pelajaran yang disampaikan guru dengan baik dan sudah terlibat dalam pembelajaran, siswa sudah cukup aktif dalam memanfaatkan media, siswa telah bertanya dan mengeluarkan pendapat, siswa cukup bekerjasama dengan teman kelompok, siswa mengerjakan tugas dari guru dengan bersungguh-sungguh, siswa sudah cukup baik dalam membuat kesimpulan pembelajaran, siswa sudah baik dalam mengerjakan soal evaluasi. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I tergolong masih cukup rendah.

3) Hasil Observasi Peningkatan Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita

Data yang diperoleh melalui tes evaluasi individu berdasarkan lampiran 21 pada siklus I pertemuan 1 dan 2 dikumpulkan kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil analisis tersebut peneliti memperoleh data yang dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini:

commit to user

Tabel 5. Hasil Evaluasi Matematika Setelah Menggunakan Pendekatan

Realistic Mathematics Education (RME) Siklus I

Nomor Interval Nilai Frekuensi Prosentase

1 46 – 55 11 28,21% 2 56 – 65 0 0% 3 66 – 75 16 41,03% 4 76 – 85 7 17,94 % 5 86 – 95 5 12,82% Jumlah 39 100%

Dari Tabel 5 di atas hasil evaluasi Matematika materi soal cerita pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri 03 Jaten Karanganyar setelah menggunakan Realistic Mathematics Education (RME) pada siklus I yang telah diterangkan di atas dapat disajikan dalam bentuk Grafik 2 sebagai berikut:

Grafik 2. Hasil Evaluasi Matematika Setelah Menggunakan Pendekatan

Realistic Mathematics Education (RME) Pada Siklus I

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 46 – 55 56 – 65 66 – 75 76 – 85 86 – 95 F R E K U E N S I INTERVAL NILAI

commit to user

Dari data pada Tabel 5 di atas dapat dilihat bahwa setelah melaksanakan siklus I, siswa memperoleh nilai 45, 50, dan 55 sebanyak 11 atau 28,21%, siswa mendapat nilai 70 dan 75 sebanyak 16 siswa atau 41,03%, siswa mendapat nilai 80 dan 85 sebanyak 7 siswa atau 17,94%, siswa mendapat nilai 90 dan 95 sebanyak 5 siswa atau 12,82%.

d) Refleksi

Data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama proses pelaksanaan tindakan, peneliti melakukan refleksi sebagai berikut:

1) Seluruh siswa mengikuti pembelajaran matematika. Hasil evaluasi rata–rata matematika siswa pada siklus I pertemuan 1 yaitu 66,67 dan pada pertemuan 2 yaitu 74,36.

2) Berdasarkan hasil evaluasi Matematika pada siklus I pertemuan 1 siswa yang memperoleh nilai < 60 (KKM) ada 11 siswa atau

28,26% dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 60 (KKM) yaitu 28

siswa atau 71, 73%, sedangkan pada siklus I pertemuan 2 siswa yang memperoleh nilai < 60 (KKM) ada 10 siswa atau 25,64%

dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 60 (KKM) yaitu 29 siswa

atau 74,35%. Jadi rata-rata hasil evaluasi matematika pada siklus

I yaitu 70,52 dan siswa yang memperoleh nilai ≥ 60 (KKM)

yaitu 28 siswa atau ketuntasan klasikal 71, 79%.

3) Guru mengurangi jumlah anggota kelompok menjadi 2-3 siswa tiap kelompok.

4) Guru memberikan beberapa informasi secara tepat dan bertahap, mengarahkan, dan membimbing kegiatan siswa dalam menemukan jawaban sehingga pemebelajaran lebih efektif dan tidak menghabiskan waktu.

commit to user

5) Guru melakukan pendekatan dan memberikan motivasi kepada siswa yaitu dengan cara memberikan reward atau ucapan kata ya, bagus, pintar, benar, atau lanjutkan.

Data hasil perkembangan nilai siswa pada tes pra siklus dan siklus I dapat dilihat pada Table 6 di bawah ini:

Tabel 6. Perkembangan Hasil Tes Pra Siklus dan Tes Siklus I Siswa Kelas IV SDN 03 Jaten

Keterangan Pra Siklus Siklus I

Nilai terendah 10 45

Nilai tertinggi 85 95

Rata-rata nilai 47,18 70,52

Ketuntasan Klasikal 33,33% 71,79%

Dari hasil perkembangan tes pra siklus dan evaluasi siklus I pada Tabel 6 di atas dapat digambarkan pada Grafik 3 sebagai

berikut :

Grafik 3. Perkembangan Hasil Pra Siklus dan Tes Siklus I Siswa Kelas IV SDN 03 Jaten 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Pra Siklus Siklus I

F R E K U E N S I N I L A I Nilai Terendah Nilai Tertinggi Nilai Rata-Rata ketuntasan

commit to user

Dari hasil analisa data perkembangan evaluasi siswa pada tes pra siklus dengan tes siklus I pada Tabel 6 di atas dapat disimpulkan bahwa persentasi hasil tes siswa yang tuntas naik 38,46% dengan nilai batas tuntas 60 ke atas, siswa yang tuntas belajar di siklus I sebesar 71,79%, yang semula pada tes pra siklus hanya terdapat 33.33% siswa mencapai batas tuntas. Besarnya nilai terendah yang diperoleh siswa pada saat tes awal sebesar 10 dan pada siklus I menjadi 45. Untuk nilai tertinggi terdapat kenaikan dari 85 naik menjadi 95 dan nilai rata-rata kelas yang pada tes awal sebesar 47,18 naik pada tes siklus I menjadi 71,28.

Dari hasil penelitian siklus I, maka peneliti mengulas secara cermat bahwa dilihat dari rata-rata hasil evaluasi matematika siswa dengan menggunakan Realistic Mathematics Education (RME) sudah berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa kelas IV SD Negeri 03 Jaten. Tetapi apabila dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) masih ada 11 siswa yang belum tuntas. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, maka dari itu pembelajaran matematika perlu dilanjutkan untuk siklus II dengan berpedoman pada hasil refleksi siklus I.

Dokumen terkait